
Nadyla sudah siuman 2 jam yang lalu, tetapi masih enggan menyapa sahabat-sahabatnya. Dia masih diam, menatap satu persatu sahabatnya itu.
“Apa gue harus masuk rumah sakit dulu supaya kalian ada buat gue?”
Ida dan Rega memilih diam, mereka tidak tahu harus berkata apa. Hanya Kaisal yang mampu menjelaskan pada Nadyla. Hanya Kaisal yang bisa menghadapi Nadyla.
“Kita salah paham, Nad.”
Mendengar jawaban dari Kaisal membuat Nadyla mengerutkan kening. Rega menghela napas pelan.
“Kita diadu domba sama Aurelia dan Revan. Coba lo dengerin rekaman ini.”
Rega memberikan ponselnya pada Nadyla. Setelah mendengar rekaman suara Rega dan Revan, Nadyla menitikan air matanya. Menatap Ida yang tak salah apa-apa, tetapi selalu disudutkan.
“Maafin gue, Da.”
Ida berdiri dan memeluk Nadyla erat. Dia rindu Nadyla.
“Sebenarnya gue ada bukti lain.”
Kaisal, Ida, dan Nadyla menatap Rega penasaran. Namun lelaki itu memilih tersenyum misterius.
“Nanti kalo Nadyla udah sekolah kita bikin kejutan buat Aurelia.”
Mereka tahu Rega pasti memiliki rencana terbaik. Ida tak berhenti tersenyum, melihat sahabat-sahabatnya kembali membuat dia bahagia. Kaisal merasa bodoh, karena dirinya begitu mudah terpengaruh permainan Aurelia.
0oOo0
Dua hari semenjak Nadyla di rumah sakit, kini gadis tomboi itu sudah kembali ceria. Memasuki mobil Rega dengan senyum manisnya. Tepat di rumah Ida, Nadyla turun untuk menjemput sahabatnya yang rempong itu.
“Ida!” teriaknya dari luar rumah, sedangkan pemilik nama masih sibuk dengan sarapannya.
“Ida oy!” Nadyla terus saja teriak, membuat Ida buru-buru keluar dari rumah .
“Bawel banget sih lo.” Ida langsung memasuki mobil Rega tanpa memedulikan Nadyla yang masih ada di luar.
“Dasar enggak tahu diri,” gerutuk Nadyla, membuat Rega dan Kaisal tertawa.
Rega mengendarai mobilnya dengan pelan, di mobil mereka bercanda dan saling mengejek satu sama lain. Mereka bersyukur, karena pada akhirnya bisa seperti semula. Tak ada lagi yang namanya sendiri. Dolphins tak mudah dihancurkan begitu saja.
Tepat di parkiran, mereka keluar dengan karisma masing-masing. Nadyla terus saja memegang tangan Ida. Sedangkan Rega dan Kaisal tersenyum tipis melihat semuanya baik-baik saja. Mereka berjalan di koridor dengan tawa. Koridor Wanareksa High School kini rusuh karena dolphins kembali. Namun tiba-tiba ada seseorang menghentikan langkah mereka. Aurelia orangnya. Gadis ular yang hampir menghancurkan persahabatan mereka.
__ADS_1
“Rega, ingat ancaman gue!” teriak Aurelia yang panas melihat Dolphins kembali.
Dia tidak rela Reganya direbut.
“Dasar psikopat,” celetuk Nadyla sembari tersenyum sinis. Dia berjalan melewati Aurelia begitu saja. Membuat Ida dan Kaisal mengikutinya. Rega mendekati Aurelia, dia tersenyum sok manis. Lalu membisikan sesuatu pada Aurelia. Gadis itu tersenyum sumringah. Rega pasti punya kejutan buat dia. Rega pasti yang akan menghancurkan persahabatanya sendiri. Aurelia yakin itu.
Rega memutuskan untuk menemui seseorang. Seseorang yang membantunya mencari bukti kejahatan Aurelia.
Novaldo—mantan Ida—rela mencari bukti kejahatan Aurelia. Dia rela melakukan apapun agar Ida baik-baik saja. Rega selama ini bekerja sama dengan Novaldo. Novaldo masih menyukai Ida sampai detik ini, tetapi dia tidak pernah berpikir untuk memiliki Ida kembali, maka dari itu Rega percaya dan bekerja sama dengan lelaki di depannya ini.
“Gue udah kirim rekaman Aurelia dan Revan di wa lo,” kata Novaldo sembari menepuk pundak Rega.
“Thanks you, Bro.”
