
walaupun baru saja satu fraksi sudah di lenyapkan, tidak ada yang membicarakannya semua hari mereka berlangsung biasa biasa saja, karena mereka baru saja mengalami masalah besar.
tiga topeng memberikan mereka waktu sehingga saat ini laka bisa kembali berlatih, dan ia juga mempersiapkan permainan apa lagi yang akan para topeng berikan kepadanya nanti.
berapa kali Ana berusaha untuk mndatanginya tapi kelompok itu di hadang oleh Anto.
Tentu kedantangan ana mendatangi Lakalasi untuk mendapatkan rahasia laka bisa menguasagi observasi.
“Berhentilah merengek, bahkan kami yang sudah menjalin kerja sama dengannya tidak mendapatkan apa-apa,” ujar anto yang menghentikan Ana yang masih berusaha untuk menerobos masuk ke blok Z.
“Biarkan aku bicara dengannya, selama ia bisa mengajari kami, aku bisa menyesuaikan permintaan yang dia inginkan.” ana terlihat sangat ngotot untuk membuat perjaian dengan Laka.
Bagi ana ada sebuah alasan kenapa sudah seharian semenjak tragedi pembantaiaan kelompok rendi, tapi mereka masih menampaka dirinya.
Ana benar benar takut kalau nantinya mereka akan muncul dengan sebuah masalah yang lebih besar, dan mengetahui kalau salah satu dari mereka sudah mengetahui observasi.
“apa kau yakin ingin mengabulkan segala permintaanku!” saat Anto dan Ana masih berada dalam perdebatan Laka muncul dengan penampilan yang sedikit beda.
“selama itu masih berada dalam jangkauan aku siap melakukan perjanjian apapun itu.”
Ana terlihat buru mengiyakan perkataan dari Laka, “Kalau begitu segera kumpulkan anak-anak yang lain termasuk orang-orang di kelompokmu TO,” balas Laka acuh tak acuh.
mendengar itu, dua orang itu segera memberikan kode kepada masing-masing bawahannya untuk segera memanggil anak-anak yang lain.
“Apa rencanamu?” balas Anto.
__ADS_1
“Inti dari sihir batin atau sihir observasi adalah indra perasa yang ada dalam tubuh, alasan kenapa aku bisa menguasai sihir batin dengan sangat mudah adalah indraku yang sudah sangat terlatih lingkungan yang sangat ekstrem bahkan tanpa cahaya, jadi aku akan membuat kalian merasakan apa yang aku rasakan dahulu.” tutup Laka dengan sebuah seyum yang menyeram kan.
“Apakah itu alasan kenapa saat ini kau menutup matamu?” balas Ana telihat pesaran dengan penampilan laka yang aneh.
setelah pertarungannya melawan rendi, Laka sedikit melakukan permintaan aneh dengan meminta beberapa kain yang cukup tebal.
awalnya Anto mengira kalau Laka ingin menggunakannya Sebagai baju tapi sekarang anto mengerti, kain itu telah dipotong memanjang seperti sebuah perbang dan itu digunakan menutupi Mata sehingga laka menjadi benar-benar buta saat ini.
“Aku tidak memaksa kalian mengikuti caraku berlatih, tapi mungkin aku harus bilang saat aku melihat perbedaan ruangan kalian denganku, jujur itu sangat membuat frustasi.” balas laka santai.
sudah lama mereka semua tahu kalau tempat bertahan hidup diblok z memang sangat mengertikan, Sehingga saat mengetahui MAna dari La sangat sedikit sangat sedikit anak yang berusaha membuliy laka.
karena mereka ragu kalau Laka akan sebanding dengan mereka dengan mana yang tidak berbeda jauh.
“sesuai dengan cara yang selalu kita gunakan belatih, aku hanya akan menjelaskan prinsip perputaran mana dalam Sihir batin, dan bagaimana cara kalian menemukannya itu tergantung kalian Sendiri.”
