
Kir melihat hasil dari Keiha dan mengganguk.
"Letakan disini".Kir yang memberi tempat keciKir melihat hasil dari Keiha dan mengganguk.
"Letakan disini".Kir yang memberi tempat kecil.
3 Hari telah berlalu kondisi pria itu mulai membaik bahkan sekarang ia sedang berada ditempat terdapat danau.
Melatih kemampuan.
"Kemana dia".kata Chan mencari keberadaan pria yang ditolongnya.
Jon's yang tengah ditugaskan untuk mencari bunga yang bisa dijadikan obat tengah berada di pada rumput penuh bunga hingga ia mendengar suara dentuman keras.
Dengan segera ia melihat arah suara.
Diliatnya seorang pria tengah berdiri didepan danau dengan air yang menetes dihadapannya.
"Dia".gumam Jon's dan segera menghampiri pria itu setelah menyadari sesuatu.
"Apa yang kau lakukan disini?".tanya Jon's.
"Aku hanya sedang berlatih".ujarnya menatap danau.
Jon's menghela napas.
"Apa sebenarnya tujuanmu hingga berlatih keras".tanya Jon's.
Pria itu menggeleng.
"Tidak ada".
"Hhh".Jon's.
"Ayo kita pulang aku antar".ajak Jon's.
Pria itu menolak.
"Aku tidak mau".katanya.
Melihat sikap keras kepalanya Jon's sengaja membuat orang didepannya pingsan.
Karena jika diteruskan akan bahaya untuknya.
Dengan membawa pria itu dipunggu dan keranjang bunga Jon's berjalan menuju penginapan.
Hingga pertengahan jalan bertemu dengan Chan.
"Hhh,huft".deru napas Chan.
"Kau mencarinya?".tanya Jon's.
Chan mengganguk.
Chan berjalan mendekat dan membawa pria itu dipunggunya.
"Apa dia pingsan lagi karena latihan?".tanya Chan bertanya pada Jon's.
Jon's menggeleng.
"Tidak aku yang membuatnya pingsan,jika diteruskan itu bahaya makannya aku membuatnya pingsan dan membawa pulang".jelas Jon's pada Chan.
Chan mengganguk.
Bisa ia lihat wajah lelah di wajah pria yang ia gendong.
"Sebenarnya apa yang terjadi".Chan berujar dalam hati melihat pria yang ia gendong.
"Apa dia pingsan lagi karena kelelahan?".tanya Kir bertanya pada Chan dan Jon's setelah mereka tiba.
Chan dan Jon's menggeleng.
"Lalu?".tanya Kir.
__ADS_1
"Aku yang membuatnya pingsan".ujar Jon's santai berjalan kearah Kir.
"Ini".Jon's memberikan pada Kir sekranjang bunga.
"Terimakasih,tapi kenapa?".Kirana yang menerima keranjang dari Jon's.
"Jika dibiarkan itu bahaya,makannya aku membuat pingsan".ujar Jon's berlalu pergi kekamar.
Chan dengan perlahan membaringkan pria itu dikasur dan menyelimuti dengan selimut.
Hingga sore tiba pria itu terbangun.
Diliatnya Chan tengah tertidur disampingya dengan tangan sebagai tumpuan.
"Kenapa dia menolongku,padahal aku cukup dingin pada nya dan temannya".ujar pria itu dalam hati yang tengah menatap Chan.
Lama menatap hingga matahari sore menyinari wajah tampannya.
Chan yang merasakan pergerakan terbangun.
Mata yang belum fokus ia melihat siluet laki-laki itu tengah menggapai gelas di nakas.
"Biar aku saja".Chan yang mengambil gelas yang ingin terjangkau pria itu.
"Kenapa kau berusaha keras begitu?,hoam".ujar Chan sembari menguap.
"Tidak ada bukan urusanmu".ujar pria itu memalingkan wajahnya.
"Sini biar ku bantu".Chan mendekat dan membantu pria itu minum.
"Siapa namamu aku bingung harus memanggilmu apa?".ujar Chan.
"Iji Saka".katanya pelan.
Chan mengganguk.
"Buka mulutmu".kata Chan membuat Iji Saka bingung.
"Buka saja".kata Chan.
Chan memasukan obat itu kedalam mulut Iji Saka.
"Uhuk".Iji terbatuk merasakan rasa pahit kembali.
