
Sepertinya keadaan laka cukup baik, hingga ia berencana keluar habis-habis untuk melawan topeng satu ditempat ini.
ia saat ini berada dalam sebuah tumpukan mayat sehingga untuk saat ini ia sangat sulit dideteksi, di tempat ia berada saat ini tidak hanya mayat, tulang sampai tai manusia semuanya sudah ada dalam satu tumpukan .
semua itu awalnya laka kumpulkan di saat ia senggang, selain mengisi waktu itu juga bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, ia tidak menyangka kalau ia malah menggunakannya sebagai tempat persembunyian.
jadi jika tidak dicari dengan seksama maka sangat sulit untuk menemukannya. sepintar apapun Laka ia tidak akan mengalahkan kepintaran dari topeng satu yang sudah memiliki pengalaman yang berlimpa baik itu membunuh atau melihat orang bersembunyi dari kejaran nya.
“Kau mungkin Hebat, tapi tapi perjalanan mu masih sangat panjang untuk bisa mengecohku!” ucap topeng satu yang mengeluarkan sebuah kayu panjang ia bersiap untuk menyerang tumpukan mayat yang saat ini ada di depannya.
Dari awal ia sudah sangat percaya diri bisa membuat laka keluar dari tempat persembunyiannya!
Alangkah terkejutnya ia saat melihat di dalam tumpukan itu bukanlah anak yang dia cari, itu bukan Lakalasi melainkan seorang anak lain yang sudah di ikat, bahkan di bekap, dengan sangat baik sehingga ia tidak bersuara.
“Maaf sepertinya kau salah tangkap,” terdengar suara mengejek Lakalasi yang terdengar, hal ini membuat topeng satu semakin jengkel.
Sebenarnya kalau ia tidak terburu-buru, maka akan cukup mudah untuk menemukan laka yang sedang bersembunyi, tapi ia yang dikejar waktu, harus menemukan laka secepat mungkin.
Di tambah anak-anak yang bersembunyi di sekitar blok ini cukup banyak sehingga ia harus semakin berhati-hati untuk tidak menangkap anak yang salah.
Laka menggunakan mana, dan memfokuskannya ke kakinya sehingga saat ia berjalan tidak ada suara yang dihasilkan.
ia juga menggunakan sisa Mana di dalam tubuhnya untuk membuat sihir penguat yang membuat seluruh tubuhnyasaat ini dipenuhi warna hitam.
tanpa ia sadari topeng satu masih meremehkan kemampuan dari laka Sehingga jika ia sudah tahu dari tadi laka sudah menggunakan sihir untuk mengelabuinya mungkin ia sudah menemukan laka, karena jika ingin melihat dalam kegelapan para pengguna sihir akan lebih mudah ditemukan.
topeng satu sendiri berada dalam dilema karena ia di satu sisi tahu kalau disini ia berperan sebagai pengajar, Sehingga ia tidak ingin menganggap ini terlalu serius
“sepertinya kau kesulitan untuk menemukan kami, sebagai murid yang baik aku akan membantumu menemukan mereka.” ucap Laka.
Tidak ada peraturan yang melarang mereka untuk saling hajar, jadi saat ia tahu kalau ia akan di incar, laka memilih untuk menumbalkan rekannya untuk ditemukan lebih dahulu.
__ADS_1
“Kau bisa untuk terus memprovokasi lawan!Tapi ingat kau itu assasin saat lokasimu diketahui kau akan tamat,” ucap topeng satu yang menemukan keberadaan dari LAka yang berusaha menyelinap kedalam ruangan tempat salah satu rekannya bersembunyi.
“Aku memang salah meremehkan orang yang diperintahkan pengasuh kami,” balasnya kini ia lagi tertelan oleh kegelapan.
“Ayo serius, jujur aku sudah menyuruh 2 dan 3 bergerak selama 30 menit dalam waktu itu aku harus menangkapmu, jika kau berhasil bertahan di sisa waktu yang akan datang, walaupun kau berhasil tertangkap aku anggap kau bebas dari hukuman.
Laka tidak lagi menjawab ia berusaha fokus, pukulan kayu tadi sangat keras jika ia tidak menahannya menggunakantangan ia mungkin tidak lagi bisa bergerak karena serangan tadi sangat jelas berusaha untuk menargetkan titik vitalnya.
Beruntung ia masih bisa menahan menggunakan sihir penguat di tempat yang pas, Laka tidak merubah rencananya walaupun ia sudah mendapatkan pengakuan dari topeng 1.
ia tidak akan mempercayai perkataan seperti itu, sehingga ia mengabaikan topeng satu yang terus mengincarnya, dan lebih memilih untuk mengincar anak-anak yang ada di sekitar.
“Diam!” Laka berhasil menangkap salah satu anak yang paling dekat dengannya.
Tapi anak itu terlihat terus berusa melawan, sehingga Laka dengan terpaksa mengambil cara terbaik yaitu dengan melempar orang itu ke arah topeng satu.
