
Malam itu mereka menikmati indahnya pemandangan bersama.
Hari-hari bersama dengan penduduk Arafaj mereka memutuskan berkelana kembali mengumpulkan informasi dan membantu planet yang dalam kesusahan.
Di planet biru yang dipenuhi air hampir mirip dengan Bumi.Yang daratan hanya 27% mereka mendaratkan jet ski pada sebuah kota tua tak berpenhuni.
"Planet yang indah tapi kenapa sepi?".tanya Jon's melihat suasana.
Chandra menganguk,ia melihat kesekelilingnya mendapati kota seakan mati.
"Ayo kita cari sesuatu dulu".ajak Chan.
Mereka melangkah melihat kondisi kota tak berpenghuni serasa sepi.
"Ada yang aneh mengapa sepi sekali?".
"Sepi kenapa ada dagangan?".
"Aneh".benak Chan.
Ia masih memikirkan hal yang ia lihat sesampainya di sebuah jalan yang tak ada jalan lagi hanya ada aliran air di depannya mereka.
Hendak melangkah mereka mendengar suara langkah besar membuat mereka terhenti dan waspada.
"Hsss".kode Chan agar tidak berusaha.
Mereka mengganguk dan mengintip siapa yang melangkahkan kakinya.
Tanah semakin gemetar dan langkah kaki semakin terdengar.
Sebuah makhluk berukuran cukup besar terlihat mereka terkejut kemudian memantaunya.
Setelah makhluk itu pergi mereka mulai berpendapat.
"Apa menurutmu karena ulah makhluk itu?".Razky.
"Aku rasa begitu".pikir Chandra.
"Eh?".Keiha yang melihat gelembung pada air didepannya membuatnya tertarik dan menyentuhnya.
Blush
Gelembung itu pecah membuat Keiha terkejut.
"Sedang apa?".tanya Namuha.
"Hanya bermain gelembung".kata Keiha.
Namuha menggangukan lalu melihat temannya telah membahas tentang hal yang terjadi pada kota tempat mereka berada.
Serasa merasa aman dan mengakhiri pembahasan mereka berniat pergi namun lagi-lagi terhenti ketika merasakan sesuatu yang akan mendekat.
Mereka terdiam melihat dua orang berlari cepat.
Dengan langkah yang cepat pula mereka berjalan mendekat.
"Poul!".
"Serangan air!".seorang gadis memerintahkan sebuah hewan kecil untuk menggunakan serangan air.
Boom.
Serangan mengenai lawan.
Dengan kondisi ada asap tiba-tiba membuat musuh tidak bisa melihat orang yang ia kejar.
"Kerja bagus Poul".puji gadis itu.
"Poul...".
"Siapa dia?".tanya Chan sekilas melihat gadis yang merlarikan diri.
"Astaga!".
"Dia lolos lain kali aku tidak akan membiarkannya!".geram wanita yang melihat sisa asap.
Dengan langkah cepat wanita itu pergi yang tidak tahu keberadaan Chandra dan lainnya.
"Tadi apa?".tanya Raz tidak mengerti.
"Entahlah aku tidak tahu ayo kita pergi".ajak Chan.
Mereka mengganguk.
Sudah hari kelima mereka menemukan kejanggalan yang terjadi pada planet ini.
Terlebih ditambah armada berbentuk kapal terbang.
"Chan ada armada kapal terbang disisi bagian timur!".teriak Jon's menghampiri.
"Armada?".Chan.
Jon's mengganguk.
"Apa planet ini sama dengan planet yang kita jumpai sebelumnya?".pikir Chan mengingat kejadian lalu membuat mereka kesusahan.
"Aku rasa begitu".angguk Jon's sambil berpikir dan mencocokan hal yang mengganjal.
"Ada apa?".tanya Kir melihat keseriusan.
"Armada kapalnya dibagian timur".kata Chan membuat Kir terkejut.
__ADS_1
"Jadi apakah....".kata Kir terpotong.
"Aku rasa begitu".pikir Chan.
"Hhhh baiklah mungkin kita harus menyusup dan mengumpulkan informasi yang jelas".kata Kir.
"Hum!".angguk mereka.
Hari penyusupan tiba.
"Kenapa aku jadi tulang bersih-bersih?".keluh Saka.
"Hahaha maaf tapi sudah dapat bagian sendiri-sendiri".kata Kir dengan tawanya.
"Iya sudahlah ayo kita lakukan tugas kita".Saka yang memulai lesuh.
"Tidak apa perjalanan kita masih panjang kita harus tahu dimana letak musuh irama kita!".ungkap Chandra menatap langit.
"Wa...aku jadi Karen bakal laut".Keiha memainkan tripping ditangannya.
Disana ia melihat gadis berbapakaian biru tengah memanjat armada dengan 2 temannya.
Mengamatinya secara dekat ia merasa kegerian.
"Kenapa mereka seperti itu?".
"Itu mengerikan".ungkapnya.
"Baiklah kita lakukan misi kita!".Chandra.
"Ya!".ungkap yang lainnya.
Tak mendapati Keiha yang ikut bersorak mereka menatap Keiha.
"Ya!".ungkap Keiha sambil meneropong sepertinya dia tahu tengah ditunggu dalam bersorak namun ia harus memantau keamanannya orang yang ia lihat dari jalur teropong.
"Ada apa?".tanya Chan.
"Ada orang disana!".tunjuk Keiha pada armada.
"Orang?".tanya Chandra.
"Hum!".angguk Keiha.
