DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)

DREAM TO THE GOAD (Melihat Siapa Yang Akan Pertamaa Tumbang)
cahaya


__ADS_3

 


Waktu berjalan dengan cepat, dengan cepat  lakalasi yang awalanya tidak mengerti bagaimana memainkan catur kini sudah sangata ahli dalam memainkannya namun seberapa penting langkah yang dia ambil  ia masih terus kalah dengan roh miliknya.


“Sepertinya kau tidak berniat mundur dalam permainan ini!” goda sang roh kepada lakalasi yang terlihat masih kuat setelah ia memainkan sekitar 100 ronde.


“Tidak masalah,aku juga mulai menemukan kalau catur tidak semegerikan yang terlihat,” lakalas yang awalnya terlihat sangat berat untuk bermain kini mengetahui kalau permainan catur tidak semengerikan yang terlihat.


Dulu ia berpikir ini adalah sebuah permainan yang membosankan karena selama dia hidup ia hanya melihat permainan ini hanya dimainkan oleh orang tua.


“dengan permainan seperti ini aku bisa menemanimu bermain sampai kau setuju untuk mengakuiku sebagai orang yang lanyak!” lanjutnya ia saat ini masih berpikir untuk mengambil langkah setiap bidak caturnya.


semakin lama bermain semakin baik langkah yang dia ambil, setiap langkah yang dia ambil lawannya juga menjadi pelajaran berarti  untuknya, terkadang ia juga akan mengalah untuk membuat langkah demi langkah yang akan dia lakukan akan menjadi tararah.


“PAman, bukankah kau hanya orang ke sepian yang berusaha mencari teman bermain!” ujar laka yang merasa roh ini terihat seperti orang tua yang sedang kesepian.


“menurutmu begitu!” balasnya.


“Jangan tersinggung ini hanya sebuah perkataan dari para orang tua yang sering aku lihat bermain catur saat masih tinggal di jalanan,” laka merasa pertanyaan terlalu buruk Sehigga ia segera memperbaikinya.


“Senang melihat kewarasanmu masih terjaga setelah cukup lama berada di bawah tanah!” terlihat lawan bicara terlihat terseyum.


“Entah berapalama aku bisa mempertahakannya, bahkan saat pertama kali membunuh Seseorang tangan ku bergerak dalam waktu yang sangat lama!” balas lakalasi terlihat murung.


“jangan pangil PAman, namaku waru ……. kekuatan ……….” sebuah ucapan waru kepada laka dalam ucapannya secara perlahan laka menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


“Kau tidak perlu wadah karena dari awal wadahku adalah tubuh yang kau miliki.”  lanjutya walaupun terdengar pelang Lakalasi masih bisa mendengarnya dengan baik.


tidak lama ia sudah kembali berada di kamarnya, “Kekuatan memang sangat hebat namun sepertinya aku harus membuatnya menjadi lebih lemah karena akan sangat berbahaya jika aku menjelaskan kekuatan sebenarnya dari kekuatan dream milikku,” setelah tahu kekuatan dream miliknya ia segera sadar kalau akan sangat berbahaya jika mereka tahu bagaimana kekuatan dari dream milikinya.


“Tidak terlalu sulit membuatnya terdengar lebih lemah daripada kekuatan yang sebenarnya,” pikirannya saat ini adalah untuk rahasiaknya karena selama mereka tidak mengetahui kemampuan utama dari kekuatannya ia akan selalu memiliki kartu yang akan mengejutkan lawannya.


“Sekarang yang perlu adalah melatinya sampai waktunya ia dipanggil,” lanjutnya berdiri untuk berlatih hingga ia mengetahui kemampuannya dream milikinya.


tapi setelah ia berdiri untuk berusaha melatihnya,ia kebingungan karena kekuatan dream miliknya membutuhkan sebuah objek untuk apa kekuatannya bisa berfungsi dengan benar atau tidak.


Pada Akhirnya ia hanya terdiam karena tidak tahu harus melakukan apa, dan akhirnya ia memutuskan untuk melatih kekuatan tombaknya. waktu yang dibutuhkan laka adalah 3 hari, dan 3 topeng cukup terkejut saat melihat laka sudah mulai berlatih.


