Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Pertarungan kembali.


__ADS_3

"Hhhhh,ternyata itu".kata seorang pria menatap sesuatu di kepulan debu.


"Siapa itu?".kata Chan melihat sesuatu di balik kepulan debu membuat temannya bingung.


"Hah?".kata Kir dan Raz bersamaan.


"Hehehe halo apa kabar".kata seorang wanita tertawa kecil dengan tangan menutupi bibirnya.


"Siapa kamu?".kata seseorang.


"Tak perlu tahu siapa diriku,aku hanya di beri perintah saja".kata gadis itu menatap kukunya.


"Perintah,perintah apa maksudnya?".kata orang tadi penasaran.


"Perintah untuk membuat hidup ini rumit".ujar gadis itu be smirk.


Setelah mengucapkan perkataan sebuah serangan meluncur.


Drrr...


Swish...


Suara pistol dan pedang yang menembak dan menyerang.


Melihat hal itu tentu membuat Chan dan temannya terkejut.


Makhluk yang sempat keluar tadi pun menyerang makhluk lain yang tak cukup besar darinya.


"Raar...".erangan makhluk.


"Szhhh".gerakan mulus dari sisi makhluk lain.


Dor


Dor


Dor


Serangan terjadi di kedua belah pihak dari menggunakan senjata hingga kekuatan.


"Ayo!".ujar Kir menekan dan menyusul yang lainnya.


Beberapa orang hanya mampu berharap dan berdoa akan keselamatan mereka.


"Tuhan bantu kami".seorang anak meringkuk di bawah meja.


"Bantu kami Tuhan untuk melawan mereka".ujar wanita paruh baya berdoa.


Boom...


Boom...


"Serang!".teriak pria yang menyerang lawan.


Pertarungan terjadi kembali Chan dan Raz yang belum pulih seratus persen dari serangan tempat tinggal Aeikeila.Vreedzame planeet.Pun merasakan kesakitan kembali ketika benda kecil tajam mengenai lengan mereka.


Kir yang melihatnya cemas,dengan cepat menghampiri mereka dan menanyakan kabar.


"Tidak apa-apa".kata Chan memegang lengannya.


"Apa ini sekelompotan dengan oramg-orang itu?".kata Chan dalam benaknya mengingat musuh yang ia lawan beberapa waktu lalu di Vreedzame planeet."Tapi sepertinya tidak,lalu siapa mereka?".ujar Chan dalam benaknya yang melihat pasukannya berbeda dari biasanya.


"Kalian di sini saja,biar aku saja yang membantu".ujar Kir yang mendapat tolakan.


"Tidak apa aku masih bisa".ujar Chan.


"Iya aku juga Kir,tenanglah".kata Raz.


Dan mulai kembali pertarungan.Chan yang mengubah senjatanya beberap kali dan Raz yang menggunakan kekuatannya serta Kir yang ikut membantu dan mengawasi kedua rekannya.


Wosh


Boom


Zhhh


"Astaga ini lelah sekali".ujar Kir yang harus membagi fokusnya.


"Awas!".Chan yang menghadang serangan menuju Kirana.


"Euh?".Kir yang terkejut dengan serangan tiba-tiba yang hampir mengenainya.


"Jangan terlalu fokus pada kami tapi juga dirimu!".kata Chan pada Kir.


"Benar kata Chan kau harus fokus juga ke dirimu".kata Raz yang melawan lawannya.


"Hum".angguk Kir.


Pertarungan terjadi beberapa saat.


Sring...


Sebuah senjata yang berubah menjadi kipas besar.


"Astaga ini lelah".ujar Chan mengehela nafasnya.


"A...pungung ku".Raz yang memegang punggungnya.


"Apa itu sakit?".khawatir Kir melihat kondisi Razky.


"Ah,tidak".kata Razky tersenyum.


"Hsss pegalnya".ujar Raz pelan tak ingin Kirana tahu.


"Ayo,kita pergi".ajak Chandra pergi.


"Eh?".terkejut Chandra,Razky dan Kirana melihat sesuatu yang bergerak ketika hendak pergi.


"Apa itu?".kata Raz bingung.


"Entahlah".Chan menggidikan bahunya.


Wosh...


Sebuah sayap terbuka.


"Eh,apa itu?".tunjuk warga melihat makhluk yang tiba-tiba mumcul.


"Eh bukannya sudah kalah?".kata Raz yang di angguk i.


"Tapi kenapa bisa?,tapi wujudnya beda".kata Raz kemudian membuat temannya mengamati.


"Yang mana?".tanya Kir tidak menjumpai perbedaan.


"Lihat itu,itu bedakan?".kata Raz yang membuat Kir dan Chandra meniliti lagi.


"Mana?".tanya Kir.


Chan menghela nafas."Itu cuma beda warna ekor ujung itu kan,dan sayapnya berwarna merah dan matanya kan?".kata Chan yang diangguki Raz.Sedangkan Kir masih meneliti.


"Ouh...".ujar Kir yang mulai paham.


"Perbedaanya di situ?".kata Kir yang diangguki.


Rar...


"Eugh...".angin yang berhembus akibat kepakan sayap,membuat yang lainnya menutupi wajah mereka.


Sre...


Chan yang mengeluarkan senjatanya dan berniat menyerang.


Swush...


Crack...


Bug...


Tubuh monstee yang jatuh setelah serangan mendadak yang terlontar.


"Apa itu tadi?".gumam Kir yang sempat melihat sebuah benda kecil melesat di dekatnya.


Cleck...


Suara pistol yang sudah menembakan pelurunya.


"Hhhh...untunglah".helaan nafas syukur pada seseorang.


"Tadi apa?".tanya Raz dalam benaknya melihat peluru melesat pada monster itu.


"Hhh sudah selesai ayo kita kembali".kata Chandra.


"Ayo".ajak.Kir.


"Ayo raz".ajak Kir yang melihat Razky terdiam.


"Ah,iya".Raz yang menjawab ajakan Kir.


Di penginapan...


"Hhhh,segarnya...".rileks Kirana yang merasakan aroma tetapi Dan pikiran lembut di bahunya.


"Hhh,kenapa kita harus melayani?".kata Razky menghela nafasnya.


"Tidak,untuk tanda terimakasih karena dia memantau kita".kata Chan melihat Kearah yang sedang di pijat bahu oleh seorang perempuan.


"Hhhh".Kir yang merasakan rileks tubuhnya.


Beberapa hari di sana Kir,Chan dan Raz berniat untuk jalan-jalan sebentar ke kota untuk melihat-lihat ke dua kalinya.


"Eh,itu Namiha kan?".tunjuk Raz pada Namiha yang berjalan memunggungi nya.


"Eh,iya".kata Kir melihat Namiha.


"Namiha!".Kir yang memanggil Namiha Dan melambaikan tangan.


Mendengar nama dipanggil Namiha pun menoleh dan melihat Chandra dan temannya.


Dengan langkahnya ia menuju mereka.


"Ada apa?".kata Namiha menghampiri mereka.


