
Setelan ia merasa sudah membunuh si penyusup, putra kembali berniat untuk melakukan kegiatannya yang sempat tertunda.
"Maaf! jangan bilang kau percaya hanya kau yang memiliki kekuatan dream di dunia ini!" Ujar laka yang kembali muncul entah dari mana.
Kembali putra tidak berniat berbasa-basi dengan masalah laka, ia segera menggunakan kekuatan dream miliknya untuk menebas laka.
Kali ini terlihat dengan jelas bahwa laka sudah terbela menjadi dua bagian, "Jika hanya ini kemampuan sang putra cahaya bukankah itu terlalu membosankan."
Walaupun dengan sangat jelas laka sudah terbela menjadi dua bagian, tapi kembali ia muncul dengan keadaan tidak apa-apa, putra mulai berpikir jika kekuatan dream milik sang penyerang adalah kemampuan elemen seperti apa yang ia miliki jadi ia segera menggunakan sihir penguatan untuk bisa melukainya.
Namun kembali apa yang ia lakukan menjadi sia-sia, karena seberapa keras ia membunuh laka, maka lawannya itu masih bisa kembali dalam keadaan seperti semula.
"Apa yang sebenarnya terjadi! Ini tidak adil jika memang ada kekuatan dream seperti apa yang kau miliki!" Ujarnya putra yang kelelahan dan tidak bisa melakukan apa-apa.
"Maaf tapi kau tidak pantas mengatakan itu!" Balas laka yang sudah bersiap dengan pedang di tangan untuk membunuh putra.
Dan "Baamm," dengan satu kali tebasan ia berhasil menebas kepala putra.
Lakalasi sangat kecewa dengan targetnya yang ternyata sangat lemah, hanya untuk membunuh anak itu mereka harus membunuh ribuan anak lainnya hanya untuk dilatih sebagai pembunuh bayaran.
Yang ternyata target yang ia bunuh dapat diselesaikan dengan sangat mudahnya.
Setelah membunuh putra, ia segera pergi dari tempat tersebut karena ia tahu kalau tempat itu akan segera penuh dengan berbagai orang.
Bahkan saat ia sudah berada di depan sana ia sudah melihat Orang-orang yang berkerumun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana.
Lakalasi tentu tidak bodoh dengan pergi melalui pintu depan, sehingga saat Orang-orang yang ada disana telah rame ia masih pergi dengan mudah.
Salah satu hal yang membuatnya sangat percaya diri untuk sempet mempermainkan putra adalah ia yakin walaupun ada keributan di kediaman tersebut mereka yang ada di luar sana tidak akan berani masuk.
Dan memang tidak sembarangan orang yang dipersilahkan masuk karena mereka takut kalau kebiasaan buruk putra akan tersebar luas.
__ADS_1
Makanya saat ada sebuah keributan besar yang terjadi di dalam sana bukannya mengecek apa yang terjadi mereka malah mereka harus melaporkan masalah tersebut kepada guru atau orng tua putra untuk mendapatkan ijin mengecek ke dalam sana.
Sedangkan para petinggi, saat ini sedang menyambut kedatangan luang yang bersama rombongan nya.
Tentu kedatangannya ke tempat ini adalah untuk melakukan penjagaan kepada putra sekaligus melakukan pengejaran terhadap lakalasi.
Saat itu mereka sedang melakukan basa-basi ringan dengan petinggi elang putih, tiba-tiba mereka mendapatkan laporan terdapat keributan di dalam kediaman putra.
"Sial kita terlambat! " Ucap luang yang berlari sekuat tenaga untuk mengecek keadaan yang ada di dalam sana.
Saat mereka masuk mereka di sana sudah tergeletak mayat putra yang sudah terpisah dengan kepalanya.
Hal ini membuat semua orang yang ada disana terkejut bukan main, Luang sendiri segera memberikan perintah untuk segera melakukan pencarian terhadap sang pembunuh karena dia yakin sang pembunuh masih belum terlalu jauh.
