
Setelah melampiaskan emosinya melalui kata-kata, mereka kembali dalam bertarung yang sangat sengit, semakin lama mereka bertarung semakin banyak luka yang ada dalam tubuh laka, sedangkan ia sendiri tidak bisa memberikan luka yang cukup fatal kepada Dere.
“Kau memang hebat, tapi selama kau tidak bisa melukaiku kekalahan tetaplah ada di depanmu!” ucap Dere setelah ia baru saja mendaratkan sebuah tendangan kepada LAka, untungnya Tendangan tersebut masih bisa ditahan menggunakan tombaknya.
tapi walaupun tendangan itu sudah ditahan, ia masih memberikan luka kepada kepada laka, dan inilah kemampuan sihir peguatan tinggka kedua.
ia bisa memberikan efek kerusakan walaupun pukulan atau serangan tidak mengenai target, bahkan itu bisa merusak dari dalam tubuh walaupun kulit luarnya tidak mengalami apa-apa.
“Apa syarat menjadi seorang aparat harus memiliki kemampuan untuk banyak bicara, sepanjang kita bertarung kau terus mengoceh dengan tidak jelas!” balas Laka yang berusaha berdiri.
“Tentu tidak! hanya ada beberapa orang yang melakukannya sebagai hobi!” balasnya belum selesai Laka berdiri ia kembali mendapatkan tendangan dari Dere.
“Jika seperti itu mungkin di kehidupan selanjutnya aku akan menjadi tni, mungkin aku sedikit cocok karena kemampuanku ngoceh juga lumayan bagus!” balasnya yang masih berusaha untuk berdiri.
“kau seperti orang tua dalam keadaan sekarat seperti ini!” sekali lagi Dere melakukan serangan.
“di masa lalu aku pernah mendengar dari beberapa orang tua yang berada di pinggir jalan, jika seseorang berada dalam bahaya hidup dan mati, mereka akan mengalmi pertumbuhan yang sangat cepat! mungkin karena itu aku memiliki pikiran yang sangat dewasa karena hidupku ini hanya berusaha untuk bertahan hidup!”
mau beberapa kali pun laka dipukul ia masih terus berdiri, walaupun keadaannya saat ini ia bahkan tidak lagi mampu untuk mengangkat kedua tanganya, “sepertinya aku berhasil menangkap mu bukan!” balas Dere yang bersiap untuk menangkap Laka yang tidak lagi kuat untuk bertahan.
“Saat ia ingin menangkapnya ia tiba-tiba dihentikan oleh seseorang! “Aa yang kau lakukan!” ujar gatot melihat anak buahnya yang menyerang orang yang salah.
__ADS_1
orang yang dari tadi ia pukuli bukala LAka melainkan seorang prajurit yang baru saja lewat, Tapi ia tiba- tiba saja mendapatkan serangan dari Dere, ia bahkan tidak dapat menjelaskan apa-apa karena dari awal ia sudah mendapatkan pukulan Seperti itu.
“Maaf jedral, saya akan segera melakukan pengejaran!” dere sadar ia telah melakukan kesalahan dengan membiarkan Seorang tahanan kabur.
“Tidak perlu! seluruh anggotanya sudah berhasil di habisi, Tunggu saja dan coba bersiap karena kita sudah tahu kemana arah tujuan sebenarnya bukan!” balas Gatot.
kemampuan anak itu sangat merepotkan jika Orang sekelas Dere bisa terkena ilusi miliknya ada kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak lagi prajurit untuk bisa melumpuhkannya.
di tempat yang berbeda di dalam hutan yang berada tidak jauh dari markas anggota Tni, saat ini Laka berusaha untuk mencari jejak-dari berbagai rekannya, ia berharap akan ada beberapa orang yang berhasil Selamat.
sebelum berangkat mereka sudah menentukan sebuah titik pelarian dimana mereka akan berkumpul, jadi dengan sebuah harapan kecil ia bergerak kesana untuk mencari apakah ada rekannya yang akan selamat.
belum setelah cukup dekat disana ia menemukan bekas pertarungan dan beberapa mayat dari anggota tni yang melakukan pengejaran, ada sebuah jejak darah yang saat ini sedang mengarah ke area lokasi pertemuannya.
