Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Pria misterius


__ADS_3

"Jeruk bali satu,manisan mangga satu,asem satu".kata Chan menunjuk menggunakan 5 jari yang mengarah pada makanan yang akan ia beli.


Penjual mengganguk,dan menyiapkan pesanan.


Mereka berpencar dan melakukan aktifitas masing-masing.


Bruk


"Ah...maaf aku tidak sengaja".ujar Chan yang merasa bertuburukan dengan seseorang.


"Ah iya tidak apa-apa".kata pria yang tertabrak oleh Chandra.


Chan melihat sekilas orang yang ditabraknya itu berjalan ke depan.


"Wa...".


Pandangan hijau yang segar pada padang rumput.


Chan dan Razky menatap rumput hijau.


"Heinsoot".


Bush.


Sebuah serangan pada danau yang membuat gelombang cukup besar.


"Eh?".kejut Raz membuat Chan bigung.


"Chan lihat itu".tunjuk Raz pada seorang pria yang tengah berlatih.


"Heinshoot".


"Heinshoot".


"Heinshoot".


Pria itu terus berlatih.


"Hei jangan seperti itu".


"Itu akan membuat tenagamu terkuras banyak".tegur Chan menghampiri.


"Tidak usah peduli aku masih bisa".kata pria itu.


"Hhh,huft".


"Kau sudah lelah berhentilah itu tidak baik".tegur Chan.


Pria itu menoleh membuat Chan terkejut.


Dengan pandangan buram pria itu hampir terjatuh berkat Chan yang membuat pria itu terjatuh.


"Dia terlalu menguras banyak".kata Chan dalam hati menatap wajah lelah pria itu.


"Chan ayo kita bawa kepenginapan".kata Raz melihat kondisi pria itu.


"Hum".angguk Chan.


Chan menggendongnya dan membawanya ke penginapan.


"Chan biar aku urus saja".kata Razky yang akan membayar uang tambahan karena membawa orang lain.


"Hum".angguk Chan.


Chan membawa pria itu kekamar nya dan merebahkannya.


"Fyuh".Chan mengusap keringat.


"Badannya panas Chan".kata Raz yang baru saja menyentuh pria itu.


"Dia terlalu memaksakan diri".kata Chan.


"Namiha tadi kau sangat keren menembak sasaran piu,piu".puji Namuha sambil memperagakan.


"Hahaha".tawa Kirana dan lainnya.


"Ouh iya kak Ou kemana iya?".tanya Namuha.


"Entahlah mungkin bersama dengan Jon's".kata Kirana menelaah.


"Mereka sudah sanpai".Chan yang mendengar suara teman-teman.


Dengan tergesa is menghampiri yang lain.


"Kir".panggil Chan.


"Kenapa?".tanya Kirana.


"Apa kau punya obat penurun panas dan pengembali stamina?".tanya Chan.


Kir mengganguk setelah mengingat beberapa obat yang ia punya.


"Ada apa?".kata Kirana.


"Itu panjang,ikut aku".kata Chan.

__ADS_1


Kir mengganguk.


Namuha yang penasaran mengikuti Kir begitu pula dengan yang lainnya.


"Sebentar aku akan mengambil obat".kata Kir setelah mengecek pria di kamar Chandra.


Chan mengganguk.


Kir dengan langkah cepat menuju kamarnya dan mengambil obat yang diperlukan.


Dengan perlahan Kir memasukan cairan berwarna coklat kehitaman pada mulut pria itu.


"Jika dia sadar beri dia ini".kata Kir memberi sebuah obat kecil berbentuk seperti permen dengan warna coklat.


Chan mengganguk.


"Sebenarnya dia siapa?".tanya Namuha.


"Aku bisa merasakan tangannya terkuras banyak".kata Namuha selanjutnya.


"Hum!".Keiha mengganguk merasakan aliran tenaga yang cukup terkuras.


Melihat pria itu Kei mendekat.


Dan meletakan kedua tangan diatas tubuh pria itu.


"Energi alam yang memberi kekuatan sembuhkan pria ini".Kei yang memberikan energi kepada pria itu.


Beberapa saat energi kembali memulih.


Melihat Kei yang akan terjatuh dengan cepat Namuha menangkap tubuh Keiha.


"Kei Kau tidak apa?".tanya Namuha dan lainnya.


Kei mengganguk.


"Istrirahat dikamar".kata Namuha.


"Ayo makan ini jangan paksakan dirimu".Kir memberi obat penambah energi.


Kei menelannya dan menahan rasa pahit yang ada.


"Bawa Kei kekamar aku akan membuat obat lagi".kata Kir yang menyadari obatnya mulai habis.


Namuha,Namiha dan Arata mengganguk membawa Keiha beristrirahat.


Namiha meletakan Kei dikasur dan menyelimutinya.


Malam telah tiba bulan indah menampakan diri setelah tertutup awan.


"Egh...".lengguhan seseorang membuat Chan melihat kearah sumber suara.


"Jangan bangun dulu".pinta Chan membaringkan tubuh pria itu kembali.


"Si...siapa kau?".tanya pria itu.


"Jangan tanya,berbaringlah saja dulu".kata Chan menahan pria itu.


Chan membenarkan selimut dan berjalan menuju meja kecil.


Chan mengambil obat yang diberikan Kirana tadi.Juga segelas air putih.


Chan berjalan mendekat dan mendudukan diri disamping pria itu.


