
"Hmph, sudahlah ayo kita selesaikan aku tidak ingin terlalu berlama-lama di sini "ucap Reista yang melipat tangannya di depan dadanya sambil memalingkan wajahnya.
"Hmmmm baiklah kalau begitu ayo"ucap Delta yang masih fokus untuk menyetabilkan.
"Hum! "Reista yang mengangguk.
"Baiklah ayo! "ucap Reista dan Delta bersamaan. Kekuatan besar mengelingkupi mereka berdua ,dengan energi penyelimutan biru dengan wajah serius membuat lawannya menatapnya serius,sedangkan Delta dengan energi merah hitam menyelimutinya yang mana membuat medan perang itu semakin mencengkram.
"Yaaaakkkk.... "ucap Reista dan Delta secara bersamaan mengeluarkan kekuatannya dan mengarahkannya kebawah.
Boom...
Suara ledakan yang menghatam tanah membuat sebagian orang terhempas dari tempat awalnya.Chandra yang mendengar ledakan tadi membuat meringkuk dan menutup telinganya menggunakan kedua tangannya.
"Hhhhh apa itu?"ucap Chandra di setinggi dengan nafas yang memburu.
"Hmph dasar lemah! "ucap Flain yang melihat beberapa orang kesakitan karena ulah Reista dan Delta tadi.
"Hmph sekarang giliran ku"ucap Flain sambil bersmirk ria.
"Hiyaak.... "Flain yang mengeluarkan kekuatan esnya namun tertangkis oleh api dari mulut Trafeos.
"Hmph dasar makhluk nakal!"ucao Flain dengan sebal.
Wosh.....
Kibasan ekor yang hampir mengenai Flain.
"Hei makhluk bisa-bisanya kau! "ucap Flain sebal.
Bang.....
Suara dentuman keras yang mengalihkan Delta, Reista, dan Flain kearah lain yang menampakan ibu Chandra yang sudah mengalahkan makhluk Trafeor.
"Hmph! wanita itu benar-benar"ucap Delta menatap ibu Chandra.
"Lupakan saja ayo selesaikan saja! "ucap Reista yang menatap kesemua arah.
"Baiklah-baiklah ayo kalau begitu! "ucap Delta yang memandang wajah Reista yang sedang sebal.
"Humph! ok ayo kita bereskan, jika tidak bisa-bisa kita yang dibereskan "ucap Flain yang menatap Reista yang sedang fokus dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1
Swishhh......
Pengumpulan energi yang dilakukan oleh Reista,Delta dan Flain menjadi satu.Ketika energi sudah berkumpul mereka bertiga pun kemudian mengarahkan energi mereka yang menjadi satu tadi mengarah kebawah untuk mengakhiri yang ada, namun ketika energi mereka ingin menghantam ketanah tiba-tiba saja ada yang menghentikannya yang mana membuat mereka bertiga terkejut.
"Tak kan kubiarkan kalian menyentuh mereka dan menghancurkan pelanet ini! "ucap Crastial yang berteriak keras dengan kondisi tubuh kurang baik apa lagi dengan naga cristalnya yang tak baik pada bagian wajahnya karena tadi sempat terserang oleh musuh.
"Hmph kau ini! apa kau ingin tiada? "ucap Reista dengan mata yang menyala-nyala.
"Tak apa asalkan mereka tidak apa-apa "ucap ibu Chandra sambil menenggok kearah belakang.
"Humph! baiklah kalau itu yang kau ucapkan kalau begitu terima ini"ucap Reista sambil menyerang kearah Crastial.
Boom
Boom
Suara dentuman serangan Reista yang tertuju kepada Crastial.
"Hhhhh ternyata kau masih bisa bertahan rupanya"ucap Reista yang masih melihat Crastial tetap berdiri.
"Trafeos!"ucap Crastial yang memanggil Trafeos dan tiba-tiba Trafeos datang dan menyerang ketiga orang yang menyerang pelanet yang ia jaga.
"Humph kau begitu menyebalkan! "ucap Reista.
"Delta ayo kita selesaikan dengan cepat dam Flain kau pun juga! "ucap Reista dengan teriak
"Hmph seenaknya saja kau menyuruhku! "ucap Flain
"Hhhhh sudahlah ayo kita selesaikan aku sedang muak untuk kesini"ucap Delta.
Delta, Flain, dan Reista pun kembali mengumpulkan kekuatanya dan menyerang kembali namun lagi-lagi usaha mereka gagal.Hingga akhirnya pada penyerangan ketiga mereka bisa melumpuhkan Crastial .Crastial yang sudah menerima serangan sebanyak tiga kali dari mereka bertiga membuatnya tak lagi bisa untuk bangkit lagi. Namun karena semangatnya yang belum patah membuatnya harus bangkit kembali pada medan perang itu. Crastial pun kemudian mengeluarkan kekuatannya dan membuat Delta, Reista,serta Flain menjadi terkejut karena Crastial masihkah tetap bisa untuk berdiri bahkan mengeluarkan kekuatannya.
