Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.19 "Wanita penolong"


__ADS_3

Aidan berdiri tepat di hadapan kedua orang tua nya. Dia menatap lekat kedua mata orang tua nya di satu sisi ia melihat Mama Marsyana yang begitu sedih dan pasrah melihat suami nya yang kasar pada anak nya, sedang kan Papa Bagaskoro wajah nya sudah mulai normal, dan mata nya juga sudah surut dari amarah ia tertunduk di samping istrinya, sambil mengendorkan dasinya.


"Pa, maafin kakak, bukan maksud kakak Ingin membantah bahkan menolak perjodohan itu tapi memang kakak tidak mencintai Astri," Ucap Aidan dan langsung bersimpuh di kaki papa nya.


"Papa tau kan selama ini kakak hanya mencintai Wana dan tidak ada selain Wana Pa." lanjut Aidan pada papa nya.


"Aahhhh...persetan dengan kata cinta, semua itu hanya sementara kakak, apa dia akan selalu menerima mu kalau kau miskin dan tak punya apa-apa?" ujar papa Bagaskoro geram hingga gigi nya berbunyi.


"Selama ini Wana tak pernah menuntut kakak apa pun itu dari awal kami pacaran hingga kami menikah Wana menerima ku apa adanya, bahkan dia tau kalau orang tua ku tak menyetujui pernikahan ini, dia sempat mundur dan mengalah demi kebahagiaan ku, pa percaya lah padaku kalau Wana memang wanita terbaik yang sudah di pilih Allah buat ku."Jelas Aidan panjang dengan wajah yang sangat meyakinkan papa nya.


Sementara Mama Marsyana hanya diam melihat suami dan anak nya berbicara seolah memberi kan waktu untuk mereka saling mengeluarkan unek-unek yang selama ini tak tersalurkan.


Ia melangkah kaki nya meninggalkan mereka berdua karena dia tau betul sifat suami nya kalau di sanggah pasti tidak mau, lebih baik menghindari jadi tidak memihak dari kedua nya.

__ADS_1


Mama Marsyana pun melaju dengan mobil Nissan nya di sebuah kompleks perumahan tapi berhenti di depan sebuah cafe, di cafe itu banyak pengunjung nya namanya cafe Cinta.


Dari sebrang jalan ia melihat parkiran sangat penuh, akhirnya ia memutuskan untuk memarkirkan mobil nya di pinggir jalan.


Tiba-tiba pada saat ia akan keluar dari mobil nya..


"Awaaassss..." teriak seorang wanita yang berlari dari arah samping mobil Mama Marsyana dan mendorong Bu Marsyana kedalam mobil kembali...


Braakkk...


Suara motor menabrak tubuh lemah seorang wanita yang baru saja mendorong tubuh mama Marsyana ke dalam mobil, karena ia tak sempat lagi mengelak dari motor yang melaju ke arah nya itu dan akhirnya...


"Aakhhh...!" Suara wanita itu teriak dan seketika tabrakan pun tak terelakkan dan motor yang melintas dari arah sembarang cafe Mama Marsyana itu menabrak wanita yang sama sekali tak di kenal mama Marsyana. Mereka adalah dua orang anak remaja yang membawa motornya ugal-ugalan.

__ADS_1


"kecelakaan.. kecelakaan" sebut para warga yang melihat kejadian itu.


Banyak saksi mata yang melihat dan berhamburan menolong wanita tersebut, dan mengamankan dua orang anak remaja yang menabrak tadi.


"Bu..Bu.. tolong keluar ibu harus menolong wanita ini yang menolong ibu!" teriakan dari orang-orang di luar mengejutkan mama Marsyana Yan dari tadi syok dan panik dengan kejadian yang dialaminya.


"Baik.. baik tapi saya tidak bersalah, saya juga tidak menabrak nya," ucap Mama Marsyana, karena gugup dan bingung Mama Marsyana sampai salah menjawab.


"Kami tau Bu, bukan ibu yang menabrak tapi ibu yg di selamatkan oleh wanita yang pingsan di sana, wanita penolong itu sangat lemah nadi nya Bu, tolong dia Bu bawa kerumah sakit." sahut seorang pria yang juga menyaksikan kejadian itu.


tak lama polisi pun datang dan remaja yang ugal-ugalan itu di bawa polisi sedangkan wanita yang menolong mama Marsyana pun di bawa ke rumah sakit.


Ada yang kepo gak pembaca setia ku.. siapa wanita yang menolong mama Marsyana ini ikuti terus part berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2