
Matahari mulai menampakkan diri dari ufuk timur, membawa secercah harapan serta semangat kepada makhluk yang berada di bumi.
Dinda tersenyum menatap kaca yang memantulkan wajahnya, tangannya dengan terampil dan ahli memoleskan riasan di wajah, senyumnya mengambang saat menaburkan blush on di tulang pipinya.
Dinda pastikan meski hanya sekretaris pengganti ia tidak akan mengecewakan Radit. Harus menjaga penampilan serta harus terlihat cantik dan memukau.
Sentuhan terakhir lipstik merah muda menghiasi bibir tipis dan kecilnya dengan sempurna. Dinda langsung berdiri, rok span bewarna merah muda yang di padukan dengan blouse berwarna putih membuat penampilannya semakin feminim.
Tak lupa Dinda meraih ponselnya, lalu membuka aplikasi kamera, Dinda berpose dengan berbagai gaya kemudian memilih yang terbaik untuk di bagikan ke sosial medianya
Tak lupa Dinda menulis caption sekretaris pengganti seraya menyelipkan emotikon tersenyum
Dinda melambaikan tangan ke arah mobil Andre yang perlahan semakin menghilang. Langkah kaki Dinda begitu ringan dan tiba-tiba sebuah suara berhasil membuat Dinda memutar badannya ke sumber suara itu. Mata Dinda seketika melebar menemukan seorang wanita berdiri di depannya
"Selamat pagi" Sapanya seraya tersenyum aneh
"Aku karyawan baru di perusahaan ini" Ia menunjukkan badge yang tergantung di lehernya
"Selamat ya, semoga betah" Balas Dinda langsung pergi
__ADS_1
Aluna putri, gadis itu beberapa hari yang lalu melamar di perusahaan Alkee grup dan takdir baik menyertainya. Luna terpilih menjadi salah satu kandidat yang lolos untuk di tempatkan di tim pemasaran. Luna menganga, mengerang putus asa melihat ekspresi biasa Dinda. Padahal ia ingin balas dendam.
Dengan langkah cepat, Dinda sampai di ruangan presdir. Dinda langsung membuka pintu untuk membersihkan ruangan bosnya, Namun terlihat pria itu tengah duduk di salah satu sofa dan sebuah laptop di pangkuannya
Tumben ia datang sepagi ini??? Batin Dinda bertanya-tanya
Dirga mendongakkan kepala, terlihat kesal pria itu menutup laptopnya, kemudian berdiri sambil menaruh laptop di meja
"LIHAT INI!" Dirga memamerkan beberapa lembar kertas di tangannya, lalu ia berjalan cepat mendekati Dinda dengan penuh emosi
Belum sempat Dinda melihat isi kertas itu, Badan Dirga meluncur lebih cepat. Sepatu pria itu tersandung kaki meja, tubuh langsing Dinda tidak kuat menopang berat badan bossnya. Gerakan Dinda menjadi goyah, Dirga langsung menyeimbangkan kembali badannya dan mencoba menahan badan Dinda agar tidak jatuh ke belakang.
Untuk sesaat Dinda terperangah, mata melebar karena kejadian tidak terduga ini. Dengan cepat Dinda menarik diri, Namun, lagi-lagi Dirga menahannya. Pria itu menatap Dinda sangat tulus, tak lupa seulas senyum manis terukir di wajahnya.
Bibir pria itu berkedut, tangannya membelai poni Dinda "Kamu masih ingin menyuruh aku pergi?"
"Bagaimana kalau aku menemukan wanita lain? Kamu tidak masalah?" Ucap Dirga menambah kebingungan Dinda
"Dinda aku mohon sukai aku" Kata-katanya begitu lembut, tetapi hanya terucap di dalam hati
__ADS_1
Wajah Dinda semakin memerah dan ia menarik diri langsung berlari keluar.
Melihat wajah Dinda seperti udang rebus Dirga tersenyum manis.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian, terdengar suara derap langkah kaki cepat mendekat lalu di susul pintu terbuka kencang "Kenapa? Ada apa?" Tanya Dinda, nada suaranya terdengar panik
"Masuk keruangan saya" Suruh Dirga tersenyum kecil melihat kepanikan di wajah Dinda
Pintu terbuka lebar, Delon melenggang masuk dengan se-cup kopi di tangan kanan. Setelah duduk manis ia menatap Anggun dengan wajah datar. Pandangan Anggun terlihat sendu, mengingat kejadian yang semalam.
Kira-kira pukul 8 malam Anggun berniat mengunjungi sepupunya di rumah sakit. Sepupunya terus mengeluh soal makanan di rumah sakit yang tidak enak, ia juga meminta Anggun untuk membelikan beberapa makanan di luar rumah sakit.
Tak lama kemudian Anggun memasuki sebuah restoran yang menyediakan menu serba ada, itu pun berseberangan dengan rumah sakit, ia menyapu pandangan ke seluruh ruangan. Ada satu sosok pemuda yang membuat ia terpaku lesu. Pemuda yang mengenakan kaos polos putih dan celana bahan bewarna biru.
Dia tengah duduk bersama seorang wanita cantik, tangan kanannya terlihat merangkul gadis itu.
Anggun tersenyum kesal melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat. Ya? Setelah beberapa hari dia tidak ada kabar tapi kini ia melihat Radit bersama seorang wanita
Radit sedang tersenyum-senyum mengoda wanita di sampingnya, dan satu-satunya yang ingin Anggun lakukan adalah mem-blokir semua sosial media dan nomor Radit dari ponselnya,
__ADS_1
"Nggakpapa sebelum semuanya terlalu jauh"