
"Wo...".ujar pria takjub dengan perubahan Razky,namun terbesit tanda tanya dan rasa takut.
"Kenapa ini?,ada apa dengan dia?".ujar pria itu dalam benaknya.
Pria itu menatap Razky bingung,pasalnya ia bisa sekuat itu dan seserius itu berbeda dengan yang tadi,hingga membuatnya terluka dan kuwalahan.
"Astaga apa-apa an dia?".ujar pria itu mengelap sudut bibirnya,ia memegang senjatanya yang menopang tubuhnya.
"Sudah selesai".ujar Razky menatap pria dihadapannya,dan mengakhiri pertarungan.
Setelah pertarungan ia menuju Chan yang terluka itu.
"Hahaha apa hanya itu kemampuanmu?".tanya pria yang melawan Chandra.
"Uhuk".Chan yang terbatuk.
"Hmph,lebih baik ku akhiri".ujar pria itu menatap Chan,ketika hendak mengangkat Chan sebuah kecepatan tinggi menghantap dia hingga terjatuh.
Sresss...
"Hmph,siapa dirimu?".tanya pria itu bangkit dari menatap Razky.
Raz hanya terdiam dan memandangnya lalu memandang ke temannya.
"Ada apa dengan Razky?".tanya Kirana dalam benaknya.Yang masih melawan lawanya.
"Hum,lawan baru menarik".ujar pria itu meletakan jari telunjuk ke dagunya.
"Mari kita selesaikan".ujar pria itu menatap Rakzy.
Pertarungan kembali terjadi,pedang saling bersiteru,walaupun Raz menggunakan senjata yang lebih kecil dari musuhnya namun ia bisa menyeimbangkan,membuat musuh kagum dan bingung.
"Ada apa dengan anak ini?".tanya pria itu menatap Razky.
Pertarungan berlangsung lama hingga Raz bisa mengalahkan musuhnya.
"Anak itu".ujar pria diatas,dengan cepat ia memerintah untuk mempercepat kehancuran.
Hancuran dipercepat membuat beberapa orang terkejut dan panik.
"Bagaimana ini?".tanya prajurit ketakutan.
Semua orang di sana ketakutan sedangkan Raz,melawan trefeor dengan tenang hingga Raz kehilangan kendali dan marah membuat langit merah terdapat lubang.
"Aaaaa...".teriak Raz.
"Uhuk,dia kehilangan kendali".ujar Chan yang mulai bangkit.Ia memegang lututnya dan melihat kearah temannya segera ia menyusul Razky.
Drrp.
Pelukan hangat yang disalurkan oleh Chandra dari belakang.Dengan tenang Chan berkata pelan"Tenanglah aku ada disini".ujar Chandra pelan dikuping Raz.
Mendengar ucapan temannya ia tersadar dan dirinya berubah semula.
Bruk
Raz terjatuh.Chan masih terdiam pada tempatnya.Tiba-tiba ia merasa sesak.
"Hum,anak itu sudah beres sekarang giliranmu".ujar pria yang dari tadi memantau pertarungan dari atas.
Kemampuan bertarungnya sudah melemah,Chan dapat melihat kalau pria itu terluka akibat serangan dadakan Razky.
"Berhumpung kau masih lemah".ujar pria itu kembali.
"Tidak bisa".ujar Chandra.
"Hum".ujar pria itu meremehkan.
"Ayo".
Ces
"Kau".
Bruk...
Tubuh seorang pria terjatuh tepat di belakamg Chandra.
"Sudah kubilang tidak bisa".ujar Chandra memegang senjatanya.
Pertarungan sudah berakhir beberapa orang tumbang bahkan terluka parah dan tak sadarkan diri.
Kir menatap kedua temannya yang tak sadarkan diri.
Kir menghampiri mereka berdua dan menguncangkan tubuh mereka meyuruhnya tersadar.
"Aaa...hei bangunlah,jangan membuatku panik!".ujar Kirana dengan air mata menetes.
Kir terus menguncang tubuh mereka menyuruhnya tersadar.
...*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*🌱*....
Di sebuah tempat bernuansa biru,putih dan emas terbaring dua orang laki-laki yang terbaring dengan luka yang dibalut perban.
