Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Melawan


__ADS_3

"Chan,diluar ada kegaduhan Chan,dan ada makhluk aneh yang menyerang planet ini Chan!".ucap Razky yang tiba-tiba saja datang dengan nafas terengah-engah.


Kirana dan Chandra yang mendengar hal itu pun lantas bergegas pergi keluar.Disisi lain Razky yang melihta kejadian yang ada didepannya pun terkejut karna temannya Chandra bersama dengan seorang gadis yang membuatnya terpana tadi.


Srt.....


Chan yang berhenti melangkah ketika melihat sesuatu yang ada didepannya.


Semua orang berusaha melarikan diri dari kejadian yang mendadak itu.


"Chan".Razky yang menatap Chandra seperti sedang meng isyaratkat sesuatu.Setelah saling memandang dan memahami isyarat satu sama lain.


Mereka berdua pun menyerang dengan kompak seperti combo yang menyatu dan menyerang.


Warga planet yang melihat kejadian itu terdiam terpaku.Pergerakan mereka yang mulus ketika menyerang dan satu sama lain yang mengerti isyarat,hingga pada akhirnya mereka menebas makhluk besar yang meraung-raung.


Sebelum Razky ikut Chandra berpetualang ia dan Chandra sempat berlatih bersama,yang mana membuat mereka selaras seperti ini hingga menumbangkan musuh mereka.Tak berselang lama pasukan dari kerajaan yang mendiami planet itu menghampiri tempat kejadian dengan bergerombol para warga pun menepi memberikan jalan,warga diminta untuk ketempat pengungsian yang aman,menurut pemimpin.


Melihat para penjaga datang pun Kirana memandang,hingga pasukan baris akhir.


Razky dan Chandra masih fokus membunuh para Teferor.Sementara Kirana melihat para prajurit yang membantu Razky dan Chandra.


Pasuka Teferor semakin menambah tatkala monster besar yang meraung-raung tadi sudah tumbang tatkala akibat ulah Chandra dan Razky.


Melihat hal itu Kirana pun membantu Razky,Chandra dan pengawal itu yang sepertinya kuwalahan melawan mereka.


Disisi lain ada seorang gadis yang sedang tersenyum sinis melihat pertarunggan yang ada dihadapannya,terlebih lagi monster yang sudah dibunuh oleh Razky dan Chandra.


Ia melompat dari atas pohon dan ingin meyerang Chandra tatkala serangannya diketahui oleh Kirana dan membuatnya terkejut.

__ADS_1


Sressh...


Trak...


Darah merembes dari runcingnya es yang berdiri,serta pedang yang sudah membasah.Chandra yang melihatnya amat terkejut dia mematung tidak bisa banyak bergerak,begitu juga Razky dan prajurit yang melihatnya.


"K-kau".


Bruk


seorang gadis yang berambut biru muda terjatuh kerena tusukan pedang Kirana.


"Benar-benar!".geram seorang lelaki yang melihat rekannya terbunuh.


Teferor yang melihat itu semakin geram dan berakhir menyerang kembali.


Srek......


Pergerakan sesuatu yang membuat Chandra dengan cepat mengikutinya.


Ting


Ting


Ting


Adu senjata yang terjadi diantara pohon-pohon yang lebat,mereka bertarung diatas pohon,hingga ...


Ting.....

__ADS_1


Suara bentrokan pedang,dan yang menyebabkan pedang itu melambung tinggi dan terjatuh ke lantai bersama orang yang mempunyai pedang tersebut.


String.


Pedang itu yang berada didepan orang tepat dileher.


"Hmph!".orang itu acuh kepada orang yang menodongnya.


"Katakan siapa dirimu,dan mau apa dirimu di planet ini?".tanya Chandra dengan aura dinginnya.


"Kau tak perlu tahu!".ucap pria yang ada dihadapan Chandra dengan tegas.


Chandra semakin geram dan membuatnya mengayunkan pedangnya.


Mata itu memejam kuat ketika pedang Chandra ingin mengenainya.Chandra menghentikan tindakannya,dan memutuskan untuk membawa orang itu pergi bersamanya.


Chandra membawa orang itu,dan bertemu Razky.


"Maaf tuan,dan nona kami berharap anda dapat ikut kami ke kerajaan bersama kami atas perintah raja".ucap prajurit yang hanya dilirik Chandra sedangkan Razky dan Kirana hanya menatap dalam diam.


Mereka pun mengikuti beberapa prjaurit karena sebuah perintah,dan tidak ingin dianggap hal lain jika mereka menolak ajakannya.


Dalam perjalanan ke istana Chan,hanya bisa diam dan sesekali melirik ke arah orang yang ia bawa.


Sesampainya dikerajaan mereka disambut dengan baik oleh para prajurit ataupun para pelayan.Terdengar bisik kecik di telinganya membuatnya tidak nyaman.


"Maaf tuan,biarkan dia bersama kami,akan kami bawa ke ruang bawah tanah".ucap pria yang berpakaian elegab dengan kaca mata berlensa satu bertengger dihidung.


"Baik".ucap Chandra.

__ADS_1


__ADS_2