
Saat itu LAka dengan sengaja melepaskan salah satu saksi mata untuk membuat keributan, “tidak masalah itu hanya pernyataan perang!” ujar laka melihat yani sedikit mempertayakan keputusan LAka yang melepaskan korban.
belum tentu akan ada yang menyadari kalau ini perbuatan LAka! tapi setidaknya akan menjadi serangan yang baik kepada mereka yang dulu pernah melihat kekuatan sesungguhnya dari dream miliknya.
karena sudah mengetahui konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan segera mereka akan segera meninggalkan desa ini, dan memang benar tidak lama orang dari Tni datang untuk mengecek keadaan di lokasi kejadian.
dari apa yang saksi mata katakan itu hanya sebuah perang kedua belah kelompok, jika di lihat dari kacamata biasa tidak ada yang aneh dari kejadian ini, karena memang kedua kelompok ini memiliki riwayat untuk saling hadang.
bahkan derepun ini hanya sebuah kejadian biasa saat mendengarnya, tapi lokasi kejadian ini segera menarik perhatiannya, dari apa yang dikatakan saksi yang selamat, salah satu kelompok menuduh kelompok lain bahwa diantara mereka ada yang melukai rekannya.
tapi yang aneh terlihat kelompok yang dituduh sangat yakin kalau mereka tidak melakukan penyerangan. sehingga pada akhirnya mereka saling bunuh karena pihak menuduh juga tidak percaya dengan alasan lawannya.
“Lapor pak jasad dari orang yang memulai perkelahian kepalanya sudah tidak di temukan lagi sehingga kita tidak tahu apakah semua yang di katakan memang benar atau ia saat itu berada dalam manipulasi seseorang.”
seseorang ajudan miliknya melaporkan hasil laporan dari olah tkp yang mereka lakukan pada tempat kejadian.
inti dari masalah ini terdapat di dalam orang yang merasa di serang oleh kelompok lain itu, tapi sekarang jasad dari orang yang mengaku di serang itu sudah tidak di temukan kepalanya sehingga pihak tni tidak bisa mengedentipikasi apa itu memang benar atau ia berada dalam manipulasi seseorang.
__ADS_1
dalam pihak tni yang memiliki kekuatan dream itu membaca pikiran seseorang walaupun itu ia sudah mati sehingga mereka bisa mencari tahu kebenaran jika mereka mendapatkan kepalanya karena tentu memori yang ada disana tentu masih tersimpan dengan sangat baik.
“lanjutkan pencarian untuk semenatara waktu! jika memang tidak ada hasil biarkan ini menjadi kasus yang sesuai dengan apa yang tersebar di masayarakat, untuk sementara waktu aku ingin mengunjugi suatu tempat!”
karena tidak ada petunjuk yang bisa membuat ini menjadi jelas Dere menyerah dan membuat ini sudah berjalan semestinya, awalanya tentu ia tidak perluh turun tangan untuk menyelidiki apa yang terjadi di tempat ini karena ini adalah tugas dari pihak kepolisian, tapi karena Dere memiliki sejarah khusus di tempat ini membuatnya sangat berusaha untuk membuat kejadian yang ada disini menjadi tanggung jawabnya.
tempat yang Dere datangi adalah gerbang masuk untuk memasuki tempat pelatihan para Assasin, tempat itu tentu sudah Agli ledakkan, dan itu masih terlihat seperti apa yang seharusnya, menandakan kalau tidak ada seseorang yang keluar dari tempat itu.
bahkan sebuah segel yang mereka pasang disana tidak tersentuh sama sekali Segel tersebut akan bereaksi jika ada seseorang yang keluar dari lubang sehingga para petinggi yang saat itu datang bisa segera berteleportasi menuju tempat ini.
“dulu aku sangat mengejek Agli yang terlihat sangat tidak nyaman meninggalkan LAka dalam keadaan masih hidup! namun pada akhirnya orang yang paling akan kebangkitan anak itu adalah aku sendiri!” gumamnya menghela nafas.
sebenarnya banyak yang menganggap Reaksi dari berlebihan karena walaupun ini manipulasi oleh seseorang bisa saja ini perbuatan dari orang orang dari suku dalam yang tidak suka tempat mereka didatangi banyak Hunter.
pada akhirnya mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga mereka harus melepaskan masalah ini dan membuat statement kalau ini hanya masalah kesalahpahaman semata.
di tempat lain, lakalasi dan yeni sudah berada jauh dari desa, perjalanan mereka berjalan dengan sangat baik, dia menggunakan kecepatan terbaik yang mereka miliki untuk meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
ia dengan cepat memasuki kota dan disana ia bergerak secepat mungkin menuju tempat aya Ani, informasi yang Yeni dapatkan, karena tujuan mereka sudah berjalan dengan baik mereka dengan cepat memasuki area rumah dimana orang tua yani berada.
dengan menggunakan kemampuan mereka sebagai assassin walaupun rumah itu mendapatkan pengawalan yang sangat ketat mereka bisa masuk dengan mudah bahkan mereka bisam muncu di hadapan ke dua orang ani dengan mudah.
terlihat keluarga itu sedang menikmati masa santainya, terkejut bukan main karena kedetangan mereka berdua.
“Tolong santai, kami adalah kenalan anak yang ingin meminta tolong,”
yani segera mengambil alih dan berusaha menjelaskan maksud kedatangannya, terlihat kedua orang tua itu berusaha untuk menghubungi para pegawalya tapi apapun yang mereka lakukan tidak ada satupun orang yang datang untuk membantu mereka.
“percuma semua orang yang ada di luar sudah kami buat tertidur, Sehingga lebih baik kalian dengarkan dengan baik apa yang kami sampaikan!” kini Lakalasi mberikan arahannya kepada mereka berdua.
mendegar itu kedua orang yang ada di sana segera berusaha untuk tenang, sebenarnya kedua orang tua itu memiliki ketakutan karena satu satunya anak yang mereka miliki saat ini sedang bersama dengan mereka.
sehingga mereka takut kedatang laka dan yani berusaha untuk menargetkan anaknya lagi, jadi yani segera memberikan penjelasan dengan sebaik mungkin bahwa apa yang ia lakukan berniat baik untuk datang ketempat ini.
mereka segera menjelaskan keadaan ani yang pernah di tangkap dan saat ini sudah mati, mendegar kadaan dari anak mereka yang selama ini mereka cari membuat mereka bersedi, namun membuat mereka beterimah kasih kepada Laka dan Yani karena membawa berita tersebut kepadanya.
__ADS_1
“aku mengerti untuk membuatkan kalian sebuah indentitas baru seharusnya tidak ada masalah, karena mencari anakku yang hilang membuatku memiliki puluhan data anak yang bisa kalian gunakan sebagai indentitas baru kalian!” ayah ani segera ani segera memberikan bantuannya kepada laka dan yani.
mereka tentu sangat marah dengan apa yang telah dialami anaknya sehingga saat mendegar kalau Laka dan Yani masih memiliki niat untuk membelaskan dendam anaknya tentu sebagai orang tua ia segera bersemangat untuk memberikan segala bantuan yang dia miliku untuk membuat rencana tersebut berjalan dengan baik.