
saat Laka mulai bergerak, sesuai dengan apa yang sudah telah prediksi, pergerakan dari ana dan kelompoknya sudah sangat membaik, walaupun masih ada beberapa orang yang memutuskan untuk bergerak dengan kelompok dua sampai tiga orang bergeraka mereka sudah sangat baik.
bahkan walaupun pergerakan mereka secara individu, Laka bisa menebak ada sebuah cara yang mereka lakukan untuk saling melindungi satu sama lainnya, “MAri kita lihat seberapa erat kalian bisa bertahan.” gumamnya mulai bergerak.
untuk percobaan Laka berusaha untuk menyerang salah satu dari mereka, tapi beberapa langkah mendekat muncul sebuah serangan yang berusaha melindungi orang yang berada di dekatnya.
saat lokasi diketahui, Laka segera mundur untuk mencari target baru, dan kembali saat ia menarget salah satu dari mereka akan muncul satu dua orang yang akan saling melindungi untuk rekan mereka tidak tertangkap.
“Rencana yang bagus,” ujarnya cukup keras.
ia dengan sungguh-sungguh ia berikan pujian dengan bagaimana pergerakan mereka yang sudah sangat tersusun rapi.
“Tapi hanya dengan ini masih belum cukup!” lanjutnya membuat semua orang yang ada disana langsung gugup.
Laka hanya sedikit menjauh hingga ia tidak lagi terlihat oleh orang-orang dari kelompok Ana, dan hanya dalam beberapa saat ia memberikan kejutan dengan beberapa orang yang bisa melihatnya.
Inti dari koordinasi mereka adalah suara, orang-orang ini sangat peka terhadap suara, sehingga dengan memanfaatkan itu mereka bisa melihat dengan atau membaca gerak-gerik dari Laka walaupun hanya dengan sesat.
Dan siapa pun yang merasakan keberadaannya akan memberikan kode terhadap orang terdekatnya untuk segera saling bantu, mereka awalnya berniat untuk melawan laka dengan cara ini tapi pada akhirnya mereka hanya menggunakannya untuk terus bertahan dari serangan dari Laka.
Hanya dengan menggunakan beberapa tulang manusia yang dia melemparkannya acak, sudah cukup untuk membuat orang -orang yang berada di dekat orang yang berusaha ditargetkan menjadi lengah.
Sehingga memanfaatkan celah yang terbuka sesaat itu ia dengan cepat menculik mereka yang memang ia incar.
Beberapa kali ia mempermainkan mereka, dengan hanya menyerang tanpa mengeliminasi, yang membuat kelompok ana semakin frustasi di pukuli dalam pertahanan yang berusaha mereka bentuk.
“Tetap tenang, susun kembali apa yang kalian ingin lakukan dan berusahalah untuk mengetahui letak keberadaanku,” setelah jumlah mereka sudah berkurang setengahnya, Laka segera memberikan mereka kesempatan untuk mengatur posisi.
“Lakukan dengan cepat!” sambil terus memberikan arahan, lanjutnya tetap memberikan mereka pukulan, Laka saat itu benar-benar memberikan pelatihan.
__ADS_1
Jika ada kekurangan dari setiap pergerakan yang mereka lakukan maka ia akan memberikan arahan untuk membuat instin mereka tetap jalan, arahan yang dia berikanberfugsi untuk membuat pergerakan mereka semakin membaik sedangkan pukulannya melatih agar refleks mereka akan tetap terus berkembang
Orang yang paling banyak mendapatkan arahan adalah dua orang yang menjadi pengawal dari Ana. “Kalian berdua memiliki koneksi yang bagus satu sama lainnya, tapi Selain itu kalian tidak memiliki apa-apa jika tidak bisa menggunakan koneksi itu dengan lebih baik.” ujarnya setelah ia mengalahkan mereka berdua dalam sebuah pertempuran yang cukup lama.
Sekarang hanya menyisakan ANa, beberapa kali ia sudah berhadapan dengan laka, tapi dalam beberapa kali mereka bertarung, beberapa kali pula ana bisa kabur, Sehingga ia menjadi orang terakhir yang harus mereka tangkap.
Beberapa anak mulai mendiskusikan seberapa lama Ana bisa bertahan dari kejaran LAka di dalam sana, keunggulan Ana daripada LAka adalah kemampuan ketangkasannya, dan beberapa kali ia memanfaatkan itu dengan cukup baik.
