
Pelayan itu menggangukan kepala menanggapi perkataan Chandra.
"Emmm,nona mau apa?".tanya pelayan.
"Soup tumput laut,telur gulung,dan ayam ".ujar Kirana memesan makanan.
"Baik,nona".pelayan itu mengganguk kecil dan berbalik untuk membuat pesanan Kirana.
25 menit berlalu pesanan Kir akhirnya jadi,segera pelayan itu memberikan makanan.
"Enam ersei nona".ujar pelayan memberikan makanan Kir.
"Baik ini".Kir memberikan 6 keping emas.
"Ah,terimakasih nona".ujar pelayan itu sopan.
"Sama-sama".Kir berujar dan berlalu pergi.
"Wah ini indah sekali".Kir yang berjalan-jalan di pasar pada malam hari.
"Iya".Chan yang ikut memandang pasar itu terdapat dekorasi seperti menyambut hari spesial.
"Apakah kamu ingin jalan-jalan sebentar?".tanya Chan tiba-tiba,Kir yang mendengar hal itu terkejut dan dengan gugup ia mengganguk.Mereka berdua mengelilinggi pasar itu,dan menemukan hal indah.
"Wah liat itu".Kir menunjuk sebuah lampu menggantung di atas.
"Indah sekali".gumam Chan melihat hal itu.
Senang dan cukup dalam melihat mereka berdua memutuskan untuk kembali kepenginapan.
"Aku kembali".ujar Chan yang kembali ke kamar penginapan.Ia melihay Raz sedang tidur bersama anjing penjaganya.
Mendengar suara Chan,membuat Razky sendiri terbangun,dengan mata yang menyesuaikan Ky tampak mengerjap."Ouh udah pulang".Ky berujar setengah mengantuk.
"Hm,iya,ini".ujar Chan dan menyodorkan makanan yang ia beli tadi,untung saja makanan itu tidak terlalu dingin jadi bisa dinikmati semasih hangat.
Ky menerima makanan dari Chandra dan meletakannya di kasur lalu berjalan kearah kamar mandi,untuk mencuci muka setelah sudah Ky menyatap makanan itu bersama Chandra yang ikut menyantap.
Krik krik🦗🦗
Suara jangkrik dipagi hari...
Ini adalah hari ke sepuluh Chan,Razky,dan Kirana berada dipelanet Aertesia untuk membantu penyembuhan Kimiho.
"Ky yuk".Chan yang mengajak Razky untuk naik ke kendaraannya.
"Iya Chan".ujar Razky segera naik.
Swush...
"Siap Ky?".Chan mengaba-aba.
"Siap!".angguk Razky mantap.
Swish...
Laju kendaraan mereka melintas tata surya.
"Chan kita mau kemana?".tanya Razky melihat informasi peta planet.
"Aku tidak tahu mungkin kita bisa mendarat kebeberapa pelanet,untuk menolong dan mencari informasi dari musuh".ujar Chandra fokus mengemudi.
"Ok,Chan".jawab Razky.
Lama menjelajah di tata surya mereka menemuka sebuah planet yang berwarna biru ke ungguan dalam kondisi bahaya sebuah plenet yang sebagian hancur tapi tidak separah seperti 1/5 planet.Ledakan terjadi sebagian lagi hancur.
"Chan,Ky".
"Hum".angguk kedua pria itu bersamaan menanggapi ucapan Kirana.
Swush...
Laju kendaraan menuju ke planet.
Shzzz
Tang
Tang
Adu senjata yang di lakukan beberapa orang.
"Ya.....".
"Serang!".seru seorang pria yang maju ke depan.
Swush
Ting
"Ayo!".ajak Kirana yang sudah menyembunyikan kendaraannya dan Chandra.
"Hum".angguk Chan dan Raz bersamaan,meraka berlari bersama menuju medan perang.
"Hati-hati".peringat seseorang.
"Wa...".
Beberapa terluka parah akibat serangan dadakan yang di luncurkan musuh membuat beberapa orang terluka dan terdorong jauh.
__ADS_1
"Baja,tanah".
Besh...
Sheing...
Chan yang membentuk senjatanya dari campuran baja dan tanah.
"Arquate".
"Eirket!".