Rega tersenyum dan meninggalkan Novaldo. Dia harus menyusun semuanya terloebih dahulu sebelum bertindak.
Tidak ada yang boleh menggagalkan rencananya ini.
Rega tahu, Vito melihat dirinya dengan Novaldo. Jadi dia mengejar lelaki yang statusnya kakak dari Aurelia itu.
“Berhenti!”
Langkah Vito seolah terkunci, Rega berjalan mendekati kakak kelasnya itu.
“Jangan main-main sama gue, bokap lo enggak ada apa-apanya dibandingkan bokap gue. Lo macam-macam sama gue. Besok keluarga lo jadi gembel.”
Setelah mengatakan itu Rega pergi begitu saja. Membiarkan Vito menggeram kesal.
Siapa yang tidak tahu keluarga Rega? Pemilik sekolah dan perusahaan diberbagai negeri. Baru kali ini Rega menggunakan kekuasannya. Demi sahabatnya dia rela melakukan apapun.
Demi Dolphins.
0oOo0
Di sudut pojok kantin Dolphins ramai sendiri, tak berani yang menegur suara cempreng Nadyla dan Ida. Mereka seolah segan, tapi Dolphins sendiri tidak peduli apa pandangan orang lain terhadap mereka. Yang terpenting mereka bahagia.
Egois? Manusia mana yang tidak egois jika usah berurusan denga kebahagiaan.
Baik dikit yah dibegoin, jahat dikit dibilang psikopat. Pecicilan dibilang tidak punya malu.
Manusia memang seperti itu, serba dikomentarin.
__ADS_1
“Ga, apa yang lo rencanain?” tanya Nadyla penasaran, sedangkan Rega hanya tersenyum kecil.
“Lo bikin kita penasaran tahu.”
“Mulai rahasian lo sama kita.”
Rega terkekeh. “Besok kalian akan tahu kejutan gue buat Aurelia.”
Nadyla kembali memakan makanannya, Ida sibuk merapikan rambut dia yang berantakan. Sedangkan Kaisal menjahili Rega yang tengah sibuk dengan minumannya.
Di sisi lain, Aurelia menatap mereka geram. Hatinya panas melihat Rega kini kembali pada sahabat-sahabatnya. Bagaimana bisa mereka bisa akur? Banyak tanda tanya yang berkeliaran di kepala Aurelia. Dia kira menghancurkan Dolphins itu mudah, tapi nyatanya tak semudah membalikan telapak tangan.
“Lo jangan macam-macam sama mereka.” Alis Aurelia terangkat, melihat Novaldo berdiri di sampingnya.
“Lo mantan Ida, ‘kan?”
Novaldo hanya tersenyum, siapa yang tidak tahu mantan-mantan Dolphins. Berani memacari salah satu dari Dolphins berarti berani dikenal banyak orang.
“Lo cuma sampah bagi mereka, mending enggak usah macam-macam.”
Aurelia berdiri manatap Novaldo dari atas sampai bawah.
“Enggak usah ikut campur.”
Setelah mengatakan itu Aurelia meninggalkan Novaldo. Lelaki itu hanya tersenyum kecil.
0oOo0
Setelah mengantarkan sahabat-sahabatnya pulang, Rega memutuskan untuk segera balik ke sekolah lagi. Dia harus menyusun semuanya secara matang. Besok akan menjadi hari bersejarah bagi Aurelia tentunya. Senyum miring tercetak di bibir lelaki tampan itu. Jangan salahkan Rega yang akan memberi hukuman untuk psikopat seperti Aurelia. Gadis yang statusnya masih menjadi kekasih Rega.
Sesampai di sekolah dia langsung menemui Novaldo, hanya Novaldo yang bisa diajak kerjasama sekarang. Menyiapkan segala keperluan untuk besok. Membayangkan saja membuat Rega melebarkan senyumnya. Sunguh, dia sangat tidak sabar memutuskan hubungannya dengan Aurelia. Gadis ular pemaksa.
“Do, meding papan jangan di simpan di sana,” kata Rega sembari menunjuk papan.
Novaldo hanya menurut, bagaimana bisa dia menjadi babu Rega.
“Enggak usah dimanyunin bibirnya, tambah jelek.” Rega tertawa melihat wajah Novaldo semakin ditekuk.
“Enggak ada yang lucu.”
3 jam telah berlalu, Rega dan Novaldo sudah menyiapkan semuanya. Kini Rega memutuskan untuk pergi ke rumah Kaisal.
__ADS_1
“Tunggu besok Aurelia sayang,” kata Rega sembari tersenyum sinis.