Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Herbal pedas


__ADS_3

Sudah 1 bulan mereka berada pulau entah apa itu menunggu kesembuhan Chandra yang semakin membaik.


Luka dalam yang dialami Chandra mulai membaik berkat penyembuhan Chi dan obat dari Kirana.


"Kau mau apa biar aku ambilkan".ujar Raz melihat Chandra hendak bangun dari tidur.


Chan menggeleng.


"Aku bisa sendiri".ujarnya.


Hendak berdiri Chan merasa sakit pada lukanya membuat Raz membantu Chan untuk berbaring kembali.


"Biar aku saja".kata Raz membaringkan Chan perlahan.


"Terimakasih".ujar Chan pelan.


Razky mengganguk.


"Maaf".


"Tidak apa".kata Raz pada Chan yang meminta maaf.


Raz mengambil air minum dan membantu Chan minum.


"Terimakasih".Chan.


Raz mengganguk.


"Aku akan keluar sebentara,kau istrirahatlah"kata Raz berpamitan keluar tenda yang sudah dibangun.


"Bagaimana?".tanya Jon's.


"Sudah membaik hanya lukanya belum kering".kata Raz.


"Aku rasa butuh waktu lagi untuk lukanya".kata Jon'd berpikir.


Raz mengganguk.


"Bagaimana lukamu?".tanya Jon's melirik tangan Raz yang terdapat bekas luka.


"Ouh sudah mendingan Jon's hanya perlu menunggu waktu".Razky.


Jon's mengganguk paham.


"Apa itu ikan asap?".tanya Razky memandang ikan asap.


Jon's mengganguk.


"Tadi aku dan Saka yang menangkap ikan".kata Jon's. sembari mengipas kayu bakar.


"Ouh iya Jon's bagaimana dengan penduduk kota itu?".tanya Raz. tiba-tiba.


"Hum!".


"Mereka sudah kembali Chi yang mengatakan".kata Jon's.


"Emmm Jons".Raz ragu dalam berpendapat.


"Apa?".tanya Jon's.


"Apa setidaknya kita bawa Chan kekota?".tanya Raz ragu.


Jon's menatap Raz.


"Tubuhnya masih lemah susah untuk membawanya berpengian aku takut dia kenapa-napa dalam perjalanan".kata Jon's.


"Aku setuju itu tapi...".


"Tapi apa?".tanya Jon's.


"Tapi jika dia kebawa kekota dia akan dapat pengobatan yang baik bukan dari pada di sini".kata Raz.

__ADS_1


"Aku sempat berpikir seperti itu,tapi aku khawatir tubuhnya tidak cocok dengan perjalanan".kata Jon's berhenti mengipas kayu bakar.


"Aku rasa begitu".kata Raz lesuh.


"Tidak apa,kita akan bawa dia setelah tubuhnya membaik".kata Jon's mengelus kepala Raz.


Raz mengganguk.


"Biar aku bantu".tawar Raz mengulurkan tangan.


"Tidak usah kau jaga Chandra saja".kata Jon's.


"Dia sedang beristrirahat".kata Raz.


"Iya sudah,ini".Jon's yang mengalah memberikan alat pengupas pada Razky.


Razky mengganguk semangat dan mulai mengipas.


Malam telah tiba Chan yang baru saja mendapat mimpi buruk terburuk dengan napas ter engah.


"Hhh,huft,hhh,huft".


"Bentar Jon's aku cek Chandra".kata Raz pada Jon'd yang hendak membuka pintu.


Melihat Chan yang terengah membuat Razky khawatir hingga teriakan suaranya membuat yang lain menghampiri.


"Apa kau tidak apa?".tanya Raz.


"Ada apa?".tanya Jon'd dan Saka.


"Chan tidak apa?".tanya Raz melambaikan tangan didepan wajah Chan.


Chan mengganguk pelan.


"Tidak apa hanya mimpi buruk".kata Chan dengan suara parau.


"Benar?".tanya Raz.


"Apa kondisi mu membaik?".tanya Kir.


"Aku rasa begitu".kata Chan.


"Biar aku lihat lukamu".kata Jon's duduk disamping Chan.


"Aku akan ambil salap".Kir yang pergi mengambil salap.


"Eh ikannya".Namuha yang tersadar dengan ikan panggang.


