
"Pa-pangeran jangan banyak bergerak dahulu, sebentar iya pangeran saya panggilkan tabib terlebih dahulu"pria itu menyuruh Chandra agar tidak banyak bergerak dan menunggunya, karena ia akan memanggil tabib.
Pria itu keluar dari kamar Chandra dan bergegas mencari tabib di istana.
Setelah menemukan tabib , pria tadi membawa tabib ke sang pangeran untuk melihat kondisi pangeran.
"Sebentar pangeran jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu pangeran " tabib itu mengecek kondisi Chandra.
"Pangeran tidak di anjurkan untuk banyak gerak dulu dan berlatih pangeran agar kondisi pangeran cepat pulih"ucap sang tabib yang tidak di terima oleh Chandra.
"Ta-tapi bagaimana bisa ku beristrirahat seperti ini sedangkan musuhku masih menikmati kehancuran planet lain ?" ungkap Chandra yang tidak terima kalau dia harus beristrirahat.
"Pangeran ini juga untuk kebaikan pangeran " ucap sang tabib lembut.
"Tapi aku tidak bisa seperti ini terus paman".berontak Chandra.
"Pangeran ini untuk kebaikan pangeran sendiri pangeran"ucap pria tua itu.
"Tapi pam-"
"Maaf pangeran tapi pangeran beristrirahat saja pangeran untuk memulihkan kondisi pangeran sendiri" ucap pria tua itu memberikan saran.
"Baiklah" Chandra yang berucap lesuh karena dia yang tak bisa berlatih karena dia yang sedang sakit saat ini.
Di sebuah tempat ada seorang gadis yang berpakaian nuansa hitam unggu dan terdapat titik-titik bintang pada pakaiannya yang sedang merakit senjata buatannya ,ia menghapus peluh yang bercucuran di wajahnya hingga suatu ketika ada yang memanggil namanya dengan keras membuatnya terhenti melakukan pekerjaannya.
"Kirana ayo cepat makan kau sudah terlalu lama dengan urusanmu,sakarang ayo makanlah!" teriak seorang gadis yang bermbut orange bergadasi kuning dengan pakaian yang elegan tetapi ada nuansa imut.
"Iya baiklah ,sebentar aku ingin selesai!" tetiak seseorang gadis yang diyakini bernama Kirana.
__ADS_1
Kirana menaruh senjata buatannya dengan kasar.Lalu berjalan menuju beberapa orang yang sedang berkumpul.
"Hei ayo makan"ajak teman Kirana.
"Iya kita harus makan agar tenaga kita pulih dan kita bisa berlatih kembali serta meningkatkan kemampuan kita agar kita bisa melenyapkannya dari alam semesta" seorang gadis yang berkuncir dengan imut berucap dengan mulut penuh makanan yang ia makan.
"Benar Kir kita tidak boleh egois dengan diri kita sendiri ingat itu" ucap seorang pria berambut hitam keungguan serta style yang simple.
"Iya-iya kalian terlalu banyak bicara aku akan makan lihat ini!" Kirana yang memakan makanannya dengan lahap di depan temannya.
"Kami hanya memberitahukan dirimu tentang hal bagus jangan seperti itu" ucap pria tadi yang mengomentari Kirana.
"Iya-iya aku paham Devan" Kirana yang berucap dengan makanan yang ada di mulutnya.
"Hmmm" ucap seseorang yang di yakini bernama Devan.
"Sudah-sudah jangan ribut lebik baik kita makan saja ok" seorang gadis yang menengahi acara perdebatan.
Lama sudah makan dan beristrirahat Kirana dan teman-temannya berlatih diri lagi.
Kirana yang berlatih menggunakan senjata yang ia buat bersama teman-temanya yang ikut berlatih mengunakan senjata yang mereka bjat masing-masing.
"Shak!"
Tebasan tombak di permukaan air.
"Huft hhh,huft hhhh"
"Hyak!"
__ADS_1
Crekkk... pohon besar yang retak pada batangnya hingga membuat pohon itu rubuh menjadi 3 bagian.
Zrashh
Swush
Ayunan tombak yang mengayun cepat.
"Baiklah mari kita gunakan kakuatan kita masing-masing!" arahan dari seseorang.
"Iya!" serempak
Swush...
Zshhh...
Zashhh...
"Akan kubunuh kau monster jelek!" gumam Kirana dalam hati.
Krekkk
Boom
Semua orang terkejut ketika Kirana yang menghancurkan batu yang berada di laut itu yang posisinya jauh.
Brukk
"Kirana"
__ADS_1
"Aku sudah semakin kuat ibu,ayah,semuanya" gumam Kirana yang mengingat keluarganya yang sudah tiada karena beberapa tahun yang lalu,perlahan mata Kirana tertutup namun sebelum mata tertutup ia melihat teman-temannya menghampirinya dan tersenyum tipis ketika melihatnya ,karena ia berpikir masih ada orang yang menyanyangginya.