
Tingkat penguasaannya terhadap sihir penguatan sudah mencapai tahap yang lumayan tinggi, tapi saat ia bertarung melawan Dere, ia bisa melihat bagaimana tingkatan baru dari sihir penguatan itu sungguh sangat mengesankan,
“Menghancurkan tampah menyentuh! apakah itu benar-benar memunkinan!” ujarnya terus berpikir bagaimana mencapai tingkatan tersebut.
Ia saat ini tidak memiliki guru, orang tua dalam inti mananya juga tidak pernah memperlihatkan wujudnya lagi, yang bahkan saat ia berada dalam keadaan paling berbahaya seperti kemarin! orang tua itu tidak lagi muncul, membuat laka merasa kalau orang itu tidak akan lagi muncul dalam waktu dekat.
hubungannya dengan laki-laki tua itu seharusnya menjadi adalah roh dari kekuatan dream miliknya, tapi tidak sama roh dream yang berasal dari ana, walaupun hubungannya dengan roh milik ana tidak sama dengan roh miliknya .
Tapi ia dengan mudah untuk berhubungan dengan roh tersebut, berbeda dengan roh miliknya yang sepertinya memberikannya penolakan saat lakalasi ingin menjalin hubungan dengan sang roh.
ia juga bertanya masalah ini kepada yeli tapi Yeli sendiri terlihat kebingungan dengan hubungan lakalasi dengan roh miliknya yang terlihat sangat aneh.
"ini hanya sebuah saran kecil dariku tapi ada baiknya kau berfokus untuk melatih dream miliknya ana, Sehingga Saat kita nantinya keluar dari tempat ini kau bisa membuat sebuah identitas baru.” Yeli memberikan saran kepada Laka untuk terlalu memikirkan Roh Dream miliknya.
“Bukankah kau berusaha memecahkan perbedaan Sihir peguatan yang di gunakan untuk bertahan dan yang di gunankan untuk menyerang!” lanjutnya mengigatkan dan memberikan sebuah tujuan kepada laka.
Belakangan ini terlihat Laka memiliki sebuah beban pikiran yang sedikit mengganggu pikirannya, Sehingga mungkin membuatnya terganggu dalam proses latihan.
“Ada apa bos! Sepertinya ada beberapa hal yang mengganggu pikiranmu!” karena melihat bosnya yang terlihat memiliki beban pikiran! Sehingga ia harus membuat mereka
“tidak ada yang penting aku hanya mulai merasa gunanya guru dalam sebuah pelatihan!” balasnya singkat.
dengan mengalami stak Seperti ini membuatnya sadar bahwa mereka juga pada akhirnya memerlukan seorang guru untuk melatihnya.
“HAhaha!”
bukannya mencari solusi dengan apa yang menjadi ucapan dari LAkalasi, Yeli terlihat Mala tertawa terbahak-bahak mendengar lakalasi akan mengucapkan Seperti ini.
“Kau tahu bos Jika anak-anak masih ada, mereka mungkin akan tertawa terbahak-bahak melihat dirimu yang melankolis Seperti ini,” ujarnya yang masih tertawa.
__ADS_1
“Aku Serius!!’ balas Laka, yang tidak tertawa dengan ungkapan dari Yeli.
“Bos aku Juga Serius!” balas Yeli yang kini menatap lakalasi tidak kalah Seirus pula!
“Kau tahu mungkin aku tidak sebaik dirimu dan yang lainnya dalam ilmu beladiri atau cara bertarung, namun satu hal yang kupahami! dari awal kita disini! kita tidak pernah memerlukan guru, dan jika pun harus ada guru, satu satunya guru yang kita miliki yaitu kematian!” tutup Yeli dengan tegas.
Ia sebenarnya sangat mengerti dengan apa yang menjadi masalah dari Lakalasi, dari awal mereka berada di sini mereka terus mendapatkan tekanan untuk terus bertambah kuat.
sedangkan sekarang mereka memiliki tujuan,tapi tuntunan untuk menjadi lebih kuat itu mungkin sedikit berkurang Sehingga perkembangan dari lakalasi juga tidak Seperti biasanya.
lakalasi diam mendengar ucapan dari Yeli, ia awalnya ingin membantah karena ia memiliki tekad untuk balas dendam yang sangat besar.
apalagi Setelah ia mengetahui bagaimana dalang dari setiap kejadian yang menimpah hidupnya membuatnya ingin membuat semua orang itu juga merasakan apa yang ia alami.
