
Sambil terus menunggu ia berusaha untuk terus menjaga kebugaran tubuhnya, laka awalnya berusaha untuk menghitung berapa lama ia berada disini, namun karena sudah terlalu lama ia akhirnya bosan, ia juga bahkan ragu perhitungannya benar karena tidak ada sinar matahari tentu akan sulit mengetahui jam.
setelah penantian yang sangat panjang akhirnya ia mendapatkan yang ia inginkan yaitu keluar dari ruangan terkutuk itu.
Namun berbeda dengan apa yang dia harapkan, tidak ada apa-apa saat ia keluar, ia hanya melihat banyak lampu kecil yang memberikan sedikit penerangan dalam lorong tempat ia berada.
padahal saat itu ia sudah bersiap untuk melawan jika ada seseorang yang menyeretnya, ia sedikit menenangkan pikirannya sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangan yang cukup lama ia tinggali, apalagi ia memang memerlukan waktu membiasakan matanya yang kini telah mendapatkan cahaya.
setelah ia mendapatkan sedikit penerangan ia akhirnya bisa melihat kalau tempat ia ditahan selama ini adalah sebuah ruangan yang mirip seperti penjarah memiliki banyak ruangan dan sesuai dengan apa yang kira saat pertama kali sampai disini, tidak hanya dirinya yang ditahan namun banyak anak yang lainnya berada disana.
tapi semakin ia melihat semakin ia tahu kalau ia satu satunya yang berhasil bertahan dari tempat ini.
setelah puas melihat ia akhirnya pergi menuju jalan selanjutnya namun perhatianya sempat teralihkan pada sebuah tulisan, “Blok z”
laka terus berjalan, ia sampai di blok selanjutnya disana ia melihat ada tiga orang yang berhasil selamat.
ketiga orang tersebut terlihat berusaha menyapa Laka tapi di acuhkan, laka terus berjalan, dan menemukan ruangan ini tersusun sesuai dengan abjad, dan semakin tinggi abjadnya maka semakin banyak orang yang akan selamat.
Laka tidak peduli dengan mereka semua, ia terus berjalan hingga akhirnya keluar dari bangunan penjara yang terus menggekangnya selama ini, yang ia butuhkan adalah jalan keluar.
“Sial sepertinya aku memang terlalu cepat untuk berharap,” gumamnya setelah keluar dari bangunan itu, ia malah menemukan sebuah fasilitas yang sangat besar, disana terdapat sebuah bagunan dimana tidak ada ****** keluar disana.
dari sekali lihat saja ia sudah mengetahui kalau saat ini ia berada dalam fasilitas ruangan bawah tanah, dan dalam keadaan seperti itu akan sangat sulit untuk menemukan jalan keluar
anak yang ada di belakangnya, juga merasakan hal yang sama dengan apa yang laka rasakan, tapi mereka adalah orang-orang yang sudah merasakan penderitaan terkurung sangat lama, sehingga mereka mulai bisa membiasakan diri dengan kejadian-kejadian yang tidak terduga.
__ADS_1
beberapa anak berusaha menjadi pemimpin dengan mengarahkan yang lainnya untuk saling berbagi informasi, hanya Laka yang berusaha untuk mengambil jarak dari mereka.
setelah mereka berkumpul mereka segera mendapatkan jawaban dari setiap pertayaan yang ada di kepalanya.
“selamat bagi yang berhasil bertahan, mungkin ada diantara kalian yang bertanya tanya dimana kalian saat ini, maka jawabanya kalian saat ini berada dalam fasilitas pelatihan pembunuh bayaran dari pemerintah indonesia.”
“untuk kedepanya kalian akan di latih untuk menjadi pembunuh bayaran yang sangat ahli yang dapat di gunakan oleh pemeritah.”
satu persatu pemberitahuan akhirnya mereka dapatkan, yang intinya mereka yang saat ini akan dilatih untuk menjadi seorang pembunuh, yang akan menjadi pasukan khusus yang akan digunakan militer.
