
Perlahan-lahan Chinami berubah rambutnya memanjang gaunnya memanjang indah dilengan kanan dan kiri terdapat kebiruan memanjang.
Perlahan Chinami naik kepermukaan bersama Kirana.
Chi menyerahkan Kirana pada Namiha lalu berjalan pelan ke depan.
Chi menatap Taras,sama halnya Taras menatapnya bingung.
"Siapa kau?".tanya Taras sembari menghadapkan senjatanya pada Chinami.
"Goumu".serangan Chinami pada Taras membuatnya terpental cukup jauh.
"Puol".
Puf...
Hewan kecil yang keluar berwarna biru yang berada di pundak Chinami.
"Serangan Air".Chinami.
Swush...
Poul yang menyeburkan air kearah Taras.
"Aku rasa kau masih belum menyerah".ujar Chinami melangkah.
"Huh".
"Tak akan aku biarkan kau mengalahkanku".ujar Taras berdiri.
Saka melihat kejadian itu ia mengamati dengan tubuh yang terluka.
Rasa tulang ingin remuk.
"Akh sakit".pekik Saka memegangi tangannya.
Mendengar hal itu membuat Chinami menoleh.
"Apa kau tidak apa?".tanya Chinami lembut.
"Ah iya".Saka.
"Jangan paksakan dirimu".ujar Chinami melihat keadaan Saka.
Oukuma yang hampir sama terluka parah tak luput dari perhatian Chinami.
"Aku tidak apa Chi".ujar Oukuma melihat pergerakan sorot mata Chinami.
"Chinami?".kata Namuha dan Saka bersamaan.
"Kalian pikir siapa,jika bukan Chi hmm?".ujar Oukuma melihat Namuha sambil tersenyum.
Namiha terperangah.
"E... aku kira orang lain".ujar Namuha pelan diakhir kata.
Taras yang sudah berdiri berusaha menghindari makhluk mirip naga itu yang terus menyerangnya dari udara dan terkadang dari dalam air.
Taras menyerang makhluk itu dengan gumpalan api.
"Tidak mempan?".ujar Taras melihat serangannya yang tidak melukai makhluk itu.
"Rarr".
Swush...
Makhluk itu menyerang Taras hingga membuat Taras kuwalahan.
Makhluk itu yang menulik tajam dalam terbang dan menyerang Taras kembali.
Dan Taras yang yang lakukan menyerang makhluk itu hingga bertubi-tubi.
"Rarr!".
Makhluk itu menyerang kembali dan membuat Taras terpojok.
Tak ingin memperpanjang pertempuran Chi melihat kearah Taras.
Dan mengarahkan tangan pada Taras.
"Dinding air".Chi membuat perisa dari air secara tiba-tiba karena Taras menyerang secara tiba-tiba.
"Akh".Taras yang merasakan sakit pada tangan dan mundur beberapa langkah.
"Hufrud".air yang mengelilingi tubuh Taras.
Sebuah lingkaran terletak pada kaki Taras tubunya terkunci hingga tak bisa bergerak.
"A...apa yang kau lakukan?".tanya Taras berusaha melepas diri.
"Dinding pengunci!".
Lama-lama dinding air itu mengecil dan mengurung Taras dalam dinding air.
Pertarungan telah usai kini Chi memandang bekas tempat Taras terkurung.
"Poul...".Poul yang melihat Chi terdiam.
"Tidak apa".ujarnya mengusap keringat yang meluncur diwajahnya.
"Apa kau tidak apa".tanya Oukuma.
Chinami mengganguk.
"Raz bangun".ujar Jon's masih berusaha membangunkan Razky.
"Kei".
"Kei".
"Keiha".ujar Jon's yang juga membangunkan Keiha yang masih menutup matanya.
__ADS_1
"Jangan buat aku khawatir,kaliam bangunlah!".frustasi Jon's yang melihat temannya masih menutup mata.
"Uhuk".Chan yang terbatuk.
Mendengar seseorang terbatuk Jon's langsung mencari keberadaan orang itu dan mendapati Chan tengah terbatuk.
"Chan...".Jon's menghampiri Chan terburu.
"Apa kau tidak apa?".tanya Jon's.
Chan mengganguk lemah.
"Air".ujarnya lemah.
"Sebentar aku cari air bersih".ujar Jon's masuk kedalam pulau lebih jauh dan mencari sumber air.
Menemukan sumber air Jon's memetik daun yang lebar dan membentuknya menjadi kerucut.
Dengan cepat Jon's mengambil air dengan daun dan berlari menuju Chan yang terbatuk.
"Ini minumlah".Jon's membantu Chan untuk meminum air dari daun.
"Uhuk".batuk Chan disela meminum air.
"Hati-hati".Jon's membantu Chan meredakan batuk.
"Dimana yang lain?".tanya Chan yang hanya melihat Razky dan Keiha yang masih terbaring.
Jon's menggeleng.
"Aku tak tahu yang lainnya".ujarnya.
Chan mengepalkan tangannya.
"Maaf".ujarnya lirih sambil terisak.
"Tidak,itu bukan salah mu".kata Jon's pada Chan.
"Hiks".
"Seharusnya tidak seperti ini".
"Maaf".
"Ini bukan salahmu".ujar Jon's memberi kata penenang.
"Maaf".
"Janganlah meminta maaf".
"Jangan menangis".
"Semuanya akan baik-baik saja".kata Jon's pada Jon's.
Chan masih terisak.
"Sudahlah jangan menangis".bujuk Jon's pada Chan yang tak berhenti menangis.
"Chi mereka ada dimana?".tanya Saka menatap punggung Chinami.
"Dipulau?".tanya Saka.
