
Laka sangat puas dengan perkembangannya, dan saat merasa ia sudah memiliki inti mana yang cukup, akhirnya ia secara perlahan mulai menutup matanya.
Dalam proses pembentukan mananya, ia membutuhkan waktu sekitar 5 jam, dan selama itu ia sudah berusaha menahan segala rasa sakit yang menggerogotinya.
sehingga saat semua itu selesai, ia tidak mampu lagi bertahan, dan ia pun langsung tumbang, dalam proses tertidurnya itu bukannya menikmati tidur yang melelahkan.
ia malah terbangun di dalam ruangan yang sangat putih, ia awalnya panik karena mengira ia mati dalam proses pembentukan mananya.
“Jangan khawatir anak mudah, kau tidak mati, ini adalah ruangan khusus dalam inti mana yang baru saja kau bentuk,” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Siapa kau!” ucap laka terkejut.
Ia tidak siap untuk berada dalam keadaan seperti ini, sehingga melihat ia berada dalam sebuah ruangan putih yang sangat bersih dan seorang laki laki yang terlihat berumur sekitar 30 sampai 40 tahunan.
hanya satu hal yang ada di kepalanya, yaitu ia mati dalam proses pembentukan intinya mananya.
“Aku adalah kamu, kamu adalah aku, kita adalah orang yang sama,,,,,,,,,,,,, ah sudahlah lupakan hal bodohnya aku disini untuk memberikanmu kekuatan!” balasnya, terdengar aneh dan ia tidak ingin berbasa basi dengan laka.
“Kekuatan!”
“YA kekuatan, kau ingin kekuatan yang bisa merubah dunia bukan! kau ingin membalas orang yang sudah membunuh orang tuamu bukan! kau juga ingin membalas semua orang yang sudah menahanmu disini bukan! dengan adanya kekuatan kau bisa melakukan semua itu.”
“kenapa kau malah terlihat seperti iblis yang membujuk seseorang ke dalam lembah kejahatan!” balas laka kosong melihat orang itu dengan pandangan sangat aneh.
“Ayolah jangan merusak suasana.” ucap orang tua itu terlihat kecewa dengan reaksi laka yang biasa-biasa saja.
ia mulai terlihat kecewa dengan reaksi laka yang terlihat biasa saja, “sudahlah ini adalah kekuatan yang akan ku berikan kepadamu,” ucapnya menyentuhnya dahi laka.
laka tidak tahu apa yang terjadi, setelah laki-laki tua menyentil dahinya, ia terlihat seperti ditarik keluar oleh ruangan putih itu.
saat sadar ia sudah kembali ke tubuh aslinya, sa itu juga ia mulai merasakan kalau tubuhnya masih terasa sangat sakit.
sehingga ia segera mengambil sebuah botol kecil yang katanya berisi cairan penyembuh.
Mungin tiga orang pria bertopeng ini sudah mengetahui setelah anak-anak ini membentuk inti mananya, ia akan berada dalam keadaan terluka Sehingga saat mereka memberikan pil mereka juga memberikan ramuan penyembuh untuk membuat luka mereka tidak lebih parah.
__ADS_1
setelah meminum ramuan tersebut, tubuhnya memang merasa lebih baik, sehingga ia segera mengambil posisi bersila untuk mengecek apakah inti mana masih berfungsi dengan baik.
setelah melihat dan merasakan bagaimana inti mananya terus menarik mana sekitar secara bertahap, dan membuang mana yang tidak dibutuhkan, ia menarik nafas lega.
Setelah merasa senang ia kembali dibingungkan dengan bagaimana cara menggunakan kekuatan yang diberikan oleh orang tua itu, “setidaknya jika ingin memberikan kekuatan, beritahu bagaimana cara menggunakannya,” ujarnya sedikit kesal.
sesuai dengan arahan kemarin selama dua hari kedepan mereka diperintahkan untuk membiasakan diri dengan kekuatan mana ini, sambil menunggu anak-anak yang lain mengembangkan kekuatannya.
laka beberapa kali berusaha menjalin hubungan dengan orang tua yang ada dalam ruangan putih itu, tapi sekeras apapun ia mencoba, ia tidak lagi bisa kedalam ruangan tersebut.
setelah mencoba beberapa kali mencoba dan tidak berhasil ia akhirnya menyerah, ia mulai baring-baring disana untuk merencanakan apa yang harus ia lakukan kedepannya.
di kepalanya ada beberapa kejadian untuk membuatnya bisa kabur dari tempat ini, tapi ia belum menemukan jalan untuk bisa kabur.