“Maaf tapi ini adalah cara terbaik,” ujar kepada anak yang baru saja dia lempar
“tidak perlu berterima kasih, aku melakukan ini dengan suka rela.” lanjutnya mengejek topeng satu.
Laka sengaja terus bersuara dengan tujuan agar topeng satu mengikutinya, dan membawa anak-anak itu kepadanya.
“Aku tahu kau bisa melihatku, Tangkap aku aku disini menunggu ditangkap!!” laka telah membuat sebuah provokasi baru.
"kalian semua bodoh kenapa kalian masih disana saat tahu orang itu berusaha menumbalkan kalian!” teriak topeng satu memperingatkan anak-anak yang ada di blok z untuk segera meninggalkan tempat ini.
“Bodoh, ia berteriak seperti itu untuk membuat kalian keluar dari persembunyian! bukankah kalian sudah mendengarnya sendiri kalau sampai saat ini topeng 2 dan 3 belum bergerak menandakan kalau kalian tertangkap kalian menjadi lima orang yang mendapatkan hukuman.”
laka tidak ingin kalah ia juga membuat semua orang yang ada disana menjadi bingung mana yang harus mereka dengarkan.
Dan memang benar orang orang yang ada disana menjadi bingung, dari kebingungan itu laka memanfaatkan cela, dan berhasil menangkap beberapa orang lainnya. “Ketemu kalian.”
__ADS_1
untuk membuatnya tidak ditemukan, Laka sebisa mungkin ia tidak berdiam diri dalam satu tempat.
pergerakan juga tidak sembarangan, ia berusaha berkutat di lingkungan di mana anak lain terus berada, Sehingga, salah sedikit saja topeng satu akan berhadapan dengan anak anak yang lain bukan dengannya.
ia terus berlari, sedikit saja ia berhenti ada kemungkinan ia akan langsung ketahuan. orang-orang yang ada disana tidak terlalu bodoh.
dalam ketakutan untuk diketahui keberadaannya, mereka memutuskan melakukan hal yang sama dengan apa yang Laka lakukan. Dan tujuannya untuk keluar dari Blok Z, tempat yang awalnya mereka anggap menjadi tempat terbaik untuk bersembunyi malah menjadi tempat yang paling berbahaya.
topeng satu juga mulai tidak bisa menahan diri untuk terus tenang, dalam waktu singkat kekacauan terjadi di mana-mana, terutama orang-orang yang berada dalam blok y, x, v, mereka semua sudah mendengar apa yang terjadi di blok z sehingga untuk menyelamatkan diri.
masing-masing dari para kelompok tersebut memperbesar kekacauaan, untuk membuat presentasi keselamatan mereka menjadi lebih tinggi.
laka tersenyum saat melihat apa yang dia rencanakan berhasil dengan baik, saat semuanya sudah terjadi ia tidak lagi berlarian.
bahkan saat topeng satu sudah berada di dekatnya ia tidak lagi melawan, karena ia sudah yakin ia tidak termasuk dalam 5 orang yang akan dihukum.
“Harus akui, untuk kali ini kau yang menang,” ujar topeng satu ke laka.
setelah itu ia segera bergerak untuk membantu 2 dan 3 untuk menankap anak-anak yang masih berada dalam pegejaran.
mereka membagi diri, karena mereka sudah tidak bisa kabur mereka mencoba melawan menggunakan kelompok, tapi sebaik apapun mereka melakukannya mereka masih belum sepadan dengan para pengguna topeng itu.
“Sial bahkan mereka berkelompok masih tidak bisa menyentuhnya!” ucap laka yang melihat pertarungan dari Jauh.
“Berakhir lebih cepat dari yang kuduga.”
Tiba-tiba terdengar suara dari orang yang cukup dikenalnya, “Maaf yang tadi, aku tidak tahu kalau itu adalah kau,” balas Laka santai.
Orang yang baru saja ia ajak bicara adalah satu orang yang cukup rajin mengajaknya berbicara, walaupun hingga detik ini tidak banyak pembicaraan yang mereka bicarakan.
“Dari awal aku sudah menduga kalau akan ada yang menargetkan mu untuk di tangkap pertama, yang tidak ada dalam pikiranku, kau terlalu menarik banyak perhatian membuat para pelatih secara terang terangan menargetkan ,” balasnya santai.
__ADS_1
ia tidak marah walaupun tadi ia sempat dikorbankan laka, yang mungkin ia bisa syukuri adalah orang itu bukanlah orang pertama yang tertangkap kalau tidak ia bahkan tidak membanyak kalau ia bisa tetap hidup kedepannya.
Untuk sekarang ia masih sangat yakin kalau lima orang itu akan mendapatkan hukuman, apalagi saat melihat topeng 1 datang secara pribadi memburu laka yang notabene adalah orang paling berbakat di tempat ini membuatnya percaya diri kalau ia bersama 4 orang lain akan hanya mendapatkan hukuman.