
"Kenapa lo ngikutin kita?" tanya Al saat tahu gadis itu mengikuti mereka.
"Ah iya, kamu kan kelasnya lebih deket kalo lewat sana," kini Icha yang berkomentar.
"Ah iya lupa, maaf aku duluan ya," gadis itu putar arah, dia melewati jalan yang berlawanan arah dengan Al dan Icha.
"Kamu jangan percaya gitu aja sama dia?" Al memperingati Icha, ketika gadis tadi sudah menjauh.
"Kenapa? Dia juga sudah minta maaf sama aku waktu itu, bahkan dia mau kita jadi teman," Icha menoleh kearah Al, menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Al.
"Ya pokoknya jangan mudah percaya sama dia, hati-hati dengan Martha, ngerti kan? Aku gak mau terjadi sesuatu lagi denganmu," Al menjawab, dia memeprtingati Icha.
Icha mengangguk, "Akan aku turuti kata-katamu, demi kebaikan kita,"
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan kelas Icha, Al menunggu sampai Icha masuk kedalam kelas.
Saat didepan pintu Icha teringat sesuatu, dia menoleh kearah Al yang masih berdiri ditempat, "Nanti pulang sekolah aku mau pulang langsung ya, kasian Raffa dia sendirian dirumah," ucapnya.
"Iya, nanti aku antar kamu pulang dulu, sebelum aku ke kantor," Al akan tidak mau kecolongan lagi.
"Tapi jauh banget kalo harus antar aku pulang dulu, biar nanti aku telfon sopir aja suruh jemput aku," Icha kasihan jika Al mengantarnya pulang kerumah orang tuanya dulu.
"Iya tapi jemputnya dari kantor, jangan dari sekolahan. Gak boleh nolak," Al tidak mau Icha menolak permintaannya.
"Baiklah, aku masuk ya," dengan terpaksa Icha mengiyakan kemauan Al, dia tidak mau suaminya itu kecewa.
Setelah Icha masuk, Al pun menuju kelasnya, dia masuk kedalam ruang kelasnya dan duduk di bangkunya.
"Al gue kok curiga kejadian kemarin ada kaitannya sama Martha, gue tahu banget Anggun itu gimana, dia gak akan berani ngelakuin itu kalau gak di desak, dia gak bakal seberani itu sama lo Al," Alvian mengutarakan unek-uneknya saat sahabatnya itu telah duduk disebelahnya.
"Bukan hanya Martha, tapi sepupunya juga gue rasa," Al mencurigai Martha dan sepupunya.
"Bisa jadi, terus apa yang akan lo lakuin kalau ternyata mereka ikut andil?" tanya Alvian.
"Setidaknya kalau gue gak bisa laporin polisi, mereka harus dikeluarkan juga dari sekolah sama seperti Anggun,"
"Tapi lo harus cari bukti, kalau mereka itu bersalah, kalau nggak gimana mau ngeluarin mereka dari sekolah,"
"Itu yang sedang gue lakuin,"
__ADS_1
"Semoga aja lo berhasil Al,"
"Iya makasih, lo juga harus bantu gue,"
"Tentulah, gue bakalan bantu lo demi... " ucapan Alvian terjeda, dia tidak jadi melanjutkan kalimatnya.
Al mengernyit heran, kenapa Alvian tidak meneruskan ucapannya, "Demi apa?" tanyanya heran.
"Demi persahabatan kita dong," sebenarnya bukan itu yang akan dia ucapkan tadi, tapi tidak mungkin kan dia mengucapkan kata-kata yang membuat sahabatnya murka.
"Iya, makasih ya,"
Mereka pun menghantikan pembicaraannya, kareba guru sudah masuk kedalam kelas.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Sesuai kesepakatan pagi tadi, Icha pun ikut Al sampai kantor baru setelah itu dijemput oleh supir pribadi orang tuanya.
"Aku pulang dulu ya sayang, kamu kerja yang bener ya," pamit Icha, lalu dia mencium punggung tangan suaminya, dibalas oleh kexupan singkat di kening Icha.
