
Baik itu yang dikejar atau yang mengejar, semuanya sedang bergerak cepat untuk sampai di tujuan mereka masing-masing.
"Anak itu seharusnya sudah mengetahui kehancuran dari Gki, jadi satu-satunya yang bisa menjadi tempatnya untuk kabur dan bersembunyi hanyalah tempat mereka dulu di latih!"
Luang segera mengambil kesimpulan tentang tempat tujuan dari lakalasi akan bersembunyi.
"Jadi tunggu apalagi segera temukan lokasi itu, kita tidak memiliki banyak waktu! " Balas agli.
Bos dari elang putih saat ini sudah memberikan mereka kesempatan, karena setelah ia menyelesaikan masalah tahanan, sebagai pemimpin tertinggi dari elang putih ia harus memberikan penjelasan kepada orang tua putra.
Saat sang bos tertinggi menyelesaikan masalah- masalah kecil! maka itu adalah waktu untuk mereka segera menyelesaikan masalah anak ini, jika tidak mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat membahayakan.
Mereka akan membutuhkan waktu untuk mencari tahu lokasi dari persembunyian dari lakalasi sedangkan LAkalasi sendiri sebenarnya sudah menunggu mereka untuk datang.
"Setelah ini selesai aku akan segera menyusul kalian," ujarnya yang saat ini sedang menyiapkan berbagai jebakan untuk tamunya yang sebentar lagi akan datang.
Lakalasi pada dasarnya hanya ingin membuat rencananya dalam jangka pendek, sehingga ia tidak akan peduli dengan apa yang terjadi dengannya.
Ia akan mempersiapkan tempat ini menjadi kuburannya dan membawah sebanyak mungkin orang dari guild untuk mati bersama dengan nya.
Dari awal ia sudah kebingungan semua yang ia lakukan hanya terus mengalir seperti air, lakalasi hanya berusaha untuk bisa bertahan lebih lama lagi.
"Atau mungkin jika nanti aku berhasil selamat dari kejaran mereka, menikmati hidup bersama beberapa gadis cantik mungkin menyenangkan!"
Ia mulai menhayalkan berbagai hal aneh yang pernah ia dengar dari kepala, "saat pertama kali aku keluar dari kurungan hal yang pertama aku lakukan adalah berusaha menjauh dari mereka karena takut aku akan memiliki hubungan yang baik dengan mereka! Tapi pada akhirnya aku malah terjebak dalam hubungan seperti yang aku khawatirkan!"
__ADS_1
Saat ia sedang mengerjakan beberapa jebakan dalam ruang tahanan ia tiba-tiba mengingat bagaimana ia berusaha menjauhi ana yang berusaha mengajaknya bergabung di kelompok nya yang ia bentuk.
"Aku mulai merasa sedikit bersalah dengan rendi!" Ia juga mulai mengingat anak yang dulu sempat ia banting.
Pada akhirnya ia jagalah yang membunuhnya! Bukan hanya ia merasa sudah cukup dekat dengan anak-anak yang sudah hidup disini tapi ia juga merasakan rasa bersalah karena ia juga sudah membunuh cukup banyak orang untuk ia bisa bertahan hidup namun pada akhirnya tetap berada ditempat ini.
Ia berharap setelah ia membunuh mereka semua, beban ia tanggung saat bertemu mereka di atas sana mungkin bisa sedikit berkurang.
Kembali lagi ke aliansi luang dan agli, setelah melakukan pencarian mereka akhirnya menemukan apa yang dia cari sehingga bersama dengan kekuatan tempur terbaik yang mereka miliki akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat kesana.
Tidak membutuhkan waktu lama karena memang berbagai kendaraan sudah disiapkan sejak lama.
Tempat itu masih berada di pulau yang sama namun cukup dekat dengan perbatasan dua negara sehingga mereka membutuhkan paras tni untuk mengatasi adanya ancaman dari luar.
Jadinya dere harus dilibatkan dalam masalah tersebut, dan dere yang memang terlihat tertarik dengan masalah yang melibatkan lakalasi sehingga ia dengan cepat setuju.
Saat masuk kesana orang yng pertama kali terkejut adalah para perwakilan dari elang putih karena area ini sama persis dengan infrastruktur markas mereka.
"Oh wow, ternyata yang datang cukup Banyak, maaf karena tidak bisa menyambut kalian secara langsung! Tapi aku ucapkan selamat datang di tempat kami."
terdengar sebuah suara pemberitahuan untuk menyambut kedatangan mereka.
"Sepertinya para elang kita cukup terkejut melihat pemandangan yang ada di sekitar! Melihat ini seharusnya kalian sudah mengerti bagaimana aku masuk ke dalam markas yang katanya dijaga ketat itu bukan!"
Lakalasi terus memberikan beberapa kata sambutan, "Aku tidak mengerti apa yang terjadi jika bagunan yang ada disini seperti apa yang ada di markas maka kami akan dengan mudah menangkap mu!"
__ADS_1
Agli yang ada disana memotong ucapan dari lakalasi yang masih melakukan ucapan selamat datangnya, "Tolong jangan mengancam itu benar-benar membuatku takut! " terdegar suara ketakutan dari orang yang berbicara.
"Berhentilah memberikannya! Anak ini memiliki kemampuan bacot yang melebihi anak di usia biasa," dere sebagai pihak ketiga memberikan nasehat kepada agli.
"Keluar lah selam kau menyerahkan diri, kami bisa memberikanmu beberapa kelonggaran!" Terdengar ucapan dari luang yang memberikan bujukan kepada lakalasi untuk menyerahkan diri.
"Hahahaha, jangan samakan diriku dengan anak penyuka perempuan dewasa itu! Itu membuatku jijik!" Balas lakalasi.
"Hanya mencoba!" Ujar luang Saat melihat tatapan yang sedang mengarah kepadanya.
Elang putih yang mendegar balasan dari laka marah dan segera menuju ruang yang menurutnya menjadi ruang yang paling memunkikan lakalasi menyiarkan suaranya.
"Serahkan ini kepada elang putih! Kami sudah sangat hapal tempat ini Sehingga akan mudah menemukannya!" Ucap AGli menahan luang dan dere untuk bergerak.
Ia khawatir ruangan yang ada disini sama persis dengan markasnya sehingga itu akan membuat dua orang yang bisa saja menjadi musuh mengetahui lokasi penyimpanan barang penting di markas elang putih.
"Jangan gegabah! Ingat bukan hanya kalian yang mengetahui area ini, dia sudah tahu dengan baik areanya, sehingga memungkinkan ditempat ini yang diburu bukanlah dia melainkan kelompok kalian."
Dere berusaha menjelaskan kalau mereka tidak bisa meremehkan kemampuan anak itu, bukannya mendengar apa yang dere katakan ucapannya itu malah dianggap penghinaan dan dianggap sebagai alasan dere bisa menyelidiki elang putih.
"Ok, kami menyerah! Untuk membuat mu puas kami tidak akan melihat bagunanan utama, dan hanya menyisir area sekitar." Luang akhirnya mencari jalan tengah untuk mereka menjadi lebih tenang.
Agli juga tidak selama bisa menahan mereka selamanya karena setelah beberapa saat mereka tidak mendapatkan kabar apa-apa dari anak yang mereka kirim.
Baru setelah itu area perburuan segera di perluasan untuk memojokan lakalasi.
__ADS_1