"Sebenarnya hanya menyapa,tapi jika kau mau apa boleh kau menunjukan jalan kota Aeira ini?".kata Kir.


"Ehmmm boleh".kata Namiha.


"Aaa terimakasih".ujar Kirana senang dan tersenyum manis.


"Ouh,iya terimakasih atas bantuannya kemarin berkat kalian kami bisa menyelesaikannya".kata Namiha berucap terimakasih sopan diperjalanan.


"A...tidak apa".ujar Kir pada Namiha.


"Eh,iya bolehkah aku bertanya?".kata Namiha membuat Chan dan temannya menoleh.


"Boleh,tanya apa?".tanya Kir setelah mendapat persetujuan.


"Apa tujuan kalian kesini?".tanya Namiha memandang Chan dan temannya.


"Emmm sebenarnya kami itu ingin mencari pelaku dari hancurnya beberapa planet,dan ketika kami menjelajah kami bertemu planet ini yang niat kami untuk beristrirahat sejenak dari perjalanan,kami juga sering mendarat ke planet lain untuk mencari istrirahat".kata Chan menjelaskan.


"Penghancuran planet?".tanya Namiha tidak paham.


"Iya,jadi ada suatu makhluk yang berniat menguasai planet.Namun dia harus menghisap energi beberapa planet lain untuk kuat".kata Chan menjelaskan.


"Ouh...".Nam yang ber ohria memahami.


"Iya".kata Chan.


"Apakah yang kita lawan kemarin adalah pelakunya?".tanya Namiha.


Chan menggeleng menanggapi Namiha.


"Jadi beda iya?".kata Namiha yang diangguki.


"Ehmmm aku boleh ikut?".tanya Namiha.


"Ha?".kaget Chan dan temannya mendengar ucapan Namiha.


"Hum iya,apakah aku boleh ikut?".tanya Namiha.


"I-ikut?".kata Razky terbata.


"Iya,tidak boleh?".tanya Namiha.


"Euh...bentar".kata Chan.


"Kir ayo!".ajak Chan membahas.


Lama berbincang akhirnya mereka memutuskan.


"Kau boleh ikut".kata Chan menatap Namiha.


"Waaa benarkah,wa...aku akan berpetualang".kata Namiha senang.


"Hum".angguk Chan.


Beberapa hari setelahnya Chan dan lainnya pun pergi melintasi ruang angkasa.


"Waaa aku baru tahu ini ruang angkasa".kata Namiha duduk di belakang Kirana.


"Hum dan inilah perjalanan kita".kata Kir menatap kedepan.


"Kir".kata Chan yang melihat planet lain terserang.


"Hum".angguk Kir.


Zwisss...


"Wooo".


"Akh,kuping ku".kata Raz mendengar Namiha berteriak.


"Ayo!".Chan yang menyerang musuh-musuhnya.


Shazzz...


"Waaa indahnya planet ini".kata Namiha memandangi di sekelilingnya.


"Ayo,di beli,di beli".ujar penjual ikan bakar.


"Wa...aku mau itu!".Nam yang menunjuk penjual cumi bakar dan olahan ikan lainnya.


"Astaga".Chan yang menepuk keningnya melihat tingkah Namiha.


"Hum...enak".ujar Nam yang memasukan cumi bakar ke mulutnya.


"Berapa pak?".tanya Chan pada penjual.


"6".kata penjual yang diangguki Chan.


"Makasih Chan".Nam yang berujar dengan mulut penuh makanan.


"Hm".kata Chan menenteng plastik.


"Ini".Chan yang menyodorkan plastik ke Kirana.


"Sepertinya kau hanya tau makan saja".kata Raz yang duduk di bangku menatap Namiha yang membawa dua tusuk sate di kedua tangannya.


"Ummm,tak apa".kata Namiha.


Chan dan temannya baru saja mendarat di planet Takuaz setelah menyelamatkan planet.


"Mau?".tanya Namiha pada Raz.


"Mana?".tanya Raz menyodorkan tangan.


"Ini".Nam yang memberikan tusuk cumi.Melihat hal yang didepannya Raz merasa marah dan membuang muka.


"Hahahahah,sudah-sudah jangan ribut ini masih banyak".kata Kir melihat keduanya bertengkar.


"Ini".Kir yang menyodorkan plastik.


Sreg...


Raz yang membuka plastik.


"Ummm".Raz mengunyah makanan.


"Bagaimana?".tanya Chan melihat kondisi Razky.


"Ummm iya begitu".kata Raz disela makan yang mendapat senyuman.


Flashback


Sring...


Ting


"Raz hati-hati".ujar Chan disela pertarungan.


"Hum".angguk Raz.


"Akh...".Raz yang terjatuh dan membuat kakinya terluka.


Namiha yang melihat itu pun melawan makhluk di depannya lalu menghampiri Raz bersama yang lainnya.


Flashback off.


"Hati-hati Raz".Chan yang memapah Raz berjalan.


"Iya".kata Raz.


"Kita cari penginapan".kata Chan yang diangguki.


"2 kamar".kata Kir pada perempuan didepannya.


"Iya".kata perempuan di depannya.


"Ayo".ajak Kir.


"Hum".


"Sini".Chan yang meminta Raz menaruh kakinya di kaki Chan untuk di pijat.


"Hum".angguk Raz,dengan hati-hati ia meletakan kakinya di kaki Chan.


Perlahan Chan mengurut kakinya.


Beberapa lama ia mengurut kaki Raz,Chan pun menghentikan aktifitasnya karena lelah dan Raz yang sudah tertidur.


Ia tertidur di samping Raz.


Esok pagi yang cerah di planet itu,Raz terbangun dengan tubuh jauh lebih baik.Ia melihat Chan yang masih tertidur pikirnya mungkin lelah karena memijitnya semalaman.


Dengan perlahan Raz berjalan kearah kamar. mandi dan membersihkan diri.Setelah selesai ia melihat Chan masih tertidur.Karena tak ingin membangunkannnya Raz pun tidak membangunkan Chan dan memilih jalan kaki di sekitar penginapan.


Di luar kamar ia melihat Namiha yang sedang menghirup udara segar.


"Ouh kau sudah bangun".kata Namiha melihat Raz.


"Hmmm".kata Raz berjalan pelan.


"Kau jangan gerak dulu Raz".kata Namiha mengingatkan.


"Hmmm".kata Raz.


"Terserah lah".kata Namiha.


Raz berjalan perlahan menuruni tangga perlahan.Merasakan keseimbangan tubuh yang ingin jatuh Raz pun berlengan kuat hingga ia kehilangan keseimbangan karena terjatuh namun untung saja Chan memegang lengannya membuatnya terjatuh.


"Hati-hati".kata Chan yang memegang tangan Raz.


"Hum,makasih".kata Chan mengganguk.


"Ada apa?".tanya Namiha yang melihat Chan bersama Raz dan mendengar suara langkah kaki.


"Tidak apa,tadi Raz hampir terjatuh".kata Chan.


