DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)

DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)
latar belakang tokoh utama


__ADS_3

Semua kekacauan ini sebenarnya bermula dari 7 tahun yang lalu, saat itu Laka tidak tahu apa yang terjadi, tahu-tahu ia menemukan dirinya berada dalam sebuah ruangan yang sangat gelap, di dalam ruangan tidak ada apa-apa.


hal yang pertama yang berusaha ia lakukan saat itu adalah mengetahui dimana, dan  apa yang ada di sekitarnya, dari awal ia sudah terbiasa hidup dalam keadaan yang keras sehingga ia sangat dewasa walaupun umurnya saat ini baru berusia 10 tahun.


dengan keadaan yang sangat lemah ia terus mengukur dan mengecek apakah ada sesuatu yang bisa dimakan di tempat ini, karena tubuhnya saat ini terlalu lemah jadi satu satunya yang bisa ia lakukan adalah mencari sesuatu yang bisa di gunakan sebagai makanan.


setelah  terus mencari ia akhirnya menemukan dinding yang sedikit lembab, dengan dinding lembab seperti itu membuatnya bisa ditumbuhi lumut yang bisa dimakan oleh Laka


setelah perutnya sedikit terisi, ia menemukan  kalau saat ini ia berada dalam sebuah ruangan yang cukup sempit luasnya mungkin hanya berada di sekitar 2x3 meter.


dan setelah ia cek ia tahu  kalau ruangan ini benar-benar sangat kosong, tidak apapun yang ada di dalam sana,  ini akan sangat mengkhawatirkan untuknya tapi Laka saat itu masih berusaha untuk tetap tenang.


walaupun pikirannya sudah sangat dewasa tapi sebagai anak berumur 10 tahun ia tetaplah mengalami perasaan takut karena mengalami kejadian seperti ini.


apalagi ia memiliki keluarga kecil yang sebenarnya terus ia berusaha lindungi, tapi dengan ia berada di sini ia tentu akan sangat menghawatirkan keberadaan keluarganya disana.


dalam kekhawatirannya itu, ia tiba-tiba melihat sebuah tangan yang sedang memasukan sebuah makanan dari sebuah celah sempit yang dapat terbuka dan tertutup kembali.


apapun itu ia memasukan makanan dengan sangat cepat, jadi laka sama sekali tidak dapat merespon, tapi satu hal yang di ketahui dari beberapa detik tersebut, ia tahu kalau ia tidak sendiri disini, dan sepersekian detik tadi ia mendegar walaupun pelan tangisan seorang anak yang sepertinya sedang di tahan seperti dirinya.


makanan yang ada disana bukan juga sebuah makanan khusus  melainkan hanya sebuah roti yang memiliki ukuran yang cukup sedan dan sebuah air yang merada dalam botol mineral.


setelah gerbang kecil kembali di tutup Laka tentu tidak bisa melihat apa yang ada disana, ia mengetahui itu setelah meraba apa yang terjadi.


untuk menghemat makanan yang ada dia harus membuat  rencana, ia tidak tahu kapan ia kembali akan diberikan makan, sehingga sebisa mungkin ia hanya akan makan jika memang diperlukan.

__ADS_1


“Sial, sial, sial! kenapa, harus seperti ini,” gumam nya sangat frustasi.


dalam kegelapan yang tidak ada orang yang bisa melihatnya, Laka berteriak sekeras mungkin untuk menhilangkan rasa perustasinya.


walaupun ia saat ini sangat frustasi ia tidak memiliki niat untuk menyerah, apapun itu ia akan berusaha untuk bertahan di tempat seperti ini.


hal pertama yang dia lakukan adalah membuat dirinya terbiasa dalam ruangan kecil ini, ia tidak tahu sampai kapan ia bisa keluar dari tempat ini, sehingga ia berusaha membuat dirinya senyaman mungkin.


ini mungkin terlihat Aneh, tapi LAka dulu pernah di tahan di kantor polisi karena memukul seorang anak dari orang kaya karena mengejek dirinya yang sangat dekil.


jadi keadaan seperti ini tidak akan mengganggunya, yang ada di pikirannya saat ini adalah berusaha keluar, tapi untuk mengetahui ia harus melalui banyak hal.


setelah ia mulai terbiasa, ia mulai merencanakan rencana selanjutnya yaitu untuk mengetahui siapa yang mengurung dia di tempat seperti ini.


beberapa kali ia berusaha memprovokasi para penjaga yang bertugas untuk mengirimkannya makanan, tapi ia sama sekali tidak mendapatkan apa-apa selain sebuah setruman dari sebuah alat yang terpasang dalam dinding


dengan terus berada dalam ruangan yang sangat gelap membuat indranya yang lain berkembang kearah yang lebih baik. sedikit getaran saja sudah membuatnya bisa bereaksi dengan cepat.


