Dongeng Di SMA

Dongeng Di SMA
Episode 21


__ADS_3

Sean berjalan secepat mungkin untuk memastikan tepat atau tidaknya tentang dugaan Fia perihal kotak itu adalah loker. Mereka berlima mengikuti Sean dari belakang juga tak kalah tergesa-gesanya.


Mereka berdiri diatara deretan loker yang terpampang.


84


Sean Rafardhan


Deg


Keenamnya tercengang. Jadi, pembunuh itu menyimpan clue di loker Sean?


Sean tidak sadar sama sekali bahwa loker nomor 84 itu miliknya.


Klek


Perlahan Sean membuka loker tersebut, dan


Ah, kamu pintar :)


Kertas berwarna putih dengan darah sebagai tintanya ditempel gantung menggunakan selotip bening.


Sean mencabut kertas itu dan melihat isi lokernya terdapat keranjang berisi bunga-bunga yang kebanyakan orang selalu menaburkannya di atas tanah makam. Dia mengeluarkan keranjang tersebut dan mengoreknya. Ada lipatan kertas lagi ternyata.


"


**Setelah ditinggalkan Pangeran, Putri Odette pun kehilangan adiknya, Alice.


Gadis kecil yang terjebak selamanya dalam dimensi lain, dimensi yang tak seharusnya dia kunjungi.


Semua itu tidak akan terjadi, jika saja saudara kembar Pangeran Kodok -Charles- tidak menjebaknya.


Sungguh, mereka saudara kembar yang buruk.


Aku beri bunga-bunga ini untuk ditaburkan pada tanah dimensinya**.


"


Secara bergantian satu-persatu dari mereka membaca clue tersebut.


"Cerita apaan ni ngaco banget?!"


"Yang nulis ini kayaknya ngebet pengen jadi tukang dongeng, Fi." Ucap Vania kepada Fia.


Sean mengambil kertas yang dipegang Fia, melipatnya dan memasukkannya ke dalam saku celana.


"Gak bagus ngomong masalah itu di sini. Sore kita kumpul di cafe, gue bakal jelasin detailnya."


Mereka mengangguk dan kembali ke kelas.


°°°°°


"Kok ada dansa segala?" Tanya Zoya sedikit meninggikan suaranya.


Saat ini selain Fia dan Arka, murid kelas XI-IPA1 sedang berkumpul di ruang seni untuk latihan drama yang akan dipentaskan kurang lebih satu minggu mendatang.


Dimas sebagai ketua kelas ketar-ketir karena mengkhawatirkan drama ini tidak akan berjalan lancar disebabkan waktu latihan yang sangat sempit. Tapi mau tidak mau dia sudah mendapat kepercayaan dari Bu Ayna selaku wali kelas mereka.


"Ya gue gak tau. Naskahnya Bu Ayna yang kasih." Jawab Dimas mengusap tengkuknya.


"Sejak kapan Putri Salju dansa sama Pangeran? Dikira Cinderella atau Belle?"


"Udahlah, Zoy! Mau ceritanya kayak gimana pun yang penting pentas kita lancar." Sean mendekat dan memegang bahu kiri Zoya.


Sambil memutar bola mata jengah dan mengerucutkan bibirnya, Zoya berjalan ke posisi tengah dimana yang lain duduk melingkarinya.


"Oke. Tapi sambil ajari gue."


Sean menyetujuinya, dia berjalan mendekati Zoya dan musik pun diputar.


Sean menarik pinggang Zoya mengikis jarak diantara mereka. Lalu dibawanya kedua tangan Zoya dan dia letakkan di bahunya.

__ADS_1


Lagu A thousand years dari Christina Perri mengalun indah menciptakan gerak spontan Zoya dan Sean.


----


Heart beats fast


Jantung berdetak kencang


Colors and promises


Warna - warna dan janji - janji


How to be brave


Bagaimana untuk menjadi berani


How can I love when I'm afraid to fall


Bagaimana saya bisa mencintai ketika saya takut jatuh


Mereka saling menatap, mencoba menghilangkan kecanggungan yang ada.


Ya. Gue takut jatuh kayak dulu. Gue belum siap kalo suatu saat nanti apa yang udah terjadi sebelumnya bakal gue alami lagi. -Batin Zoya.


