DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)

DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)
merampok


__ADS_3

Sekarang usaha baru yang mereka lakukan adalah keluar dari hutan belantara kalimantan, mereka berjalan bersama sambil memikirkan bagaiamana apa yang harus mereka lakukan kedepannya.


sesuai dengan perjanjian masalah pergerakan mereka akan ditentukan oleh Yani, Sehingga Laka segera menyakan pergerakan mereka kepada Yani, sedangkan Yani terlihat sepanjang jalan terus berpikir hingga dia mengigat perkatan salah satu 


“Kau tersenyum!”


sebuah pertanyaan dari laka membuat Yani terkejut seperti yang di ketahui Sekarang laka sudah kehilangan penglihatannya tapi saat itu Yani yang  memang sedang terseum tentu terkejut laka yang mengetahuinya.


“sepertinya potensi dari sihir Batin mulai bisa kurasakan, jangan bahas masalah itu, katakan apa yang kau rencanakan, seharusnya senyum itu harus mengartikan banyak hal bukan!” tegas Laka.


yani hanya cemberut melihat rencana yang dapat diketahui dengan mudah, “sangat menyebalkan saat kita tidak bisa menyembunyikan sesuatu!” gumamnya yang dapat di degar oleh Laka.


laka menghiraukan omongan tersebut lebih mendengarkan rencana Yani, ia menjelaskan sebelum mereka turun dari pesawat yang mengantar mereka menyerang markas tni, ia sempat mendengar cerita dari salah satu rekan mereka yang mengatakan kalau ia berasal tidak jauh dari tempat ini.


Sehingga ia berencana untuk meminta pertolongan kepada orang tua ani, jika mendengar cerita nya ia tahu kalau mereka memiliki pengaruh yang cukup besar, jika itu sesuai dengan apa yang ia dengar maka mereka bisa menyelesaikan masalah  laka dan Yani saat ini.


untuk sementara waktu mereka membutuhkan sebuah indentitas hingga mereka tidak lagi dihargai dan dapat hidup normal di masyarakat saat ini.


“walaupun aku tidak tahu bagaimana kau membuat mereka membantu kita, tapi aku akan mengikuti apa yang kau rencanakan!” balas LAka sebenarnya sedikit  ragu dengan rencana yang Yani miliki.


“kenapa harus repot saat mereka menolak membantu gunakan keuatan dream milikmu untuk mengendalikannya, “ balasnya dengan sangat santai.


“jangan melupakan siapa yani itu!” lanjutnya dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


LAka hanya tersenyum, ia tidak menolak rencana yang Yani berikan entah apa yang mereka akan lakukan itu adalah cara kerja yang selama ini diajarkan kepada mereka.


mereka masih terus berjalan dengan santai di tengah rimbunnya hutan ini, “apa kita harus menyerang!”ujar laka tiba-tiba.


mereka saat itu sadar kalau ada beberapa orang yang sedang mengikuti mereka,sehingga laka ingin menyerang para penguntit, tapi Yani melarang, “mereka kemunkina para mahluk penhuni hutan ini, jadi jangan menyerang lebih dulu, jika bisa buat saja mereka berhenti mengikuti kita!” 


jika memunkinkan Yani tidak mengiginkan untuk membuat keributan apalagi jika lawan mereka adalah suku pedalaman yang ada di hutan ini karena kekuatan mereka bisa saja menyamai para guild besar.


LAka menurut, mereka bergerak seolah-olah tidak terjadi apa-apa,tapi ia segera mengatifkan kekuatan dream miliknya untuk membuat para pengikut yang mengikutinya menjadi ceroboh dan mengikuti objek lain.