Keiha menyerahkan teropong pada Chan untuk melihat yang dia maksud setibanya melihat Ada ketiga gadis tengah memanjat armada membuat Chan merasa cemas.
"Ada apa?".tanya Arata.
"Ada 3 orang ingin menyusup".ujar Chan melihat temannya.
"Hum!".
"Aku rasa mereka berniat menyusup seperti kita".ujar Keiha.
"Kau benar ayo kita mulai kesana!".ungkap Chandra.
Kapal Chan berlayar mendekati armada seakan kapalnya terdampar.
"Bos ada kapal mendekat!".teriak bawahan melaporkannya pada bos.
"Kapal!".geramnya.
Bawahan mengganguk.
Dengan cepat bos itu melangkah keluar ruangan dan melihat kapalnya yang ada dibawah.
Ada beberapa bawahan memandangi kapalnya dibawahnya.
"Bawa ke atas kapalnya itu!".titah bos itu.
Dengan cepat bawahan menuruti perintah dan membawa kapal itu keatas.
"Ada orang ternyata?".kata bos itu.
"Wa...cantik".puji bawahan melihat kecantikkan Kirana,Keiha,Namuha,Namiha.
"Yang itu mukanya datar".tujuk bawahan pada Arata.
"Aku datar?!".marah Arata pada benaknya.
"Yang itu juga tapi terlihat dingin".tunjuk pada Saka.
"Astaga".Saka dalam benaknya.
"Pfft Saka dingin?".
"Hahahaha".tawa Jon's dalam benaknya.
"Yang itu terlihat lucu".tunjuk Raz.
"Pfft... Sudah kuduga dia itu lucu hahaha".tawa Chan.
"Dia pasti mentertawkan ku!".geram Raz pada Chandra.
Tangan yang berada di samping Chan ia guanakan mencubitnya.
"Ekh!".Chan yang tak sengaja mengeluarkan suara.
"Astaga!".kejut teman Chan dalam benaknya mereka.
"Astaga aku melakukan kesalahan".kata Raz yang mulai panik.
"Bos sepertinya dia sudah bangun".ujar bawahan pada bosnya.
__ADS_1
Bos itu melihat Chan yang perlahan membuka matanya.
"Sudah terlahir terjang saja!".kata Chan dalam benaknya.
Dengan berakting dia melihat kesekeliling.
"Kau berada di salah satu tuan Damutsu".ujarnya melihat raut wajah Chan.
"Damutsu?".benak Chan.
Ia teringat sesuatu.
Flashback on:
"Dimana raja itu!".tekan Chan pada lawannya.
"Aku tidak tahu dia susah ditemui hanya orang kepercayaannya lah yang bisa bertemu".kata pria dalam tekanan.
"Aku benar-benar tidak tahu,aku hanya tahu kami menyebutnya raja Damutsu".pungkasnya.
"Damutsu?".Chan.
Flashback of:
Chan mengganguk menanggapi ungkapankan sang bos lalu melihat temannya yang masih berakting.
"Sungguh mereka pintar sekali memerankannya".puji Chan melihat temannya masih berpura-pura tidur.
"Aku rasa dia benar-benar tidur".kata Chan melihat Namiha disebelah Keiha.
"Apa mereka teman mu?".tanya di bos.
Chan mengganguk.
"Ah iya".katanya lemah.
"Wiih... akting kelas kakap!".puji Keiha.
"Lumayan juga".puji Saka.
"Kenapa kalian bisa seperti ini?".tanya si bos.
"Tidak buruk juga".kata Chan memuji orang didepannya.
"Kami dari negeri jauh waktu kami berkelana terkena badai tiba-tiba membuat kami terdampar di sini,dan akibat badai itu kami sedikit lemah karena memperyhankan kapal".kata Chan menjelaskan.
"Ada apa ini?".tanya seorang wanita melihat kerumunan orang.
Ia menjijitkan kaki agar terlihat lebih jelas.
"Ok akting terbaik Kali ini adalah Chandra".pembawa acara Jon's pada imajinasinya.
Prok
Prok
Tepuk tangan Meriah.
"Ah begitu".angguk si bos.
"Tertipu?".pekik Chan dan lainnya pada benak mereka.
"Aku ambil kata-kataku yang tadi!".kata Chan mengingat kata-kata tadi.
"Emmm bagaimana kalau kalian disini bekerja di armada ini?".kata si bos.
"Permintaan langsung!".benak Chan dan temannya.
"Eh?".kejut Chan.
"Iya".si bos.
"A...aku".
"Tidak apa pikirkan lebih baik dulu".ujar tersenyum tipis.
"Aku rasa dia sedang menyusun suatu rencana".benak Chan mendengar kata-kata si bos.
"Baiklah semuanya bawa mereka!".perintah si bos.
"Eh?".kejut teman Chan.
"Eh?".
"Ada apa ini?".tanya Chan.
"Tidak apa".kata si bos.
Dengan perlahan Chan dibawa menuju ruangan bawah.
"Apa aku gagal?".tanya Chan pada benaknya.
"Masuklah".ujar salah satu bawahan.
Dengan perlahan Chan masuk kedalam ruangan.
Chan mendudukan diri pada tempat tidur dan merenung.
Selepas bawahan pergi satu persatu teman Chan terbangun dari aktingnya.
"Apa tujuan mereka?".tanya Saka meremat tanganya.
"Aku tidak tahu apa yang direncanakan orang itu tapi aku harus waspada!".kata Chandra dan temannya.Minus Namiha,sepertinya dia benar-benar tertidur.
__ADS_1
Jam demi jam berlalu hingga waktu telah berganti...