But watching you stand alone


Tapi melihatmu berdiri sendiri


All of my doubt, suddenly goes away somehow


Semua keraguan saya, tiba-tiba hilang entah bagaimana


One step closer


Satu langkah lebih dekat


I have died everyday, waiting for you


Saya telah mati setiap hari, menunggu Anda


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


Sayang, jangan takut, aku sudah mencintaimu selama seribu tahun


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Waktu diam


Beauty in all she is


Kecantikan dalam dirinya


I will be brave


saya akan berani


I will not let anything, take away


Saya tidak akan membiarkan apapun diambil


What's standing in front of me


Apa yang berdiri di depanku


Every breath, every hour has come to this


Setiap napas, setiap jam telah sampai pada ini


Perasaan aneh itu datang lagi. Jantungnya tak terkendali, hatinya meminta sesuatu untuk dimiliki. Memiliki satu hati lagi untuk melengkapi.

__ADS_1


Sean hanyut dalam buaian lagu yang mengalun, dia menatap kedua mata Zoya hingga tenggelam di dalamnya. Menyusuri setiap lekuk wajah Zoya. Mata, hidung, dan bibirnya memiliki bentuk yang sempurna. Karya Tuhan yang sangat indah.


Gak. Gak ada dalam kamus gue buat buka hati duluan. Ini salah. Salah. -Sean terus mengulang-ulang perkataannya dalam hati.


Egonya terlalu besar hingga menekan perasaannya.


One step closer


Satu langkah lebih dekat


I have died everyday, waiting for you


Saya telah mati setiap hari, menunggu Anda


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


Sayang, jangan takut, aku sudah mencintaimu selama seribu tahun


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Dan selama ini saya percaya, saya akan menemukan Anda


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


Waktu telah membawa hatimu kepadaku, aku telah mencintaimu selama seribu tahun


I'll love you for a thousand more


One step closer


Satu langkah lebih dekat


-----


Lapang tidak sepi. Masih ramai dengan siswa-siswi yang sesadang ekskul basket dan cheerleaders.


Tapi terasa tidak nyaman suasana saat ini yang Fia dan Arka rasakan. Canggung tentunya. Setelah satu tahun terakhir terjadi kesalahpahaman diantara mereka, terlebih lagi Arka merasa sangat bersalah.


Dia hanya bisa berandai-andai jika saja dulu menurunkan sedikit ego, mungkin sekarang Fia masih bersamanya.


Keduanya berdehem bersamaan. Keheningan ditengah-ditengah mereka semakin membuat kikuk saja.


"Fi"


"Ka"


Ucap mereka bersamaan.


"Lo duluan!" Bersamaan lagi. Lalu menertawai tingkah mereka yang seperti baru saling mengenal.


"Lo aja, Ka!" Putus Fia tersenyum canggung.


Arka mengangguk dan mengambil nafas. "Maaf."


Satu kata pembuka yang Arka keluarkan. Lalu dia menunduk


"Gue.. Gue gak tau mesti ngomong apa. Intinya, gue beneran nyesel dulu gak pernah mau dengar penjelasan dari lo."


Fia menoleh ke arah Arka dan tersenyum simpul. Tangannya terangkat mengusap tangan kanan pria itu dengan tangan kirinya.


"Yang udah terjadi lupain aja! Bagi gue sekarang yang penting lo tau semua kebenarannya."


Arka menatap tangan Fia yang menggenggam tangannya lalu beralih membalas tatapan Fia.


"Gue gak pernah selingkuh." Sambungnya.


Spontan Arka memeluk Fia tanpa aba-aba. Sedikit menitikan air mata, dia terkekeh kecil.


"Maafin gue. Maaf selama ini acuhin lo. Jujur.. gue.. gu-gue masih sayang banget sama lo."

__ADS_1


Fia tersenyum teramat bahagia berada di dalam dekapan Arka. Awalnya terkejut bercampur malu karena di sana masih banyak siswa-siswi, tapi tidak lama kemudian rasa malu itu terlupakan setelah mendengar penuturan Arka.


Oh my God. Thank you so much -Lirih hati Fia.


__ADS_2