DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)

DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)
anto, laka dan ana


__ADS_3

Mereka bertarung dalam skala pertarungan yang sangat cepat, tapi seberapa cepatpun rendi,ia masih tidak bisa mendaratkan sebuah serangan kepada laka, “Kenapa! mulai lelah?” balasLaka santai setelah melihat rendi yang terlihat sempat mengambil nafas setelah berusaha menyerang laka.


“Apa segitu takutnya kau terluka hingga kau berusaha sekeras itu menghindar!” 


karena tidak bisa mendaratkan serangan, rendi berusaha membuat pendekatan lain, dengan berusaha memprovokasi laka, Sehingga ia tidak terus menghindar.


“Berhenti, itu hanya akan membuang tenagamu jika kau berusaha untuk memprovokasi, karena ku jamin itu akan sangat percuma,” balas laka santai.


Dari banyak anak di tempat ini, ia termasuk orang dengan mulut paling kotor, Sehingga tidak mungkin ia akan terlena dengan ucapan propokasi yang tidak masuk akal seperti apa yang berusaha rendi lakukan.


“Berhenti main-main! cepat selesaikan, orang-orang yang ada di dalam sana sama sekali tidak menghibur!” teriak Anto yang sepertinya sudah menyelesaikan masalahnya di dalam sana.


“OK!” balas Laka santai.


“Kau tidak ingin aku menghindar bukan! mari kita turuti cara mainmu, mulai dari sekarang aku tidak akan bergerak dari tempat KU  berpijak sekarang, sehingga kau bisa melancarkan serangan kepadaku dengan lebih leluasa,” kini laka mengarahkan ucapannya kepada rendi.


Rendi tentu tidak percaya dengan ucapanya, ia masih terus waspada, dengan kedatangan anto yang memperjelas kalau ia sudah kalah, sehingga sekarang ia tidak lagi memiliki semangat bertarung dan lebih memikirkan bagaimana ia bisa selamat dari masalah ini.


“Ada apa! apa sekarang kau takut?” lanjut laka yang melihat rendi yang tidak bergerak dari tempatnya.


“Tenang saja Anto tidak akan bergerak, lawanmu adalah aku! atau begini aku tidak akan menggunakan satu lengan ku saat kau menyerang?” lanjut laka merendahkan rendi.


sekarang bukannya rendi yang memprovokasi laka, tapi sekarang itu sudah terbalik dan laka yang mempropokasinya. “KAlau itu masih belum cukup aku akan meletakkan tombak ku disini Sehingga saat kau menyerang kau terhindar dari bahaya aku menggunakan senjata.”


melihat tidak ada respon dari rendi, membuatnya semakin gencar dalam mempropokasinya, laka sekarang terlihat berusaha menyimpan tombaknya, sedangkan Anto yang menyaksikan ini sedikit membantu provokasi itu dengan sedikit tertawa mengejek.


 “Kalian!!” 


Rendi sangat marah akan hal ini, ia yang awalnya sudah berniat untuk damai langsung kalap dan berusaha untuk menyerang laka yang berada dalam posisi menunduk. rendi melemparkan satu pisau miliknya untuk menargetkan posisi laka akan semakin kacau.


Tapi berbeda dengan apa yang dia harapkan walaupun laka saat itu tidak melihat arah lemparan dari rendi ia dengan mudahnya menghindari lemparan pisau itu, dan dengan mudah mengambil posisi baru untuk menunggu serangan selanjutnya dari rendi.

__ADS_1


“Maaf dari awal perbedaan kekuatan kita sudah terlalu jauh,” balasnya menangkap pergelangan tangan rendi yang sudah siap untuk menikamnya. dengan sekali hentakan laka berhasil membanting rendi ke tanah persis seperti kejadian pertama mereka saling bertarung.


“Ada kata-kata terakhir!” ujar laka yang siap untuk membunuh rendi.


“maa…..”


belum sampai apa yang dia ingin ucapkan, laka sudah menginjak leher dari randy dan langsung mematahkannya, dan untuk memastikan dia benar benar mati, laka menggunakan pisau Rendi sendiri untuk di tancapkan ke pemiliknya, Sehingga rendi saat itu sudah benar benar berakhir.


“sangat tidak pandang buluh,” ujar anto yang datang kepada laka setelah melihat pertarungan yang telah selesai.


“itu pertarungan yang membosangkan!” balasnya 


“tentu akan membosankan jika kau sudah menguasai observasi Sedangkan anak-anak disini masih berusaha mendalami sihir penguatan!” balas anto mereka saat ini kembali masuk ke dalam blok z untuk melihat kondisi anak anak yang ada disana.


“Sepertinya kau juga tidak kalah bosannya!” balas laka setelah melihat tidak ada satu pun dari fraksi dari rendi yang dibiarkan hidup, semuanya dibunuh habis.