Ana tidak memaksa Laka dalam sebuah pertempuran langsung, ia mengajaknya dalam aksi saling kejar kejaran, dan itu terbukti berhasil, Laka saat ini terbukti sedang berusaha melatih Sihir batinnya.
Sehingga ada batas yang bisa ia miliki dalam masalah ketangkasan, “Bukankah kau terlalu lama,” ujar ana, melihat Laka yang kesusahan dalam mengejarnya.
Tapi alangkah terkejutnya ia awalnya yang berpikir kalau laka yang berada di belakangnya telah menghilang. tahu akan hal itu, ia segera waspada, dan berusaha mencari keberadaan dari Laka,
“kiri,” ujar Laka tapi ia muncul dari kanan dan bersiap untuk melancarkan sebuah tendangan.
Tendangan itu cukup kuat, tapi beruntung Ana sudah merasakan keberadaan dari laka Sehingga ia masih bisa menghindari serangan tersebut, Laka tidak berhenti sampai sana saja ia beberapa kali ia melepaskan serangan acak.
Ana mendengarkan ia berusaha sekeras mungkin untuk bisa menguasai sihir batin, Sehingga apapun yang dikatakan oleh laka sebisa mungkin ia akan berusaha mendengarkan.
“Apa kau masih ingat dengan ucapanmu yang akan melakukan apapun jika aku ingin melatih kalian!” ujar Laka tiba-tiba.
Perkataan dari laka membuat perhatiannya asempat teralihkan, Sehingga saat ada serangan yang datang kepadanya ia tidak lagi bisa menghindar, alhasil ia terkena dengan telak tendangan dari laka.
“Curang! Curang! curang!” Ana tidak terima karena ia tahu Laka sengaja untuk mengalihkan perhatiannya.
“Lanjutkan!” balas Laka yang tidak hentikan seragamnya.
Ana berusaha sekuat tenaga untuk kembali tenang dan berusaha menghindari serangan dari Lakalasi yang terlihat sangat serius.
__ADS_1
“Aku memiliki niat untuk mencari tahu alasan kenapa disini, dan apa kita memang berada di bawah perintah dari pemerintahan indonesia.”
Melihat Ana Sudah kembali fokus ia mulai menceritakan rencananya untuk mencari tahu beberapa hal yang selama ini mengganggu pikirannya.
“Jangan merespon,” Dengarkan saja apa yang aku katakan.
Ada alasan kenapa Laka terus menggunakan blok Z untuk area latihan mereka, itu tidak lain menurutnya area ini adalah area paling aman untuk mereka mendiskusikan sesuatu.
ia tahu area saat ini sedang diawasi namun ia tahu kalau mereka yang sedang mengawasinya tidak mengetahui dengan apa yang dia ucapkan Sehingga selama mereka bertarung sambil berbicara seharusnya tidak menjadi masalah.
“Pada saat aku menemukan cela aku harap kau bisa memberikan bantuan dalam rencanaku itu.”
Tutup Lakalasi yang memberikan pukulan telak kepada hingga ia tidak lagi mampu bangun, beberapa kali ia membicarakan ini dengan anto atau sebelumnya bernama Yeli, dan tidak ada respon dari tiga orang bertopeng.
Semenjak itu Laka tahu kalau area ini masih kurang dalam ilmu menyadap Suara, rencana yang dia lakukan disusun dengan sangat baik, dan Sebisa Mungkin tidak ada cela untuk mereka bisa ketahuan.
“Untuk hari ini cukup sekian! aku juga perlu untuk memulihkan tenaga dan mana untuk melatih kaian!” ujarnya setelah ia membawa Ana yang saat itu dalam keadaan pingsan.
Setelah mendengar itu satu persatu dari mereka segera meninggalkan Blok Z disana hanya menyisakan LAkalasi dan Anto semata.
“Perkembangan mereka sudah sangat baik, seharusnya dalam waktu tiga atau empat kali percobaan kalian sudah bisa merasakan apa itu sihir batin.” ujar Laka kepada Anto.
“Ya, jujur aku tidak peduli karena aku memiliki rencanaku sendiri! btw apa ia sudah tahu rencana kita.”
Anto membalas Laka dengan acuh tak acuh, rencana ini adalah rencana mereka berdua, dan membutuhkan waktu untuk melakukan eksekusinya.
“Ya, yang menjadi masalah waktu untuk megeksekusinya.” ujar Laka jujur
“Tunggu perkembangan anak-anak bisa lebih cepat pasti akan ada cela untuk melakukan rencana ini,” balas anto.
__ADS_1