“KA! semuanya mati!” ucapnya menangis dipelukan laka.
Laka sedikit terkejut karena ia belum pernah melihat ana menangis dalam keadaan seperti ini, “Tenanglah berusahalah untuk hidup, sehingga kita bisa membalaskan segala dendam anak anak yang ada disana.”
laka berusaha memberikan ana semangat, karena hanya itu yang biasa lakukan, karena saat ini Ana memiliki luka yang sangat parah, bahkan ada sebuah tusukan yang sangat besardi tubuhnya yang tidak mungkin disembuhkan.
satu-satunya yang membuat ana bisa bertahan sampai disini hanya potioan dengan jumlah yang cukup banyak yang ia ambil dari anak yang berkorban untuknya.
__ADS_1
“Ka, apa kau pernah mengingat namaku!” ujarnya tiba-tiba.
“Premia gustina ana!” jawab Laka singkat dari awal ia bertemu tentu ia sangat mengingat nama dari ana.
“Sungguh menyenangkan melihat kau yang masih mengingatnya! kau tahu dari awal kita bertemu aku sangat mengagumimu, bahkan beberapa kali aku harus mencari cari alasan untuk kita bisa saling berbicara.”
ana tahu kalau waktu yang dia miliki sebenatar lagi akan habis, Sehingga ia ingin menyampaikan beberapa hal Sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat ini.
“Maaf,” LAka terdiam selama beberapa saat, tapi akhirnya hanya ada kata maaf yang keluar dari mulutnya.
“Tidak perlu minta MAaf, jika aku hidup di blok z selama Hampir satu tahun mungkin aku juga sama denganmu! dari awal aku sudah percaya kalau hanya kau yang bisa bertahan dari pengepungan ini, jadinya aku harapkan kau bisa membalaskan dendam anak-anak karena mereka jugalah aku bisa sampai di tempat ini!” dengan suara yang sangat berat Ana mulai menjelaskan bagaimana ia bisa sampai di tempat ini.
“Aku bersumpah atas nama ORang-orang yang telah mati di berbagai blok tempat kita berasal, aku pasti akan membuat mereka merasakan apa yang kita rasakan!” di depan ana saat itu Lakalasi memberikan sebuah untuk membalaskan dendam anak-anak yang ada disana.
“kita para assasin harus menerima bayaran atas sebuah permintaan maka akan memberikanmu senjataku, untuk membantumu aku harap dengan senjata itu bisa memberikan bantuan Besar untuk membuat misi balas dendam kita lebih baik lagi! dan terakhir kamu tidak perlu khawatir dengan kamu yang tidak bisa menggunakan kekuatan dream yang ada di dalamnya karena segalanya sudah aku bicarakan dengan roh yang ada di dalamnya Sehingga tidak ada masalah untukmu bisa menggunakannya.”
ana dengan usaha terakhirnya berusaha menjelaskan bagaimana ia sudah membuat sebuah perjanjian dengan roh yang ada di dalam sana sehingga LAka bisa menggunakan kekuatan dream yang ada dalam senjata tersebut.
“Semoga berhasil aku dan anak yang lainnya akan menunggumu di atas sana.” lanjutnya setelah itu ia benar benar menghembuskan napas terakhirnya.
“Jika memang diatas sana kalian bisa melihatku!nikmatilah pertunjukan yang nantinya akan ku sajikan kepada kalian!” ujarnya dalam hati.
__ADS_1
ia memberikan beberapa penghormatan terakhir kepada ana, sebelum ia benar-benar menghilang dalam gelapnya malam di hutang belantara kalimantan yang padat.