
Karena kelelahan Aidan dan Wana pun tidur kembali setelah membersihkan kan diri.
Hingga ada yang mengetuk kamar mereka tak sadarkan diri.
tok..tok..tok..
"Kak.. Kakak aku lulus kak, Kakak." teriak Wati memanggil kakak nya berkali-kali tapi tak ada sahutan.
'Iih emang mereka habis ngapain sih kok udah jam 10 pagi belum bangun'.
batin Wati.
Wati pun meninggalkan kamar Kakaknya itu dan langsung ke ruang tamu. Dengan wajah yang di tekuk dia duduk di samping ibu nya yang sedang melipat pakaian.
"Kamu kenapa nak? kok murung!" Tanya Bu Anida pada putrinya.
"Tadi aku ke kamar kakak Bu, tapi Kakak belum bangun, kenapa sih habis nikah kok malah malas? kakak itu harus nya lebih rajin dong." celetuk Wati yang protes
"Siapa bilang Kakak mu malas, dia dari shubuh sudah bangun,mengemas dapur, mencuci baju, bahkan nasi goreng yang kamu makan tadi pagi itu masakan kakak mu." jawab Bu Anida membela anak sulung nya.
"Oh.. jadi Kakak udh bangun trus tidur lagi." sahut Wati sambil mengangguk kan kepalanya.
"Bu rencana aku mau ikut Kakak aja ya di kota! boleh kan Bu? ya..hitung hitung cari pengalaman." Tanya Wati pada ibu nya
__ADS_1
"Apa kamu gak pengen kuliah?" tanya Bu Anida
"Nanti lihat aja dulu Bu, oh ya Bu nanti malam ada acara perpisahan kami Bu satu kelas, tapi acara nya di rumah Lita Bu, boleh ya!?" tanya Wati memelas sambil menaikan turunkan Alis nya .
"Baiklah tapi hati hati, dan jangan terlalu malam nak." jawab Bu Anida tegas.
"Iya..iya Ibu ku sayang." sahut Wati sambil memeluk ibunya.
Wati pun langsung berlari kecil kembali ke kamarnya, dan siap -siap untuk berangkat.
*****
Sementara itu Wana dan Aidan sudah bangun tapi masih di tempat tidur.
"Hhm...." Jawab Wana yang hanya mengangguk,sambil memain kan hidung suami nya.
"Mandi yuk sayang setelah itu kita beres-beres karena besok kita kembali lagi ke kota." Aidan mengajak Wana, sambil menarik Handuk di pinggir ranjang.
"Abang aja duluan aja yang mandi nanti aku setelah Abang ya." sahut Wana sambil menguncir rambut nya.
Wana langsung bangun dan mulai beberes barang-barang yang akan dia bawa ke Kota.
'Oh iya aku belum bilang ke Bang Aidan kalau nanti Wati ingin ikut ke Kota, pengen cari kerja katanya sambil kuliah, apa boleh ya'
__ADS_1
Batin Wana.
Selesai berkemas Wana pun keluar kamar mencari Ibu nya dan menyiapkan sarapan buat suami nya .
"Pagi Bu, kok sepi yang lain kemana Bu?" Sapa Wana pada Ibunya sambil memeluk Ibu nya dari belakang.
"Eh..anak Ibu sudah bangun, ini udh mau siang lho, kamu sudah mandi nak? sarapan mu udah ada di ranji ya nak.
Setelah menyiapkan semua makan dan minum suami nya Wana pun kembali ke kamar.
" Bang kamu sarapan dulu ya maaf udh mau makan siang baru sarapan." kata Wana dengan wajah sendu.
"Gak papa sayang,aku malah mau mengulang kembali serangan Fajar tadi, jadi makan siang boleh nggak?" Ledek Aidan sambil memainkan Alis nya naik turun.
"Gak mau titik." Jawab Wana ketus.
Aidan pun mendekati Wana yang duduk di bibir ranjang sambil menghadap ke cermin.
"Sayang, Ayo lah habis ini kami mandi trus kita makan sama-sama gimana?" goda Aidan pada Wana sambil membelai rambut Wana dengan hangat,dan mencium tengkuk Wana.
Tanpa menunggu jawaban Wana, Aidan pun terus mencumbu Wana dan Akhirnya terjadilah penyatuan kedua kali nya siang itu yang membuat mereka berdua hanyut dalam buaian syurga dunia yang sangat nikmat...
Bersambung...
__ADS_1