Dirgantara Malik Alkeenan

Dirgantara Malik Alkeenan
D U A P U L U H T I G A


__ADS_3

Andai saja ia tidak menggantikan Radit,


Andai saja ia tak datang sepagi ini.


Pagi ini... Aaah benar-benar menyebalkan, Dinda menatap Dirga yang sudah duduk di sofa tempat kejadian itu. Tanpa sadar ia menggigit bibirnya mengingat kejadian memalukan beberapa menit yang lalu.


Otak cabul Dinda tiba-tiba ingin melihat kembali wajah Dirga, rahang yang sempurna, hidung mancung dengan tatapan tajam, dan bibirnya yang tipis berkedut beberapa kali. Dinda tersipu malu memancarkan merah merona di pipinya.


Sedangkan Dirga setelah kejadian tadi ia terlihat baik-baik saja, bahkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Lihat ini" Ucap Dirga kembali menyodorkan kertas


"Perusahaan Aditama membatalkan kontrak dengan kita, dan beberapa investor juga ikut serta"


Dinda tidak percaya "Kok bisa?"


"Seharusnya saya yang menanyakan itu? Kalian ngapain aja?"


"Saya sudah mengatur waktu pertemuan dengan perusahaan Aditama, silahkan kamu datang ke kantornya langsung" Dinda terdiam mendengar instruksi dari bossnya, secara tidak langsung ia akan bertemu Bayu lagi


"Tapi Pak"


"Pisahkan antara pekerjaan dan urusan pribadimu, bukan hanya kamu yang memiliki masalah percintaan"


Dinda tidak ingin berdebat ia hanya mengikuti suruhan bossnya "Baik Pak!"


"Silahkan keluar dan siapkan beberapa berkas yang mau di bawa"


Dinda kembali sibuk di depan layar komputernya, begitu juga Dirga. Dirga sengaja membuka roal gorden agar sesekali ia bisa melihat wanita itu, raut wajah cemas terlihat jelas. Namun, Dirga tidak ada pilihan demi menyelamatkan proyek baru mereka.


Tak berselang lama, hanya lirikan mata, Naysa datang mengunjungi ruangan presdir.


Hitungan menit mereka keluar secara bersamaan.

__ADS_1


"Jangan lupa jam 2 siang!" Kata Dirga berlalu pergi meninggalkan Dinda seorang diri


Pukul dua tepat Dinda sudah berada di kantor Bayu, tetapi ia di suruh menunggu karena Bayu masih meeting di luar. Dinda duduk di ruang tunggu dengan pikiran dan tatapan menerawang, ia sejujurnya tidak ingin bertemu Bayu kembali. Akhir-akhir ini Dinda sedang berusaha menata hatinya, berusaha untuk mempercayai bahwa takdir dia berbeda dengan Bayu.


"Bu Dinda mari saya antar" Ucap sekretaris Bayu setelah ia menunggu selama sepuluh menit


Tiba di ruangan hanya ada mereka berdua, Bayu hanya tersenyum seraya saling menatap "Kamu udah naik pangkat?" Tanya Bayu semringah


Bayu tiba-tiba sudah berdiri di depannya, mendekatkan wajah membuat Dinda melotot dan segera mundur beberapa langkah.


Bayu tersenyum nakal melihat sikap sok jual mahal mantannya itu "Dinda" Panggil Bayu dengan suara pelan


"Apa?" Jawab Dinda ketus


"Kamu mau apa datang kesini?"


"Soal kerjaanlah, kenapa kamu tiba-tiba membatalkan kontrak bersama Alkee grup?"


Bayu tersenyum kecil "Terimakasih sudah ada di hadapanku di saat energi aku mulai habis" Katanya dengan wajah sayu


"Hentikan omong kosongmu!" Balas Dinda sudah muak mendengar bualan pria itu


Dinda melempar map dengan keras ke atas meja, membuat Bayu tergelonjak kaget.


"Maaf" Ucap Dinda menatap kesal


Bayu tidak peduli, lalu ia melihat ke arah jam tangan yang menunjukkan pukul 14.30


"Ok, soal pembatalan kontrak kerja sama, sudah kami pikirkan baik dan buruknya, presentasi dari perusahaan kalian tidak di minati oleh pemegang saham di perusahaan ini"


"Perusahaan sebesar itu tidak bisa meng-handle proyek sekecil ini"


"Bukan tidak bisa meng-handle tapi kami juga lagi berusaha memperbaiki beberapa kesalahan"

__ADS_1


"Dinda, beberapa investor yang ikut bekerja sama dengan proyek kalian satu persatu sudah mulai lari, karena keuntungan yang mereka dapat sangat kecil"


"Perusahaan ini di kontrak hanya untuk pemasaran beberapa bulan ke depan, lalu kenapa kamu batalkan? Soal investor itu lain cerita"


Bayu kembali tertawa "Kamu sudah berapa lama jadi sekretaris dia?"


"Kita lagi membahas pekerjaan"


"Jawab aku?"


"D-dua hari" Ucap Dinda dan kembali membuat Bayu tertawa lebar


"Kamu baru keluar dari goa? Alkee grup kembali meminta kerja sama dengan beberapa anak perusahaan di bawah naungan Aditama,kalau cuma pemasaran gampang Din"


"Banyak media swasta yang bisa di ajak kerja sama kalau hanya sekedar pemasaran"


Dinda terdiam beberapa menit, ia benar-benar tidak tahu sejak di pindahkan ke departemen lain semuanya di lepas. Dan ia juga tidak sempat menanyakan perihal itu kepada bossnya.


"Proyek tender kalian masih jauh dari kata layak!" Ucap Bayu kembali


"Tapi setidaknya tolong di kaji ulang proposalnya"


"Kasih kesempatan sekali lagi?"


Bayu tertawa semringah melihat wajah memelas Dinda "Perusahaan kalian mencari keuntungan aku juga mencari keuntungan"


"Baiklah, aku bantu sampai berhasil, tapi syaratnya kita lanjutkan pernikahan kita yang tertunda dan kamu harus bekerja sama di perusahaan ini"


"Ini bukan perusahaan Bapakku, kenapa aku harus menukar kebahagiaanku dengan tawaran tidak masuk akal"


"Ya, terserah kamu!"


Dinda duduk di dalam mobil, ia menggerutu kesal mendengar permintaan gila dari seorang Bayu. Dinda kembali berteriak ketika mendapati pesan dari Dirga yang memintanya untuk datang ke alamat yang ia kirim.

__ADS_1


Dinda meninggalkan perusahaan Bayu bersama wajah yang masih di tekuk, mobilnya memasuki sebuah gerbang yang menjulang tinggi melewati pepohonan rindang serta di ujung sana deretan apartemen mewah terlihat berjejer rapi.


__ADS_2