Semua orang yang ada dalam markas Elang putih segera bergerak untuk menemukan sang pembunuh, pemeriksaan ketaat segera dilakukan.
Sehingga ia segera terpikirkan untuk melakukan pengalihan. Sehingga ia awalnya yang sudah berada di dalam gerbang kembali masuk ke dalam kastil mereka untuk membuat kekacauan menjadi lebih besar.
Di sana ia bergerak menuju tempat penjara yang juga sama dengan tempat awal anak-anak dikurung.
Dalam penjara tersebut ia melepaskan para tahanan. Dan membunuh Orang-orang yang ia lewati untuk membuat kekacauan menjadi lebih besar.
Luang juga tidak bisa banyak bergerak karena saat ini ia perluh memberikan banyak penjelasan kepada prabowo sebagai petinggi utama elang putih.
Dengan menggunakan gki sebagai tumbal mereka berhasil Lolos dari tuduhan tapi tentu pemimpin elang putih saat itu masih belum percaya dengan perkataan luang yang terdengar memiliki banyak cela.
Saat kekacauan semakin membesar sebagai kekuatan dari guild ia harus menyelesaikan dengan menangkap kembali para tahanan yang terlepas dan mempercayakan penangkapan sang assasin kepada luang dan agli untuk menyelesaikannya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah dua guild yang selama ini terlibat perang dingin melakukan aliansi untuk menangkap satu orang anak.
__ADS_1
Laka bersama dengan para tahanan lainnya terus bertarung untuk bisa keluar dari tempat ini.
Ia berperan dengan baik sebagai tahanan seringkali Ia akan membantu para tahanan yang ada disana untuk bisa bertahan lebih lama.
"Bergerak ke depan!" Teriaknya mengarahkan para tahanan menuju gerbang.
Lakalasi memberikan arahan secara sembunyi-sembuyi, untuk mengarahkan para tahanan untuk menuju gerbang.
Semuanya menjadi semakin kacau saat para petinggi elang putih mulai bermunculan, dan beberapa dari mereka adalah orng yang masuk dalam daftar orang yang harus ia waspadai.
Saat melakukan riset ia sudah mencari tahu beberapa petinggi yang harus ia waspadai.
Jika mungkin ada yang bisa ia syukuri para petinggi dari anggota tni masih belum datang sehingga ia masih memiliki kesempatan untuk kabur.
Pertarungan melawan dere memberikannya banyak pelajaran bahwa untuk orang yang memiliki energi mental yang kuat maka itu sangat sulit terkena dalam efek dream miliknya.
Alasan ia berhasil mengelabui dere adalah dere saat itu sempat tergoyahkan saat lakalasi membahas ada ribuan anak yang bersama dengannya telah mati.
Itu dimanfaatkan dengan baik oleh lakalasi untuk segera mengaktifkan kemampuan dream miliknya dan kabur dari markas tni.
Setelah bersabar dan mengunakan kemampuan dreamnya untuk membuat para anggota biasa salah mengenalnya, dan ada sedikit cela sehingga ia saat itu bisa kabur dari tempat para anggota elang putih.
"Anak ini benar-benar memiliki kemampuan bahkan dibawah pengawasan dua guild besar ia bahkan masih bisa meninggalkan tempat ini,"
Luang terkagum-kagum saat mengetahui ia bahkan tidak dapat menemukan sang pembunuh walaupun mereka sudah bekerja sama dengan elang putih.
"Kita sebaiknya menemukan anak itu jika itu baik itu kau dan aku akan mendapatkan masalah besar!" Agli sedikit panik saat ia tidak dapat menemukan anak tersebut melihat suasana dari orang-orang di guildnya.
Ia bisa saja mendapatkan masalah, "Apa kau yakin sudah berhasil melukainya dengan parah! Kau tidak tertipu dengan kemampuan ilusinya bukan!"
Luang saat ini berpikir dimana area terbaik untuk menemukan tujuan dari sang pembunuh jika ada yang bisa mereka bisa temukan maka itu bisa menjadi petunjuk yang baik untuk mereka.
__ADS_1