Chinami mengganguk lalu menunjuk kearah pulau yang sudah terlihat.
"Cukup Jauh".ujar Saka.
Chinami memandang Rauftor makhluk laut yang bisa terbang.
Rauftor mendarat dan merendahkan tubuh.
"Ayo".ajak Chinami menunggang Rauftor.
Dalam perjalan mereka hingga matahari mulai terbenam pulau semakin terlihat lebih dekat.
"Rauftor mendarat".kata Chi yang diangguki Rauftor.
Rauftor mendarat dengan perlahan.
Satu persatu mereka turun dan melihat kesekeliling.
"Dimana mereka?".tanya Saka.
Oukuma yang berjalan di tepi pantai menemuka jejak kaki.
"Kearah sana".tunjuk Oukuma pada dalam hutan.
Mereka masuk kedalam hutan lebih dalam.
Melihat api yang menyala dengan cepat Saka dan yang lainnya menghampiri asal api itu dan menemukan Jon's yang tengah mengobati yang lainnya.
"Jon's!".teriak Saka melihat Jon's.
Jon's menoleh dan mendapati temannya.
Dengan langkah cepat Jon's menghampiri.
"Teman-teman".ujar Jon's disela tangis bahagia.
"Jangan menanggis".ujar Oukuma ketika memeluk Jon's.
"Kalian tidak apa?".tanya Jon's.
"Kami tidak apa bagaimana dengan mu dan yang lain?".tanya Oukuma.
"Aku baik,Kei,Raz masih pingsan dan Chandra kondisinya cukup buruk".kata Jon's.
Mendapati kabar Chandra membuat perasaan campur aduk.
Serasa es campur:).
"Apa dia tidak apa Jon's aku dengar dia tertusuk".kata Saka.
__ADS_1
"Kondisinya menurun dan lukanya membiru".kata Jon's mengusap air mata.
"Tenang pasti tidak apa".kata Oukuma.
"Aku akan melihat kondisi Keiha".Namiha.
"Kalau begitu aku akan melihat kondisi Razky sebentar lalu melihat Chan".kata Oukuma berjalan menghampiri Razky.
Namiha ikut bersama Oukuma.
"Poul jaga Arata,Kirana dan lainnya aku akan melihat Chandra".kata Chinami pada Poul.
Poul mengganguk.
Chi,Jon's dan Saka melihat kondisi Chan.
"Lukanya dalam".ujar Chinami.
Jon's mengganguk.
"Apa tidak ada cara untuk cara menyembuhkan Chan?".tanya Saka.
"Aku tidak tahu,aku sudah mengolesi lukanya dengan salap".ujar Jon's.
"Andai aku bisa lebih cepat tadi".kata Saka.
"Tidak apa,jangan salahkan dirimu".kata Jon's pada Saka.
"Aku akan mencoba mengobatinya".Chi yang mendekat pada Chan dan mengobati perlahan dengan kekuatannya.
"Sa... sakit".
"Ekh".
"Bertahan".kata Jon's.
Perlahan luka Chan mulai memulih warna biru pada luka mulai memudar.
"Hhh".
"Sampai sini saja".kata Saka pada Chinami yang melihatnya kelelahan.
"Tidak apa".kata Chi mengusap peluh.
"Apa Kimiho juga baik-baik saja?".tanya Chinami menatap Kimiho.
Jon's mengganguk.
"Aku sudah mongobatinya".
"Bagaimana?".kata Oukuma yang baru saja tiba bersama Namuha dibelakangnya.
"Sudah jauh lebih baik".kata Saka melihat Chan tertidur pulas.
"Hhh syukurlah".Oukuma mengusap dada merasa lega atas yang terjadi.
"Kau istrirahat saja Chi biar aku dan yang lainnya yang urus".kata Oukuma melihat Chinami kelelahan.
"Tidak apa Kum".kata Chi.
"Iya sudah, tapi setidaknya jika lelah istrirahatlah masih ada kami untuk mengurus Raz,Chan,Keiha dan lainnya".kata Oukuma menjelaskan.
Chinami mengganguk.
Malam yang sudah terlalu laut membuat Chinami mengantuk dan tertidur.
"Ekh...".
"Kau sudah bangun Raz?".tanya Oukuma melihat Razky terbangun.
Razky mengganguk lemah.
"Air Ou...".kata Raz pada Oukuma.
Oukuma mengganguk dan memberikan air dan membantu Raz untuk minum.
"Bagaimana keadaanmu?".tanya Oukuma setelah membantu Raz.
"Sedikit pusing".ujarnya.
"Syukurlah,akan aku beri obat pereda".kata Oukuma berjalan menuju kotak obat.
"Minum perlahan".kata Oukuma membantu Raz menurunkan obat.
"Uhuk...".Raz yang terbatuk-batuk akibat meminum obat yang pahit.
"Terimakasih".ujar Raz.
"Kenapa kau bisa ada disini?".tanya Raz setelah minum obat.
"Tentu saja mencari kalian".
Tak...
"Sakit Ou...".Raz yang mengusap kepala karena terkena pukulan dari Oukuma.
"Maaf".kata Oukuma mengusap kepala Raz.
Raz mengganguk hingga tersadar dengan sesuatu.
"Bagaimana dengan Chandra apa dia baik-baik saja?".tanya Razky khawatir.
"Hum!,kondisinya jauh lebih baik Raz".angguk Oukuma.
"Syukurlah".syukur Razky mengetahui kabar temannya.
"Lalu Taras?".tanya Razky.
"Dia kalah".kata Oukuma.
"Tidak mungkin".kata Razky.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?".tanyanya.
"Dia kalah oleh Chinami".kata Oukuma.