"Ouh...apakah tidak apa?".tanya Namiha menatap kaki Raz.Raz mengganguk menanggapi Namiha.


"Mau kemana?".tanya Chan.


"Hanya jalan-jalan".kata Raz tersenyum kaku.


"Sini aku bantu".kata Chan.


"Terimakasih".kata Raz yang tersenyum kaku.


Raz dan Chan berjalan menuruni tangga.


Nam yang melihat hal itu hanya menatap diam lalu masuk ke kamarnya setelah Chan dan Raz keluar penginapan.


Menjelang siang Raz dan Chan duduk di bangku taman depan air yang indah dan patung.


"Woam...".Kir yang menguap,meregangkan tubuhnya.


"Kau sudah bangun".tanya Namiha di belakang Kir.


"Hum iya".kata Kir meregangkan tubuhnya.


"Apa mereka sudah bangun iya?".kata Kir mengingat Chan dan Raz.


"Mereka sudah bangun baru saja mereka keluar".kata Nam membuat Kir bingung.


"Keluar?".tanya Kir.


"Hum mereka keluar untuk berjalan-jalan".kata Namiha.


Mendengar hal itu membuat Kir terkejut pasalnya kaki Raz masih masa pemulihan.


"Bukankah Raz masih sakit?".kata Kir.


"Hum,tadi aku sudah bilang tapi Raz tidak mau mendengarnya".kata Namiha.


"Hhhh".Kir menghela nafas mendengar hal itu.


"Hahaha".tawa anak-anak di taman.


"Apa kau menyukainya?".tanya Chan pada Raz.


"Hum".angguk Raz memandang anak-anak berlarian dekat air.


"Hei kejar aku".kata anak laki-laki pada teman perempuan.


"Hhh,huft,hhh tunggu aku".anak perempuan itu yang terengah.


"Melihat mereka seperti melihatku waktu masih kecil".kata Raz tiba-tiba membuat Chan menoleh dengan wajah bingung.


"Walau tidak terlahir di keluarga bangsawan seperti mu namun aku masih bisa merasakan kebahagiaan dengan keluarga dan teman".Raz berucap tersenyum pada Chan.


"Walau aku keluarga bangsawan aku tidak ingin di perlakukan istimewa,ibuku pernah berkata bahwa kita sama makhluk hidup,jadi tidak ada yang harus di besarkan-besarkan".kata Chan menyandarkan kepalanya pada bangku dan menatap langit.


"Hum,kau benar,maafkan aku".kata Raz.


"Tidak apa".kata Chan memandang Raz.


"Ouh,iya Chan".kata Raz.


"Hmm?".kata Chan menatap temannya.


"Berapa lama kakiku sembuh?".tanya Raz memandang kakinya.


"Seminggu mungkin?,kau tanya saja pada. Kirana".kata Chan.


"Nah itu Kir".Chan yang menunjuk Kirana yang berjalan kearah mereka.


"Humph! ,kalian kenapa ada di sini?,dan kau Raz kenapa berada di luar?,kan kamu masih sakit".kata Kir yang memarahi Raz dan Chandra.


"Ah,iya aku minta maaf".kata Raz menutupi kupingnya sakit.


"Kau juga kenapa kau biarkan,dia jalan-jalan?".kata Kir pada Chandra.


"Apa salahnya jika aku mengajaknya keluar?".kata Chan.


"Dia itu masih sakit".kata Kir yang sudah marah.


Orang-orang yang ada di taman pun melihat Kir yang sedang memarahi temannya.


"Itu bisa jadi,untuk Raz berlatih berjalan".kata Chan.


"Humph,sini aku liat kakimu".kata Kir lanjutnya yang duduk di sebelah Raz dengan kaki menjadi tempat letak kaki Raz.


"Egh...".Raz yang menahan rasa nyeri.


"Cukup baik,kau jangan banyak bergerak dulu".kata Kir mengingatkan pada Raz.


"E...iya".kata Raz.


"Kir?".kata Raz melihat Kirana.


"Hmmm?".jawab Kir singkat.


"Kira-kira kaki ku sembuh kapan?".tanya Chan memandang Kir yang masih sibuk melakukan pekerjaannya."Emmm 2 mingguan".Kir yang nampak menimang perkataan.


"Ouh begitu".Raz yang mengganguk paham. dengan perkataan Kirana.


"Hmmm".kata Kir.

__ADS_1


"Ayo,kita kembali".kata Kir mengajak temannya ke penginapan.


"Tapi,aku ingin jalan".kata Raz.


"Tidak,kau masih sakit".Kir, yang tak menujui.


"Kir,ayolah".Raz yang membujuk.


"Hhhh,baiklah tapi sebentar".kata Kir.


Kir dan temannya pun kemudian jalan di kota.


Dua minggu berlalu kaki Raz mulai cukup baik dalam bergerak walaupun ia tidak bisa melompat tinggi terlebih dahulu.


"Huh...kenapa harus membelinya".ujar Raz menghela nafasnya.


"Hei,berhentilah!".kata seorang pria berteriak.


"Hei!".


"Astaga".


Drp


Drp


Langkah kaki menggebu melewati jalanan yang tak terlalu ramai.


"Hei!".kata pria tadi.


"Ada kurang kah?".tanya Raz melihat isi belanjaan.Ketika sedang mengecek,Raz tidak tahu ada orang yang berlari ke ayahnya hingga suatu suara membuatnya menoleh dan terkejut.


"Awas!".


Bruk...


Sebuah suara yang terjatuh akibat sama membentur.


"Au...".rintih Raz menahan sakit.


"Kaki ku".kata Raz memegang kakinya.


"Au...".rintih seseorang.


"Serahkan barangku".kata pria yang menahan pria di depannya untuk menyerahkan barangnya.


"Ikh...lepaskan".kata pria itu tertahan.


"Serahkan barangku".kata pria yang menahan.


"Akh".kata pria tertahan tadi yang mengambil barang yang ia ambil dari seorang pria.


"Dapat".kata seorang pria mendapatkan barangnya.


"Hsss,sakit".Raz yang memegang kakinya.


"Sini".seorang pria mengulurkan tangan ke Raz.


"Makasih".kata Raz menerima uluran tangan.


"Maaf soal tadi,membuatmu terjatuh".kata pria itu yang membantu Raz.


"Tidak apa,lain kali hati-hatilah".kata Raz.


"Hhhh,baiklah".kata pria itu.


"Kau tinggal dimana?,akan aku antar".kata pria itu memapah Raz yang kesakitan.


Dari pria itu kirakan Raz pernah mengalami cedera di kakinya.


"Di penginapan Ling".kata Raz.


"Baiklah akan aku antar".kata pria itu.


"Hum,terimakasih".kata Raz berterimakasih.


"Tidak apa,sekali lagi maaf".kata pria itu.


"Tidak apa".kata Raz berjalan perlahan dengan pria yang memapahnya.


Sekian berjalan beberapa menit Raz dan pria yang membuatnya terjatuh karena ingin menangkap pencuri pun sampai di penginapan Ling.


