DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)

DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)
mati


__ADS_3

Setelah lakalasi tertangkap! ia  tidak lagi bisa kabur karena saat itu di bawah arahan dari Luang, ia dikunci dengan sangat baik, sehingga tidak kabur dari segala arah yang ada disana.


Keungulannya bertarung dibawah kegelapan sudah hilang sehingga dalam pertarungan seperti ini ia tidak lagi bisa untuk mendominasi pertarungan, karena memang dalam pertarungan langsung laka di tidak bisa melakukan apa-apa di hadapan sebuah pasukan khsus seperti ini.


“saat aku mengatakan beberapa orang yang terlibat dalam masalah kami telah hadir di tempat ini, kalian terlihat memiliki ekspresi wajah yang sedikit berubah, apa itu karena kalian yang membuat permintaan pembunuhan terhadap putra cahaya Elang putih.”


“Diam! jika kau memang pebunuh jangan pernah membuat kami terlibat dalam rencanamu,” ucap seseorang petinggi yang berasal dari banteng merah yang terlihat marah karena LAkalasi membawah bawah mereka dalam masalah yang dia cipatakan.


“Betulkah! jadi apa aku harus minta maaf karena melibatkan kalian orang-orang suci tampah dosa!” balas LAka acuh tak acuh.


KEadaannya saat ini sudah sangat parah! karena memang satu persatu dari anggota dari banteng merah berusaha memukulnya.


“Diam!!” Ujar luang saat melihat Lakalasi terus memberikan propokasinya kepada para anak buah yang dia miliki.


dalam hatinya ia sangat takjub dengan pendirian  dari anak itu, segala siksaan ia telah berikan kepadanya, tapi ia tidak bisa mendapatkan apa-apa, ia saat itu sangat takut jika masih ada beberapa jebakan atau bukti yang dimiliki anak itu yang membuat elang putih akan tahu kalau dalang sebenarnya dari pembunuhan putra cahaya adalah Mengawati atau pemimpin dari banteng merah.


“Bunuh dia.” ujarnya, karena tidak ada yang bisa ia dapatkan, ia segera memberikan perintah pembunuhan kepada lakalasi.


segera setelah itu orang yang paling dekat dengan anak itu segera bersiap untuk membunuh lakalasi, “Tunggu!!” sebuah suara yang sangat besar berusaha menhetikan orang itu membunuh lakalasi.


ia tidak lain adalah Agli yang tidak terima luang berusaha menhetinkannya bertemu dengan anak yang bernama lakalasi itu! 


“Ada apa denganmu, bukan kah sudah perjanjian jika aku juga perluh mencari tahu beberapa hal kepadanya, terutama alasannya melakukan pembunhan kepada Putra!” bentak agli setalah ia berhasil menhetikan orang yang hampir saja membunuh Lakalasi.


“Bukankah sangat terlihat kalau ia sangat takut kalau kita bertemu!” 

__ADS_1


dengan sisa- sisa kekuatan yang ia miliki Lakalasi masih berusaha untuk membalas percakapan mereka.


“itu, hanya karena kau terlalu lama! lagian ini sangat keras kepala! lihat apa yang kami telah lakukan kepadanya, tapi kami tidak mendapatkan apa-apa,” balas luang tenanggg walaupun ia sudah mendapatkan serangan dari lakalasi berupa tuduhan.


“hanya  karena kalian tidak tahu cara menyiksa! bukan berarti kami tidak bisa melakukannya!” balas Agli santai.


mereka juga telah kedatangan dere yang terlihat hanya terseum melihat kondisi dari lakalasi yang sudah sangat parah! “halo, sepertinya kau cukup senang melihat kondisiku,” sapa Lakalasi melihat kedatangan dari dere.


“Lumanyan! tapi sekarang aku harus berkata maaf karena tawaranku tidak lagi berlaku,” balas Dere santai, walaupun  lakalasi tidak mengatakanya ia mengira lakalasi akan berusaha meminta bantuannya untuk lepas dari siksaan tersebut.


“Hahaha! setidaknya aku mendapatkan beberapa hal lucu sebelum kematianku!” terdegar sedikit tawa dari lakalasi setelah mendegar balasan dari Dere.


“Apa yang kau tertawakan!” balas Agli yang memberikan pukulan kepada LAkalasi.


“Menurutku lucu! saat kalian para orang dewasa merasa sangat pintar, pada hal kaliaan tidak mengetahui apa-apa…” ujar lakalasi sambil memberikan Lirikan kepada Agli dan Luang.