“jadi sekarang apa kau memang memiliki tekad yang kau banggakan itu!”
setelah mengucapkan itu, Yeli meninggalkan Lakalasi untuk merenungkan perkataannya, setelah pembicaraan itu terlihat kalau Lakalasi Segera mengurung diri.
setelah dua hari melakukan perenengunan akhirnya ia sadar akan kesalahannya.
“Yeli benar dari dulu kami tidak perlu guru! jika memang tidak ada yang menjelaskan bagaimana melakukannya, maka aku akan membuat cara tersendiri untuk membuat apa yang ingin aku lakukan menjadi kenyataan!” gumamnya sambil berdiri.
karena saat ini ia tidak memiliki masalah dalam sihir penguatannya, maka satu-satunya jalan adalah membuatnya Sempurna Sebelum ia memasuki tahap baru dalam sihir ini.
kemampuan sebenarnya dari pengguna tombak dan pedang Sebenarnya tidak terlalu berbeda, masing masing yang ada disana masing menggunakan prinsip dasar yaitu tebasan, tusukan, dan ayunan dari Senjatanya.
tapi yang membuatnya berbeda Jika Pedang mengutamakan tebasan maka Tombak akan mengutamakan tusukan.
dan itulah yang Lakalasi latih, dan ia terus berlatih menusuk di bagian dinding gowa yang terus ia gali.
__ADS_1
selain melatih tusukannya menjadi semakin baik, ini juga melatih dalam pengguna sihir penguatan miliknya karena jika ia ceroboh ia bisa saja menghancurkan satu satunya senjata yang ia miliki.
selain tombak yang selama ini ia gunakan, ia memiliki senjata lain yang tentunya milik Dari ana.
Karena memang senjata miliknya tidak terkandung roh dream sehingga bisa dikatakan senjatanya itu hanya senjata biasa.
sedangkan kekuatan dari Senjata ana adalah dapat memanjang dan mengecil dengan kecepatan yang sangat cepat Sehingga ia memiliki nama tombak dewa.
bisa dibilang untuk membuat senjata tersebut sesuai dengan kebutuhannya ia melakukan beberapa modifikasi dalam senjata tersebut.
Contohnya ia sekarang memberikan rantai kepada senjata itu Sehingga ia bisa mengontrolnya. karena kemampuannya bisa memanjangkan dan memendekkan sesuatu menurut Laka tombak dewa akan menjadi senjata yang hebat jika digunakan dalam situasi terdesak.
sekarang ia memang sudah resmi menjadi asasin yang paling sempurna karena ia sudah memiliki senjata yang dapat di gunakan dalam bertarung jarak dekat, karena bentuk dasar dari tombak dewa adalah sebuah kunai, bahkan lebih mirip Sebagai Pisau
dan ia masih bisa bertarung dalam jarak menengah karena ia masih bisa merubah tombak dewa menjadi bentuk tombak biasa.
atau jika ia ingin memperluas area pertarungan laka bisa menggunakan rantai yang bisa dikendalikan Sehingga Gaya bertarungnya bisa menjadi lebih bervariasi lagi.
“Jadi menggunakan rantai itu sebagai pelindung lengan!” komentar Yeli saat melihat penampilan baru dari Laka Setelah bersemedi selama beberapa hari.
saat ini salah satu lengannya sudah dililitkan dengan rantai yang terlihat cukup panjang dan ujung yang dari rantai tersebut terdapat sebuah rantai ia jadikan sebagai sebuah cincin sehingga lilitan dari rantai tersebut tidak bergerak.
cincin itu berfungsi jika ia ingin menjatolkannya dengan senjatanya bisa menjadi lebih muda, dan rantai tersebut bisa saja menjadi perisai darurat jika ada masalah yang tidak pasti.
“Seperti yang kau lihat! sebagai seorang pembunuh kita membutuhkan berbagai senjata!” balasnya terlihat tidak masalah penampilannya di kritik.
“Ya, ya, ya, bagaimana, apa penggalian menemukan hasil!” balas Yeli Sedikit basa basi.
“seperti yang kau lihat! tidak ada apa-apa walaupun itu sudah cukup dalam! tapi yang membuat sedikit harapan adalah adanya perubahan dari struktur tanah yang semakin lama semakin melemah! sehingga apapun itu pasti ada sesuatu yang ada di balik sana.
__ADS_1
Lakalasi memberikan sedikit penjelasan singkat tentang apa yang sudah ia temukan dengan penggaliannya walaupun itu sudah digali dengan cukup dalam.