"Buka mulutmu".kata Chan.


Pria membuka mulutnya.


Sesuatu masuk dalam mulutnya membuatnya bingung,hingga tiba-tiba ia merasa pahit.


Chan yang melihat ekspresi itu segera mengangkat tubuh itu sedikit dan memberinya air minum.


"Uhuk...pahit".kata pria itu yang merasakan rasa pahit.


Disisi lain disebuah kerajaan para prajurit tengah pusing mencari seseorang yang tak kunjung pulang.


"Prajurit cari pangeran".kata seorang pria berumur memerintah.


Prajurit mengganguk dari tadi pagi mereka mencari hingga malam tiba tidak ditemukan.


"Energi mu mulai membaik".


"Tapi untuk kondisi tubuhmu tidak,jadi istrirahatlah 2-3 hari mungkin demam dan kondisi mu membaik".kata Chan mengecek aliran energi yang mulai membaik.


"2-3 hari?".kata pria itu dengan sayu.


Chan mengganguk.


Tak ada waktu lain untuk beristrirahat jika ia lemah.Ia tak bisa terus seperti ini sedangkan rakyat membutuhkannya.


"Istrirahatlah".kata Chan dan berlalu pergi.


Akibat dari obat yang ia minum pri itu memejamkan matanya dan kembali tertidur.


"Kenapa kau diluar?".tanya Kirana melihat Chandra memandang pemandangan penginapan.

__ADS_1


"Hum".


"Kau sendiri?".tanya Chan.


"Hanya melihat kondisinya".kata Kirana.


"Diliat dari segi energi dan kekuatan sepertinya dia bukan orang biasa".


"Namun aku heran kenapa ia berlatih cukup keras?".kata Kir selanjutnya.


Chan menatap Kir.


"Mungkin ia harus menjadi lebih kuat".kata Chan.


"Aku juga melihat bekas goresan pedang di lengannya walau tak begitu parah".ingat Kir melihat bekas goresan ketika ia mengecek keadaan pria itu.


"Aku juga".Chan.


"Hei kalian tidak tidur?".kata Raz.


"Hhhh jika kau menggangantuk pergi tidur sana".Chan yang melihat kondisi Razky yang masih mengantuk.


"Tidak".


"Hoam".Razky.


Chan menggeleng dan menghampiri Raz.


"Ayo ku antar".


"Kir aku duluan".kata Chan yang diangguki.


"Kau tidak ingin tidur Chan,hoam".Razky.


"Iya nanti,sana tidur sudah larut".kata Chan membuka pintu kamar penginapan yang ia pesan tadi.


"Kimiho yang sabar iya jadi anjing penjaga hihihi".kata Kir melihat Kimiho didepan pintu kamar penginapan lama Chan dan Razky.


Kimiho melihat sekilas dan kembali tertidur.


"Hhhh".Kir.


Kir berjalan kekamar memandang bulan dari jendela.


Merasa lelah Kir membaringkan dirinya disamping Keiha yang tengah terlelap.


Pagi tiba mereka disibukan aktifitas lain.


Kir yang membuat persedian obat serta membuat obat baru.


"Kir apa lagi yang dimasukan?".tanya Keiha yang tengah bingung.


Kir mengusap kepala Keiha dan memasukan sebuah biji kedalam alat penumbuk.


Kei mengganguk dan mulai menumpuk.


"Coba aku liat obat apa lagi yang belum aku buat".Kir melihat lembaran kertas didepannya tentang obat-obatan.


"Obat penyembuhanan dalam".kata Kir membaca salah satu lembaran.


Tiba-tiba Kir teringat sesuatu dan bertanya.


"Kei".panggil Kir.


"Hum".Kei yang menoleh.


"Kemarin engkau memyembuhkan energi pria itu,apa menggunakan energi alam atau dirimu?".tanya Kir.


Keiha nampak berpikit untuk menjelaskannya.


"Eummm itu energi alam namun jika membagikan terlalu banyak atau sering itu akan berdampak buruk bagiku".


"Dan juga karena aku belum terbiasa aku jadi lemah".kata Keiha sebisa mungkin menjelaskan.


Kir mengganguk.


"Aku tidak bisa memyembuhkan energi hanya bisa membagikan sehingga energi ku lah yang akan memyembuhkan dari dalam dan akan bercampur dengan pemilik energi".kata Keiha menjelaskan.


Kir yang mengetahui Keiha tidak bisa menyembuhkan secara langsung terkejut.


"Lain kali jangan seperti itu".


"Karena itu bisa bahaya untukmu juga jika kau kenapa-kenapa bagaimana?".kata Kir.


"Hahaha iya maaf Kir,melihatnya seperti itu membuat ku berinisiatif membantunya jadi aku menyalurkannya".kata Kei sembari menggaruk tengkuk.


"Hhh,lain kali Kei jangan seperti itu,hal itu bisa disembuhkan oleh obat walau lama tak apa dari pada memberi energi padanya itu bahaya".kata Kir menjelaskan.


"Iya lain kali aku tidak akan seperti itu,aku usahakan hehehe".Keiha.


Kir menghela napas.


"Apa ini sudah selesai?".tanya Keiha melihat hasil tumbukan.


Kir melihat hasil dari Keiha dan mengganguk.

__ADS_1


"Letakan disini".Kir yang memberi tempat kecil.


__ADS_2