
Beberapa hari setelah kejadian itu, Pak Malik mencoba menghubungi beberapa perusahaan besar yang pernah bekerjasama dengannya, ia sendiri yang langsung turun tangan menemui beberapa investor itu.
Dirga juga tidak tinggal diam, ia mencoba memperbaiki beberapa kesalahan dan Berkat kegigihan dari seluruh karyawannya yang terlibat, Pak Malik dan Dirga bisa menarik beberapa investor besar untuk bekerja sama dengan mereka, dan proyek yang di jalankan Dirga berhasil dilakukan.
"Akhirnya kita bisa makan enak" Ucap Delon mengangkat kedua tangannya begitu mendengar kabar proyek tender mereka sudah berjalan sesuai rencana
"Kabar bagus lagi, Pak Dirga mengajak kita liburan selama dua hari" Ucap Radit
"Kita ke Bali, Bali" Ujar Aelin bersemangat
"Please Labuan Bajo!" Pinta Rania
"Haaa, kenapa kita tidak liburan ke griya tawang milik boss kita" Ucap Delon memberikan ide brilian, karena dari awal mereka sering kali menceritakan tempat tinggal Bossnya itu
"Delon kamu ini"
"Kenapa? Bukankah kalian juga penasaran dengan penthouse milik Pak Dirgantara" Sambung Delon masih bersikeras
"Ide bagus, liburan dua hari keluar kota tidak akan cukup" Sambung Radit
Pada akhirnya mereka semua setuju untuk berlibur ke penthouse milik Dirga. Naysa menyuruh Dinda untuk segera menyampaikan kepada Dirga dan secepatnya juga memberi kabar kepada mereka.
Pandangan Dirga teralihkan ketika Dinda membuka pintu ruangannya, gadis itu mencoba tersenyum dan berharap emosi Dirga bisa terkendali begitu mendengar permintaan karyawannya yang aneh-aneh
"Jadi mau liburan kemana mereka?" Tanya Dirga masih tenang
"Hmmmm"
"Ke-ke penthouse milik kam...."
Dirga langsung berdiri kesal "Apa? Mereka pikir itu tempat penginapan, tidak bisa!"
__ADS_1
"Sayang please" Dinda memohon penuh harap
"Sayang kamu tahu sendiri aku tidak suka tempatku di acak-acak oleh orang lain, dan kamu tahu itukan"
"Tetapi"
"Oke, demi kamu tapi kali ini saja" Ucap Dirga begitu melihat muka memelas Dinda
Waktu liburan yang dua hari itu akhirnya tiba juga, team manajemen yang beranggotakan sepuluh orang itu sudah berada di kawasan apartemen bossnya, mereka sudah menunggu selama lima belas menit namun Dirga belum juga turun menjemput mereka.
"Akkh aku tidak sabar melihat griya tawang tersembunyi dari presdir kita yang tertutup" Kata Delon begitu bersemangat
"Tunggu, kenapa Dinda keluar dari lift itu bersama Pak Dirga" Tanya Rania begitu melihat mereka berdua keluar di waktu yang bersamaan
"Mereka berdua berpacaran" Sambung Naysa terkekeh kecil
"WHAT?" Ekpresi mereka tidak ada yang percaya
"Ya mereka sudah mulai berkencan" Sambung Anggun yang sudah mengetahuinya dari Radit
"Woah, aku iri!" Tutur Aelin begitu menyedihkan
"Guys Pak Dirga sudah memikirkan ulang ia tidak setuju kita menginap disini" Ucap Dinda sedikit lesu
"Yaaah!" Keluh yang lain
"Tetapi kita akan di bawa ke griya tawangnya yang tersembunyi di tempat lain" Ucap Dinda kembali sambil tersenyum. Dan kali ini tidak ada yang protes, selagi itu tempat penginapan pribadi Dirga mereka mau di bawa kemana saja.
Satu jam perjalanan dari Apartemen Dirga, mereka sampai pada sebuah kawasan elite, kawasan yang benar-benar tenang dan indah. Semua mata tertuju pada keindahan setiap rumah yang mereka lewati.
Kekaguman mereka bertambah ketika ia melihat rumah pribadi milik Dirga yang jarang orang tahu. Dan Dirga membeli rumah itu bakal ia gunakan untuk hidup dengan istri dan anaknya suatu hari nanti.
__ADS_1
...
"Orang kaya apa aja di beli ya" Tutur Delon ...
"Namanya juga orang kaya" Sambung Anggun
Mereka semua memasuki rumah pribadi Dirga, pertama masuk mereka di suguhkan dengan interior yang mewah, tidak lupa semua barang yang terpajang Juga menampakkan kemewahannya, mereka juga memilih kamar yang akan mereka tempati. Satu kamar di isi oleh beberapa orang. Di lantai atas hanya ada satu kamar, yaitu kamar yang biasa di tempati Dirga jika berkunjung kesana,
Mereka semua melupakan hari lelahnya bekerja, menikmati setiap momen, bermain, bercerita, berenang, makan bersama. Dan jika malam tiba mereka bersantai di rooftop sembari menikmati beberapa minuman dan cemilan yang mereka sajikan secara bersama.
"Hari ini malam terakhir" Ucap Radit
"Yah, tetapi ini liburan yang paling berkesan" Sambung Delon karena merasa hubungan mereka dan Dirgantara semakin dekat
"Terimakasih Pak Dirga" Ucap yang lain
"Dan pengumuman satu lagi" Pungkas Radit menggenggam tangan wanita di sebelahnya
"Aku dan Anggun berpacaran!"
Semua juga ikut kaget tidak percaya, namun mereka bersorak bahagia, di bulan ini ada dua orang sekaligus berkencan secara diam-diam
"Ada apa denganmu Anggun, akukan juga mencintaimu" Ucap Delon, kemudian berdiri menarik tangan Anggun. Dia dan Radit saling berebut dengan tatapan tajam menusuk
"Kamu mau mati" Ancam Anggun menarik tangannya dari genggaman Delon
Melihat tatapan Anggun, Delon tertawa terbahak-bahak lalu ia merangkul Radit.
"Selamat bro, aku hanya becanda"
__ADS_1
Semua yang ada disana ikut tertawa dan bertepuk tangan seraya memberikan kata selamat kepada mereka berdua.