
Luna mengirim pesan kepada Radit untuk menjadwalkan meeting di salah satu Restaurant mewah.
Dinda membuka pesan dari Radit ADM Bar & Restaurant. Dinda tahu itu milik orang tua Bayu. Selama menjalin hubungan bersama Bayu, Dinda sering kali di ajak menemui keluarga besarnya dan beberapa perusahaan milik keluarga mereka.
Sesampai disana Dinda melihat sekeliling dan matanya menangkap dua orang yang menyebalkan di waktu yang bersamaan.
Dinda kira hatinya sudah kebas. Ternyata tidak semudah yang di ucapkan. Bohong jika Dinda tidak sakit hati dan bohong juga jika ia merasakan baik-baik saja. Kaki Dinda seperti tidak mau di gerakkan.Dan ada sebuah rasa yang sulit di jelaskan saat ini, Dinda menepuk-nepuk dadanya meyakinkan diri ayo Din kamu bisa lalui semua ini.
Tiba-tiba saja keberanian Dinda untuk melangkah hilang. Mencoba untuk mengabaikan tetap saja percuma. Trauma yang mereka tinggalkan begitu dalam. Sekeras apa pun Dinda mencoba melupakan Bayu, tetap saja ada satu alasan yang membuat mereka harus bertemu kembali.Rasanya tidak adil bagi Dinda ia yang mengalami luka parah ia pula yang membalutnya sendirian.
Dan sekarang wanita yang menghancurkan pernikahannya, tersenyum seperti tidak ada beban. Dinda menghela napasnya berkali-kali, mengurut dada. Meyakinkan semuanya telah berlalu.
Ayo Din.. Ayo..Katanya kamu kuat ayo maju hadapi mereka dengan senyuman Ucap Dinda menyemangati dirinya.
Dan tiba-tiba sebuah tangan kekar menyentuh lembut telapak tangan Dinda. Dinda menoleh dan ia mendapati Dirga ada di sampingnya. Dinda tertegun kaget, seperti takdir baik menghampirinya.Entahlah tetapi ini sungguh nyata Dinda tersenyum kecil seperti ia mendapatkan kabar baik dari langit
Tiga puluh menit sebelumnya.
Radit menghela nafas ketika melihat Dirga tengah berjalan mengelilingi perusahaan. Setiap ruangan hanya di batasi oleh sekat kaca. Dan itu salah satu cara ampuh Dirga untuk menangkap karyawan yang bermalas-malasan di jam kerja.
"Jadwal Pak Dirga hari ini sudah di wakilkan oleh Tim Manajemen" ucap Radit berdiri di samping bossnya itu
"Bagus!"
"kontrak dengan Aditama entertaiment bakal rampung hari ini juga" Dirga hanya mengangguk pelan tanda setuju
Ketika sampai di Tim Manajemen Dirga melihat empat kursi kosong. Namun, yang menarik perhatiannya. Kemana Dinda? Beberapa menit Dirga berdiri disana ia melihat Anggun memasuki ruangan tidak begitu dengan Dinda yang tak kunjung masuk.
__ADS_1
"Siapa yang menemui perusahaan Aditama?"
"Dinda" Seketika Dirga tersontak kaget.
Tanpa menunggu lama ia berlari ke lobby kantor. Bagi Radit itu hal yang mustahil di lakukan oleh seorang Direktur perusahaan ini. Bertahun-tahun menjalin hubungan pertemanan baru kali ini Radit melihat Dirga berlari seperti orang yang tengah ketakutan.
Ini satu hal yang harus di catat di sejarah Alkee group, Gumam Radit seraya merogoh ponsel dari kantong celana .
"ADM Bar & Restaurant" Radit langsung sigap mengirim pesan
Enam tahun yang lalu.
Salah satu kampus swasta di ibu kota yang menawarkan berbagai macam jurusan. Kira-kira awal semester pertama. Bayu dan Dinda tertawa lebar ketika berhasil masuk ke universitas yang sama.Butuh perjuangan untuk masuk ke perguruan yang terbilang cukup terkenal itu, dan sebagai imbalan dari kerja keras mereka, mereka berdua berhasil lolos dengan nilai terbaik.