"Minumlah".Chan memberi air pada Iji agar bisa mengurangi rasa pahit.
Iji menengguk nya beberapa kali.
Merasakan mengalir dalam tubuhnya dengan lancar dan serasa mengembalikan energinya kembali.
"Krek".
"Krek".
Suara pergerakan akar secara perlahan.
Kei yang tengah berlatih dengan Kir dan Namiha di sebuah sungai.
"Swush".
Akar yang bergerak cepat menyerang Kirana dengan keahlian menggunakan pedang Kir menebang satu persatu.
Berbeda dengan Namiha yang melatih tembakan hingga Arata datang.
"Bidik dengan tepat jangan meleset kau harus menentukan titik pusat kelemahan musuh".kata Arata yang tengah memfokuskan arah tembakan ke papan.
Peluru yang meluncur mengenai tengah papan membuatnya terbagi 4.
"Waw...Ta keren".puji Namiha.
Namiha dan Arata memiliki sesuatu yang sama yaitu penembak jitu yang penembakan pada lawan kemungkinan meleset 6-4%.
Jadi keakuratan juga bisa 96-99% dalam menembak.
__ADS_1
"Fyuh".Kir mengelap keringat di keningnya setelah berlatih dengan Keiha.
"Ayo kita ke penginapan".ajak Kir memasukan pedang kembali pada tempat tempat pedang.
Keiha,Arata dan Namiha mengganguk dan berjalan bersama dengan Kirana.
"Chan".panggil Kir pada Chandra yang tengah menatap area penginapan.
Chandra menoleh lalu kembali menatap area penginapan.
"Apa ada sesuatu yang menggangumu?".tanya Kir.
Chandra mengganguk.
"Beberapa hari sejak dia di sini aku jadi bingung mengapa dia bekerja keras".kata Chan menggunakan tangan sebagai tumpuan.
Kir mengganguk.
"Aku rasa dia memiliki tujuan yang tidak bisa dikatakan".kata Kir menelaah jauh.
"Kamu benar".kata Chan.
"Apa dia sudah membaik?".tanya Kir.
"Aku rasa".
"Tadi aku memberikan obat yang kau beri padanya".kata Chandra.
Kir mengganguk.
"Baguslah ku harap dia besok kembali fit".Kir menepuk Chandra.
"Sudah malam jangan terlarut pikiran,istrirahatlah".Kir melenggang pergi setelah berkata.
Chan menatap kepergian Kir lalu menatap pantulan bulan dari air.
Menatap sekejap Chan melangkahkan kaki ke ruang Iji Saka.
***
4 Hari berlalu Iji Saka yang mau kerap dipanggil Saka mulai terbuka pada yang lainnya karena dia yang merasa tak enak hati atas sikapnya.
Dalam perjalanan pada kerajaan Saka membimbing jalan menuju istana.
Berhar-hari menghilang dari kerajaan membuat prajurit dan penasehat kebingunggan karena tiba menghilang.
Sesampai di gerbang Saka di sambut hangat oleh prajurit yang menjaga.
Beberapa orang keluar menyambut Saka yang kembali.
"Pangeran apakah anda tidak apa?".tanya penasehat Li Zhou.
Saka mengganguk.
"Pangeran syukurlah anda tidak papa".kata seorang pria paru baya memegang dadanya melihat pangeran.
Saka mengganguk.
"Terimakasih telah menjaga istana dengan baik".kata Saka.
"Jika tidak ada kalian pasti kerajaan tidak terurus baik terimakasih".kata Saka.
Penasehat Li dan pria paruh baya menggeleng serta pengawal yang tak setuju dengan kata Saka.
"Tidak pangeran,tanpa pangeran kerajaan tidak akan seperti ini,dan kerjaan membutuhkan pemimpin seperti pangeran".kata pria paruh baya itu.
"Benar pangeran".Penasehat Li Zhou.
"Tidak Paman Fei,penasehat Li".saka yang tidak setuju pada pria paruh baya didepannya dan penasehat.
"Itu juga berkat kalian".kata Saka.
"Ouh iya pangeran maaf mereka siapa?".kata Paman Fei melihat Chandra dan yang lain.
__ADS_1
"Mereka temanku".Saka tersenyum mengatakannya.
Mendengar itu penasehat Li dan lainnya bahagia lalu mempersilahkan masuk.