"Aku sampai".kata Raz membuat temannya terkejut dengan kedatangan Raz bersama pria lain.


"Ada apa?".kata Chan cemas melihat Raz yang dibantu orang lain.


"Ada apa ini?".kata Kir menghampiri Raz.


"Ah,itu...".kata pria di sebelah Raz menjelaskan.


"Ah,begitu...".kata Chan paham dengan yang dibicarakan Jon's Devon.


"Iya".kata Jon's.


"A...sakit...pelan-pelan".Raz yang memekik.


"Apa apaan itu kau hanya di pijat sudah teriak-teriak".kata Namiha memukul kaki Raz.


"Namiha!".Raz yang berteriak karena ulah temannya.


"Namiha jangan seperti itu".tegur Kir pada temannya.


"Kau itu baru sembuh tapi udah sakit lagi".kata Namiha.


"Jadi baru sembuh beneran iya?".kata Jon's pelan namun masih terdengar Chan.


"Iya,beberapa waktu lalu ia terluka".kata Chan tersenyum mendengar perkataannya membuat Jon's terkejut ia berpikir berbicara keras.


"Ah,begitu aku minta maaf membuatnya terluka".kata Jon's.


"Tidak,apa".kata Chan memandang Raz yang masih tak terima dengan Namiha.


"Hei berhentilah bertengkar".tegur Kirana.


"Hhhh".hela nafas Chandra melihatnya.


🍃🍃🍃


"Ayo Raz".Chan yang meminta Razky untuk makan.


"Tidak,aku tidak ingin".kata Raz.


"Hhh".


"Raz ayo makan".Chan yang membujuk Razky.


"Emmm".Raz yang melihat Namiha dengan mata yang menyipit.


"Makanlah aku tidak akan menggangu mu".kata Namiha yang melirik Raz.


"Hhh".hela nafas Chandra melihat tingkah Raz.


Dalam makan siang Chan,temannya serta Jon's memakan makanannya dengan nikmat.


"Terimakasih atas makanannya dan sekali lagi maaf".Jon's yang berujar sopan.


"Ah,iya tidak apa-apa".kata Chan tersenyum karena ia yang merasa tidak enak pada Jon's yang mendengarkan beberapa ocehan Namiha dan Raz.


"Kalau begitu aku permisi dahulu".ujar Jon's.


"Iya,hati-hati".kata Chan.


Jon's berjalan meninggalkan penginapan Ling dan menuju rumahnya.


Bruk...


Jon's yang membaringkan tubuhnya di kasur setelah mandi.


"Aneh".gumam Jon's mengingat kejadian tadi.


Malam hari di penginapan Ling seperti biasa Chan memijat kaki Raz perlahan hingga membuatnya tertidur.


"Sudah tidur ternyata".kata Chan perlahan melihat Raz tertidur.


Masa pemulihan yang di lakukan Raz cepat di tambah minuman herbal.


"Sudah?".tanya Chan pada Kirana.


"Bentar".kata Kir melihat isi kantong plastik.


Kir berpikir sejenak untuk mencari barang dan hal lainnya yang belum ia punya.


"Tanaman Cho,belum".Kir yang berujar.


"Ayo kita cari".ajak Chan yang ingin mencari tanaman obat-obat an.


"Hum".angguk Kir.


"7".kata penjual memberikan tanaman Cho.


"Ini".Chan membayar harga tanaman Cho pada penjual.


Setelah membeli hal yang di perlukan Chan dan Kir kembali menyusul yang lainnya.


"Udah".kata Kir.


Nam dan Raz menghampiri,namun terhenti karena sebuah suara yang membuat mereka terhenti dan menoleh.


"Kau?".Kir yang berkata pada Jon's yang di angguk i.


"Ah,iya kenapa?".tanya Chandra.


"Apakah aku boleh ikut?".tanya Jon's.


"Hah?".Chan dan yang lainnya terkejut.


"Iya".kata Jon's mengganguk.


"Emmm".Chandra yang nampak berpikir.


Karena tidak ingin mengambil keputusan sendiri Chan pun meminta pendapat yang lainnya.


Setelah saling mengajukan usulan masing-masing dan bertanya beberapa pada Jon's,mereka memutuskan untuk menerima Jon's.Dan berpetualang bersama untuk mencari pelaku dan menyelamatkan beberapa planet bersama,di tambah kedatangan anggota baru ketika sedang berpetualang.


"Hhhhh...".helaan nafas seorang gadis yang menikmati angin semilir.


"Akira".sapa Kir dari kejauhan.


"Ah,iya sebentar".kata Akira Namutkasu.


Beberapa waktu yang lalu Chan dan temannya mendapatkan anggota baru petualang ketika mereka berpetualang dari planet ke planet lainnya.Mereka bertemu Keiha Aki Saka di sebuah planet yang di penuhi kehijauan dan membantunya untuk melawan musuh-musuhnya.


Flashback:


"Huft,hhh,huft,hhh".deru nafas seorang gadis berlari menyusuri hutan lebat dengan semak dan pohon.


"Chan kita di planet ini saja,Chan".ujar Razky yang baru sampai di planet penuh hijau.


"Hum!".angguk Chandra.


"Ada yang aneh".gumam Chandra yang melihat kesekeliling.


"Kau bilang apa Chan?".tanya Raz mendengar gumaman Chandra.


"Ada yang aneh".kata Chan membuat temannya bingung.Namun beberapa saat mereka merasakan keanehannya.


Sesaat merasakan keanehan mereka mendengar suara ledakan dan teriakan.


"A....!".teriak seseorang.


Dari pohon-pohon yang rimbun.


Dengan sigap Chan dan yang lainnya menghampiri asal suara.


"Hss...sakit".rintih seorang gadis mengusap kakinya.


"Mau kemana kau ha!".ujar suara keras itu.Mengangetkan gadis itu.


"E...".perasaan takut gadis itu mundur kebelakang.


"Keluar kau!".teriak suara itu memekakan.


"A...aku harus bagaimana?".tanyanya dalam hati.


"Hahahahaha kau keluarlah!".ujar suara itu lagi


Dengan perlahan gadis memundurkan diri hingga tak sengaja."A...!,emp".


"Hust diamlah".ujar sesosok dari balik semak yang membawa gadis itu dan membekapnya.


"Kemana kau!".suara keras itu terdengar.


Dengan perasaan cemas gadis itu sampai berkeringat dingin.


Srek...


Tebasan semak-semak.


"Tenanglah".ujar orang dibelakang gadis itu.


Dengan harap-harap cemas gadis itu memejamkan mata dan pasrah.


"Huft,dimana dia?".ujar orang yang berbicara lantang yang mulai menurunkan intonasinya.


Mereka yang bersembunyi bisa melihat wajah si pelaku.


Pria yang membantu gadis itu menyergitkan heran mendapati sesosok wanita didepannya.


Dengan mengaba untuk menunggu yang lainnya mengganguk.


Wanita bersuara lantang itu kemudian melangkah hingga.


Bruk...


