
Setelah memberikan beberapa kata sambutan kepada para tamunya laka segera bergerak untuk memberikan sambutan yang lebih meriah.
Di dalam kegelapan malam yang ada di sana ia dengan mudah menculik satu persatu orang yang ada di sana sekaligus berusaha menghindari 3 orang yang menurutnya paling berbahaya.
Walaupun mereka melakukan gerakan yang terpisah dengan jebakan yang disiapkan satu persatu dari mereka menjadi korban dari jebakan tersebut.
Dengan perhitungan yang sederhana ia dapat mengetahui ada sekitar 50 orang yang masuk ke dalam sana, masing-masing dari kubu lebih dari 20 orang kecuali dari pihak dere yang bergerak secara pribadi
"Kegelapan ini sangat mengganggu, tetaplah berusaha untuk saling melindungi."
"Untuk orng yang memiliki kemampuan dream dalam penglihatan, atau memiliki memiliki kemampuan lain dalam melihat di kegelapan segera aktifkan! Dan pimpin rekan kalian!"
Karena tahu kelompok mereka di sulit di tempat ini membuat mereka membuat kelompok kecil yang disana mereka berusaha saling melindungi.
"Ini bahkan tidak berbeda dengan waktu aku yang memburu anak anak saat pelatihan."
Saat melihat pergerakan yang mereka ambil, lakalasi teringat masa di mana mereka di latih di tempat ini.
"Ada apa ini! Bukankah kalian ingin membunuhku, kalian bahkan tidak dapat menemukan ku, apa hanya segini ******** dari guild besar, ini sangat mengecewakan!"
Lakalasi kembali memberikan beberapa provokasi sebelum ia kembali melakukan perburuan nya. Sebenarnya tambah ia bergerak secara pribadi karena hanya dengan menggunakan kekuatan dream miliknya ia dapat membuat orang-orang yang ada disana saling bertarung satu sama lainnya.
"Aku sudah mengigatkanmu! Kau lihat berapa banyak anak buah mu yang mati sia sia karena kesalahanmu!" Dere memberikan sedikit sindiran ke agli karena sampai sekarang ia belum bisa menangkap lakalasi.
"Bacot!!" Balas agli singkat.
"Inti dari kemampuan ilusinya berada di matanya! Sehingga satu satunya cara selain memiliki energi mana yang melimpah adalah tidak melihat matanya saat bertarung, sedangkan dalam area bertarung seperti sangat sulit untuk tidak melakukannya." Setelah melihat cara lakalasi bertarung.
__ADS_1
Mereka mulai membuat spekulasi cara kerja dari kemampuan ilusi tersebut, melihat bagaimana lakalasi sangat menghindari 3 orang ini mereka membuat kesimpulan mereka membutuhkan situasi khusus untuk membuat nya terkena ilusinya.
"Mau dilihat dari manapun anak ini terlihat bagaimana monster, ia bahkan mengetahui cara terbaik untuk bertarung sehingga bahkan sekelas pasukan elit sekalipun bahkan tidak memiliki cara untuk menggunakan kemampuan terbaiknya," balas agli akhirnya mengakui bagaimana kemampuan dari lakalasi.
"Akhirnya kau Mengakui nya!" Balas dere singkat.
"Tapi bukan ini aneh, jika seperti apa yang luang bilang! Jika memang ia menghindari kita, bukankah dari awal ia sudah tahu ia tidak akan menang!" Lanjut agli tidak mendengarkan balasan dari dere.
"Karena dari awal ia tidak berniat untuk menang, niatnya hanya membawa sebanyak mungkin, orang dari kita untuk ikutnya ke neraka bertemu dengan rekan rekannya yang telah terbunuh!" Balasnya dere lagi.
"Maksud mu?" Balas agli sekali lagi.
Dere segera melemparkan sebuah salinan kepada mereka, itu adalah salinan dari rencana pembunuhan putra.
"Dari awal anak-anak ini di culik untuk melakukan pelatihan, jika melihat bagaimana hasil dari pelatihan nya tentu hidup dari anak-anak disini sudah bagaikan neraka!" Dere sedikit menjalankan apa yang ia dengar dari lakalasi saat pertama kali mereka bertemu.
