Dolphins

Dolphins
Fitnah


__ADS_3

Baru dua hari Ida sekolah seperti biasa, tetapi semua orang seolah mengingkan Ida terbaring koma lagi. Sahabatnya tidak ada yang percaya padanya.


Kaisal dan Nadyla meninggalkan Ida di sebuah ruangan yang seperti neraka. Mereka menatap hina Ida, seakan Ida adalah sampah.


Gadis itu duduk di tempatnya, tak peduli tatapan benci teman sekelasnya itu. Yang ada di pikiran dia hanya Nadyla dan Kaisal. Bagaimana caranya mengegaskan pada mereka bahwa Ida tidak tahu apa-apa.


Guru B. Indonesia sudah memasuki kelas dua menit yang lalu, tetapi Ida sama sekali tidak memperhatikan.


“Pak, saya izin ke toilet.”


Setelah izin, Ida keluar kelas dengan perasaan campur aduk. Lebih baik gadis itu menemui Kaisal dan Nadyla, dia tidak bisa fokus belajar jika hubungannya dengan sahabat-sahabatnya kacau begini.


Tepat di uks, Ida melihat Nadyla memeluk Kaisal erat. Membuat gadis itu mengurungkan niat mendekati mereka. Hatinya sakit melihat semua itu.


Rega.


Yah, yang muncul di benaknya adalah nama Rega. Namun sebelum itu dia memutuskan menemui Revan. Seseorang yang membuat sahabatnya salah paham.


Sesampai di kelas XI IPS 2 yang kebetulan sedang tidak ada guru, Ida langsung memanggil nama Revan.


Revan tersenyum sinis, kemudian menarik tangan gadis itu ke taman. Hanya ada Revan dan Ida.


“Ada apa?” tanya Revan santai tanpa melepaskan tangan Ida.


Ida menatap lelaki di hadapannya tajam, apa salah dia sehingga Revan membuat Ida difitnah seperti ini.


“Jadi benar.”


Belum sempat Ida mengeluarkan suara, tiba-tiba suara Kaisal terdengar dari belakang. Membuat Revan dan Ida menoleh.


“Lo cepu, Da!” teriak Nadyla yang berada di samping Kaisal, setelah itu Nadyla pergi meninggalkan mereka semua.


“I-ni salah pa—“


“Gue nggak nyangka.” Kaisal memotong perkataan Ida dan pergi menyusul Nadyla.


Ida menatap Revan dengan air mata yang sudah tumpah membasahi pipinya.


“Puas lo, hah?!” teriak Ida sembari menunjuk Revan yang menatap dia dengan santai. Terbuat dari apa hati lelaki di hadapannya.

__ADS_1


Ida terisak, dia menyenderkan tubuhnya di tembok. Revan meninggalkan Ida sendiri.


Gadis itu menangis, tak percaya. Bahwa sahabatnya tidak ingin mendengar penjelasan Ida sedikit pun.


Ida tak henti-hentinya menyebut nama Rega di sela-sela tangisnya. Hanya Rega harapan Ida satu-satunya. Hanya Rega, tetapi lelaki itu entah ada di mana.


0oOo0


Sudah seminggu Nadyla menjadi trending topik di sekolah dan sudah seminggu juga Ida disebut sebagai pengkhianat. Dolphins sudah hancur, Rega sibuk dengan Aurelia, seolah tak mendengar isu yang sedang panas-panasnya di Wanareksa Hight School.


Ida sendiri sekarang, tak ada yang mau berteman dengan seorang pengkhianat katanya.


Nadyla menggenggam erat tangan Kaisal saat melewati koridor, kupingnya panas nendengar hinaan orang-orang padanya. Apa mereka tidak ada kerjaan yang lebih berfaedah selain mengurusi kehidupan orang lain. Hidup mereka saja masih belum benar. Dasar human.


Ida melihat Kaisal dan Nadyla memasuki kelas dengan sendu, Kaisal duduk di samping Nadyla. Mereka berdua seolah tak melihat keberadaan Ida. Sakit rasanya tak dianggap ada.


Apa mereka benar tidak percaya Ida? Lantas persahabatan apa yang mereka bangun selama ini, jika tidak ada kepercayaan di dalamnya.


“Nad, Kai.” Ida membalikan badan dan memanggil kedua sahabatnya itu dengan pelan. Yang dipanggil seakan tuli.