“SEtidaknya aku mengetahui siapa yang membuatku berada disini.”
Akhirnya ia membuat keputusan untuk mengetahui bagaimana percobaan ini bisa berjalan, ia tahu kalau perjalannya masih sangat panjang.
Satu-satunya kesempatan yang membuatnya bisa pergi dari tempat ini hanya jika ia bisa mengalahkan 3 orang yang ada sini.
Saat itu bisa di lihat orang yang ada di sana tidak sebanyak yang kemarin, menandakan ada beberapa orang yang gagal dalam proses pembentukan inti mana ini.
“Aku sangat puas dengan kalian yang berhasil membentuk inti mana kalian, untuk seterusnya kita akan berlatih untuk menggunakan inti mana supaya bisa digunakan untuk bertarung.”
Nomor satu mulai memberikan arahan kepada mereka, “Berbaris dalam satu arah, aku akan memberikan kalian serum yang membuat kontrol mana kalian menjadi lebih baik.”
Terlihat tiga orang itu mengambil jarak, selanjutnya tiga orang tadi segera menyuruh orang-orang dari tiga faksi untuk berbaris di depannya.
Anak-anak itu menurut dan segera berbaris Sesuai dengan perintah, dipimpin oleh pemimpin mereka masing masing, satu persatu dari mereka terlihat disuntikkan sebuah cairan berwarna keunguan.
Karena laka tidak bergabung dengan faksi manapun ia berada di urutan terakhir untuk pemberian cairan tersebut.
setelah disuntikkan cairan tersebut terlihat anak-anak yang menerimanya terlihat kesakitan, namun itu tak berlangsung lama sebelum ia berada dalam kondisi biasa lagi.
__ADS_1
satu persatu dari mereka mendapatkan cairan yang sama dan terus mengalami gejala yang sama hingga tiba giliran laka. dari tiga faksi ini,faksi pertama yang paling sedikit anggotanya sehingga mereka adalah faksi yang pertama selesai.
Dan Laka segera menuju kesana untuk tidak membuat topeng 1 tidak menunggu terlalu lama, Laka tidak melawan atau melakukan tindakan mencurigakan.
“Ia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan apa yang dirasakan yang lainnya, tapi itu tidak seberapa dibandingkan rasa sakit saat membentuk inti mananya, jika ia ingin ia bisa menahan rasa sakit tersebut, tapi untuk masalah keamanan ia berusaha bersandiwara sesuai dengan apa yang terjadi dengan anak anak lainnya.
“Aku tahu kau adalah anak yang memiliki potensi terbesar disini, jadi aku harap kau tidak berniat untuk macam-macam karena aku tidak akan ragu untuk membunuhmu.”
topeng satu melakukan gerakan pertama saat laka masih terlihat berusaha menahan rasa sakit akibat serum tersebut.
“aku akan menganggap itu sebagai pujian,” balas laka terseyum, ia merasa kalau sandiwaranya itu terbaca oleh orang itu sehingga ia memperlihatkan ekseperisi sesungguhnya.
“Bagus mari melihat seberapa besar nyawamu bisa bertahan di neraka yang aku ciptakan ini.”
balas topeng satu menyuruh laka untuk pergi dari hadapannya, apa yang mereka berdua lakukan tentu di lihat oleh semua orang yang ada disana, tapi itu tidak terlalu lama sebelum ia memang menjadi hal biasa dan semua orang langsung melanjutkan aktivitasnya.
setelah ia mendapatkan suntikan cairan tersebut, mereka juga mendapatkan sebuah gelang aneh yang awalanya mereka tidak mengetahui bagaimana cara pengunaannya.
“Gunakan gelang yang kalian dapatkan, dan cobalah alirkan mana menuju gelang kalian,” perintah ketiga orang bertopeng.
semua anak yang ada disana menuruti perintah, termasuk laka yang mengalirkan mana menuju gelang tersebut, setelah mengikuti instruksi yang ada mereka dikejutkan dengan sebuah penampilan hologram di depan mukanya.
Lakalasi
11 tahun
evolusi pertama.
kekuatan tempur : 300
MaNa: 8
hologram itu menampilkan kekuatan nama dan kekuatan dari anak anak yang ada disana.
__ADS_1