
beberapa hari sebelum acara pembukaan di sekolah, sesuai dengan kesepakatan Makka di hari esoknya datang ke tempat dere dengan membawa sebuah jam tangan dream miliknya.
“Ada apa!” balas MAkka saat merasakan dari respon mereka terlihat terkejut saat ia menyerahkan apa yang ada disana.
“Tidak! tidak! ikut denganku ke ruang khusus,” balas sang bartender.
karena makka hanya datang untuk mengambil uang dan memperjelas identitasnya, ia datang ke bar, dan menyerahkan sisanya kepada sang bartender, yang sepertinya orang berbeda dengan yang kemarin.
walaupun ia bukan orang yang sama dengan orang yang menerimanya kemarin tapi karena untuk tidak mengulangi kejadian yang sama mereka sudah memberitahukan masalah Makka kepada para anggota tim yang ada dalam markas rahasia ini.
“OH kau sudah datang!” balas Dere saat melihat kedantangannya.
“Ya begitulah, kau tahu uang akan selalu menjadi magnet menarik dan tidak bisa untuk di tunda!” balas Makka dengan basa-basi pula.
“Kau tahu, mendengarmu seperti itu membuat akan terlihat lebih tua!” balas Dere yang merasa anak-anak jaman sekarang terlalu cepat untuk menjadi lebih dewasa.
“belakangan ini aku mulai sering mendengar itu, tapi jika boleh menjawabnya mungkin orang-orang seperti kami memang lebih cepat menjadi dewasa dari seharusnya!” balasnya sambil terseyum.
“HAHAHa, kau benar, jadi mari masuk kedalam bisnisnya!” sebuah perkataan yang mengigatkan Dere kepada seseorang.
Tapi ia tidak bisa bercakap lebih jauh, baginya sekarang bisnis yang lebih penting, “Aku berharap seperti itu, tapi sepertinya anggotamu memiliki beberapa masalah dengan jamku!” balas MAkka.
setelah mengatakan itu, Dere segera mengalihkan perhatiannya kepada anak buahnya yang dari tadi tidak berani bersuara karena Makka yang terlihat akrab dengan Atasannya.
“Maaf pak, tapi bukankah ini terlalu mencurigakan, bagaimana kekuatannya bisa sekuat ini,” balasnya menyerahkan jam milik Makka.
__ADS_1
terlihat dari Rank, dan evolusi semuanya terlihat baik-baik saja tapi saat mereka melihat kekuatan tempur dan mana, mereka terkejut karena menurut mereka itu terlalu tinggi. dengan kekuatannya mencapai 150 ribu dan yang semakin terkejut mana yang ia miliki hampir 50. oo0.
“apakah ada yang salah dengan angka-angaka yang ada disana?” balas Makka yang merasa tidak ada masalah dengan jamnya.
“Tidak ada masalah, tapi angka ini hanya akan membuat hidup tenang seperti yang kau bilang saat masuk kedalam sekolah tidak akan pernah terjadi,” balasnya.
“Segitunya kah! sungguh aku tidak pernah mempedulikannya!” yang berpura-pura kalau ia memiliki kekuatan seperti itu.
karena melihat dere yang tidak marah karena jam tangan tersebut, membuat sang resepsionis tadi diam karena merasa apa yang ia laporkan memang sesuatu yang sia-sia.
“begini saja, kami akan menawarkanmu bantuan, untuk melakukan beberapa rekayasa, Tapi mungkin harga dari bantuan ini akan sangat mahal untuk dirimu yang sekarang.” walaupun awalnya terlihat ragu, Dere akhirnya menawarkan untuk memberikan bantuan kepada Makka.
“Sebutkan saja Harganya! tapi kau sendiri tahu mungkin aku hanya bisa berhutang kepada kalian!” balas Makka memberikan Gestur bahwa ia tidak memiliki pilihan.
sehingga Jika Makka bisa memberikan uang lebih semuanya bisa di atur dengan baik untuknya, sebenarnya ia juga sudah mendapatkan tawaran itu dari ayah ana, tapi karena makka dari awal ingin memperlihat kekuatannya kepada Dere, sehingga ia bisa membuat Dere yang akan mengurus masalah ini untuknya.
jika ia ingin bermain dengan dere, maka satunya cara adalah tidak kabur, melainkan mereka harus bisa bermain di pinggir jurang, dan itulah yang berusaha makka coba lakukan dengan dere, ia memperlihatkan segalanya, daripada berusaha menyembunyikan segalanya darinya.
dan itu berfungsi walaupun saat ini Dere masih memiliki kecurigaan kepada Makka, ia seperti terus dibenturkan kenyataan bahwa Makka tidak memiliki masalah apa-apa.
