
"Itu terlalu jauh".kata Chan mengeluh.
"Ayo,jangan banyak mengeluh".kata Kir menyeret Chan.
Lama berjalan akhirnya mereka sampai,masalah kendaraan mereka lebih menghengmat energi yang akan digunakan nantinya untuk berpegian.
"Huh".
"Wah baru tahu ada kota seperti ini".kagum Raz.
"Wah...,ayo kita lanjut,dan cari penginapan".kata Kar melangkah kakinya ke dalam kota sambil melihat-lihat.
Beberapa lama berjalan tiba-tiba ada yang merampas barang milik Kirana menyebabkan ia harus mengejarnya kecepatan tinggi.Melintasi kerumunan orang-orang yang lewat membuatnya ke susahan,beberapa orang sering menegur mereka yang berlari.
Chan dan Raz melihat pun bergegas mengejar.
Sesampainya di sebuah gang sempit pencuri itu terpojok ia tak tahu harus memilih yang mana ketika jalan didepannya ada seorang wanita yang berambut merah berkuncir kuda dan membawa pistol besar,ia meneguk ludahnya takut-takut jika ia tertangkap.
"Serahkan itu!".katanya pada anak lelaki itu yang ketakutan.
Sret...
Kir yang tiba di gang yang terdapat anak kecil dengan seorang wanita,awalnya ia tampak bingung namun ia tersadar pada tujuannya.
"Eee".anak itu tampak bingung.
"Berikan!".ujarnya wanita itu lagi.
"Hei,berikan itu milikku!".kata Kir teriak.
Lagi-lagi anak itu nampak bingung harus melewati jalan mana karena jalan tak ada lagi sudah tertutup dengan dua wanita.
"Berikan".kata wanita tadi.
"Hhh...".anak itu menghela nafas dan memberikan barang curian itu pada wanita didepannya,karena tatapan yang mengerikan.
Setelah memberikan anak itu diberikan jalan untuk pergi,berjalan dengan lesuh anak itu meninggalkan gang.
"Lain kali hati-hatilah".ujar wanita itu melempar barang curian itu ke Kirana yang berhasil di tangkap.
"Terimakasih".kata Kir menggengam barangnya yang sempat di curi.
Tibanya Chan dan Raz membuat wanita itu heran.
Ketika hendak pergi sebuah suara seperti memanggilnya dan membuatnya menenggok.
"Hei apa kalian perlu tour keliling kota ini untuk mencari penginapan?".tanya wanita itu.
"Ehmmm".Chan nampak berpikir.
"Bagaimana?".tanya Raz.
"Entahlah,bagaimana Kir?".ujar Chan yang bertanya pada Kir.
"Ehmmm,boleh".kata Kir mendekap barangnya yang sempat di curi.
"Baiklah mohon bantuannya".ujar Chan pada wanita itu.
"Baiklah".ujar wanita itu meletakan pistolnya di pundaknya membuat Raz bergidik.
Mereka ber empat berkeliling kota dan sesekali gadis itu menjelaskan tentang kota yang ia tinggali.
"Namiha,apa kau orang sini?".tanya Kirana.
"Iya,kenapa?".ujar gadis tadi yang bernama Namiha.
__ADS_1
"Ehmmm,itu aku hanya memastikan aja,lalu kamu tinggal dimana?".tanya Kir menatap Namiha.
"Ada di suatu tempat".kata Namiha.
"Ouh...".Kir yang ber ohria.
"Ouh,iya!".
"Apa kamu mau makan bersama kami?".tanya Kir antusias.
"Hah?".Miha yang belum paham.
"Iya,makan bersama,apa kamu mau,lalu di mana tempat kita bisa makan?".ujar Kir bertanya.
"Ehmmm itu tidak perlu,kalau kalian ingin makan bisa aku tunjukan".ujar Namiha menunjukan jalan.
"Kenapa kau tidak ingin makan?".tanya Kir.di tengah perjalanan menuju tempat makan.
"Tidak apa".kata Namiha menatap jalanan.
Tak peelu waktu lama mereka telah sampai di tempat penginapan.Tujuan awal memanglah ke tempat makan namun Namiha berpikir agar ke tempat penginapan juga supaya Chan dan lainnya juga bisa mengistrirahatkan tubuhnya habis dari perjalanan.
"Terimakasih,apa kau benar tidak ingin bergabung?".tanya Kir mulai akrab.