“Sial, apalagi yang mereka ingin lakukan!” gumamnya mengumpat.


Ia merasakan kalau di sekitarnya ada seekor ular, tapi ia mengetahui kalau itu ular tapi indranya belum berada di tahap bisa mengetahui di mana keberadaan dari ular tersebut.


ia bisa merasakan kalau ular ini terus mendekat ke arahanya, tapi ia bear tidak tahu kearah mana ular tersebut akan muncul. untuk membuat arah dari datangnya sang ular menjadi lebih sempir Laka berusaha berada dalam sudut dalam ruangan, setidaknya ia tidak akan mendapatkan serangan dari belakang.


tapi sesiap apapun laka dalam menghadapi ular ini ia masih tidak bisa melihat ular tersebut karena memang warna sang ular yang juga berwarna hitam.

__ADS_1


sehingga ular tersebut akan menyerang dengan gigittannya Laka tidak bisa melakukan apa-apa melainkan hanya memberikan tangannya untuk membuatnya bisa menagkap ular tersebut.


“AKu berharap cerita yang pernah kudengar akan berhasil,” ujarnya, dengan cepat ia memakan ular, dengan harapan racun yang ada pada ular tersebut bisa di netralkan.


tidak hanya berusaha untuk memakan sang ular, Laka juga dengan mengunakan mulutnya berusaha mehisap racun dari sang ular yang berada dalam tangannya.


setelah Ia berusaha melakukan semua yang dia bisa sekarang ia hanya bisa berpasrah diri dan menunggu apakah ada keaijaban datang kepadanya.


setelah melakukan semua itu ia mulai kelelahan tubuhnya juga terasa sangat panas, dengan keadaan seperti itu sedikit demi sedikit kesadarannya mulai menghilang.


setelah beberapa jam akhirnya ia terbangun walaupun ia masih berada dalam keadaan yang sangat lemah, dengan keadaan tubuhnya yang sangat lemah ia dengan sekuat tenaga memakan lumut yang ada  disana karena ia berharap dengan rasa laparnya yang teratasi ia bisa membuat tubuhnya lebih segar.


sesuai dengan apa yang dia perediksikan makanan yang ada disana secara pelahan terus berkuran hari  ke harinya.


tidak teras hari demi hari Laka lewati dalam ruangan tersebut, walaupun makanan yang ada disana terus berkuran tapi ia masih bisa bertahan dengan memakan rumput atau dengan memakan ular. 


yang terlihat beberapa hari sering datang ke dalam ruangannya. ia bahkan berpikir kalau ular tersebut adalah alasan kenapa jumlah makanan yang di kiirmkan kepadanya terus berkurang.


setelah melewati musih yang besar itu terhadap para ular, ia menemukan ular ini membuatnya bisa menjadi seperti ular, ia bahkan mulai merasakan area sekita tampah menugnakan matanya.


tentu itu semakin ia memakan ular semakin jelas dari apa yang di rasakan oleh sekitarnya, jadinya ini menjadi rutenintasnya selaian menunggu kesempatan untuk dirinya bisa meningglakan tempat ini.


selama mereka memberikannya makan, laka percaya kalau mereka masih memiliki niat untuk membuat mereka bebas, yang ada dalam pikirannya saat ini ia sedang terlibat dalam sebuah organisasi kriminal yang berusaha untuk melakukan percobaan kepada para anak-anak.


saat masih berada di luar ia sering mendengar ini di jalan, jadi selama ia masih di berikan makan, kemungkinan ia bebas tidak nol. yang perlu ia lakukan adalah bersabar, dan menunggu apa yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2