"Assalamu'alaikum," pamit Icha pada Al.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati sayang," jawab salam Al.
"So sweet banget sih Mas, saya jadi iri," celetuk sekretarisnya yang melihat semua kejadian tadi, hanya sekretarisnya saja yang melihat itu.
"Iya dong Mbak, kalau Mbak iri minta digituin sama suaminya," Al tersenyum lalu dia masuk kedalam ruangannya tanpa menunggu seketarisnya itu bicara lagi.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Sedangkan disisi lain, Icha masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh sopir pribadi orang tuanya, dia ingin segera pulang, memastikan keadaan adiknya yang tadi pagi dia tinggalkan dalam keadaan sakit.
Setelah sampai dirumah, Icha langsung masuk kedalam kamar Raffa, dia memastikan keadaan adiknya.
"Dek, udah baikan?" tanyanya saat mendapati Raffa sedang duduk di ranjang sambil memainkan ponsel.
"Alhamdulillah Kak, setelah minum obat tadi badanku lebih enak," jawab Raffa sambil memandang wajah cantik Kakaknya.
"Alhamdulillah kalau gitu Kaka jadi lega. Sudah makan siang belum?" tanya Icha takut-takut adiknya itu gak mau makan siang.
__ADS_1
"Baru aja piringnya dibawa kedapur sama Bibik, udah minum obat juga, Kaka gak usah khawatir, aku juga gak mau lama-lama sakit, gak enak Kak," Raffa tersenyum, Kakaknya itu perhatian sekali, meski kadang dia suka menjahilinya.
"Siapa bilang sakit itu enak, semua orang pasti bilang sakit gak enak, meskipun kita hanya tiduran,"
"Hehehe, iya Kak, makanya aku pengen cepet sembuh," Raffa nyengir.
"Yaudah, Kakak kekamar dulu ya, kamu istirahat lagi, biar besok sembuh total, dan bisa masuk sekolah lagi," titah Icha, lalu dia meninggalkan kamar Raffa menuju kamarnya.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
Disebuah apartemen yang kemarin didatangi oleh Anggun, kini dia datang kesana lagi, disana ada dua orang lagi selain Anggun yang baru saja tiba.
"Gue lusa mau ke Kalimantan, mau nerusin sekolah disana, itu permintaan Nyokap gue dan gue gak bisa nolak," Anggun langsung mengatakn itu saat dirinya sudah duduk di sofa.
"Lo yakin?"
"Ya gue yakinlah, gue juga gak mau jadi sasaran Al lagi, dia pasti gak akan diem gitu aja," Anggun was-was, dia tidak mau Al melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan.
"Terserah lo deh. Sebenarnya gue masih butuh bantuan Lo, tapi kalo lo mau pergi ya silahkan, yang penting gue udah nepatin janji buat bantu perusahaan bokap lo,"
"Iya, makasih,"
Ditengah pembicaraan mereka, tiba-tiba datang seorang tamu yang tidak diundang. Dia langsung masuk tanpa permisi, tatapannya penuh amarah pada ketiga gadia yang duduk di sofa itu.
Sedangkan ketiganya terlihat berbeda, ada yang takut ada juga yang biasa saja.
"Udah gue kira ini kelakuan lo berdua!" tamu tak diundang itu mendekati mereka bertiga, "gue yakin kalau Anggun gak akan ngelakuin itu tanpa ada yang menyuruh," lanjutnya.
"Alvian, lo kok bisa disini? Kok bisa masuk?" pertanyaan itu yang pertama keluar dari bibir salah seorang dari tiga gadis itu.
"Itu mudah buat gue!" Alvian berdiri menatap satu persatu wajah ketiga gadis itu dengan tatapan penuh amarah.
"Yan gue tahu lo masih suka sama Icha, ayolah rahasiakan ini dari Al, emang lo gak mau dapetin Icha," seorang gadis memohon pada Alvian.
"Gue bukan lo, gue masih waras, buat merebut Icha dari sahabat gue itu gak akan terjadi," tatapan Alvian masih sinis.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen ya guyss😍