Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.9 "Aidan Kesal dengan Wati"


__ADS_3

Tanpa terasa jam sudah jam 3 sore tapi mereka berdua masih terlelap.


tok..tok..tok..


"Wana...Wan bangun nak sudah sore nanti maag mu kambuh dari pagi kamu belum


makan." Ibu Anida membangunkan anaknya.


Tak lama Wana mulai membuka mata nya dan melihat jam yang ada di samping Lemari rias nya. Betapa terkejutnya nya dia setelah melihat jam sudah jam 3 sore.


"Waduh ini jam nya rusak kali ya". gumam nya dalam hati.


"Wan..kamu dengar gak sih nak?" Ibu Anida memanggil lagi.


'Hah ternyata Ibu memanggil ku dari tadi'


batin Wana.


"I..iya.. Bu.. sebentar Bu, aku sudah bangun kok." Wana pun bergegas mendekati pintu dan membukanya.


Tapi karna buru-buru Wana sampai lupa mengancingkan baju nya bagian atas , hingga Bu Anida melihat nya dengan memicingkan mata nya.


"Wana baju kamu itu lho!." Bu Anida menunjuk ke bagian belahan dada Wana.

__ADS_1


Wana cepet-cepet menutup baju nya dan menutup pintu lagi.


"maaf Bu, iya bentar lagi Aku turun." ucap Wana sambil buru-buru menutup pintu.


Setelah itu Wana pun mandi dan membangun kan suami nya.


"Bang ayo bangun, kamu mandi dulu ya!"


Wana membangun kan Suami nya sambil memain kan dada bidang suami nya.


"Hhm.. Aku masih ngantuk sayang, tapi kalau kamu memaksa ada syarat nya." Ucap Aidan sambil menarik tubuh Wana biar berbaring dan memeluk dada nya.


"Oh..ya, apa? ternyata suamiku sekarang setiap di perintah ada syarat nya ya." Tanya Wana sambil menaikan alisnya.


"Nanti malam nya servis nya nambah ya!" Jawab Aidan yan langsung bangun dan mencium kening Wana dan terus melengos ke kamar mandi.


Tapi Aidan sudah di kamar mandi dan tak terdengar ia bicara.


Wana pun siap-siap untuk keluar dari kamarnya, tinggal menunggu suami nya.


Setelah itu mereka pun keluar dari kamar, Wana langsung menyiapkan makan buat suami nya, Aidan sangat mencintai Wana sampai-sampai ia pun ikut membantu Wana menyiapkan makan.


"Bang, kamu duduk aja sana biar aku yang masak gak lama kok cuma masak capcay aja kok." kata Wana lembut

__ADS_1


"Gak dong sayang, aku gak mau istri tercinta ku kecapekan, jd aku harus membantu dong, sini talenan nya aku bantu iris bawang ya sayang!" sahut Aidan sambil mengusap rambut istrinya.


Mereka tak tahu ada sepasang mata yang melihat kemesraan mereka dari tadi.


'Semakin lama aku lihat Bang Aidan sweet juga orang nya jadi mankin gemes aku, tunggu aja nanti ada waktu nya aku dekati dia'.


Batin Wati yang dari tadi melihat kemesraan Kakak nya dan Abang ipar nya.


Ia pun melenggang mendekati mereka berdua dan langsung berdiri di samping Aidan yang sedang mengiris sayur.


"Wah ada yang sibuk masak ni, bisa aku bantu kah". kata Wati sambil menyenggol tangan Aidan yang lagi mengiris sayur.


"Aw.. kamu ini kenapa sih datang-datang malah menganggu? kalau mau tolong itu sana tanya kakak mu." ujar Aidan ketus, dan langsung pindah dari sebelah Wati.


"Ah bang Aidan gitu aja marah, bercanda bang jangan marah dong." sahut Wati sambil memainkan mata nya.


"Wati... gak sopan seperti itu dek, ya udah kamu yang masak nasi dulu buat ntar malam, ini Kakak udah selesai buat makan sama Bang Aidan aja kok gak banyak." Ucap Wana dan langsung mengambil piring dan sisa nasi dalam mejicom.


"Ayo bang kita makan dulu setelah itu kita keluar sebentar mencari oleh-oleh buat teman kantor." Ajak Wana dan menggandeng tangan suami nya yang masih kesal.


Aidan langsung merangkul Wana dan menganggukkan kepalanya.


"Sayang, aku harap nanti Wati jangan ikut kita ke kota dulu ya sayang! kita kan baru mau pindah rumah jadi harus beres-beres dulu," Ucap Aidan seolah gak srek dengan sikap Wati.

__ADS_1


"kita lihat nanti aja ya Bang." jawab Wana singkat.


Bersambung...


__ADS_2