“Apa kau benar-benar tidak menyesal telah membunuh putra, seandainya kau kabur menuju negara lain bukankah hidupmu akan menjadi lebih tenang!” ujar agli penasaran alasan kenapa ia melanjutkan misi walaupun ia tahu kalau penyokongnnya sebenarnya telah di bunuh.


“apa yang membedakan kalau aku membunuhnya sekarang atau nanti! kalian para penguasa telah mencipatakan kami, jadi setidaknya sebelum aku mati, aku harus memberikan Hadiah kepada para pencipta kami kalau produk yang dia buat sama sekali tidak gagal.” Ucap lakalasi lemah.


“Dari tadi kau bilang kalau kamilah yang telah menciptakanmu, bagaimana kami menciptakanmu apa di elang putih ada seorang penghianat,” 


“aku tidak akan mengatakan banyak karena apapun yang aku katakan pasti  akan berakhir akan kematianku! tapi aku akan mengajakmu para aggota dari elang putih berpikir, cobalah berpikir menurutmu dari mana segala informasi tentang ruangan yang ada dalam kediaman Putra sedangkan sudah lebih dari 3 tahun kediaman dari putra selalu di jaga kekat dan sangat jarang ada orang  yang tahu dengan baik detail dari dalam ruangan itu!”  


sebuah penjelasan yang membuat semua orang yang ada disana menjadi semakin tegang, “Dan asalkan kalian tahu aku dan rekanku paling lama adalah dua tahun sehingga ada waktu dimana para komunis itu mendapatkan dena dari ruanggan putra  untuk membuatnya menjadi area berlatih bagi para calon assasin.

__ADS_1


“Jangan dengarkan dia, ia hanya berusaha membuat kita saling bertarung di tempat ini,” ujar luang tenang.


“KAu diam, aku tahu apa yang aku lakukan, urusan kita  setelah masalah ini selesai!” balas Agli sangat tegas.


ia mungkin termasuk dalam kalangan pintar atau pemikir tapi IA mengerti dengan apa yang Lakalasi Madsud.


“aku akui bakatmu adalah yang terbaik yang pernah saya lihat selama beberapa abad ini, jadi aku harap kau bertobat dan bergabunglah dengan Elang putih dan tebuslah dosa-dosamu disana!” 


tanpa diduga Agli berusaha mengambil tindakan yang sangat berbeda dengan harapan orang kebanyakan, “Hy, hy, hy, kau yakin dengan apa yang kau katakan!” balas Dere dengan sedikit terseyum.


“dengan bakat seperti itu, seharusnya tidak ada masalah, walaupun mungkin akan ada beberapa kemarahan dari ayah putra, tapi melihat bakatnya seharusnya banyak pemimpin yang akan menyetujui permintaanku.


“Maaf, tapi aku tidak tertarik, aku sudah terlalu lela, dan aku berharap bisa bertemu dengan teman-temanku,” balas LAkalasi lemah.


ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk melakukan perlawan kepada mereka satu satunya yang dia inginkan saat ini adalah mati dan bertemu dengan teman-temannya.


“Berpikirlah dengan baik! semua ini untuk masa depanmu sendiri.” balas Agli yang masih berusaha memberikan bujukan kepada lakalasi.


ia sangat berharap untuk membuat lakalasi menjadi pengganti dari putra, dengan sosok pengganti seperti lakalasi maka itu akan menjadi semakin baik untuknya.


“Maaf, tapi aku masih tidak berniat, aku mungkin lebih baik mati, daripada menjadi boneka seperti apa yang terjadi kepada orang yang aku bunuh,” balasnya lagi.


“Sepertinya kau memang perlu mati dengan keadaan mengenaskan,” balas Agli yang sudah kecewa karena harapannya yang tidak terkabul.


Ia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari cincin penyimpanya, dengan mengunakan cincin tersebut ia menusuk mata dari Lakalasi dengan sangat kejam, Agli berusaha sebaik mungkin untuk membuat mata itu tidak memiliki kesempatan untuk sembuh, setelah ia ia mematahkan salah kaki lakalasi hingga membuatnya tidak bisa berjalan.

__ADS_1


setelah ia melakukan semua ia dia inginkan ia segera menyeret lakalasi dengan paksa menuju ruangan ia tadi bersama dengan  dere, niatnya adalah membuat kematian dari lakalasi menderita karena terus di makan ular beracun dan berbagai hewan yang adalah ruangan tersebut.


__ADS_2