“aku harus tenang, suatu saat aku pasti akan membunuh mereka yang telah menahanku disini,” gumam laka yang berusaha untuk menenakan dirinya.
terlihat anak-anak yang ada di sini juga sudah sadar akan posisi mereka walaupun mereka marah mereka hanya bisa bisa mengepalkan tangan.
menahan amarah mereka untuk tidak meluap, “Bagus kalian sepertinya sudah mengerti bagaimana posisi kalian, asal kalian tahu saja di dalam sini tidak ada jalan keluar kecuali yang ada diatas sana, dan juga itu dari sanalah secara bertahap kalian akan mendapatkan makanan.”
setelah puas mendengarkan, laka segera pergi untuk mengambil posisinya. ia dari awal tidak ingin terlalu menjaling hubungan dengan anak-anak yang ada disini.
awalanya ia mengambil jarak karena ia merasa marah karena ruanganya adalah yang paling parah, tapi sekarang setalah mendegar apa yang suara itu katakan, cepat atau lambat suatu saat nanti mereka akan berada dalam keadaan saling bertarung.
jadi yang terbaik sebisa mungkin ia tidak menjalin hubungan kekeluargaan dengan anak-anak yang ada ditempat ini.
setelah tiga hari mereka tidak menemukan apa-apa selain mereka semua yang semakin dekat, bahkan mereka mulai membentuk fraksi mereka sendiri.
fraksi pertama dibentuk oleh tiga orang yang berasal dari ruangan Y, faksi itu cukup menarik karena itu diketuai oleh seorang perempuan.
faksi kedua. di bentuk oleh seorang yang memiliki muka preman dan sepertinya ia terus membully orang yang lebih lemah darinya.
__ADS_1
yang ketiga adalah faksi paling tenang, ia di ketuai oleh seorang laki-laki yang sepertinya cukup pintar mengenalisisa suasa, dan ia berhasil menarik perhatian banyak orang hanya dengan kata katanya.
hanya lakalasi yang tidak bergabung dengan faksi manapun, walaupun seperti itu ia tidak tergangu dengan terbagi tiganya faksi yang ada disini.
selama beberapa hari ini distribusi makanan masih terus merata hingga satu minggu kemudian, sebuah perubahan besar mulai terlihat.
itu saat jadwal pemberian makanan, terlihat jumlahnya sudah mulai dikurangi mereka mulai khawatir, dan mereka kebingungan harus melakukan apa.
tidak ada yang berani mengambilnya, laka yang tidak peduli dengan perdebatan yang ada disana berjalan dengan tidak peduli sekitar dan mengambil makanan sesuai dengan apa yang biasa dia ambil.
“tunggu!!” ucap rendi, ia adalah pemimpin dari faksi kedua, ia sudah lama tidak suka dengan gaya Laka Sehingga ia merasa sudah saatnya memberikan anak itu sebuah pelajaran.
tapi laka tidak mendengarkan, ia berjalan seolah-olah tidak ada yang menyapahnya, karena Jengkel Rendi memegang pundak dari laka karena saat itu ia memang berada dalam posisi belakang laka.
lakalasi dari awal tidak ingin berbasa basi dengan mereka, sehingga saat ada kesempatan ia memegang lengan dari rendi dengan sekali hentakkan ia segera membantingnya ke tanah.
laka tidak berhenti sampai disana saja, setelah rendi sudah berada di bawahnya, ia masih terus melanjutkan serangannya beberapa pukulan ia lontarkan kepada rendi, hingga terlihat rendi tdak lagi bisa melawan.
“Sudah! apa kau benar-benar ingin membunuhnya,” ucap perempuan yang merupakan pemimpin dari faksi pertama sambil menahan pukulan dari laka.
laka sama sekali tidak menjawab, ia hanya menurut dan membebaskan rendi dan pergi ketempat asalnya untuk tidur dan berlatih.
walaupun sudah beberapa Hari laka masih terus mengunakan lokasi tahanannya sebagai tempat tidur, dan saat ia berada tidak ada satu pun orang yang berani untuk memasukinya.
di hari selanjutnya mereka mendapati sudah ada tiga orang yang sudah menunggu mereka di lapangan terbuka.
terlihat ketiga orang tersebut mengunakan topeng yang membuat muka mereka tidak terlihat, semua orang yang ada disana di suruh berbaris sesuai dengan faksi tempat mereka bernaung.
__ADS_1
karena Laka tidak berada di faksi manapun ia dengan asal-asalan berdiri dari baris faksi pertama. sambil mendegarkan apa yang akan dilakukan tiga orang laki laki bertopeng yang ada di depan mereka.