Saat ini Kirana menjaga Chan dan Razky yang terbaring lemah.
Lama menunggu selama beberapa waktu akhirnya mereka tersadar.Dengan cepat Kir menghampirinya lalu memanggil tabib.
"Kondisinya sudah jauh lebih membaik anda nanti bisa memberikan obat ini".ujar tabib itu pada Kirana.
"Baik terimakasih".ujar Kirana sopan.
"Kalau begitu saya permisi dahulu".ujar tabib itu berdiri dan melenggang pergi setelah berpamitan.
Pemulihan dilalui Chandra dan Razky bersamaan hingga mereka sudah membaik.
"Hati-hatilah".Kir yang memegang tangan Chan ketika berjalan.Pertarungan ini benar-benar menghabiskam tenaganya dan membuatnya kesakitan.
Saat ini planet Vreedzame planeet (Bahasa belanda artinya 'planet damai').Dalam keadaan tak membaik akibat serapan energi walaupun tak sepenuhnya namun membuat planet tak seimbang.Bersyukur planet tidak mengalami kehancuran.
"Hei kau hati-hatilah,kalian membuatku kalang kabut tahu tidak ha?!".teriak Kirana melihat Raz yang hampir terjatuh.
"Ha ha,iya maaf-maaf".ucap Raz menggaruk tengkuknya.
"Humph!".acuh Kirana.
"Jalan sendiri!".
"Ha,ha,apa?".Chan yang kebingunggan dan hampir saja kehilangan keseimbangan untung saja ia bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik.
__ADS_1
"Apa dia,benar-benar cemas?".tanya Raz melihat kearah Chandra lalu ke Kirana yang berjalan mendahului.
"Entahlah,sepertinya iya?".jawab Chan sekenanya.
Chan berjalan dengan perlahan dan menyusul Kir yang berkutat dengan bunga berwarna unggu dengan seekor hewan menghinggap.
"Hum,harum".ujar Kirana memuji.
Tiba-tiba ia teringat akan sesuatu.
"Ouh,iya".ujar Kir teringat dan mengeluarkan kotak.
"Mau apa?".tanya Chandra tiba-tiba membuat Kir terkejut.
Baru saja dikejutkan oleh Chan tiba-tiba ia harus dikejutkan oleh Raz,benar-benar teman se jaringan.
"Hih!,bisakah kalian tidak mengagetkanku!".geruru Kir.
"Hehehe maaf".ujar Raz dengan ketawanya.
"Humph!".Kir yang memalingkan wajahnya.
"Mau buat apa?".tanya Chan melihat Kir melihat sesuatu yang di keluarkan dari kotak.
"Menanam".ujar Kir singkat.
"Ouh...".ujar Chan dan Raz bersamaan mengganguk.
"Hm".Kir berujar singkat dan menanamkan biji-bijian.
"Wa...".Raz yang takjub dengan biji Kir yang ditanam tumbuh begitu cepat.
"Ternyata berguna juga".ujar Kir menatap tumbuhan yang ia tanam.
"Hmmm,kotak yang diberikan raja waktu itu ternyata berguna juga".Chan yang menggangukan kepalanya melihat tanaman yang tumbuh begitu cepat.
"Hmmm,iya,jika tidak salah kau juga menggunakan isi kotak itu kan ketika pertarungan?".tanya Kir memastikan.
"Hm,benar aku menggunakan liontin itu dan mengaitkannya ke senjata ku membuatnya bisa berubah wujud sesuai keinginan ku".ujar Chan yang menjelaskan sebisanya.
"Liontin?".Kir yang bingung dengan perkataan Chandra mengenai liontin.
"Iya,isi kotak itu liontin".jelas Chandra.
Kir mengganguk paham dan berujar"Kukira itu hal lainnya".kata Kir.
"Bentar kau menggunakan isi didalam kotak itu?".tanya Raz tak paham.
"Iya,waktu melawan musuh,yang kau kalahkan ketika dirimu kehilangan kendali lagi".kata Chan yang membuat Raz harus memutar kejadian lalu.
"Ouh,hehehehe".ujar Raz yang baru ingat.
"Hmmm".
"Lagi?,maksudnya Raz pernah kehilangan kendali sebelumnya?".tanya Kir bingung.Yang mendapat anggukan.
