Dipaksa Menikah SMA

Dipaksa Menikah SMA
DMS 60


__ADS_3

"Cha kita makan malam di luar ya, biar pikiranmu tidak kacau seperti ini," usul Nayla.


Keduanya kini berada di kamar Nayla, setelah pulang sekolah tadi, Nayla selalu melarang Icha jika dia mau pulang. Nayla beralasan sama, berikan Al waktu untuk berfikir.


Ketika Icha mengatakan ingin pulang kerumah Mamanya, Nayla beralasan kalau Icha kesana tanpa Al pasti kedua orang tuanya akan curiga jika sudah terjadi sesuatu dengan anak dan menantunya. Dan alasan-alasan itu selalu membuat Icha mengurugkan niatnya.


"Makan dirumah aja lah, males aku keluar," tolak Icha, dia rebahan di atas ranjang milik Nayla.


"Ayolah, kamu pasti seneng dan bisa sedikit melupakan masalahmu, please mau yah," Nayla mencoba membujuk Icha.


"Hm," hanya deheman yang diberikan oleh Icha.


Nayla tersenyum senang ketika sahabatnya tidak menolak permintaannya. Icha memang selalu seperti itu, dia tidak bisa menolak permintaan Nayla sahabatnya.


"Sekarang aku pilihin baju buat kamu yah," Nayla bersemangat sekali memilihkam baju untuk Icha.


"Kok kamu malah semangat banget milihin aku baju? Harusnya kamu pilih untuk sendiri lah," celetuk Icha, yang mana membuat Nayla justru tersenyum.


"Pake baju yang kita beli tadi ya, cantik kan?" Nayla menempelkan baju yang tadi mereka beli di tubuhnya, sambil melihat bayangan dirinya didalam kaca.


"Terserah kamu aja," Icha malas berkomentar.


Nayla menarik Icha supaya mau turun dari ranjang, dia memberikan baju yang telaj dia pilih pada Icha dan memaksa Icha masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah keluar Nayla mendudukan Icha didepan meja rias, dia mengambil alat-alat make up untk mendandani Icha.


"Kamu ganti baju aja sana, ngapain aku pakek di dandanin? Kaya mau ketemu siapa aja," protes Icha saat dirinya akan di dandani oleh Nayla.


"Stttt diam dulu, kamu harus tampil cantik malam ini, biar ...." Ucapan Nayla terhenti saat dia sadar.


"Biar apa?" selidik Icha.


"Biar lebih cantik dong, soalnya dari tadi kamu cemberut aja kadi keliatan jelek," kilah Nayla.


"Terserah kamu lah, mau nolak pun kamu pasti maksa," celetuk Icha. Dia masih kesal dengan sahabatnya itu yang seharian terlihat aneh, memaksakan kehendak dan lagi mengurungnya dikamar.


Beberapa waktu berlalu, Icha sudah terlihat cantik dengan mengenakan baju yang dipilihakan oleh Nayla, dengan hijab ala-ala anak gaul masa sekarang.


"Sempurna." Terlihat senyum dibibir Nayla, dia puas dengan hasil karyanya. "tunggu aku mau ganti baju dulu ya," tambahnya, lalu mengambil baju yang sudah dia persiapkan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah selesai, dia mengajak Icha untuk segera berangkat ke kafe yang akan mereka kunjungi. Di sepanjang perjalanan Icha selalu bertanya mau kemana? Tetapi Nayla hanya menjawab mau makan. Karena dia sadar sepertinya sahabatnya itu menyadari sesuatu.


Setelah sampai tempat yang mereka tuju, keduanya pun turun. Tetapi saat akan memasuki kafe tersebut, ponsel Nayla berdering.


"Cha masuk duluan yah, aku angkat telfon dari Mama dulu, ntar nyusul deh," ucap Nayla sebelum dia mengangkat ponselnya.


Icha pun mengiyakan perkataan Nayla, dia masuk kedalam kafe yang terlihat sepi, hanya ada dirinya disana. Tapi dia tidak peduli, mungkin kafe ini baru saja bukak, pikirnya. Tetapi saat akan duduk tiba-tiba semua lampu cafe padam.


"Lho kok mati sih!?" keluh Icha, lalu dia merogoh tas slempangnya, mencari ponsel yang tadi ia letakkan didalam sana. Tetapi nihil ponselnya tak ada, hanya ada dompet saja.


"Duh, mana ponselku ini, mana gelap. Nayla kemana lagi kok lama?" Icha berbicara sendiri ditengah kegelapan yang ada.