“tidak perluh, lain kali aku akan mencarikanmu pekerjaan yang bisa menutupi biayanya,” balas Dere yang menolak untuk membicarakan harga dengan Makkawaru.
“Berikan saja, uangnya,” ucapnya kepada resepsionis miliknya. “Dan kau, untuk sementara waktu aku akan menyimpan ini karena di dalamnya ada beberapa hal yang perluh di modivikasi,” ucap Dere memberikan arahan.
sang resepsionis segera berlari untuk mengambil uang nya, “Btw kalau kau ingin, kau bisa mencoba memasukan semacang alat pelacak kedalamnya, kau mungkin sudah tahu tapi kamu bisa yakin kalau rekanku ini juga cukup alih dengan hal seperti itu,” kini Makka sedikit memberikan psiko war kepada Dere.
__ADS_1
“santai saja aku tidak akan melakukannya!” balasnya merasa itu adalah sebuah ancaman tidak langsung dari Makka, disini secara tidak langsung menjelaskan kepada dere bahwa ia sengaja memperlihatkan bagaimana pergerakannya.
Makka tidak lagi berkomentar setelahnya karena ia hanya ingin membuktikan bahwa ia tidak pernah takut, terhadap rencana, rencana menyimpan yang bisa saja Dere lakukan.
“mohon mengerti, kami hanya berusaha waspada untuk bertahan hidup!” ucap Makka setelah ia menerima kopernya.
“Aku mengerti, dalam pembayaran berikutnya, semuanya akan dikirim ke dalam bank yang akan kami buatkan sesuai dengan id palsu yang akan kami buatkan!” balas Dere melepaskan kepergian Makka yang sempat salah Arah.
jika tidak di arahkan hampir saja yang ia tuju adalah pintu kamar mandi bukan pintu jalan keluar, “mungkin apa yang ia katakan benar, bahwa keadaan bisa merubah seseorang menjadi lebih dewasa, namun tidak akan menghapus kekonyolan yang ada dalam dirinya.” ujar sang resepsionis yang sedikit tersenyum melihat tingkah buta arah yang Makka perlihatkan saat ingin keluar.
sebenarnya dari tadi ia juga terkadan salah tingkah karena sikap Makka saat berbicara dengan Dere, karena beberapa kali saat mereka saling bercakap-cakap tubuhnya akan menghadap ke resepsionis seolah-olah yang dia acap bicara bukan dere melainkan sang resepsionis.
ini bukan kali pertamanya makka berperilaku seperti itu padanya sehingga ia hanya bisa maklum dan menganggap itu hanya bercanda dari anak itu kepadanya.
karena akan sangat percuma jika menegurnya karena ia hanya akan menjawab seolah olah seluruh orang buta akan berperilaku seperti dirinya.
kepergian dari Yeni tentu sedikit berpengaruh kepada Makka , salah satu alasan kenapa Makka tidak tersesat adalah karena adanya bantuan dari Yeni yang memang mengerti bagaimana memberikan arah kepadanya.
karena makka yang mulai memasuki sekolah, keberadaan Lakalasi harus Segera diperlebar, di luar nantinya Yeni akan menjadi lakalasi dan berusaha menyerang beberapa orang dari banten merah dan elang putih.
tapi walaupun seperti itu setiap pergerakan yang Makka lakukan selalu berdasarkan diskusi dari Yeni menggunakan beberapa alat yang disiapkan oleh perusahaan bapak ana.
di sekolah sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati, Makka menjadi tangan kanan Sidiq untuk melakukan pekerjaan kotor.
dengan Menggunakan sebuah Topeng, ia akan menjadi seseorang yang sangat kejam, tapi setelah beberapa hari masuk sekolah ia kembali terkejut setelah ia kedatangan tamu yang tidak terduga di kediamannya.
__ADS_1