
setelah melihat ekspresi anak-anak yang ada disana, mereka mulai menjelaskan maksud dari layar yang muncul di hadapannya “Seharusnya kalian sudah melihat sebuah layar kecil di depan kalian, disana bertuliskan nama, umur, kekuatan, dan mana yang kalian miliki.”
“Ada dua cara untuk mendapatkan kekuatan dunia, yang pertama adalah dengan cara terus berlatih, yang kedua adalah cara paksa Seperti apa yang telah kalian lakukan,”
“Setelah cara paksa telah dilakukan, kini kalian harus tetap melatihnya untuk menjadi semakin kuat lagi.”
kini sebuah ceramah besar dari topeng satu diberikan kepada anak-anak yang ada disana.
“Mulai sekarang kalian akan di latih untuk menguasai sihir pegutan dan sihir batin,” ucap topeng satu menutup ceramah yang cukup panjang itu.
Dari sini mereka telah membangi tiga grup yang akan di latih oleh masing masin pria bertopeng.
Dan Laka sebagai pria yang tidak memiliki faksi bergabung dalam kelompok pertama yang memang memiliki jumlah paling sedikit.
“Untuk orang yang cukup sombong dengan terus menolak bergabung dengan sebuah faksi mana pun, kau miliki mana cukup rendahnya!” ujar ana saat mengetahui kalau Mana yang di miliki laka cukup rendah jika dibandingkan yang lainnya.
Laka memang memiliki poin kekuatan yang cukup tinggi, tapi jika mana yang dia miliki cukup rendah maka ia bisa dikalahkan dengan sihir sihir jarak jauh.
Atau saat mereka bertarung melawan pengguna mana yang lebih besar dengan sihir penguatan tentu ia akan kalah jika Mana yang ia miliki cepat habis.
Ana sebagai pemimpin dari kelompok satu sudah beberapa kali berusaha untuk membujuk laka untuk bergabung bersama dengan kelompoknya.
namun semua itu sering kali berujung kepada penolakan, sehingga ia melihat laka memiliki mana yang cukup rendah dari yang lain ia tidak melewatkan ini untuk sedikit mengejek laka.
mereka baru saja mendiskusikan beberapa hal menyangkut perkembangan mereka disini kedepannya.
Tentu Ana tidak meremehkan laka, ejekan itu hanya untuk menghilangkan rasa frustasinya saat ditolak beberapa kali bergabung dengan kelompoknya.
“Kau bisa mencoba membunuhku kalau kau mau,” balas LAka singkat, sebelum ia meninggalkan ana untuk kembali ke ruangannya.
saat ini mereka dalam proses untuk membuat sihir penguatan untuk diri mereka sendiri, sekali lagi mereka hanya diberikan arahan dan untuk seterusnya mereka diperintahkan untuk mengembangkan sihir mereka sendiri.
jika dilihat kebelakang, sihir penguatan adalah sihir yang pertama kali di kembangkan oleh manusia untuk melawan invasi para monster.
__ADS_1
Dengan menggunakan sihir penguatan mereka bisa menggunakan senjata api yang awalnya tidak bisa menyerang dengan menggunakan sihir penguatan mereka bisa melukai para monster itu.
Bahkan di salah satu negara di afrika hanya bermodalkan sihir penguatan dan tinjunya ia berhasil menjadi salah satu orang terkuat yang ada sekarang.
mereka di berikan waktu selama tiga hari untuk menguasai sihir peguatan, disana mereka juga di sarangkan untuk menambah mana mereka dengan sebuah teknik pernafasan yang diturunkan oleh seseorang.
seperti biasa setelah membincangkan beberapa hal dengan ana, laka akan menuju tempatnya lagi untuk melanjutkan latihannya.
tapi sepertinya ia telah di tunggu oleh beberapa orang yang tidak suka dengan perilakunya.
“sepertinya pukulan kemarin tidak cukup untuk memberikanmu penjelasannya!” balas laka yang melihat kalau orang itu adalah rendi dan para kroconya.
Pukulan Laka tidak akan sembuh begitu saja, Sehingga laka menembak rendi sudah mendapatkan perawatan dari tiga orang bertopeng sehingga luka kemarin sudah sembuh dengan begitu cepatnya.
“Kalau hanya menang satu kali itu sudah membuatmu sangat sombong aku bisa maklum akan hal itu, tapi saat kau masih bisa sombong melihat manamu dan kekuatanmu yang hanya segitu segitu, itu sangat menjengkelkan lo,” ucap rendy tersenyum mengejek.
