
Di iringi Musik yang slow Acara pernikahan Aidan dan Wana berlangsung syahdu. dan sakral. Kanan kiri tembok di hiasi dengan bunga yang indah dan warna warni, belum lagi lampu lighting mankin menambah suasana Indah ruangan itu.
Tak lama dari jauh sudah kelihatan wajah laki-laki yang sangat Wana cintai, dari jauh senyum mereka saling berbalas..
"Kak kenapa senyum - senyum sendiri ni?"
tanya Wati yang dari tadi melihat gerak gerik Kakak nya yang senyum senyum sendiri.
"Tidak apa-apa Wat, lagi seneng aja akhirnya Kakak menikah dengan orang pilihan Kakak sendiri rasa nya bahagia banget."
Dengan bibir yang sedikit menyungging Wana tersenyum.
'Ah Kak Wana hanya beruntung aja bisa dapat bang Aidan coba kalau bang Aidan ketemu Aku dulu pasti dia pilih Aku '
Gumam Wati dalam hati nya...
"Oh..iya Kak, Alhamdulillah itu jodoh Kakak dari Allah semoga langgeng ya Kak, jaga yang baik jangan sampe di lirik orang." celetuk Wati yang secara tak langsung mengingatkan Wana.
Setelah sampai di Kursi kebesaran sehari Wana masih saja malu malu pada Aidan.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Aidan yang begitu mesra menyambut Wana di genggam nya tangan Wana dan di cium nya berkali kali, sampai - sampai tamu yang melihat nya pasti iri.
Akhirnya proses ijab kabul yang di tunggu pun sudah tiba waktu nya.
Pembawa acara mulai mengisi acara pernikahan Aidan dan Wana. Dan mempersilakan para tamu untuk berdiri, dan mempersilakan kedua mempelai untuk duduk di kursi yang sudah di siap kan buat ijab kabul.
Pak Penghulu dan petugas KUA juga udah di sana serta Pak Sastra yang tak lain Ayah serta Wali nikah dari Wana.
"Sudah siap semua kalau sudah silahkan Pak Sastra nikah kan anak nya." Pak Penghulu berbicara dengan pak Sastra.
"Insyaallah siap Pak, untuk anak gadis saya, Saya pasti siap dong." Canda pak Sastra..
Wana yang mendengar Aidan bersemangat sampe nelan salliva nya.
"Bismillah... Saya nikah kan Anak saya Wana Dita Ayu Binti Sastra dan Ainda Perkasa dengan Kawin sebuah rumah mewah di bayar tunai." kata Pak Sastra sambil menghentakkan tangan nya biar Aidan menjawab.
"Saya terima nikah nya Wana Dita Ayu Binti Sastra dengan mas kawin sebuah rumah mewah di bayar tunai." Aidan pun tak mau kalah dan benar ada nya dia mampu.
"Bagaimana saksi? Sah?..Sah?.."
__ADS_1
Penghulu bertanya
"Sah..." jawab semua para tamu bahkan ada yang sampe terharu dan menitik kan air mata.
Wana langsung mencium punggung tangan Aidan yang sekarang jadi suami nya, dan Aidan pun mencium kening Wana sambil mendoan Wana yang sekarang sudah menjadi istri sah nya. Mereka pun saling berpelukan, setelah itu meminta restu pada yang tua tua.
Tapi beda dengan Wati di lihat dari raut wajah nya ada rasa iri yang begitu jelas.
'Andai saja Aku yang ada di posisi kak Wana pasti Aku sangat bahagia '
gumam Wati dalam hati.
"Selamat ya say, Aku bahagia akhirnya kau menikah dengan laki-laki yang sangat kau cintai, SAMAWA ya." Ucap Rika sahabat Wana.
Rika adalah sahabat Wana yang satu profesi di tempat kerja nya di kota.
"Terimakasih say doa nya" Jawab Wana sambil memeluk sahabatnya.
Setelah Ijab kabul selesai para tamu di persilahkan menikmati jamuan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
__ADS_1
Banyak tamunya dari golongan pemerintah yang datang karena pak Sastra adalah seorang petani yang sukses jd banyak yang kenal dengan nya.