"Boleh coba hadiah raja kemarin".Chan yang mengeluarkan kotak berwarna hijau ada paduan emas.
Sebuah liontin kecil didalamnya,Chan mengerutkan keningnya dan mengambilnya melihat liontin itu.
"Bagaimana caranya ini".tanya Chan penasaran.
"Ehmmm,mungkin seperti ini".Chan menautkan liontin itu pada senjatanya.
"Katanya bisa membuat senjata multi funsi,tapi caranya gimana?".tanya Chandra pada dirinya.
"Apakah seperti ini?".tanya Chandra yang memikirkan bentuk senjata lain yang membuat senjata Chan berubah bentuk.Chan amat terkejud,melihat perubahan senjatanya hingga tanpa lama membantu temannya.
Sheing
Shazzz
Chan yang mengubah senjatanya menjadi pedang.
"Hum,mari kita mulai".Chan bergegas membantu temannya yang melawan musuh didepannya.
Seorang ketua prajurit sangat bingung dengan datangnya sesosok pemuda pemudi itu,seorang wanita berambut hitam kebiruang,seorang pria yang berwarna rambut copper taupe dan satunya berwarna bronze memegang senjata.
"Siapa mereka?".gumam ketua prajurit yang mengatur nafasnya.
Seing
Ces
"Aaaa...".teriak prajurit kesakitan.
"Jangan lengah!".teriak ksatria yang menggunakan pelindungnya.
Ces
Ces
Ting
"Ho o,kau lawan menarik".ujar musuh itu melihat Chan dengan senjatanya.
"Hum,entahlah".Chandra yang menatap pria yang memujinya.
"Kalau begitu ayo".tatapan serius dari lawan pada Chan yang sedang memegang senjatanya.
"Hum".
Shazz...
Diatas udara tampak seorang gadis memandang kearah bawah sambil melemparkan batu seperti meteor.
"Hum,siapa mereka?".ujarnya memandang bawah sambil terus melempar.
"Ayo serang diatas".
"Iya!".serentak prajurit menyiapkan senjata untuk diluncurkan keatas.
"Hah,atas?".Kir yang bingung dengan perkataan prajurit,segera ia menenggok keatas melihat gadis berambut biru kuncir kuda menatap bawah,kontak mata terjadi beberapa waktu sesama.
"Biar aku yang membereskan kau tunggu di sini".ujar gadis itu pada rekannya.
"Hum terserah tapi kita harus selesaikan ini secepatnya jika tidak kau tahu sendiri,nanti yang ada seperti planet Aertesia mengerti?".ujar pria di depannya.
"Baiklah aku mengerti".kata gadis itu yang kemudia turun dan berhadapan dengan Kirana.
"Hei siapa kamu?".tanyanya langsung.
"Ada apa?".tanya Kirana.
"Aku ingin tahu nama mu dab tujuanmu".kata gadis itu menatap Kir.
"Kir,Kirana".ujar Kir.
"Bagus juga,ayo kita bertanding".ujarnya tanpa basa-basi dan mengeluarkan kekuatannya.
Di sisi lain
"Hahahaha,jika mereka gagal mereka akan terkena konsekuensi hahahaha".ujar sebuah makhluk melihat kejadian planet yang akan dihancurkan.
Shrrr
Shreng...
"Hum ayo!".
Tas
Ces
Tas
Swuing
Zzzht...
Pertarungan sengit yang dilakukan Kirana dan gadis itu.
Wosh...
__ADS_1
"Hhhh,ini sulit sekali".ujar Razky memegangi kepalanya.
"Sini biar aku ringankan".ujar pria yang berdiri dibelakang Razky dengan jubahnya.
"Hmph!,tidak perlu".smirk Razky melirik belakang.
"Hmph!,kau itu".ujar pria itu tak suka.
"Terserah kau saja".Raz yang berdiri dari posisinya dan hendak pergi namun tertahan karena pedang yang berada di lehernya.
"Ayo".ujar pria itu,mendengar kata 'Ayo' Raz pun paham,dengan sikap sopannya Raz mengikuti.Dan pertarungan antara Chan dan temannya berlangsung panas.
Cias...
Ting
Sebuah pedang yang terpental dan menancap ke tanah.