“Gue mohon dengerin penjelasan gue.” Ida sudah terisak, menggeleng tak percaya melihat sahabatnya tak peduli dengan keberadaan dia.


“Please dengan gue sebentar.” Lagi, suara Ida seolah angin lewat. Bahkan Nadyla sekarang memakai headset. Hati Ida seperti teriris pisau tajam. Kenapa sesakit ini?


“Diam atau gue sama Nadyla bolos lagi.” Kaisal selalu saja memotong perkataan Ida, membuat gadis itu semakin terisak.


Ida membalikan tubuhnya, dia menunduk. Namun di saat melihat ke luar jendela. Dia melihat Revan dan Aurelia tersenyum sinis padanya. Semua ini karena mereka, tapi jika memang Nadyla dan Kaisal menganggap Ida sahabatnya, mereka lebih percaya Ida dibandingkan orang lain. Miris.


0oOo0


Rega hanya mampu memperhatikan sahabatnya dari kejauhan, gadis di sampingnya benar-benar busuk. Rega sampai tidak berkutik. Hatinya sakit, saat tahu Ida difitnah dan dijauhi Kaisal dan Nadyla. Pasti gadis yang mengisi hatinya itu membutuhkan dia sekarang, tetapi Aurelia selalu mengancam dia. Yah, Rega tidak diperbolehkan bersahabat dengan dolphins.


Rega melihat Ida duduk di pojok kantin sendiri, pandangan gadis itu kosong. Ingin rasanya dia mendekati Ida dan membawa kepelukannya sembari berkata ‘tenang ada gue’.


Ida menatap Rega, tatapannya tajam. Lalu dia berdiri dan meninggalkan kantin.


“Rega.”


Huh, gadis ular di sampingnya membuat dia muak.

__ADS_1


“Sayang, suapin aku.”


Rega memaksakan senyum dan menyuapi Aurelia dengan terpaksa.


Kenapa gadis yang berstatus kekasihnya ini datang di kehidupan dolphins?


Di sisi lain Nadyla hanya mampu terduduk kaku menatap Kaisal yang terlihat kacau. Bukankah Nadyla yang menjadi perbincangan di sekolah? Lalu kenapa Kaisal yang terlihat sangat kacau?


“Apa benar Ida tega?” tanya Nadyla, membuat Kaisal menantap gadis itu tajam.


“Apa lo enggak percaya sama gue? Gue yang lihat Ida sama Revan ngobrol dan teman sekelas juga bilang kalo Revan disuruh Ida.”


Nadyla masih tak percaya, apa untungnya Ida melakukan semua itu. Dari dulu, Ida tak pernah memberitahu orang lain tentang aib Nadyla.


“Gue juga enggak tahu maksud Ida apa, tapi yang jelas. Ida membuat lo dipandang hina oleh semua penghuni sekolah.”


Sakit.


Nadyla tak habis pikir, apa Ida melakukannya karena Kaisal memiliki rasa pada Nadyla?


Begitu banyak tanda tanya bagi mereka berdua. Semuanya itu butuh jawaban, tapi mereka keras kepala, tidak mau mendengarkan penjelasan dari Ida sebentar saja.


0oOo0


Aurelia dan Revan bertos ria, rencana mereka menghancurkan dolphins telah berhasil. Sedikit lagi dolphins hanya tinggal nama.


“Jadi setelah ini rencana lo apa?”


Aurelia membisikan sesuatu pada Revan, membuat lelaki itu tersenyum sinis.


Diputuskan tidak terhormat oleh Nadyla, Revan berniat membuat gadis tomboi itu bertekuk lutut padanya.


Dendam di hati Aurelia benar-benar parah, dia sudah seperti penjahat kelas atas. Wajah polos nan cantiknya seolah topeng belaka. Ini semua karena dolphins yang selalu mencap Aurelia jahat dan kini Aurelia akan membuktikan semua itu.


“Gue ingin rencana kita besok membuat gadis tomboi yang belagu itu tidak punya siapa-siapa.”


Revan hanya menangguk membayangkan Nadyla memeluk dirinya dan memohon padanya untuk tidak meninggalkan gadis itu. Baru membayangkannya saja membuat Revan senang.


Nadyla akan menjadi miliknya.

__ADS_1


Aurelia beranjak dan meninggalkan Revan. Mereka ada di belakang sekolah. Yang mungkin bagi mereka tidak ada siapa-siapa. Namun tanpa mereka sadari, seseorang merekam rencana mereka berdua.


“Manusia ular.”


__ADS_2