Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.20 "Wanita penolong itu menantu ku"


__ADS_3

Suasana di Cafe Cinta sudah mulai lenggang, tadi bahkan ada yang merekam kejadian itu.


Akhirnya Mama Marsyana dan wanita penolong itu sampai di rumah sakit, dan masuk ruang UGD.


Beberapa jam kemudian akhirnya wanita penolong itu sadarkan diri, ia memegangi kepala nya yang sakit dan memegangi perut nya juga.


" Di mana aku? kandungan ku? aahgh..pusing sekali." keluh wanita itu sambil ia mencari sesuatu di kantong celananya.


"Kamu di rumah sakit, kandungan mu baik-baik aja, terimakasih karena sudah menyelamatkan ku nak", ucap Mama Marsyana tulus sambil membelai rambut wanita penolong itu.


Wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Mana nomer keluarga mu biar aku bantu hubungi mereka." tanya Mama Marsyana, bahkan ia berpikir, ' kalau saja Aidan belum menikah dan gadis ini belum menikah sudah aku jodohkan mereka, gadis ini begitu tulus dan baik hati' batin Mama Marsyana.


"Jangan Bu saya takut nanti suami saya khawatir biar dia aja nanti yang menelpon saya, baru saya kasih tau, karena dia seorang pekerja keras Bu saya tidak mau mengganggu nya." kata wanita itu memohon.


"Baik lah, kalau gitu saya hubungi anak dan suami saya dulu!." sahut Mama Marsyana


Ia pun merogoh kocek nya dan menelpon suami dan anak nya.


Tak lama mereka pun sampai ke rumah sakit, di perjalanan masuk ke rumah sakit Aidan tak henti-hentinya menelpon no Wana ternyata hp Wana ngedrop tidak di cas dan Wana pun tidak mengecek hp nya sama sekali dari dia sampai rumah sakit.


'Wana kemana sih?! kok gak aktif-aktif hp nya, udah ku bilang jangan kemana-mana masih aja gak dengar, gak mikir apa sama kandungan nya.' gerutu Aidan dalam hati, sambil berjalan mengikuti papa nya.


Dari jauh ia melihat Mama nya sedang duduk di kursi tunggu di depan UGD.


Dan tiba-tiba Dokter dan suster buru-buru masuk keruangan yg di depan Mama Marsyana.


"Ada apa dok? ada apa kenapa pasein baik-baik aja kan!?." Mama Marsyana kelihatan panik.


"Sabar ma, jangan panik ada dokter menangani nya, Mama yang sabar ya, papa akan selalu di sisi mama kita akan biaya wanita baik itu sampai sehat, lebih baik mama hubungi keluarga nya kasihan dia dari tadi tidak ada keluarga nya yang melihat nya." perintah papa Bagaskoro sambil memeluk erat istrinya.


"Tapi pa seperti nya dia hanya tinggal bersama suami nya sebab tadi mama susu nelpon suami nya kayanya tunggu suami nya yang menelpon," ucap Mama Marsyana.

__ADS_1


"Tapi hp nya di mana Ma, terus wanita itu tinggal di mana Ma?" tanya Aidan penasaran, soal nya ia lagi khawatir dari tadi hp istrinya gak bisa di hubungi.


"Kau ini kenapa sih kakak? seperti suami yang sedang bingung mencari istri nya yang gak pulang-pulang." ledek Mama Marsyana.


" Tapi benar dari tadi telpon hp Wana tapi gak bisa, jangan-jangan yang menolong Mama istriku,ya siapa tau kan." Asumsi Aidan pada orang yang menolong ibu nya.


"Aah..mana mungkin istri mu, yang rela menyelamatkan orang yang tak di kenal nya, papa yakin sekarang istri mu sedang jalan-jalan bersama teman-teman nya ,secara dia gadis kampung yang miskin dan menikah dengan pria kota yang kaya pasti kesempatan dong menghamburkan uang." cerca Papa Bagaskoro yang selalu menilai buruk terhadap Wana


.


Aidan meninju dinding karena emosi...


"Cukup Papa! jangan pernah mencerca istriku jika Papa tidak mengenal nya, mana mungkin dia seperti itu lagi pula dia sedang mengandung anak Kakak." Aidan kesal dan meninggalkan Papa nya.


Tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD dan mencari keluarga gadis itu.


"Maaf bisa bicara dengan keluarga pasien yang di dalam? tanya dokter itu.


"Tapi saya perlu tanda tangan suami nya saya ingin menyuntikkan penguat kandungan karena jika tidak, besar kemungkinan dia akan keguguran." Jelas dokter cantik itu.


"Tapi saya tidak tau dok, lakukan yang terbaik aja dok, atau kita lihat hp dan KTP nya aja!?" ujar Mama Marsyana yang sudah tak ada pilihan lain.


"Baik lah saya akan menyuruh suster mengambil barang-barang wanita ini di depan." sahut dokter muda itu.


Tak lama suster pun kembali dengan membawa KTP dan hp wanita itu dan memberikan nya pada dokter.


Suster pun menulis nama wanita itu di bankar nya.


"Bagaimana Dokter apa sudah ada identitas nya, saya tidak sabar bertemu suami nya ia sangat beruntung mempunyai istri yang baik seperti wanita itu." puji Mama Marsyana pada wanita yang menolong nya.


"Sebentar Bu, sebentar lagi hp nya lagi di cas ternyata mati hp nya." jawab dokter muda itu.


Tak lama seorang suster datang membawa hp dan berkas di tangan nya dan menyodorkan pada Dokter.

__ADS_1


Sementara Aidan sedang ke kantin dan masih menelpon hp istrinya dan tiba-tiba..


drett..drettt..


"Wana..Wana menelpon ku Alhamdulillah." Aidan senang sekali dan langsung menekan terima panggilan.


"Assalamualaikum sayang kamu kemana aja sih? dari tadi Abang menelpon mu tapi no mu tidak aktif sayang." Tanya Aidan bertubi-tubi sampai dokter belum sempat menjawab.


"Wa'alaikumsalam pak, maaf saya dokter di rumah sakit Harapan kita, istri bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di ruang UGD, saya akan melakukan tindakan segera bapak datang ke sini untuk tanda tangan." Jawab dokter muda itu dengan jelas.


deg..


'apa..wana kecelakaan kenapa,bukan kah tadi aku suruh di di rumah aja istirahat trus kenapa sampai keluar ada apa?'


Aidan pun langsung berlari menuju ruang UGD di sana masih ada Mama Marsyana dan Papa Bagaskoro.


"Kamu kenapa sih kak kayak orang panik gitu emang ada apa sih istri mu hilang?" tanya Papa Bagaskoro sambil mencibir Aidan.


Tapi Aidan tidak memperdulikan Papa nya ia hanya langsung ke pintu UGD mencari dokter yang menelpon nya.


"Maaf Dokter saya suami dari pasien yang bernama Wana Dita Ayu apakah istri saya baik-baik aja?" tanya Aidan pada Dokter yang berdiri tak jauh dari ruangan di mana istrinya di rawat,.


" Oh..iya Pak ada di dalam kami harus melakukan tindakan menyelamatkan janin yang ada di kandungan ibu Wana Karena kandungan nya sangat lemah harus segera di kasih suntik penguat kandungan." Jawab dokter muda itu menjelaskan.


"Baik dok lakukan apa yang terbaik buat istri saya, saya mau dia selamat." sahut Aidan yang tak mampu membendung rasa sedih di hatinya.


Tiba-tiba Mama Marsyana dan Papa Bagaskoro pun mendekati, mereka penasaran apa sebenarnya yang membuat anak nya panik dan menangis.


" Ada apa dok kenapa anak saya menangis seperti itu?" tanya Mama Marsyana pada dokter.


"Oh..itu anak ibu, berarti yang menolong ibu tadi itu menantu ibu yang sekarang sedang berjuang di dalam sana yang ingin mempertahankan cucu ibu." Jawaban jelas dokter yang membuat Mama Marsyana terkejut..


"Jadi...jadi wanita penolong itu menantu saya dok??" kaki Mama Marsyana gemetar mulut nya ternganga mata nya kedap kedip seolah tak percaya ternyata yang menyelamatkan nya ada lah wanita yang di bencinya dan suami nya ia hampir kehilangan nyawanya demi aku...

__ADS_1


__ADS_2