Tiba-tiba seperti ada suara grusak-grusuk yang dia dengar, dia tidak melihat karena ruangan itu benar-benar gelap. Icha merinding mendengar ada suara itu, dia memilih untuk diam.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Bersamaan dengan itu lampu menyala, Icha terkejut, tangannya menutup mulutnya yang menganga karena saking terkejutnya. Air matanya menetes karena terharu. Didepannya ada Al suaminya, keluarganya serta teman-temannya.


"Tiup dulu lilinya sayang," titah Al setelah berada di sebelah Icha.


Icha tersenyum dan meniup lilin yang ada diatas kue.


"Selamat ulang tahun istriku tercinta." Al mengecup sekilas kening Icha, "maaf ya atas kejadian yang tadi," tambahnya.


"Kamu jahat." Icha memukul dada Al, melimpahkan kekesalannya.


"Udahan peluk-peluknya, masih ada orang disini. Potong kuenya dulu dong," ucapan Farhan membuat Icha dan Al melepaskan pelukannya.


Icha pun memotong kuenya. Kue pertama dia berikan pada Al, kue kedua pada Mamanya dan ke tiga untuk Papanya. Yang lain ambil sendiri🤭


"Gimana rasanya di prank Cha?" tanya Nayla yang entah sejak kapan sudah bergabung.


"Kalian semua jahat banget sih sama aku," Icha menekuk wajahnya, "Tunggu, perempuan yang sama kamu tadi siapa sayang?" tanya Icha saat teringat waktu di mall tadi.


"Aku Cha," jawab perempuan itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ih Kak Rena, kok bisa sih?" Icha penasaran.


Sherena adalah pacar Farhan, dia juga datang diacara ulang tahun Icha.


"Tadi itu Kakak ke kantor Al, mau ketemu kalian, karena baru aja pulang dari Singapur. Kakak tadi kesana sama Rena, eh malah kamu gak ada dan Al bilang katanya lagi ngeprank kamu buat acara ultah," Farhan meminum minumannya, "Terus Kaka suruh tambahin pranknya, yang di mall itu," tambahnya.


"Ihh, pada jahat semua sama aku." Icha memukul lengan Kakaknya.


"Yang punya ide prank tu, mereka berdua." Al menunjuk Nayla dan Alvian. "ternyata waktu kita ketemu di supermarket mereka lagi merencanakan ini, aku tadinya gak mau, gak tega liat kamu nangis, karena dipaksa ya aku ikutin aja. Eh malah Kak Farhan nambahin," Al menoleh kearah Farhan sebentar, "Kamu tau nggak? Aku kepukiran kamu terus, takut kamu kenapa-napa, aku chat Nayla tiap waktu," tambahnya.


"Kenapa harus prank coba? Dikasih suprise juga aku dah seneng, gak usah pake drama nangis-nangis dulu," protes Icha.


"Apa Mama sama Papa tahu?" tanyanya pada kedua orang tuanya.


"Papa sama Mama gak tau soal prank, cuma taunya mereka mau memberikan suprise buat kamu," jawab Papanya.


"Udah, pranknya kan udah berahir, sekarang kamu seneng kan?" saut Mamanya.


"Iya Ma, makasih semuanya," ucap Icha lalu tersenyum. "Aku bener-bener gak menyadari kalau ini semua hanya prank, aku kira Al beneran selingkuh, sebelumnya juga gak mau dengerin penjelasanku lagi, ngusir aku, huh," keluh Icha.


"Udah nikmatin dulu makan malamnya, kasian nanti pada kemalaman pulangnya," tutur Mamanya.


Merka pun mulai makan malam di kafe yang sengaja Al sewa untuk malam ini. Hanya ada keluarga dan juga Alvian dan Nayla, tidak ada teman lain, karena dia tidak mau status pernikahan Al dan Icha terbongkar.


"Ponselku kok ilang Nay? Pasti kamu yang ambil kan?" tanya Icha saat akan mengambil ponsel di tasnya.


Nayla menyengir, dia mengambil ponsel Icha yang berada didalam tasnya lalu menyerahkan pada yang punya.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komennya yah....


Siapa yang ikut ke prank?☝️


🤣🤣🤣🤭


Ternyata banyak yang bisa nebak yah🤣


Setelah ini akan bahagia ya, sebelum sedih melanda🤭

__ADS_1


Bonus!!! mager jadi bisa nulis banyak.


__ADS_2