
Setelah di ruangan Dokter Indah, Wana dan Aidan begitu antusiasnya mendengar kan suara detak jantung anak nya, tiba-tiba Wana mendesis memegang perut nya.
"sttt, sakit bang!," ucap Wana sambil mencengkram lengan suami nya.
Dokter indah langsung terkejut kenapa tiba-tiba pasien nya mengeluh sakit.
"Sebentar-sebentar Bu saya cek dulu ya! " katanya langsung mengambil stetoskop nya.
Sementara Aidan terlihat sekali wajah nya yang pucat karena panik melihat istrinya menahan rasa sakit.
" Sayang..sayang kamu kenapa? tanya Aidan khawatir. " Mana yang sakit sayang? tenang ya Abang gak akan pernah meninggalkan mu sendirian?" tanya Aidan sambil mengelus punggung Wana.
Setelah melalui proses periksa dan di USG ternyata ada yang sangat di sesalkan dokter dan harus di beri tahukan pada Aidan. Dan mengajak Aidan untuk bicara di ruangan nya.
"Maaf pak sebelumnya sebenarnya apa yang terjadi, kalau di lihat dari pemeriksaan ini seperti nya Bu Wana tertekan atau dalam keadaan emosi hingga menyebabkan Preeklamsia," ucap dokter indah dengan nada di tekan kan. "Preeklamsia adalah kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Kondisi preeklamsia pada ibu hamil harus segera ditangani ,jika tidak, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia dan memiliki komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya."sambung Dokter Indah lagi menjelaskan yang sedang di alami istri Aidan.
Mata Aidan memerah, hati nya terasa tercubit ini dan sakit sekali dan merasa bersalah kenapa semua harus terjadi, dan Aidan merasa takut, takut kehilangan istri dan anak nya yang sangat dia sayangi.
"Lakukan yang terbaik buat anak dan istri saya, berapa pun akan saya bayar yang penting mereka baik-baik aja, saya tidak mau kehilangan mereka," Ucap Aidan lirih sambil memohon ke dokter.
__ADS_1
"Itu sudah tugas saya pak sebagai tenaga medis kami akan berusaha sebaik mungkin tapi kita pasrahkan pada Allah dengan cara berdoa pak." tukas dokter dengan senyum tulusnya.
"Mari pak kita langsung keruang Bu Wana seperti nya sudah di pindahkan ke ruang rawat inap." Dokter Indah mempersilahkan Aidan untuk keluar dan langsung ke ruangan Wana.
Sampai di kamar rawat Wana, Aidan terdiam karena Wana sudah terbaring lemah di brankar dengan lengan yang sudah di infus dengan wajah yang sendu dan pucat tapi tetap saja masih tersenyum pada nya.
"Abang... kenapa hanya diam di situ apa Abang tak ingin memeluk ku?." tanya Wana dengan mata berkaca-kaca .
Aidan langsung menghambur ke pelukan Wana yang sedang berbaring sambil menciumi kedua tangan Wana.
"Sayang kamu baik-baik aja kan? jangan buat Abang ketakutan ya sayang, kamu harus janji jangan pernah tinggal kan Abang ya hiks..hiks," ucap Aidan yang sudah tak mampu menahan tangisnya. dan memeluk erat perut Wana.
"Hei..kenapa suami tampan ku jadi cengeng gini sih, lihat lah aku, aku baik-baik aja bang sudah lah jika kau menangis nanti ember di toilet itu ikut penuh dan banjir oleh air mata mu sayang." Bujuk Wana pada suami nya sambil mengecup puncak kepala suaminya sambil membisikkan kata.
" I love you my husband forever," Ucap nya pada telinga suaminya.
Mata Aidan berbinar, hati nya bertalu-talu bahagia, dan di cium nya seluruh wajah Wana.
"Aku lebih mencintai mu sayang, sangat..I love you more my wife" jawab Aidan sambil memeluk wana.
__ADS_1
Malam nya Aidan harus kembali kerumah nya karena harus mengambil semua perlengkapan Wana.
"Sayang, malam ini Abang pulang dulu sebentar ya mengambil barang-barang mu, nanti Abang suruh Tasya datang menjaga mu oke," ucap Aidan pada Wana yang masih asyik memainkan hp nya membalas wa teman-teman SMA nya di grup alumni nya, sambil senyum-senyum sendiri.
"Hei..sayang kamu dengar gak sih Abang bicara apa,? "tanya Aidan sambil menarik tangan Wana dan mencium nya.
"Apa Abang tidak takut pulang sendiri ke rumah kita , aku yakin Wati masih di rumah apa Abang tidak takut tergoda?" Wana malah bertanya balik pada suami nya, hingga Aidan pun mengerutkan keningnya seperti orang bingung.
"Lho bukan kah tadi Abang sudah suruh satpam komplek buat usir dia sayang mana mungkin dia di rumah kita lagi, apa dia tidak tahu malu." jawab Aidan lembut pada istrinya walaupun sebenarnya dia merasa jengkel dengan sikap adik ipar nya yang menurut nya sangat keterlaluan.
Wana langsung bangun dari pembaringan nya dan menarik tangan suami nya dan mengusap kepala suaminya. "Abang tahu,aku sangat kenal sifat adik ku itu bang dia pasti tidak punya malu dan pasti akan tetap menunggu Ibu datang dari kampung baru mau dia pergi dari rumah kita,bukan kah itu yang dikatakan nya, aku hanya takut Abang tergoda bang, aku gak mau ada wanita lain yang menganggu rumah tangga kita walaupun itu tidak di sengaja tau pun di sengaja." ucap Wana dengan matanya yang berkaca-kaca.
Aidan memeluk pinggang dan mencium perut Wana yang membuncit dengan erat seakan ingin mengatakan bahwa hanya Wana lah yang dia cintai tidak ada wanita lain selain Wana dan sekarang sebentar lagi akan datang anak mereka yang sanga ia tunggu kelahiran nya.
"Sayang, jangan pernah berkata seperti itu ya, kau membuat Abang takut sayang kau tau aku secinta apa dengan mu dan anak kita mana mungkin Abang akan melepaskan mu hanya karena perempuan lain yang tak Abang cintai , kamu adalah anugrah terindah dalam hidup Abang sayang." sahut Aidan lirih tanpa sadar ternyata mama nya dan adik nya udah ada di depan pintu rawat Wana yang melihat mereka dengan mata berkaca-kaca.
"Ma, emang siapa sih Wati itu, koq sepetinya Kak Wana takut banget bang Aidan pulang kerumah ,aku jadi penasaran pengen lihat dia ah Ma , boleh ya biar aku yang kerumah Kak Aidan buat ambil baju kak Wana paling besok kak Wana udah pulang." bujuk Tasya pada mama nya dan langsung masuk ke ruangan rawat Wana.
"Ehem.. serasa dunia milik berdua aja nih kak Aidan bucin akut dah sama kak Wana, gak mungkin dong bisa selingkuh hehe, kak biar aku aja ya yang ambil baju kakak," ucap Tasya sambil melek kakak nya, dan benar aja Aidan dan Wana Sampai terkejut dengan kedatangan adik dan Mama nya.
__ADS_1
Manusia hanya bisa merencanakan tapi semua ketentuan hanya milik Allah tak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepan nya yang pasti semua orang berharap yang terbaik dalam kehidupan mereka , begitu juga Aidan dan Wana yang selalu berharap rumah tangga mereka sampai Jannah..