"Terenasious!"Crastial yang mengeluarkan kekuatannya dan membuat ketiga lawannya ketarik ke bawah.
"Medan gravitasi!"Crastial yang lagi-lagi membuat gravitasi pelanet itu semakin kuat untuk membuat lawannya semakin tertarik kebawah.
"Si.... sia* bagaimana ini?ini terlalu kuat akh.... "ucap Flain yang berusaha menantang gravitasi
"Akh"Reista yang tersiksa dengan gravitasi yang ada.
"Hhhhh huft Hhhhhh huft hhhhh"Delta yang terus tertarik kebawah.
__ADS_1
"Si..... sia* wanita itu !"ucap Flain yang tersiksa.
"Hhhhh huft hhhh huft hhhhh"Crastial yang mulai kelelahan yang ada pada dirinya.
"Eumgh.... "Flain yang mencoba untuk melawan gravitasi yang menurutnya sedikit melemah karena Crastial yang menampakan ekspresi lelahnya.
"Huh...... "Flain yang berhasil keluar dari medan gravitasi yang di buat oleh Crastial.
"Huh? "Crastial yang terkejut karena Flain berhasil kabur dari medan gravitasinya.
"Hmph"Flain yang memandang sinis kepada Crastial dan menembakan es yang berbentuk runcing dan mengenai Crastial yang mana membuat medan gravitasi itu menghilang dan Reista serta Delta pun menginjakan kaki ke tanah.
Karena berpikir semua lawannya telah kalah lantas Reista,Delta,dan Flain pun pergi dari pelanet itu.
Setelah kepergian ketiga orang tadi dari tempatnya Chandra akhirnya datang dengan kondisi tubuh yang kotor serta terluka pada bagian pipinya karena tak sengaja terkena ledakan tadi sesampainya ketempat kejadian tadi Chandra melihat beberapa orang telah terluka parah.Dan parahnya lagi ia melihat kondisi ayah dan juga ibunya yang tak membaik, ayahnya yang berkondisi berdarah pada bagian perutnya serta wajah yang pada bagian sampinya terdapat lumuran darah serta kondisi yang terlentang berbeda lain dengan ibunya yang tengkurap sambil mengeluarkan darah pada bagian bahu yang tertusuk tadi serta terbatuk darah yang mana membuat Chandra segera menghampirinya.
"Ibu,ibu"ucap Chandra yang membalikan badan ibunya serta menepuk pipi ibunya agar tetap tersadar.
"Chan... Chandra"ucap Crastial lemah
"Ibu, ibu jangan tinggalin Chandra nan-nanti Chandra sama siapa bu"ucap Chandra sambil menangis
"Chandra maafkan ibu, ibu tidak bisa berlama-lama lagi dengan Chandra "ucap ibu Chandra sambil mengelus pipi putranya itu.
"Ti.... tidak ibu Chandra ingin bersama ibu, bu"ucap Chandra sambil menggengam tangan ibunya dan menciumi tangan ibunya.
"Chandra.... ibu tidak bisa melakukan hal itu, maafkan ibu iya, dan ibu harap Chandra tumbuh menjadi anak yang baik serta tangguh dan tidak nakal ataupun pembangkang "ucap ibu Chandra sambil tersenyum. Mendengar perkataan ibunya membuat Chandra lagi-lagi harus mengeluarkan air matanya.
"Chandra jangan menangis, jadilah anak yang tangguh dan baik chan....dan ibu juga titip Kimiho bersama kamu iya"ucap Crastial yang menyuruh anaknya untuk berhenti menangis serta melihat kearah anjing penjaga yang sedang lemah karena pertarungan yang ada.
"I.... ibu Chandra tidak bisa hiks"ucap Chandra yang terisak menangis
"Chandra.... huk"Crastial yang terbatuk darah.
"Ibu.... "Chandra yang berteriak melihat kondisi ibunya.
"Chandra maafkan ibu.... planet amor ku serahkan jiwaku kepadamu,buatlah planet ini kembali pada seperti semula dan tundalah kehancuran planet ini menggunkan jiwaku"ungkap ibu Chandra terakhir yang membuat segel muncul dari tanah ketika ia meletakan tangannya pada tanah dan mengucapkan kata untuk membuat planet ini sediakala yang mana membuat hijauan rumput serta air yang kotor berubah menjadi lebih baik dan pada kata ucapan jiwa yang diucapkan Crastial membuat Crastial menyerahkan jiwanya dan tiada pada pelukan putranya serta membuat Chandra menjadi terisak menangis.
"Ibu! "Chandra yang berteriak histeris ketika ia melihat orang yang dia cintai tiada di pangkuannya.
"Hiks, tunggu saja kalian akan kubalaskan kalian semuanya! "ucap Chandra yang berteriak sambil mengingat orang yang telah menghacurkan planetnya.
__ADS_1