
"Sini biar aku aja Chan!".tawar Razky yang mempunyai ide agar orang yang ada dihadapannya ingin memberinya informasi.
Mendengar perkataan Razky,Chandra menaikan alisnya tanda ia tak mengerti.Melihat raut wajah temannya,Razky menarik Chandra hingga berada dibelakangnya.
Dengan senyum yang ia tunjukan serta jari yang ingin melakukan sesuatu,Ky pun melakukan tugasnya yaitu mengelitiki hingga orang itu terpingkal-pingkal,tertawa geli.
"Hahaha geli,sudah cukup,sudah cukup".pria itu yang merasa kegelian pada tubuhnya.
"Katakan,kalau tidak aku gelitikin sampai pingsan hahaha".ucap Razky merasa senang menggelitiki pria itu.
"Hahaha".tawa pria itu menggema.
Sudah beberapa lama Razky menggelitiki pria yang dihadapannya,pria itu pun mengungkapkan sesuatu informasi yang membuat mereka tersenyum puas akan jawaban yang diberikan.
"Makasih Raz".ucap Chandra menepuk pundak Razky,yang ditanggapi senyum.
Setelah mendapat informasi Chan,Kirana,Raz pun meninggalkan pria itu yang sedang menetral kan nafas.
Sebelum meninggalkan pria itu,Raz sempat mengucapkan terimakasih karena pria itu mau membagi informasi.
Informasi yang diberikan pria itu membuat mereka bertiga termenung mencernanya dan mengingat sesuatu yang dalam.Bayangan masalalu membuat mereka tidak bisa terkutip apa lagi menyaksikan hal itu didepan mata mereka.
Melihat keterdiaman mereka Vaine pun terbingung.Selama perjalanan mereka memikirkan apa yang ada didalam pikirannya.
__ADS_1
"Baiklah,kalian hati-hati iya".ucap Vaine yang mengantar mereka sampai penginapan.
"Baik terimakasih".ucap mereka bertiga sopan.
Mereka bertiga pun masuk kedalam penginapan dengan hadiah ditangan,mereka memasuki ruangan masing-masing Chandra dan Razky sedangkan Kirana sendiri dikamar.Masih berkutat dengan pikiran mereka hingga tak sadar bahwa malam sudah tiba di planet itu.
Flashback.
"Makhluk itu ingin menguasai alam semesta,dia akan menyerap energi kehidupan planet yang dia hancurkan bersama bawahannya seperti diriku yang termasuk salah satu dari bawahannya".
"Dia akan memerintah alam semesta ketika planet di alam semesta hanya beberapa,dan bawahannya akan menjadi memegang beberapa planet yang masih utuh,dan pernah ada kabar bahwa planet yang ia pernah serap tidak hancur,hanya beberapa planet yang masih tersisa setelah ia menyerap energi planet".pria tadi yang menceritakan kepada Chandra.
"Lalu dimana makhluk itu!?".tanya Chandra.
"Aku tidak tahu pasti tapi aku pernah mendengar dia berada pada tempat yang tak terjangkau,hanya beberapa pengikutnya yang datang ke tempatnya".ucap pria itu.
Dimana planet mereka sama-sama diserang oleh makhluk,dan salah satu tujuan mereka untuk disini adalah untuk mengembalikan sumber planet mereka serta menemukan akar permasalahnya.
Flashback off.
Mereka tertidur pulas hingga matahari menampakan dirinya lagi,mereka tertidur panjang karena terlalu memikirkan yang ada di isi kepala mereka.
"Hoap".Razky yang menguap di pagi hari,ia menoleh ke arah Chandra yang sedang tertidur pulas.Melihat temannya yang sedang tertidur pulas,Razky pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membasuh badannya,lama mandi dikamar mandi Raz pun keluar dengan penampilan freshnya.
__ADS_1
Chandra melihat Razky yang baru saja keluar kamar mandi pun tersenyum menatapnya,pasalnya ia tahu bahwa ternyata Razky mengingat bahwa mereka akan menjelajah planet lain.
"Eh kau sudah bangun?".tanya Razky yang mengeringkan rambut basahnya.
"Hmm,kau masih ingat?".ucap Chandra menatap Razky.
"Huh?,ah iya".ucap Razky sesaat setelah ia paham maksud Chandra.
Chandra meregangkan otot-ototnya sebelum ia bangun dari posisinya,kemudian mengambil pakaian dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
Berapa menit berlalu Chandra keluar dengan pakaian rapinya.Kemudian ia menyiapkan diri seperti barang yang diperlukan.
"Ayo sudah kan?".tanya Chandra.
"Hum ayo!".anguk Razky mantap.
Mereka berdua pun keluar dari kamar penginapan mereka,kemudian menuju keluar penginapan.Sesampainya diluar ia ditemukan oleh Kirana kembali yang ternyata juga akan pergi.
Chandra menatap Kirana dari belakang.
"Eh kau juga ingin pergi?".tanya Razky kepada Kirana,yang membuat gadis itu menoleh kepada sumber suara.
"Hum,iya".ungkap Kirana tersenyum.
__ADS_1
Chandra pun tersenyum kecil kepada Kirana,sebagai tanda sapaan kecilnya,melihat seyum Chandra membuat Kirana tersenyum manis.
'Astaga ternyata dia tampan dan manis jika tersenyum seperti itu,beda dengan kemarin yang dingin,dan kejam'.ucap Kirana dalam benaknya