"Tidak perlu,aku masih ada urusan".kata Namiha.
"Huh,benarkah?".tanya Kir.
Namiha mengganguk.
"Hhhhh,baiklah hati-hati".kata Kir selanjutnya.
Namiha meninggalkan mereka bertiga di penginapan,dan menuju ke suatu tempat.
Malam tiba di kota itu dan terasa dingin.
Di pertengahan jalan ia melihat Namiha tertidur di jalan menyenderkan badan pada tembok.
"Kenapa dia di sini?".tanya Chan dalam benaknya.
Ia mendekat ke Namiha.
"Nam,Nam".panggil Chan pelan pada Namiha.
"Eugh...".Namiha yang melengguh.
"Eh,kenapa kau di sini?".tanya Namiha.
"Harusnya aku yang bertanya".kata Chan.
"Ouh...,tadi aku tertidur karena mengurus sesuatu".kata Namiha membuat Chan menggerutkan alisnya.
"Sesuatu?".kata Chan bingung.
"Hhhh,kau tak akan paham".kata Namiha bangkit.
"Maksudnya?".kata Chan bingung.
"Iya lebih baik kau kembali,tidak baik jika kau keluar malam apa lagi ini dingin".kata Mamiha menatap jauh keluar kota yang memperlihatkan bangunan,pasir dan bulan yang indah di temani bintang.
"Bukankah aku yang harus mengatakannya?".kata Chan menatap Namiha.
"Hhhh,kau tak akan paham lebih baik kau kembali".kata Namiha lagi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?".kata Chan curiga.
__ADS_1
Setelah mengatakannya ada sesuatu yang terjadi.
Boom
Srekkk...
Sebuah makhluk keluar tanah.
Cleck...
Drrrp...
Deru langkah kaki yang bersiaga dan persiapan senjata.
"Pergilah".kata yang terucap oleh Namiha yang melihat sekilas ke Chan.
"Ada apa ini?".tanyanya bingung.
"Pergilah!".kata Namiha.
Namiha segera menyusul orang-orang di depannya.
Chan menatap ke pergian Namiha.
Tak berselang lama adanya suara ledakan membuat Kir bergegas keluar dan melihat sesuatu.
Sebuah makhluk panjang di malam dingin muncul.
"Apa itu?".kata Kir takjub dengan suara kecilnya.
Melihat hal itu Kir bergegas menuju ruangan Chandra dan Razky.Ketika membuka pintu ia hanya menemukan Raz dengan kimiho yang terbangun.
Dengan wajah panik dan keringat membuat Raz bingung.
"Dimana Chandra?".pertanyaan yang keluar dari Kirana.
"Tidak tahu,aku bangun-bangun sudah tidak ada".kata Raz menenangkan Kimiho yang menggeram.
"Ada apa memangnya kenapa kau panik?".kata Raz penasaran.
"Itu di luar ada makhluk besar".kata Kir menunjuk ke luar.
Mendengar hal itu membuat Raz terkejut pikirnya beberapa tempat yang ia kunjungi harus ada sesuatu makhluk besar yang ia temui.
"Aku akan keluar".kata Kir.
"Hei tunggu sebentar aku ikut".kata Raz yang berdiri.
"Baiklah cepatlah aku akan bersiap".kata Kirana.
Beberapa waktu bersiap diri mereka sudah bersiap dan menuju ke suatu tempat.Di pertengahan jalan mereka bertemu Chandra yang menatap ke arah orang-oramg yang bersiaga dan anehnya beberapa orang kota hanya beberapa yang keluar.
"Ada sesuatu".ucap salah satu penduduk kota membuat Chan dan temannya bingung dan beberapa orang asing yang ada di kota untuk berkelana.
"Apa maksudnya?".kata Chan penasaran.
Beberapa saat kemudian ada sesuatu yang menghantam planet itu.
"Hhhhh,ternyata itu".kata seorang pria menatap sesuatu di kepulan debu.
"Siapa itu?".kata Chan melihat sesuatu di balik kepulan debu membuat temannya bingung.
"Hah?".kata Kir dan Raz bersamaan.
"Hehehe halo apa kabar".kata seorang wanita tertawa kecil dengan tangan menutupi bibirnya.
__ADS_1
"Siapa kamu?".kata seseorang.
"Tak perlu tahu siapa diriku,aku hanya di beri perintah saja".kata gadis itu menatap kukunya.