Wanita itu terjebak dalam perangkap dengan cepat orang yang menolong gadis itu keluar dari persembunyian dan menghunuskan pedangnya di wajah si wanita tadi.


Wanita itu terkejut melihat pedang didepannya.


"Apa mau kalian?".tanya wanita itu.


"Harusnya aku yang bertanya itu".kata pria itu yang ternyata Chandra.


"Humph!".wanita itu mengalihkan wajahnya.Tidak mungkin ia memperjelas maksudnya.


"Hhh,Kir".ujar Chan yang dipahami Kirana.


Dengan perlahan Kir menaikan wanita itu sedikit,menggantung seperti kepompong.


"Aaa".ujar wanita itu.


Beberapa kali Chan menanyakannya hasilnya nihil.Hingga hari mulai malam.


Dengan perbekalan seadanya mereka memasak namun masih menjaga arena agar aman,dan tidak ketahuan musuh.


"Apa kau mau,aku tidak akan menyiksa dengan kejam hingga tidak memberi makan".ujar Chan menyodorkan ikan bakar.


"Humph!".wanita itu menolak.


"Iya sudah".ujar Chan yang mengembalikan ikan bakar.


Tak berselang lama terdengar suara perut berbunyi dari wanita yang menolak ikan tadi.


Mendengarnya Chan menoleh kearah sumber suara.


"Apakau mau?,jangan sakiti dirimu".ujar Chan. menatap wanita itu.


"Ini".Chan yang menyodorkan ikan itu karena tak mendapat jawaban.


"Kir".kode Chandra pada Kirana untuk menurunkan.


Dengan perlahan Kir menurunkannya.


"Makanlah selagi masih hangat".ujar Chandra.


"Sepertinya aku tahu kamu suruhan siapa".ujar Chan membuat wanita itu terbatuk-batuk.


"Apa yang kau tahu?".tanya wanita itu was-was.


"Apa kau satu tujuan dengan makhluk yang ingin menghancurkan beberapa planet?".tanya Chandra.


Mendengarnya ia terkejut bagaimana dia tahu tentang hal itu,batinya.


Dengan tenang wanita itu menjawab."Aku tidak tahu dengan apa yang kau maksud?".


"Hhh,aku sudah tahu,jangan mengelak,ekspresi mu memberitahukan".Chan yang memberitahu wanita itu.


Wanita itu terkejut."Memangnya apa urusanmu tentang hal itu?".tanya wanita itu.


"Karena salah satu dari kalian planet ku juga terkena".Chan menanggapi wanita itu dan membuatnya terkejut.


Setelah perbincangan dan makan mereka memutuskan beristrirahat dengan giliran jaga.


Pagi menjelang mereka pun bergegas pergi menuju ke suatu tempat setelah membersihkan jejak mereka.


Bruk...


"Dimana dia,menangkap gadis itu saja tidak bisa".marah seorang wanita yang telah memukul meja.


Beberapa orang yang melihatnya ketakutan."Kami akan mencari Edei sekarang,nona Bona tunggu saja".seorang pria berujar ketakutan.


"Baiklah,aku tunggu kabar baik kalian".ujar wanita bernama Bona,menatap tajam.


"Ikh lepaskan aku bisa sendiri".berontak seorang wanita yang tengah Jon's awasi.


"Tidak kau akan kabur".ujar Jon's menatap wanita itu.


"Ah,itu".tunjuk gadis imut dan lucu pada tempat persembunyian.


"Jadi itu tempat persembunyian mereka,akan kuberitahu pada kapten Bona setelah aku lepas".gumam wanita tadi ber smirk.


"Ayo".ajak gadis bernama Keiha untuk mengikuti langkahnya.


"Nam".kode Chan pada Namiha untuk mengawasi yang di angguk i.


Mereka melangkah dan memasuki tempat yang di maksud oleh Keiha.


Sebuah goa tersembunyi dengan warna cahaya dari pantulan kristal yang tersorot matahari."Indah".ungkap mereka.


"Di sini tempat kami biasanya berkumpul".Keiha yang menjelaskan.


Fuit...


Satu persatu beberapa orang yang bersembunyi di goa keluar setelah mendengar kode.


"Kak Kei!".pekik gadis kecil riang menghampiri Keiha.


"Masih banyak ternyata".gumam wanita.


Jon's masih mengawasi wanita yang ada di sampingnya."Sepertinya ada maksud lain,aku harus mengawasinya".pikirnya melihat,wanita disampingya.


"Halo".sapa Keiha.


"Kakak tidak apa-apa?".tanya gadis kecil pada Keiha,yang diangguki.


Orang-orang itu memperhatikan,orang yang dibawa Keiha beserta satu musuh membuat mereka langsung siaga,dan meminta penjelasan pada Keiha.


Dengan tenang Keiha menjelaskan.


"Mereka 5 orang yang menolong ku kalau itu kalian sudah tahu".ujar Keiha menjelaskan kelima orang yang ikut bersamanya dan satu orang musuh.Mereka mengganguk paham,namun masih dalam pengawasan siaga karena ada satu musuh.


Setelah mendapat penjelasan mereka masuk lebih dalam goa.Yang berdiri pemukiman kecil.


"Keiha".seorang nenek kepala suku menghampirinya.


"Nenek".ujar Kei menghampiri nenek itu yang sudah ia anggap keluarganya.


"Apa kamu baik-baik saja?".tanya nenek memeluk Kei.


Keiha mengganguk.


"Syukurlah,terimakasih Tuhan".ujar sang nenek merasa lega dan berterimakasih pada sang pencipta.


Nenek kemudian melihat orang yang dibelakang Keiha dan bertanya.


"Siapa mereka Kei?".tanya nenek bertanya.


"Mereka orang yang menyelamatkan Kei nek".kata Keiha yang mengarah pada Chandra dan temannya.


"Terimakasih anak muda,telah menyelamatkan Keiha".ujar sang nenek.


Chan dan temannya mengganguk.


"Tidak masalah nek".ungkap Chandra.


Kemudian nenek itu mempersilahkan masuk.


"Apa tidak masalah membawa wanita itu ketempat persembunyian?".tanya sang nenek yang sedang berdiskusi.


"Saya awalnya merasa seperti itu ragu,namun setelah pikir panjang,saya berniat untuk membawanya dan mengintrogasi mereka tentang tujuan mereka".kata Chan menjelaskan yang ada dalam pikirannya.


Sang nenek paham dan mengganguk.


"Baiklah,kalau nak Chandra berpikiran seperti itu nenek tidak bisa menolak".nenek.


"Terimakasih nek".kata Chan dengan senyum.


"Silahkan diminum terlebih dahulu".kata nenek memberikan seduhan teh.


"Terimakasih nek".kata Chan.


Mereka pun meminum teh dan berbincang bersama.


"Hiya...".


"Hyak...".


"Hiya...".


Latihan Keiha berserta orang yang ia latih dari goa.


"Dia hebat".gumam Chan melihat Keiha.


Hari-hari berlalu hubungan mereka mulai dekat hingga suatu hal yang terjadi membuat mereka waspada.