3 topeng terus melihat dari kamera namun ia tidak melihat Laka melatih kemampuan dari Dream miliknya.


“Itu tidak mungkin! jika pun ia gagal dalam prosesnya maka tidak mungkin ia bisa lepas dari jerak waktu setelah minum obat yang kita berikan.” 


topeng satu dengan cepat membantah anggapan dari topeng dua yang lakalasi yang bisa saja gagal dalam berusaha mengaktifkan kekuatan dream miliknya.


 “kekuatan dream tidak selamanya berhubungan dengan kekuatan, ada beberapa kejadian dimana kekuatan dream seseorang adalah sebuah kekuatan yang tidak berguna, dan kalian juga sadar akan hal itu, sangat sedikit orang yang akan mampu ahli di kedua hal yang sama.”


berbeda dengan topeng satu dan topeng  2 topeng tiga sepertinya memiliki pandangannya memiliki pandangannya tersendiri tentang masalah yang lakalasi alami.


“Percuma menebak jangan lupa anak ini sangat pintar, ada kemungkinan ia tidak akan membiarkan kita mengetahui kekuatan asli yang mereka miliki.” balas topeng satu.


hari-hari berikutnya satu persatu dari anak-anak yang ada disana menjadi terbangunkan, mereka terbangunkan dalam keadaan mental yang sangat berbeda, entah apa yang mereka telah alami.

__ADS_1


tapi  masing-masin dari anak-anak yang ada disana telah mengalami hal yang berbeda, tergantung sifat terdalam yang mereka miliki, Sehingga dengan terbangunkannya mereka sudah pasti mereka akan menjadi pribadi yang sesungguhnya tidak lagi terjebak dalam tubuh anak-anaknya.


jika ada yang berhasil maka ada pula yang gagal, ada sekitar 8 orang yang gagal untuk membankitkan dream miliknya, setelah menunggu sekitar 2 minggu para topeng tidak lagi bisa menunggu dan memutuskan untuk orang yang belum membangkitkan dream miliknya, akan langsung dieksekusi.


dari ratusan anak yang sudah mendapatkan pelatihan dan terkurung dari tempat ini akhirnya mendapatkan 18 anak terbaik yang berhasil menguasai dream dan siap untuk menjalankan misinya.


“Kalian sudah berada di tempat ini hampir dua tahun lamanya, dan sekarang sudah waktunya kalian akan keluar dan membuktikan apakah kalian memang mampu untuk menjadi para pembunuh yang lanyak.” 


semua anak yang mendengar itu menjadi bersemangat karena mereka akan segera keluar dari tempat ini. namun Laka merasakan ada yang aneh, misalkan mereka yang sama sekali tidak menanyakan bagaimana kekuatan dream dari masing-masing anak yang ada disana.


kini mereka sudah berada dalam lift yang mengangkat mereka keatas, Ana dan Anto merasakan ada aneh dengan lakalasi.


“Jangan  bilang  kau menangisi karena kita sudah berada disana terlalu lama!” canda Ana kepada Lakalasi.


“Tentu tidak! hanya ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku,  tetap waspada menurut ku pergerakan mereka saat ini terlalu aneh.” ujarnya.


“Aku tahu, tapi aku sudah lama ingin melihat dunia luar, yang menurutku aneh bukankah sudah lama ingin melihat dunia luar, tapi kenapa saat kita sudah keluar kau masih menutup matamu?” tanya ana.


“Jangan pedulikan aku, tapi aku tanya untuk terakhir kali apa kalian yakin ingin melihat dunia luar secara langsung!” ujarnya sambil terseyum.


beberapa orang segera berpikir maksud dari perkataan dari Lakalasi, dan segera mereka sadar, Anto adalah orang yang pertama sadar.


“Ambil barang kalian dan segera tutupi mata kalian!” ucapnya.


Ana juga segera memberikan perintah yang sama, beruntung mereka cukup cepat jika tidak mereka bisa saja kehilangan perhatiannya karena tiba tiba mendapatkan cahaya yang terang saat mata mereka sudah terbiasa berada di kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2