“jadi sudah paham bukan, dan mulai sekarang aku ucapkan selamat datang ke dalam rumahku,” ucap laka yang sudah menghilang dalam kegelapan blok z.
semua sudah sesuai dengan pengaturannya dan satu persatu dari anak-anak yang ada disuruh masuk oleh masing-masing kelompok mereka,
berapa kali tempat ini sudah diperbaiki, tapi karena sudah beberapa kali pun diperbaiki Laka tidak akan lelah dalam merusak Setiap lampu yang ada disana.
bahkan beberapa saat lalu masih ada beberapa lampu yang dinyalakan, tapi sebelum laka bertemu dengan ana dan anto ia terlebih dahulu meluangkan waktunya untuk sepenuhnya merusak semua lampu yang ada dalam blok ini.
“10, 9, 8, 7,.......” terdengar sebuah hitungan dari laka yang berasal dari entah mana.
__ADS_1
“JAngan melamun,cepat berpencar jika tidak ingin di pukuli sampai mati!” teriak ANa saat melihat beberapa anggotanya sedang melamun dan tidak bergerak.
berbeda dengan kelompok Ana, Anto dan kelompoknya langsung bergerak, selama beberapa hari kelompok itu sudah membuat hubungan yang cukup baik dengan Lakalasi Sehingga secara garis besar ia memiliki gambaran apa yang menunggu mereka jika Sampai laka mendapatkannya.
“Bodoh!” terdengar suara yang mulai bergerak saat hitungan mundur itu berakhir.
kelompok ana memutuskan untuk bergerak secara kelompok, sedangkan Anto dan kawan berusaha bergerak secara pribadi.
terlihat Ana bersama dengan para wakilnya memimpin kelompok kecil untuk bergerak dan saling membantu.tapi sekeras apapun mereka untuk saling membantu, satu persatu dalam kemlompok itu di culik satu persatu
hanya ada suara orang yang di pukuli mereka dan seringkali suara minta pertolongan, laka bergerak sangat cepat saat kelompok itu berusaha untuk menolong mereka hanya menemukan rekan mereka yang sudah tercetak dan tidak sadarkan diri.
pergerakan laka di tempat ini terlihat tidakk terbendung, walaupun anak-anak itu tidak sepenuhnya buta karena mereka juga terbiasa dalam kegelapan walaupun tidak segelap saat ini tapi insting mereka sudah terlatih dalam kegelapan.
bahkan ana yang terlihat kuat tidak bisa bergerak banyak dalam kegelapan Seperti ini. dang dengan mudah ia dikalahkan oleh Laka, karena kecewa dengan kelompok ana, laka memang dengan sengaja menargetkan mereka, baru Setelah ia selesai dengan kelompok ana ia baru bergerak untuk memburu anto dan kelompoknya.
walaupun masih dikalahkan dengan cepat, Setidaknya mereka memberikan perlawanan, lebi baik, dari kelompok ana, yang kalah dengan sangat menyedihkan.
“Apa ini yang disebut kelompok kuat, yang kulihat tadi adalah kelompok orang bodoh,” ucap Laka yang mengejek ana dan kelompoknya yang menurutnya melakukan tidankan yang sangat bodoh.
“Jujur saja aku kecewa! kalian Sendiri sangat gotot untuk berlatih sihir batin tapi kenapa kalian saat masuk kedalam sanamalah bergerak Secara kelompok! takut terluka! atau kalian takut kelompok kalian lebih dulu di sapu jika bergerak Secara pribadi!”
laka marah karena sebenarnya ia bisa menebak alasan kenapa mereka memilih untuk bergerak untuk secara berkelompok, sebenarnya salah satu alasan kenapa LAka menerima mereka dalam pelatihan ini karena ia juga ingin melakukan pelatihan untuk dirinya sendiri.
dengan banyak orang Seperti ini juga bisa menjadi ajang untuk dirinya sendiri, tapi apa yang di tonjolkan mereka terlihat sangat mengecewakan dan langsung merusak mood dari laka melanjutkannya.
__ADS_1
“Untuk sekarang, sudahi sampai disini saja, kalian memang benar ingin berlatih kembalilah besok, jika masih ada yang bertingkah bodoh untuk besoknya aku tidak akan menguankan tongkat lagi melainkan pedang atau ujung dari tombakku untuk membela kalian.” ujar laka pergi tanpa berpaling kepada mereka.