"Hhh,huft,hhh,huft".deru napas langkah seseorang menuju tempat yang ingin tuju.


"Chan itu wanitanya!".kata Jon's lantang pada Chandra.


Chan dan teman lainnya mengganguk.


"Aku harus memberi tahukannya".ujar wanita yang tengah berlari.


Sampai di suatu tempat markas wanita itu berteriak.


"Kapten Bona!".teriak wanita itu membuat orang yang di panggil keluar beserta beberapa orang.


"Aku menemukan persembunyian mereka!".


"Mereka di dalam goa,yang terdapat pohon besar!".ujar wanita itu berteriak.


Kapten tersenyum.


Lalu melangkah.


"Terimakasih Fransiska,tapi maaf,lama".


Jleb...


"Akh,kapten".Fransiska,kemudian ia terjatuh ke tanah.


Dahi kapten Bona mengkerutkan melihat 5 lima orang mengarah kearahnya beserta satu gadis yang ia incar,kemudian tersenyum.


Chan dan lainnya terhenti melihat wanita yang ada di depannya telah meninggal.


"Kalian terlambat".kapten Bona berujar yang mengerti maksud kedatangan mereka.


"Kau juga".Chan tersenyum dan menimpali.


Kapten Bona bingung dengan perkataan Chan.


"Dia telah memberitahukan informasi penting".kata Chan santai.Membuat kapten Bona marah.


Bona pun memasang gerakan perlawanan kemudian menyerang disusul yang lain,pertarungan dimulai.


"Nam jaga Kei".Chan pada Namiha.


Namiha mengganguk.


***...


Shazzz...


Zhing


Ting


"Apa yang harus aku lakukan?".gumam Keiha.

__ADS_1


Terlalu berpikir ia tidak menyadari ada sebuah senjata melesat di belakangnya.


"Kei".Kirana yang melihat senjata menghampiri Keiha.


"A...".Keiha berteriak,tak sengaja keterkejutannya membuatnya memunculkan monster batu.


"Woar...".


Langkah yang besar monster batu menyerang lawan.


Keiha menatap monster batu itu.Mata menghiau,sesuatu mengendalikannya.


Kei dikelilingi dengan kekuatan besar disekelilingnya akar tumbuhan mulai mendekatinya tanah-tanah mulai menyelimutinya yang tidak menyentuh tanah.


Mendengar monster yang muncul,nenek kepala suku itu menghampiri Keiha dengan binatang yang menjadi tunggangannya.


"Akar menjalar".Keiha yang memerintahkan akar untuk melilit Bona dari tanah.


"Keiha!".teriak sang nenek.


"Akh aku dimana?".Keiha yang terbangun disuatu tempat.


"Kei...".seorang wanita berperawakan anggun dan cantik menghampirinya.


"Si...siapa?".Keiha yang mundur alangkah.


"Aku leluhur mu".ujar wanita itu.


"Si...siapa?".tanya Keiha.


"Aku leluhur planet ini Kei".ujar wanita itu.


Tak lama kemudian seorang wanita muncul di belakang wanita misterius itu membuat Keiha terkejut dan menanggis.


"I...ibu".tanggisnya melihat sang ibu.


"Kei".ujar sang ibunda memeluknya.


"Husss,tenanglah jangan bersedih,ibu selalu bersamamu".ujarnya memeluk sang putri.


"Ibu...".isak tangis Kei.


"Huss,tenanglah".kata ibu Kei.


Lama menyalurkan rasa rindu dan sayang,ibu Keiha pun memutuskan menyelesaikannya.


"Kei,ini saatnya menerima sesuatu dari kami".ujar sang ibu melangkah mundur.


Dua wanita dewasa itu mengeluarkan kekuatan mereka dan menyalurkannya pada Keiha.


Rambut Kei berubah warna lebih gelap lagi disbanding warna sebelumnya.


Setelah penyaluran itu kedua wanita itu menghilang dan Keiha kembali tersadar.


Dengan wujud sedikit berbeda dari yang sebelumnya Kei,membuat takjub.


Dengan kemampuan yang telah dia dapat Kei menyerang musuhnya menggunakan kekuatannya.


Beberapa tanaman bersamanya.Raksasa batu kembali muncul 2.


Menyerang begitu juga akar pohon dan tanaman yang ia perintah.


Akar-akar bermunculan dan mengikat lawan.


Tanaman besar yang ia perintahkan memakan musuhnya.


Dan monster batu yang menyerang pasukan.


"Tombak akar!".Kei yang membuat tombak dari akar dan menyerang orang dibelakangnya.


Shzz


Tombak yang mengenai lawannya.


"Lingkaran diva".Tanaman yang membentuk lingkaran dan menjerat orang didalamnya,kemudian mengubahnya menjadi batu yang menghijau.


"Akh".


"Astaga".Bona yang melihat sebagian pasukannya terperangkap.


"Hantaman tanah!".Bona yang meninju tanah dan membuat debu bertebaran,menjadi kesempatan.


Bona berlari tergesa menghindari medan perang namun ketika hendak melangkah kakinya terhenti kemudian merasakan tubuh melayang.


"Naga Ni".Sebuah naga keluar dari samping Kei dan mengalahkan Bona.


Bona yang sudah tak lagi bisa melawan menyerah.


Pasukan yang ia bawa telah dikalahkan.


Pertarungan yang telah berakhir membuat Kei kembali.


Rasa pusing ada dikepalanya setelah ia berubah.


"Ah,Kei".sang nenek yang menghampiri Keiha.


Kei tersenyum menatap sang nenek,selama ini nenek lah yang menjaganya dengan baik.


...****************...


Beberapa hari setelah perperangan itu Chan dan yang lainnya memutuskan melanjutkan petualangan mereka ditambah dengan Keiha. yang ikut.


"Nenek,hati-hati".Kei yang menatap sang nenek.


Sang nenek mengganguk.


"Iya Kei,kamu juga".ujar sang nenek tersenyum.


"Titip nenek fora,dan jika ada apa-apa kabari".Kei pada temannya yang berdiri sebelah nenek.


Fora mengganguk.


"Nak,titip Kei iya dia belum paham".ujar sang nenek menatap Chan dan temannya.


Mereka mengganguk.


Mereka bersiap,menatap padang rumput hijau dengan angin sepoi-sepoi yang ia rasakan.


"Aaa...kau lucu sekali memakai itu".Chan yang mengganguk Raz dengan penampilan barunya.


"A...berhentilah Chan aku tidak suka!".Raz yang mencoba menghentikan aksi Chandra.


"Tidak,kau sangat lucu".Chan mencubit pipi Razky,hingga sang empu kesakitan.


Raz kemudian menolak dan memegang tangan Chandra yang berada dipipinya.


"Chan berhenti!".tukas Raz.


"Kir,Chandra tidak mau melepaskan".ujar Raz .agar Kirana mau membatunya.


Kir menghela nafasnya lalu menghentikan aktifitas mereka berdua.


"Sudah ayo kita berangkat".ajak Kir setelah meminta maaf atas kegaduhan terjadi didepan teman serta anggota Kei.