Mempertimbangkan banyak hal Mulai dari analisis, pengembangan, hubungan kerja sama, serta perencanaan bisnis oleh keluargnya.Bayu memilih Jurusan Bisnis Internasional sesuai permintaan orang tua.
Sedangkan Dinda memilih kuliah di jurusan Managemen. Walaupun berbeda jurusan tapi Mereka seperti tidak terpisahkan oleh gangguan apapun. Yang kata orang,senior lo cakap-cakap, seangkatan lo bening-bening. Mereka tidak akan peduli semua itu.
Malam itu ketika penyambutan mahasiswa baru. Para senior mengadakan pesta di area kafe yang berada di area kampus. Dirga dan Bayu saat itu sudah saling mengenal satu sama lain.
Karena satu alasan Bayu tidak bisa datang.
Dinda, bersama Luna dan teman satu jurusan lain terlihat asyik berkumpul dalam satu meja. Sedangkan Dirga ikut berkumpul bersama senior dan seangkatan.
Dinda berhenti tersenyum ketika Luna menanyakan kekasihnya "Kemana pacar mu Din?"
"Ada urusan keluarga"
Tiba-tiba saja temannya yang lain ikut menyeletuk "Hati-hati Din teman sekarang banyak yang suka makan teman" Entah apa maksud mereka Dinda hanya membalas dengan senyuman kecil
__ADS_1
Dirga melihat sekeliling dan saat itu ia menangkap sosok Dinda sedang tersenyum manis. Dirga pun ikut tersenyum. Seperti debaran yang tidak biasa. Dirga lelaki yang susah jatuh cinta. Namun, ketika melihat Dinda. Hatinya begitu tenang dan teduh. Di mata Dirga, Dinda begitu menarik.
Sejak hari itu Dirga percaya cinta pada pandangan pertama. Sosok Dinda yang polos dan manis membuat ia ingin berkenalan lebih jauh.
"Udah jangan diliatin terus " Goda Anjar teman seangkatan Dirga
"Hmmmm"
"Liatin Dinda apa ngeliat yang mana nih?"
"Dinda?" Tanya Dirga penasaran
"Wanita yang mengenakan Blouse warna hitam dan plead skirt ukuran 3/4 itu bukan?" Jelas Anjar
Dirga semakin penasaran
"Kamu kenal? "
"A-Ha teman satu sekolah dan pacar Bayu yang seangkatan sama kita."
Dirga mendengus. Entah itu kesal atau kecewa. Ternyata sudah milik orang. Dan Dirga tipikal lelaki yang tidak suka merebut kebahagiaan orang lain. Merasa sesak Dirga meninggalkan pesta malam itu. Dan sejak saat itu. Dirga selalu menghindar ketika melihat Dinda datang menemui Bayu.
Tak hanya sampai disitu, memasuki semester tiga, Dirga memutuskan untuk pindah kuliah. Ia ikut sepupunya kuliah di salah satu kampus terkenal di Australia. Sejak saat itu ia tidak pernah mendengar kabar tentang Dinda. Sampai wanita itu mengirim lamaran pekerjaan ke perusahaannya.
Dan ketika Dirga mengetahui Dinda masih menjalin hubungan bersama Bayu. Membuat ia berpikir bahwa cinta tulus itu benaran ada. Entah seberapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk melawan isi kepala yang selalu berbeda pendapat. Jatuh bangun sampai memutuskan ke jenjang pernikahan. Dirga benar-benar salut melihat hubungan mereka.
Dirga Tak pernah mengusik Dinda, hanya sesekali ia mencuri pandang kepada gadis cantik itu. Dan ketika Dirga mengetahui Dinda dan Bayu batal menikah, ia tersenyum dan hanya dia yang mengerti arti dari senyuman itu. Bukan jahat, tetapi seperti ada kelegaan yang membelenggu selama ini.
Sejak saat itu, Dirga ingin melindungi gadis itu walaupun dengan cara yang tak di sukai oleh Dinda.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam? " Tanya Dirga ketika melihat Dinda diam melongo seribu bahasa.