“kita tidak bisa untuk terus membiarkan ada yang hidup, mau bagaimanapun selama masih ada terlalu banyak anak yang bertahan maka permainan seperti ini akan terus dijalankan tiga pria bertopeng itu!” balas Anto santai.


jika jumlah anak yang memang sudah berkurang banyak ada kemungkinan mereka hanya akan terus dilatih untuk menjadi pembunuh yang baik.


“Tapi kau masih ingat kesepakatannya kan!” balas anto yang ingin mengingatkan laka tentang kesepakatan yang mereka jalin sebelum pertarungan ini berlangsung.


“selama pasokan makanan yang aku miliki terpenuhi, kalian bisa menikmati segalanya,” balas Laka.


perjanjian mereka selama anto membantu, maka segala makanan yang menjadi jatah dari kelompok dari rendi akan menjadi milik mereka, tentu itu hanya masih ada perjanjian lainnya tapi itu hanya sebuah perjanjian pribadi antara anto dan laka seorang yang bisa mengetahuinya.


“berakhir lebih cepat dari yang aku dugaa,” balas seorang yang memotong pembicaraan antara anto dan laka.


ia tidak lain ana pemimpin dari fraksi satu yang tidak melakukan apa-apa, terlihat ia datang bersama dua orang yang selalu menjadi pengawalnya.


“kenapa! mau mencoba melakukan hal yang sama dengan apa yang rendi lakukan!” balas ANto dengan tersenyum.

__ADS_1


“siapapun namamu sekarang berhenti menggunakan muka itu dengan ekspresi yang menjijikan,” balas Ana tegas ia sedikit mengeluarkan aura  mengancam terhadap anto.


“terus kenapa, Mau bertarung! kebetulan kami belum buas dengan pertarungan yang pertama,” anto sama sekali tidak takut dengan ancaman dari ana yang marah.


tidak ada yang membantah jika ana adalah anak terkuat di kelompok ini jika memang Laka tidak ada. tapi sekarang anto sedang berada di pihak laka, dan ia yakin kalau mereka bertarung, laka sendiri akan berada di pihaknya.


“Kau!” 


ana tahu yang ada di pikiran antooo Sehingga ia sendiri tidak ingin melanjutkan pertempuran, bahkan menahan salah satu pegawalnya yang ingin menyerang Anto.


ia sempat melirik Laka dan berusaha melihat akan berada di pihak mana ia akan berada, tapi Setelah mempertimbangkannya ia lebih memilih untuk mundur, salah saru alasan kenapa ia datang kesini adalah menayakan bagaimana laka bisa menguasai sihir observasi bahkan sebelum mereka mendapatkan pengarahan.


“hanya untuk kali ini saja, tidak ada yang kedua kalinya,” ucap laka tiba-tiba saat kelempok dari dari ana sudah mundur.


“Baik!” balas ANa seolah mengerti apa yang di mandsud laka barusan.


baik itu laka dan anto tahu alasan kenapa ana bisa datang ketempat ini, saat pertarungan tadi, mereka sudah menegunakan salah satu anggota mereka sebagai mata-mata untuk melihat pertarungan dari jauh dan terus melaporkan apa yang terjadi kepada ana.


yang kemungkinan mata-mata mereka sudah melaporkan kepada ana soal laka yang sudah bisa mengunakan sihir obserpasi dalam pertarungan.


“bukankah kau terlalu baik kepada mereka, KAu tidak jatuh hati kepada ana bukan?’’ balas anto saat ana sudah berada  cukup jauh.


“aku cukup terkejut orang tanpa kelamin sepertimu bisa berpikir kearah seperti itu,” balas Laka yang membiarkan Anto berada dalam imajinasinya.


Tentu Laka tidak benar-benar jatuh hati kepada Ana, ia hanya berpikir logis, walaupun nantinya mereka terlibat dalam sebuah pertarungan ada kemungkinan tiga orang bertopeng itu akan terlibat untuk menhentikan pertarungan mereka.


karena sesuai dengan apa yang dia diskusikan dengan anto akan ada jumlah khsus yang berusaha orang ini bentuk, Sehingga jika jumlah tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan ada kemungkinan mereka akan bergerak untuk megetasi itu.


sebenarnya mereka bisa saja saling membunu untuk melihat tindakan apa yang tiga orang itu lakukan jika sampai itu terjadi, tapi karena Laka takut Mereka akan membiarkan mereka saling membunuh dan mala menganti orang yang terbunuh dengan anak yang baru, itu mungkin akan membuat mereka akan lebih lama lagi berada di tempat ini.


dan untuk saat ini Laka sangat menhidari akan hal itu karena prioritas utamanya bukan menjadi yang terbaik dari tempat ini melainkan  ia ingin keluar dari tempat  ini secepat yang dia bisa.

__ADS_1


sehingga ia akan menhindari tindakan yang memiliki potnesi yang membuatnya bisa menjadi lebih lama berada di tempat ini.


__ADS_2