"Aaa...lucu".Chan mencubit pipi Raz.


"A...hentikan".kata Raz.


Setelah perdebatan mereka pun memutuskan melanjutkan perjalanan setelah sudah membujuk Chandra.


Perjalanan dimulai kembali,dalam petualangan mereka,menemukan teman baru yaitu.Arata Nagasutki gadis cool dan cuek yang bertemu di planet yang hampir hancur karena energi yang mulai menipis.Dan Akira Namutkasu


Gadis yang lemah lembut serta ramah senyum bertemu di planet menjadi salah satu incaran untuk di dirikan sebuah kerajaan baru.


Flashback Akira Namutkasu.


"Ma...maaf,apakah aku boleh ikut bersama kalian?,mungkin saja aku bisa membantu kalian untuk melawan musuh".kata Akira gugup.


Mendengar perkataan Akira,Chan dan lainnya berhenti melangkah dan menenggok ke belakang melihat Akira yang menunduk.


"Ikut?".kata Chan tidak mengerti.


"Iya,mungkin aku dan kekuatanku bisa membantu kalian".kata Akira masih menunduk.


"Apakah boleh ikut?".tanya Akira mendonggakkan.


Flashback off.


"Iya".kata Akira.


Akira keluar dari air dan membawa keranjang yang terdapat sumber makanan.


"Nah sudah matang".Chan yang meletakan ikan bakar di daun.


"Sini".Kir yang meminta Akira untuk menghampirinya.


Srekkk


Suara keong yang di masukan ke dalam panci.


"Tunggu nanti akan matang sendiri".kata Kir yang mengaduk keong agar merata dalam panci.


"Matahari nya terik".kata Kir menatap matahari.


"Hum".angguk Akira.


"Hum...enak".kata Keiha memuji masakan yang di buat.


"Kami menemukan ini".Namiha yang membawa buah-buahan dan sayuran di tangannya beralaskan daun.


"Hmmm banyak juga".kata Jon's melihat hasil dari Namiha dan Arata.


"Iya".kata Arata.


"Nah ayo makan".ajak Kir yang meletakan panci berisi keong ke tanah.


Mereka semua menyatap hasil jerih payah mereka dengan tenang dan sesekali memuji masakan serta rasa buah yang segar.


Dan sayuran fresh.


"Hhhh,kenyangnya".Raz mengusap perutnya menatap langit.


Menikmati angin semilir menerpa wajah,membuat mereka menganguk di temani suara burung dan suara air mengalir.


Menjelang sore mereka satu persatu terbangun dan melakukan tugas mereka dari mengumpulkan kayu bakar serta lainnya.


"Sudah".Kir yang membawa setumpuk kayu bakar di tangannya dan temannya.


"Ayo".ajak Kir menuju ke tempat semula mereka berkumpul tadi.


"Chan udah ini".kata Kir membawa kayu.


"Taruh di situ saja Kir".kata Chan masih sibuk mengurus pekerjaannya.


"Iya".kata Kir sembari meletakan kayu bakar.


Malam menjelang Chan dan temannya pun mulai mengistrirahatkan tubuh mereka.


Hingga pagi di penuhi suara hewan yang terdengar.


"Pagi".sapa Kir melihat Chan membasuh muka di air mengalir.


"Pagi".sapa Chan kembali.


"Eugh...hoam...".


Kretek...


Arata yang meregangkan tubuhnya.


"Pagi".sapa Arata.


"Pagi juga".kata Chan dan Kir bersamaan.


Satu persatu teman Chan terbangun,tidak untuk Namiha.


"Nam,ayo bangun,kita harus berangkat".kata Akira mengoyangkan tubuh Namiha.


"Bentar".Nam yang menawar.


"Nam".Akira yang masih membujuk.


"Ah,iya baiklah".Nam yang terbangun dan meregangkan tubuh.


"Sudah?".tanya Chan.


"Hum".angguk lainnya pada posisinya.


"Hum".angguk Chan yang di ikuti yang lainnya untuk menyalakan mesin jet ski luar angkasa untuk berpetualang.


Shazzz.


"Hiyaak...".serangan tuning ke arah musuh.


"Awas,menghindar!".intruksi Chan pada yang lainnya.


"Kaca phoenix aku memanggil mu".Akira yang mengeluarkan kekuatannya yang membentuk sebuah kaca berdiri di hadapannya dan mengeluarkan phoenix kaca.


"Akar menjalar".Keiha yang membantu mengalahkan musuhnya.


Shazzz


Ting


Adu senjata antara sesama pengguna pedang.


"Eugh,lincah sekali".ujar musuh mengagumi pergerakan Jon's.


Shazzz...


Tebasan pedang yang menuju musuh-musuhnya.


"Jon's dibawah mu!".kata Chan melihat pergerakan musuh ditanah.


"Astaga".Jon's yang mulai tersudut.


Sring...


"A...".


Ting...


Shazzz...


"Hhh,huft,hhh".deru nafas Jon's.


"Hhhh,lelahnya".Raz yang mengistrirahatkan dirinya.


"Astaga".Kir yang kelelahan setelah melawan musuhnya.


"Hebat sekali".seorang pria berpakaian tentara berujar menatap ke arah musuh yang kalah.


"Hhhh,huft...".


"Hhhh".


"Terimakasih atas bantuannya".ujar raja yang berterimakasih.


"Sama-sama,kalau begitu kami permisi dahulu".kata Chan hormat pada orang yang lebih tua darinya.


"Ehmmm,tunggu sebentar".kata raja itu menghentikan langkah kaki Chan dan temannya.


"Ini untuk kalian,sebagai tanda terimakasih karena membantu kami,mungkin ini tidak seberapa tapi terimalah".kata raja itu memberikan 3 kotak berbeda.


"Tidak perlu,kami melakukannya secara sukarelawan".Chan menolak hadiah dari raja.


"Tidak apa terimalah ini,3 buah kotak ini merupakan salah satu harta kami,yang mungkin bisa membantu kalian dalam perjalanan".kata raja itu memberikan kotak.


"Terimalah".kata raja,meletakan tangan Raz Di atas kotak.


"Baiklah terimakasih".kata Chan sopan.


"Hati-hatilah di perjalanan".kata raja itu yang mendapat respon dari Chandra dan temannya.


Shu...


"Sampai jumpa".kata raja dan warga planet.


Swuszzz...


"Akan ku pastikan akan menemukanmu".gumam Chan menatap ke depan.


Beberapa jet ski terlihat akan mendarat Di sebuah planet lain yang membentuk seperti bintang jatuh.


"Wa...".kata seorang gadis memandang dari jendela kamarnya menatap keluar.


"Ayah,ada sesuatu yang jatuh dari langit".kata seorang gadis bergabung biru yang ia angkat sedikit agar mempermudahkan berlari.


Mendengar perkataan dari putrinya sang ayah pun menatap orang kepercayaannya.


"Saya mengerti yang mulia".ucap paman Zhao.


