
Aidan pun langsung menyusul istri nya yang sedang sembunyi di balik selimut, pasti saat ini wajah Wana merah merona karena malu pada suaminya.
"Sayang beneran kan besok udah selesai." tanya Aidan memecah keheningan antara mereka berdua.
" Iya Suami ku sayang, yang sabar ya sayang." jawab Wana dengan genit dan langsung memeluk suami nya dan mata nya sudah tertutup.
'Cepat sekali Wana tidur sudah lelap aja dia, pasti dia sangat kelelahan ' batin Aidan
Pelan-pelan Aidan turun kan tangan Wana dari perut nya dan turun dari tempat tidur.
'Sebaik nya aku sholat isya dulu dari pada nanti ketiduran.' gumam Aidan dalam hati
Tapi... belum sempat dia melangkah ke kamar mandi ada seseorang yang mengetuk kamar mereka. Aidan pun mengurungkan niat nya dan langsung ke arah suara ketukan pintu dan membukanya.
"Maaf bang tadi Ibu suruh makan dulu soalnya seharian juga Kak Wana hanya sarapan bang". Kata Wati dengan gaya nya yang manja sambil memain kan rambut nya.
Tentu saja Aidan terperanjat melihat pemandangan yang tidak biasa, ia seperti melihat sosok bidadari yang sangat cantik dan mempesona, mana tidak mempesona Dangan cara pakaian Wati yang hanya mengenakan daster satu jari dengan buah dada yang terekspose sampai sampai dia terpana dan tersadar pada saat Wati mencolek tangan nya.
__ADS_1
"Baaanng!" panggil Wati dengan lembutnya sambil mencolek tangan Aidan.
"I iya nanti aku ke sana dan Wana soalnya Wana juga lagi tidur, kasihan juga jika aku membangunkan nya sekarang sebentar lagi ya." Jawab Aidan sambil menelan Saliva nya dan beristighfar dalam hati.
'semoga aku kuat Ya Allah' batin Aidan.
"Ya sudah kalau gitu di tunggu di meja makan ya bang!" Sahut Wati sambil meninggal kan Aidan dengan jalan nya yang lenggak lenggok seolah mencari perhatian Aidan.
'Baru tau kamu , aku bilang juga apa pasti dia klepek klepek lihat penampilan aku, kak Wah mah lewat hahaha' gumam Wati dengan pede nya.
Aidan pun masuk kembali ke kamar nya dan langsung tertegun di atas ranjang nya pikiran nya pun berkelana.
Aidan pun mendekati istrinya yang sedang terlelap serta bergumam dalam hati.
'Kalau di lihat lihat Wana dan Wati Memeng berbeda Kalau masalah cantik Wati memang unggul dari Wana tapi...
Astaghfirullah..kenapa aku malah memuji wanita lain' gumam Aidan sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Sayang.. bangun yuk Ibu menyuruh kita makan malam dulu nanti sambung lagi tidur nya." Kata Aidan sambil mengelus pipi istri nya dan mengecup nya.
"Egh..tapi aku masih mengantuk sayang" Jawab Wana sambil bergelayut manja di tangan suami nya.
"Apa mau aku gendong sampai ke meja makan?" Sahut Aidan dan langsung menggendong Wana.
Dan tanpa aba-aba ia pun mendarat kan ciuman nya di bibir Wana yang masih belum seberapa sadar.
Akhirnya Wana pun terbangun dan minta turun dari gendongan suami nya.
"Aabangg sudah mulai nakal ya?!" turun kan aku, aku kan jadi malu bagaimana kalau ada yang lihat." sungut Wana dengan mengerucut kan bibir nya. Tapi Aidan terus aja mengendong Wana ke ruang makan dan menduduk kan di kursi tepat di samping kursi nya, sambil tersenyum pada Wana.
Wati yang melihat nya berubah menjadi masam dan pindah tempat duduk tepat di sebelah Aidan.
" Wati kenapa pindah-pindah kalau duduk pamali nak mau kamu punya suami banyak" kata ibu dengan mata nya melotot.
"Ya gak lah Bu cuma kalau di situ aku kejauhan mau ambil sayur Bu." jawab Wati yang senyum senyum sendiri.
__ADS_1
'Aku hanya ingin melihat bang Aidan lebih dekat aja, aku akan terus menggoda nya sampai aku mendapatkan nya' gumam Wati tanpa merasa berdosa.
Bersambung..