
Udara pagi ini begitu sejuk, sangat berbeda dari hari biasanya. Hari ini juga menenangkan dan juga menyenangkan. Dinda baru saja turun dari mobil kakaknya dengan memakai pakain yang bewarna dan mencolok, ia tampak tersenyum semringah, membuat banyak pasang mata menatapnya aneh.
"Lihatlah, biasanya ia berjalan seperti mayat hidup kenapa hari ini ia seakan telah memenangkan lotre" Gerutu Delon seorang diri
Dinda memasuki gedung pencakar langit itu dengan langkah anggun dan semangat yang menggebu-gebu. Dinda langsung menuju ke ruangan presdir, sadar akan kedatangan kekasihnya. Dirga langsung memberikan senyuman terbaiknya.
Tak lama mereka duduk saling berhadapan, Dinda terlihat menaikkan kedua alisnya kemudian berdehem pelan. Lalu ia menatap pria yang ada di hadapannya saat ini
"Kenapa?" Tanya Dirga seraya melihat pakain yang di kenakan Dinda, sedikit menyilaukan matanya
"Sayang apakah hati kamu begitu bewarna saat ini?"
Dinda pun bertanya balik "Kenapa? Pakain aku salah?" Mimik wajahnya begitu menyedihkan
Dirga langsung tertawa "Tidak, kamu sangat cantik hari ini"
"Berarti hari kemarin aku tidak cantik ya?" Dirga mulai kebingungan lalu ia kembali tersenyum
"Setiap hari kamu bertambah cantik, aku sangat merindukanmu" Sambung Dirga sambil memeluk wanita yang ia cintai itu
"Aku juga merindukanmu"
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Radit yang sudah berdiri di depan pintu, mereka langsung melepaskan pelukannya, kemudian saat Dinda hendak menjawab pertanyaan Radit. Tiba-tiba tangan kekar Dirga langsung menggenggam tangan kekasihnya itu
"Kami berkencan"
"Sudah kuduga" Pungkas Radit terkekeh kecil
"Tetapi saat ini aku ada urusan dengan kekasihmu, Dinda silahkan keluar" Usir Radit langsung mendorong badan gadis itu
"Singkirkan tanganmu dari sana" Ucap Dirga seraya memukul lengan Radit
__ADS_1
"Baiklah, baiklah"
"Radit apa kau lupa?"
"Aku tidak lupa, kamu tetap sekretaris Pak Dirga" Jawab Radit menyambar ucapan Dinda, lalu menutup pintu setelah gadis itu keluar
"Kerja sama dengan Aditama grup benar di batalkan sepihak?" Tanya Radit
"Dia meminta kita menemui ia hari ini, selepas jam makan siang di kantornya"
"Aku akan pergi bersama Dinda" Sambung Radit
"Tidak perlu, saya akan ikut denganmu, Dinda biarkan menemui investor yang lain"
Beberapa jam telah berlalu, semua karyawan terlihat sangat sibuk, dan sebelum pergi menemui Bayu. Dirga menyempatkan diri menemui kekasihnya
"Apapun yang dia ucapkan nanti kamu tidak boleh melukai dirimu sendiri" Ucap Dinda mewanti-wanti Dirga supaya tidak terjadi baku hantam antara dia dan Bayu
Tak butuh waktu lama, Dirga dan Radit sampai di perusahaan yang di pimpin oleh Bayu sang mantan kekasih Dinda, untuk pertama kalinya Dirga mengunjungi perusahaan itu. Dirga menatap gedung pencakar langit dan tertulis dengan besar nama perusahaannya ADITAMA GRUP.
"Dengan Pak Dirgantara?" Tanya gadis yang hampir sebaya dengan Dinda
"Ya, kami dari Alkee grup" Pungkas Radit
"Mari ikut saya, anda sudah di tunggu sedari tadi oleh Pak Bayu" Ucap gadis itu sembari berjalan memutari meja resepsionis miliknya lalu menghampiri mereka berdua
Kemudian mereka masuk ke dalam lift, hingga mereka sampai ke lantai paling atas gedung perusahaan ini
"Silahkan masuk" Ucap gadis itu membukakan pintu ruangan lalu pergi meninggalkan mereka
Pria berjas hitam yang berada di dalam ruangan itu langsung berdiri dan tersenyum menyambut mereka berdua
__ADS_1
"Selamat siang Pak Dirgantara" Ucap Bayu masih terkekeh kecil
"Silahkan duduk" Sambungnya
"Setelah kami kaji ulang, kami menerima kembali tawaran untuk bekerja sama lagi" Ucap Bayu menyodorkan beberapa kertas ke arah mereka berdua
Radit langsung membaca dan memahami apa-apa yang berisi di kontrak kerja sama mereka
"Kalian juga harus berterimakasih kepada Dinda" Sambung Bayu penuh senyum kemenangan
"Maksudnya?" Tanya Radit
"Dinda tidak mengatakan, saya pernah menawarkan dia untuk bekerja di perusahaan ini dan melanjutkan pernikahan kami"
"Omong kosong" Pungkas Dirga dengan tatapan tajam
"Jaminan kerja sama kita adalah Dinda, walaupun dia belum mengiyakan dan saya tahu persis sifat Dinda yang tidak tegaan"
"Dan jika saya menolak kerja sama kita, kalian akan di rugikan atau bisa di bilang gagal mengurus proyek baru kalian?"
Dirga mulai emosi, ia tidak peduli jika kerja sama mereka batal. Jika ini menyangkut Dinda, ia tidak akan tinggal diam. Dirga merampas kertas yang di pegang Radit lalu merobek kertas itu sampai tidak terbentuk
"Apa perusahaan kalian maju dengan cara mengancam orang lain?"
"Trik murahan ini tidak berlaku untuk perusahaan saya, anda bilang kerugian, tidak hanya perusahaan saya, perusahaan anda juga mengalami kerugian"
"Saya tidak butuh kerja sama dengan perusahaan picik seperti ini, dan satu lagi urusan Dinda adalah urusan saya karena dia adalah milikku"
"Sekali lagi anda mengancam, mengganggu kenyamanannya, saya tidak tahu apa yang akan saya perbuat kepada anda" Ucap Dirga membuat Bayu terdiam membisu. Niat ia untuk merebut Dinda kembali gagal.
Ruangan itu mulai memanas, tatapan mereka sama-sama tajam, kepalan di tangan mereka sudah menunjukkan urat-uratnya. Tak ingin mereka sampai baku hantam, Radit langsung membawa Dirga untuk keluar dari perusahaan ini. Radit takut jika terjadi saling adu jotos perusahaan yang berada di bawah naungan Dirga semakin terpuruk dan buruk di mata investor.
__ADS_1
Bayu melemparkan semua file yang berada di atas mejanya, sebelum kejadian itu.
Pak Robi sendiri yang menyetujui kerja sama dengan Alkee grup. Dan ia juga mengancam jika Bayu masih mempermainkan kerja sama itu. Semua perusahaan yang berada di bawah genggamannya akan di ambil alih oleh Kakak pertamanya. Pak Robi tidak pernah main-main dalam ucapannya ia juga tak segan-segan menyingkirkan orang-orang yang mengganggu kerja kerasnya. Walaupun itu anak sendiri.