"Huwa hahahaha,kau hebat sekali nak,ayo kita serius nak!".ujar pria itu menguatkan otot-ototnya.Orang-orang yang mendengar dan melihatnya merasa merinding.
"Mari kita mulai".ujar gadis yang melawan Kirana serta pria yang melawan Razky.Menatap musuhnya.
"Hsss buluku".ujar prajurit mengusap rambut tangannya.
"Hahahaha!".
Brrr
Suara petir yang menyahut.
"Ayo!".dengan gerakan cepat ia menyerang Chandra yang lengah.
Bugh!
Brak!
Krek
Hantaman tubuh yang menimpa batu.
Dan retakan terjadi pada batu itu.
"Uhuk".Chan yang terbatuk karena serangan dadakan.
"Chandra!".teriak Kirana dan Razky bersamaan.
"Hei mau kemana kau?,ini belum selesai!".ujar pria tadi pada Razky.
"Aku tidak peduli".ujar Razky yang hendak pergi menuju Chandra,namun sebuah pukulan menghantamnya hingga membuatnya terpental tak cukup jauh.
"Akh...".pekik Razky.
"Kau harus selesaikan ini dulu".ujar pria itu mendekat.
"Akh".Ky yang memekik kesakitan.
"Apa hanya itu kemampuanmu?".tanyanya pada Razky.
"Kau memukulku secara tiba-tiba jadi aku tidak siap dan berakhir seperti ini!,seharusnya kau mengasih aba-aba!".portes Razky pada pria didepannya.
"Humph,mana ada orang mau nyerang bilang dulu!".teriak laki-laki itu.
"Ada setidaknya makhluk hidup yang ada di alam semesta yang berjumlah 1 desiliun setidaknya ada 1 makhluk hidup yang seperti itu!".teriak Razky
"Dah...setidaknya kita selesaikan dulu!".teriak pria itu.
"Aku tidak mau,mimggirlah".ujar Razky bangkit berdiri mengelap sudut bibirnya.
Raz berjalan tertatih menuju Chan namun lagi-lagi halangan ada ketika menyusul Chandra.
Bugh
Raz tersungkur dia bangkit berdiri lagi dan mengelap sudut bibirnya,dan segera menghentikan orang yang akan menyerang Chandra,namun halangan muncul ia terjatuh lagi.
Sekuat tenaga ia berdiri dan berjalan sebelum temannya terluka parah.
"Pria lemah!".ujar pria itu"Kau tidak akan bisa menyelamatkan temanmu jika seperti itu,bertarunglah denganku!".ujar lelaki itu yang berdiri di belakang Raz.
Sersss
Shinghz
Raz yang mengeluarkan kekuatannya.
"Bagus".ujar pria itu menatap kekuatan Razky.
"Kalau itu yang kau mau".Raz yang berubah dengan signifikan yang membuatnya berubah,dan susah dikenali.
"Wo...".ujar pria takjub dengan perubahan Razky,namun terbesit tanda tanya dan rasa takut.
"Kenapa ini?,ada apa dengan dia?".ujar pria itu dalam benaknya.
Spoiler...
Aeikeila
Enam ekta
"Namamu siapa?".ujar Chandra berlutut menjajarkan tubuhnya dengan anak perempuan yang berambut kuning dengan wajah yang kotor dan luka di beberapa tubuh.
"Aei,Aeikeila".ujarnya pelan sambil saling mengetukan jari telunjuknya.
"Aei,Aeikeila,ok kakak akan mengingatnya".ujar Chandra mengganguk dan tersenyum manis.
"Aei,mau ikut kakak?".tanya Chandra lembut.
"Ummm".Aei yang menimang nimang pikirannya dan menenggok kearah kebelakang yang terdapat reruntuhan dan api dibelakangnya.
Melihat hal itu pun Chan tersenyum mengerti maksud anak itu.
"Apa ayah,ibu Aei disana?".tanya Chandra menunjuk reruntuhan.Dengan hati-hati Aei mengganguk kecil.
__ADS_1
"Ayo sama kakak,nanti kita cari".ujar Chandra.Dengan ragu anak itu mengganguk.Melihat persetujuan Chan meminta ijin kepada anak itu untuk menggendongnya lagi-lagi anak itu mengganguk dan menggijinkan menggendong.
Dengan hati-hati dan membawanya pergi.