
Satu jam yang lalu Dirga menyuruh Dinda untuk mengganti pakain yang sudah di belikannya.
Ketika Dinda mendatangi rooftop tempat mereka berkumpul.
...
...
Dan di depan rekan kerjanya dan banyak pasang mata yang tertuju kearahnya, menunggu kejutan apa yang akan Dirga katakan.
Angin malam membelai tubuhnya yang mengenakan dress cantik bewarna hitam di desain sangat pas di tubuhnya.
Pemilik mata indah dan senyum yang sangat ramah, terlihat terkejut dengan apa yang ia lihat, mata dengan bulu yang lentik sesekali melirik ke arah kanan dan kiri.
Tepat di hadapannya, pria berkemeja putih dan parasnya yang tampan sedang bersimpuh dengan buket bunga mawar merah yang tersusun sangat cantik dan harum,
Tidak hanya itu, ada sebuah kotak bewarna hitam, kotak tersebut berisikan sebuah cincin berlian.
"Dinda Anatasya Wibowo maukah kamu menikah denganku?" Dirga terlihat memohon penuh harap, karena hari ini ia melamar kekasihnya
Dinda yang sedari tadi hanya berdiri kaku, memberanikan diri maju satu langkah. Membungkukkan tubuhnya agar bisa melihat pria yang ada di hadapannya itu
"Iya, aku mau" Dinda berbicara dengan lembut dan pasti, lalu ia tersenyum sangat manis
Raut kebahagiaan terpancar dari wajah pria tampan yang mencintainya itu, pria itu melirik kanan kiri untuk memberitahukan betapa bahagianya ia hari ini
"Apa dia benaran boss yang biasa kita kenal?" Tanya Rania melihat begitu banyak perubahan dari seorang Dirgantara
Dirga tidak bisa menyembunyikan senyumannya, saat Dinda mengambil alih buket bunga dan setelah Dirga memasangkan cincin di jari manis kekasihnya. Kemudian Dirga mendekatkan wajahnya lalu mmberikan sebuah kecupan hangat di kening Dinda,
Melihat kebucinan Dirga semua orang seketika bersorak dengan bahagia
"Pak Dirga aku patah hati" Ucap Rania bersuara lantang dan langsung di sambut gelak tawa oleh yang lainnya.
__ADS_1
Kenangan malam ini tidak akan di lupakan oleh Dirga dan Dinda, setelah menunggu begitu lama akhirnya Allah membalas dengan banyak kebaikan begitu juga Dinda setelah semuanya di lalui begitu berat dan menyakitkan, Allah juga kirim seseorang yang mencintainya dengan hebat.
Setelah hari itu berita tentang lamaran Dirga dan Dinda menyebar ke seluruh penjuru Alkee grup.
Tak ingin menunda-nunda Dirga memboyong orang tuanya menemui keluarga Dinda, kedatangan keluarga Dirga di sambut hangat dan baik oleh keluarga kekasihnya itu.
Di depan orang tua Dinda, Dirga meminta dengan berani dan penuh tanggung jawab untuk menikahi Dinda, menjaga gadis itu seumur hidupnya. Memastikan kenyamanan dan keamanannya. Dan tentunya tidak akan menyakiti Dinda sekalipun.
Pak Devan, berurai air mata menerima lamaran Dirga, ia memeluk Dirga "Jangan sakiti anakku sekalipun, jika suatu hari kamu tidak menyukainya lagi katakan kepada saya, biar saya bawa dia kembali" Bisik Pak Devan
"Itu tidak akan terjadi Om, aku akan membahagiakannya seperti om membahagiakankannya" Ucap Dirga penuh keyakinan
Kedua keluarga begitu terharu, begitu juga Mama Dirga, beberapa kali ia memeluk Dinda dan mencium pipi gadis itu, "Terimakasih banyak, Mama lega, Mama bahagia, Mama punya menantu juga" Ucap Mama Dirga tersenyum manis menatap Dinda
Beberapa minggu setelah lamaran keluarga, akhirnya mereka mengadakan pernikahan itu secepatnya. Pak Malik dan Pak Devan tidak ingin menunggu lama.
Dirga dan Dinda memilih konsep pernikahan semi outdoor yang di adakan di villa pribadi milik keluarga Dirga
...
...
Saat melihat dirinya memakai gaun seindah ini, sebentar lagi gelar istri akan di semat kepadanya.
Dinda menarik nafasnya, lalu menghembuskan perlahan, tiba-tiba sebulir air mata menetes di kedua pipinya, gugup, takut dan trauma yang kemarin itu mulai menghantuinya kembali.
Rasa gugupnya semakin bertambah, lalu ia melihat seseorang yang akan menjadi suaminya berjalan dengan berani ke arahnya. Tak lama Dirga membawa Tangan Dinda ke lengan kekar miliknya
"Sayang, semua bakal baik-baik saja" Dirga menguatkan Dinda, mencoba mengalahkan trauma kekasihnya itu.
Dirga kembali tersenyum "Tidak perlu khawatir, aku akan selalu berada di sampingmu" Dinda mengangguk dan mulai merasa lebih baik
"Aaah, pada akhirnya selamat atas pernikahan kalian berdua" Ucap Naysa tersenyum bahagia dan memberikan selamat kepada pengantin baru itu
__ADS_1
"Terimakasih Naysa" Balas Dirga menatap lega
Tidak menunggu waktu lama Ijab Qabul di antara mereka berdua telah selesai, penuh haru dan tangis bahagia. Pak Devan memeluk anak gadisnya, melepaskan Dinda, memberikan anaknya kepada lelaki yang sudah menjadi suami bagi putrinya.
Para tamu merasakan kebahagiaan, menikmati beberapa hidangan mewah yang telah tersedia.
Dan tiba-tiba saja tamu yang tidak di undang terlihat mendekati Dinda yang saat ini sedang bersama beberapa orang rekan kerjanya
"Selamat ya" Ucap Bayu
Dinda menoleh kesamping lalu tersenyum kesal,
"Ada apa?" Tanya Dirga datang tiba-tiba
"Selamat buat kalian berdua"
"Aku datang kesini benar-benar mengucapkan selamat berbahagia untuk kalian, dan Dinda aku sekalian pamit"
"Lalu urusan sama istri saya apa?" Tanya Dirga kembali
"Dinda terimakasih untuk waktu 6 tahunnya, aku benar-benar bahagia mengenal kamu, aku pergi dan tidak akan pernah menemui kamu lagi, dan untuk terakhir kalinya aku minta maaf" Dinda mengangguk lalu Bayu pergi begitu saja
"Ada apa dengannya" Kata Dirga menatap aneh
"Lupakan, ini hari bahagia kita" Ucap Dirga kembali lalu memeluk istrinya dengan erat. Dirga melepaskan pelukannya menatap wanita cantik itu dalam-dalam. dengan senyuman , ia mendekatkan wajahnya lalu bibirnya menyentuh lembut bibir Dinda,mereka sama-sama menikmati dan tersenyum penuh bahagia
Kebahagiaan mereka tidak bisa di jelaskan dengan kata, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Menunggu cukup lama belum tentu juga mengecewakan. Sabar dan buktikan bahwa semua bisa di dapat dengan penuh keberanian.
Tidak apa menangis berhari-hari karena gagal dengan orang yang salah, dan kembali percaya ketika yang baru datang di waktu yang tepat.
"Dirga, Dinda, mari kita foto bersama" Panggilnya
Terimakasih sudah membaca cerita Dirgantara guys.
Tunggu ekstra partnya ya
__ADS_1