"Bukankah mereka sudah gagal saat melakukan penyerangan di markas tni, menurutmu kenapa ia masih memaksa untuk melakukan pembunuhan kepada putra!" Luang sedikit memotong pembicaraan untuk membuat pembicaraan itu tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Mendengar itu terlihat sebuah perubahan raut wajah dari luang. Tapi ia masih berusaha untuk tetap tenang karena ini akan sangat berpengaruh jika ia berekspresi terlalu cepat.
"Lapor pak! Kami menemukan sebuah ruang aneh yang penuh dengan ular, di bagian terdalam blok di penjara!" Salah satu anggota dari elang putih yang diperintahkan menyisir penjara menemukan sebuah ruangan.
"Apa si pembunuh ada disana! " Balas singkat agli.
"Kami tidak menemukannya, tapi ada beberapa barang yang sepertinya tersimpan dalam ruangan tersebut,'' balasnya melaporkan keadaan.
"Untuk sementara fokus ke dalam pencarian, simpan saja barang itu untuk sementara waktu.
Walaupun pada akhirnya baik itu dere dan agli pergi mengecek keadaan dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Awalnya dere hanya penasaran jadi berniat memeriksa karena saat pertama kali kesana ia tidak menemukan ruangan tersebut, "Aku tidak menyangka ruangan pelatihan para manusia terbangkitkan ada disini."
Dere miliki atasnya tertarik di area sekitar sini, salah satunya ia pernah mendengar kabar area eksperimen manusia pertama yang indonesia lakukan berada di tempat ini, ia tidak menyangka kalau itu memang ada benarnya.
Walaupun sekarang itu hanya terlihat sebagai bekas tempat yang sudah lama tidak terpakai itu masih memiliki bekasnya yang menunjukkan kegunaannya di masa lalu.
"Sepertinya hewan-hewan itu dulu adalah bekas eksperimen yang lepas dan membentuk ekosistem mereka sendiri." Agli juga berkomentar.
"Mau masuk!" Balas dere mereka saat ini masih berada di pintu masuk dan tidak berani untuk masuk karena melihat salah satu anak buah mereka yang masuk tidak bertahan setelah mendapatkan gigitan hewan yang ada di sana.
"Tidak terimakasih! Hewan yang ada disana sudah mengalami Evolusi sehingga membuat racun yang ada dalam tubuhnya jauh lebih kuat, bahkan mungkin jauh lebih kuat dari ular laut yang katanya paling mematikan itu."
Agli terlihat ogah melanjutkan Karena ia juga tidak terlalu ahli dalam hal seperti ini, " bahkan jika itu luang mungkin ia juga akan berpikir untuk memasukinya, sangat disayangkan mungkin masih ada beberapa catatan di masa lalu yang tersimpan di dalamnya."
Dere terlihat menolak untuk menyerah ilmu seperti itu sangat sulit untuk ia lewatkan. "Bukankah kau cepat, datang saja anggap saja halang rintang!" Balas agli mengejek.
"Hewan yang ada sudah seperti bah air, dan bagaiamana aku menjadikan mereka halangan rintang jika aku masuk kesana untuk mencari barang yang bahkan tidak ku ketahui keberadaannya."
"Ingat kata spons kuning, hidup lah seperti larry!!" Balas agli tertawa sebelum ia pergi meninggalkan dere disana.
Dere tahu itu ejekan terhadap prinsip tni yang penuh akan tantangan sehingga ia tidak membalas ejekan tersebut.
Mereka ini terlihat dekat karena sama merupakan jebol dari akademi tni, sehingga bercanda seperti ini sudah menjadi keseharian mereka.
Di tempat lain luang Saat ini sedang mempersiapkan jebakan untuk menebak laka.
Ia mengunakan rekannya yang memiliki kemampuan untuk berpindah melalui bayangan sehingga ia mengunakan rekannya yang sudah ia tanda sebagai umpan.
__ADS_1
Saat laka menyerang sesuai dengan apa yang luang prediksi ia segera memberikan mengejutkan dari belakang.
"Skakmat!!" Ujar luang percaya diri, ia juga segera memberikan arahan kepada anak buahnya untuk membentuk vormasi pegunungan untuk membuat lakalasi tidak lagi kabur.