"Kalian keluarlah biar kami yang urus".kata Jon's menatap Namiha dan Arata.


Mereka berdua mengganguk dan keluar.


"Apakah Chi baik-baik saja?".tanya Namiha menatap langit malam bertabur bintang.


"Entahlah".Arata.


"Mungkin dia sedang perjalanan kesini,tidak mungkin perjalanan kerajaan kota sampai sini hingga 3 minggu".kata Namiha sembari membalik ikan.


"Aku rasa juga begitu".Arata.


"Waktu untuk membawa penduduk setidaknya tidak lama dan cepat kan?".


"Dan bisa saja dia juga ada urusan Hingga 3 minggu belum kembali".


"Dan terlebih lagi burung putih itu yang membawa pesan bahwa warga kota telah sampai di kota 2 minggu lalu".


"Jadi mungkin saja dalam waktu semingguan ini Chi ada urusan dan perjalanan. "Arata.


Namiha mengganguk paham.


"Dengan penyembuhan Chi waktu itu ternyata masih membuat Chan merasakan sakit,walau hal itu membuat Chan menjadi jauh lebih baik".kata Namiha mengingat perkataan Jon's beberapa hari lalu.

__ADS_1


"Mungkin karena luka dalam pada tubuhnya kurang membaik hingga Chan harus pulih toral".ujar Arata.


"Aku pikir Chan akan sembuh minggu depan untuk sembuh total mungkin 2-3 bulan kan?".ujar Namuha sembari membalik ikan.


"Aku rasa juga begitu".angguk Arata.


Larut malam membuat Chan dan temannya tertidur setelah makan malam.


Dikejauhan Chi yang sedang naik diatas naga berwarna biru itu terbang menuju pulau tempat yang lain berada.


Karena keputusan Oukuma dan Jon's untuk menunggu Chan jauh lebih baik membuat mereka tidak ikut Chi kekota karena takut kondisi Chan memburuk waktu perjalanan.


"Apa dia baik-baik saja iya?".tanya Chi pada sunyi malam dengan menggengam biji kecil berwarna kuning.


"Aku harap ini bisa membantu".katanya menggengam biji itu erat-erat.


Menatap lurus kedepan pulau tempat Chan dan temannya nampak dari kejauhan.


Sampai pada pagi hari ia disambut oleh Jon's dan Oukuma.


"Bagaimana apa semuanya baik-baik saja?".tanya Jon's pada Chinami.


Chi mengganguk.


"Ini".Chi memberikan biji kepada Jon's.


"Untuk?".tanyanya.


"Untuk chan kau bisa memilih dia opsi".


"Pertama kau bisa membuatnya menjadi sebuah minuman".


"Lalu kau juga menjadikannya salap,dan dioleskan padanya".kata Chi menjelaskan.


Jon's mengganguk paham.


Memiliki sebungkus biji Jon's memutuskan untuk menjadikan sebuah minuman herbal ditambah bahan lainnya seperti jahe,lengkuas cengkeh dan lainnya.


"Uhuk rasanya pedas,apa kau yakin Chan tidak akan kepedasan?".tanya Oukuma merasakan herbal buatan Jon's.


"Kalau begitu kau saja yang buat".ujar Jon's.


"Eh".


"Sedang apa kalian di sini?".tanya Kirana.


"Sedang membuat herbal".kata Jon's.


"Herbal?".tanya Kir.


Jon's mengganguk.


"Sini biar aku coba".kata Kir mengambil alih sendok.


Meminum sedikit Kir merasakan rasa pedas pada tenggorokan hingga membuatnya terbatuk.


"Pedas".


"Ini".Oukuma memberi Kir segelas air.


"Terimakasih".sedikit tergesa meminum air yang diberikan Oukuma membuat Jon's berpikir tentang minuman herbal yang dibuat.


"Apa separah itu rasanya?".tanya Jon's menatap minuman herbal.


Saling memandang Oukuma dan Kir mengganguk menanggapi perkataan Jon's tentang rasa herbal yang dibuat.


"Coba tambahkan air sedikit dan gula siapa tahu lebih baik".tawar Kir pada Jon's.


Jon's mengganguk.


Menuangkan beberapa liter air dan beberapa gula membuat rasa herbal jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

__ADS_1


"Chan".Jon's masuk kedalam tenda.


__ADS_2