“Jangan terlalu banyak tanya, majulah!” balas Laka menantang.
Tidak ada lagi basi-basi diantara mereka, dua orang yang dibawa rendi lansung pergi untuk menyerang Laka.
Laka yang sudah siap sama menerima serangan mereka dengan sangat santai. ia bahkan terlihat memberikan perlawan balik saat kepada mereka berdua.
Tidak membutuhkan waktu terlalu lama hingga ia menunmbangkan mereka berdua, setelah itu Kali ini mereka segera berhadapan satu sama lain.
“Setidaknya kalau kau memang ingin berhadapan denganku, kuasai dulu sihir penguatan!” balas Laka yang terus menangkis serangan dari Rendi.
“Btw siapa bilang aku tidak menguasainya,” balas Rendi yang saat itu tiba-tiba tangannya berubah menjadi kehitaman.
Laka sedikit terkejut, sehingga ia sempat terkena satu pukulan dari rendi, satu pukulan rendi, cukup kuat membuat laka terpukul mundur, walaupun ia sudah menahannya menggunakan kedua lengannya.
beruntung di detik-detik terakhir berhasil mengalirkan mana menuju area dimana itu akan terkena pukulan dari rendi.
jika tidak mungkin tangannya yang di pakai untuk menahan pukulan itu mungkin sudah patah.
__ADS_1
kejadian ini bukannya membuatnya takut malah membuatnya semakin bersemangat, “jika kau sekuat ini, berarti aku sudah bisa serius bukan!” ucap Laka dengan sebuah yang bersiap untuk melancarkan sebuah tendangan melompat kepada rendi.
pertarungan antara dua orang ini menjadi semakin sengit, atau lebih tepatnya laka semakin buas untuk menghajar Rendi.
“Bertahanlah lebih lama! temani aku melampiaskan perasaan yang selama ini telah lama ku pendam!” ucap laka dengan sebuah senyuman yang mengerikan.
selama ini ada sebuah perasaan kesal yang sudah terlalu lama di tahan oleh laka sehingga ia perlu mendapatkan pelampiasan, karena melihat kekuatan dari rendi yang sudah berlipat ganda, jadi ia berusaha melampiaskan perasaan kesalnya itu kepada rendi.
tapi rendi baru menguasai sihir penguat ini baru beberapa menit, Sehingga ia tidak bisa mempertahankannya terlalu lama.
ia bahkan tidak memperkuat seluruh tubuhnya Sehingga hanya beberapa anggota tubuhnya yang bisa diperkuat sehingga bagian tubuhnya yang lain masih bisa di serang.
“ini yang terakhir kalinya, jika kita masih terlibat dalam pertempuran itu adalah menjadi akhir hidupmu,” ujar laka.
setelah mengatakan itu ia meninggalkan mereka tampah peduli apa yang terjadi.
moodnya sudah sangat baik karena berhasil melampiaskan kepada Rendi sehingga ia ingin mempertahankannya untuk membuatnya bisa mempelajari sihir penguatan dengan lebih cepat.
dengan pertarungan yang sangat singkat itu, berhasil membuatnya sedikit lebih memahami bagaimana mempertahan sihir penguatan ini.
sebenarnya lakalasi tidak khawatir ia yang tidak bisa menggunakan sihir penguatan, yang dikhawatirkan adalah mananya yang memang sangat rendah.
menurutnya ini disebabkan mana yang dia serap tidak tertampung dengan baik, mana yang dia serap memang melimpah tapi karena kapasitas intinya tidak terlalu luas membuatnya mana yang tersimpan di dalam sana tidak terlalu besar.
jadi untuk pertama-tama ia harus membuat kapasitas mana yang bisa ditampung dalam jantungnya bisa lebih banyak.
jika ia tidak mengatasi masalah ini, ia hanya akan sama dengan rendi ke dua, yang dimana ia hanya akan dengan mudah kalah jika kapasitas mana lawan lebih besar.
ia saat ini benar-benar kebingungan, yang orang-orang itu berikan adalah sebuah cara untuk membuat semua orang bisa menyerapnya lebih banyak Mana.
sedangkan yang dia butuhkan adalah memperluas kapasitas mana yang dia miliki, ia bisa menarik kesimpulan seperti ini setelah ia membicarakan beberapa masalah Ini kepada ana.
saat ia mengunakan mana yang dia miliki dengan cepat itu terisi, sedangkan dari kisah orang lain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengisi Mana yang telah terpakai.
__ADS_1