“sebenarnya kau itu lebih berbakat untuk kabur, dari pada langsung terobos seperti yang selama ini kau lakukan,” ujar Yani saat mereka berhasil kabur dari pengawasan orang yang mengikutinya.


setelah berjalan dengan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di pinggir hutan, disana mereka segera menemukan sebuah desa kecil yang tidak jauh dari pinggiran hutan ini.


dan memang dengan kemampuan bahasa yang baik dari Yani membuat mereka tidak di curigai, dengan menggunakan beberapa bukti di mana mereka berhasil membunuh beberapa mosnter membuat mereka tidak dapat di curigai.


di tempat ini cukup nyaman,  dengan menggunakan mayat monster yang dibunuh Laka mereka mendapatkan beberapa tempat nyaman untuk membersihkan diri.


hal yang pertama mereka cari adalah seberapa lama mereka terkubur di tempat pelatihannya, mereka cukup terkejut saat mengetahui ia terkubur hampir 5 bulan.


Lakalasi memutuskan untuk bersantai, sedangkan Yani terus bergerak untuk mencari tahu beberapa masalah yang ada selama mereka berada dalam goanya, tidak membutuhkan waktu lama Yani kembali dan memberitahukan masalah yang ada di luar.


saat Yani memberitahukan masalah dimana tidak ada pertempuran antara Banteng merah an elang putih bahkan setelah apa yang ia lakukan.

__ADS_1


namun saat mendengar masalah itu, terlihat Laka santai seolah ia sudah mengetahuinya, “sepertinya kau tidak terkejut mendengarnya!” balas yAni melihat ekspresi LAka yang biasa saja.


“sebenarnya melihat desa ini masih terlihat sangat nyaman, dan sedikitpun tidak ada terdengar warga desa yang membicarakan masalah kedua guild tersebut, sehingga saat keluar tidak ada sebuah kejadian khusus yang membuat mereka terkenal.” 


yani hanya tersenyum, dan menurutnya memang begitulah lakalasi yang dia kenal, hanya berdasarkan beberapa informasi kecil ia sudah membuat beberapa kesimpulan yang sangat tepat.


“karena sudah seperti ini, sesuai dengan perjanjian segala pergerakan yang akan kita lakukan akan sesuai dengan rencanamu!” lanjut Laka.


ia juga menekankan untuk segera mempercepat untuk meninggalkan tempat ini, “sebenarnya aku datang tidak hanya untuk mengabarkan masalah dua guild itu, melainkan aku juga ingin menyakan beberapa pendapatmu,” balas Yani.


karena masalah keuangan mereka yang saat ini yang mendekati Nol Yani memikirkan untuk mendapatkan uang dengan lebih mudah, yaitu merampok para hunter yang saat ini berada dalam hutan.


“O, tunggu biarkan masalah itu aku yang mengurusnya!” balas Laka singkat.


ia hanya memberikan isyarat singkat kepada Yani mengantikannya istirahat, dan ia segera bergerak keluar dan segera menuju hutan,  disana ia membuat kekacauaan dengan membuat para hunter yang ada disana saling bunuh. 


saat itu adi menggunakan kekuatan dream miliknya untuk membuat mereka saling serang, tugasnya hanya untuk memprovokasi beberapa orang saja sebelum kekacauan sebenarnya langsung terjadi dalam hutan tersebut.


“aku tahu apa yang kau khawatirkan, tapi kita tidak bisa terus mengkhawatirkan masalah  itu, kau ingat perkataanmu , guru kita adalah kematian sehingga jika terus bergek dengan hati-hati itu hanya akan mem tumpul  ketajaman yang kita miliki!” ujar LAka menyerahkan berbagai hasil rampasan yang laka ambil.


“Ok aku mengerti MAaf, sepertinya aku sendiri yang terpengaruh dengan masalah banteng merah dan elang putih, lain kali tidak ada lagi kejadian seperti ini,” balasnya sambil terseyum.


“Yayaya lakukan pekerjaanmu, aku ingin tidur setelah beberapa tahun akhir mendapatkan kasur empuk membuatku terus ingin tidur!” balas Laka mengusir yani untuk pergi dari kasurnya

__ADS_1


__ADS_2