"Kumpulkan pasukan".kata paman Zhao.


"Baik".ujar prajurit.


Angin sepoi-sepoi menerpa wajah mereka menghirup dan mengeluarkan nafas.


"Hidup seperti ini".ucap Jon's menatap padang rumput namun juga terpenuhi bunga yang bergoyang karena terkena hembusan angin.


"Benar terlalu rumit untukku".ucap Razky.


"C'mon man".ucap Arata sambil menunjuk teman yang sedang berbicara menggunakan jempolnya.


"Hhhh,ayo Raz".ajak Jon's menyusul yang lainnya.


Di tengah perjalanan Jon's,Raz dan Arata terhenti menatap Akira Namutkasu yang berteriak senang.


"Wah! indahnya negeri ini aku tak percaya ada disini".Akira yang merentangkan tangannya sambil menghirup udara segar


Mendengar hal itu pun mereka hanya tersenyum tak lama kemudian ada sesuatu yang membuat mereka harus waspada.


"Jangan senang dulu kita ada masalah Akira".ucap Jon's yang menunjuk segerombolan prajurit mendekati mereka.


"Huh?".Akira yang nampak bingung.


"Ho,ho,ho".prajurit yang berjalan serentak.


"Siapa mereka".Akira yang mulai bingung dengan kedatangan prajurit.


"Ada apa ini?".kata Namiha.


Melihat prajurit kerajaan datang ke temannya Chan dengan sigap melindungi.


"Ada apa ini?".kata Chan.


"Kami di peritahkan untuk membawa kalian".kata salah prajurit.


"Membawa?".kata Chan bingung.


"Iya,mohon kerja samanya kami akan mengecek identitas".kata prajurit.


"Identitas?".tanya Chan.


"Iya,karena ada informasi tentang orang-orang yang berniat menghancurkan planet".kata prajurit menjelaskan.


"Eh...".kata Chan yang terpotong karena Kir menepuk pundaknya.


"Kami akan ikut".kata Kir pada prajurit membuat temannya terkejut.


"Sudah".kata Kir tidak menerima protes.


"Baik,silahkan ikut kami".kata prajurit mempersilahkan.


Di perjalanan menuju suatu tempat akhirnya Kirana dan lainnya sampai di sebuah istana.



"Siapa kalian semua?".tanya raja yang menatap Chandra dan temannya setelah bertemu.


"Kami sekelompok petualang".kata Chan sopan.


"Petualang?".tanya raja yang bingung.


"Iya,kami hanya ingin mencari dalang dari hancurnya planet,dan kami berada di sini untuk mengistrirahatkan badan setelah berpejalanan".kata Chan menjelaskan tujuan.


"Ouh...jadi seperti itu,saya mengira kalian adalah musuh yang berbahaya dalam planet ini,karena kami mendapatkan informasi penting dari orang luar planet,bahwa ada beberapa anggota yang menghancurkan planet".kata raja itu menceritakan.


"Maafkan tindakan kami yang mencurigai kalian".lanjut kata raja itu ramah.


"Tidak apa,aku bisa memakluminya".kata Chan.


"Kalau begitu sebagai permintaan maaf kami mencurigai,kalian boleh menginap di sini untuk beberapa hari memulihkan kondisi".kata raja.


"Tidak perlu,kami bisa mencari penginapan sendiri atau membangun tenda".kata Chan menolak.


"Tidak apa,ehmmm masalahnya beberapa penginapan telah kami tutup untuk penghuni luar jadi kalian tidak bisa,dan masalah per tenda an,malam ini ada angin yang akan bertiup kencang".kata raja menjelaskan situasi.


"Jadi kalian tinggalah di sini terlebih dahulu".kata raja itu menawar.


Chan saling memandang ke arah temannya meminta pendapat.Setelah meminta pendapat dari temannya Chan menyetujui tawaran raja untuk menginap.


"Baiklah,jenderal kamg tolong persiapkan semuanya".kata raja itu pada paman Zhao.


"Baik".kata paman Zhao.


"Silahkan ikut saya".kata paman Zhao pada Chan dan temannya.


Chan dan temannya mengikuti langkah paman Zhao menuju suatu tempat.


Melihat Chan dan temannya melangkah bersama paman Zhao pangeran Okuma Satsuki anak dari raja memandang mereka dengan tatapan tidak bisa di pahami.


"Wa...seperti apa iya mereka?".seorang gadis yang berjalan bersama dengan pengasuhnya.



"Salam putri Namuha".ujar paman Zhao pada putri Namuha.


"Ah,iya paman,eh?".ujar Namuha terkejut setelah membalas salamnya,karena melihat orang-orang yang belum ia temui sebelumnya.


"Paman siapa mereka,apa mereka yang Nam liat tadi?".tanya Namuha yang di angguk i paman Zhao.


"Benar putri,saya sedang menggantarkan mereka ke kamar".kata paman Zhao menjelaskan.


"Ouh begitu,paman sini".Namuha yang membisikan sesuatu ke paman Zhao.Membuat yang lainnya bingung.


"Baik putri,akan saya sampaikan".kata paman Zhao.


"Kalau begitu saya permisi dahulu".kata paman Zhao.


"Baik paman".kata Namuha.


Jenderal Kang dan yang lainnya pun melangkah menuju suatu tempat.


"Kalian minta tolong siapkan makanan untuk tamu kita".kata Namuha.


"Baik,putri".


"Baik ini kamar kalian,semoga kalian betah".kata paman Zhao tersenyum.


"Baik,terimakasih".kata Chan membungkuk.


"Tidak apa-apa".kata paman Zhao.


"Saya permisi dahulu".kata paman Zhao yang di angguk i.


"Putri,kami sudah melakukannya".kata seorang wanita menghampiri Namuha sopan."Baik,terimakasih".angguk Namuha.


"Baik".


Karena sudah tertata rapi,Namuha menghampiri l,paman Zhao untuk membawa Chandra dan temanya.


"Selamat datang,perkenalkan nama saya putri Namuha,senang bertemu dengan kalian".kata Namuha.


"Iya".kata Chan.


"Silahkan masuk"ucap Namuha mempersilahkan teman-temannya untuk segera memasuki ruangan yang penuh makanan


"Wah.... makanan"ucap Namiha dengan berbinar menatap kearah makanan yang sudah tersaji.


"Eum...".Namiha yang memakan kue di meja.


"Maafkan kami merepotkan".kata Chan pada Namuha.


"Tidak apa".kata Namuha.


"Wa...enak sekali".Namiha yang memuji masakan yang tersaji.


"Apa itu enak".tanya Namuha yang di angguk i.


"Ouh,iya bolehkah aku bertanya?".tanya Namuha membuat yang lainnya bingung.


"Tanya apa?".kata Chan.


"Aku sudah mendengar dari paman Zhao kenapa kalian di sini,aku ingin bertanya apakah kalian tahu tentang musuh yang akan menghancurkan planet lain?".tanya Namuha.


"Hum,hanya beberapa yang kami tahu".kata Chan.

__ADS_1


__ADS_2