"Hum,iya bahkan membuat tulang ku hampir bermasalah parah waktu itu ketika dia kehilangan kendali,jadi aku terus dan berusaha membuatnya tenang jika dia kehilangan kendali".Chan yang mengingat kejadian lama itu."Hehehe maaf Chan waktu itu aku tidak bisa mengendalikan diri".ujar Raz menggaruk tengkuknya."Hmmm".ujar Chan singkat.
"Hhhh,jadi ini tidak pertama kalinya?".tanya Kir mengintimidasi Raz.
"Tidak ini kedua kalinya".Raz yang takut-takut.
"Hhhh,kau harus berhati-hati kau ingin meledakan planet ini apa dirimu tahu?".ujar Kir menatap Raz serius,membuat Raz ketakutan.
"Baiklah lain kali aku akan berhati-hati".Raz yang canggung.
"Hmmm".
Melihat Chan yang berjalan ke luar istana membuat Kir bingung dan bertanya-tanya.Begitu dengan Raz melihat langkah kakinya.
"Mau kemana?".tanya Kir memastikan.
"Ingin keluar,apa boleh?".tanya Chandra.
"Keluar?".Kir.
"Hmmm".Chandra.
"Tapi kamu masih dalam perawatan dan bekum sembuh jangan keluar terlebih dahulu!".ujar Kir.
"Tapi hanya sebentar,aku merasa bosan".kat Chan menoleh kebelakang.
"Iya,aku juga bosan,akh".ujar Raz yang menghentak hentakan kakinya berujung sakit.
"Hum!".lirik Kir yang melihat tingkah Razky.
"Ah,iya".ujarnya takut.
"Hmmm".
"Hmmm,baiklah tapi hanya sebentar".ujar Kir bersedekap.
"Baiklah,terimakasih aku hanya berjalan-jalan saja".ujar Chan berjalan dan menuju pagar istana.
Karena luka dan jasa mereka bertiga mereka di perijinkan untuk beristrirahat di istana dan memulihkan kondisinya yang menyebabkan mereka bisa berada di istana.
Kirana,Chandra,dan Razky sedang berjalan mereka bisa melihat beberapa rumah hancur banyak orang terluka dari ringan ke parah,hingga tibanya mereka di reruntuhan bangunan yang terdapat nyala api dibelakangnya dan beberapa prajurit yang melawan trefeor terakhir,serta seorang gadis yang sedang menanggis yang mengenakan pakaian berwarna kuning.
Chan menghampiri dengan perlahan dan mensajajarkan tubuhnya dengan anak permpuan itu.Lalu ia bertanya.
"Namamu siapa?".ujar Chandra berlutut menjajarkan tubuhnya dengan anak perempuan yang berambut kuning dengan wajah yang kotor dan luka di beberapa tubuh.
"Aei,Aeikeila".ujarnya pelan sambil saling mengetukan jari telunjuknya.
"Aei,Aeikeila,ok kakak akan mengingatnya".ujar Chandra mengganguk dan tersenyum manis.
"Aei,mau ikut kakak?".tanya Chandra lembut.
"Ummm".Aei yang menimang nimang pikirannya dan menenggok kearah kebelakang yang terdapat reruntuhan dan api dibelakangnya.
Melihat hal itu pun Chan tersenyum mengerti maksud anak itu.
"Apa ayah,ibu Aei disana?".tanya Chandra menunjuk reruntuhan.Dengan hati-hati Aei mengganguk kecil.
"Ayo sama kakak,nanti kita cari".ujar Chandra.Dengan ragu anak itu mengganguk.Melihat persetujuan Chan meminta ijin kepada anak itu untuk menggendongnya lagi-lagi anak itu mengganguk dan menggijinkan menggendong.
Dengan hati-hati dan membawanya pergi.
Tibanya di istana beberapa pelayan amat bingung dengan adanya anak kecil yang berada dalam gendongan Chandra.
__ADS_1
"Siapa itu".bisik pelayan.
Tak hanya pelayan namun juga beberapa orang di istana.
"Nah,Aei di sini dulu iya".ujar Chan meletakan Aei ke kasur.Kemudian Chan berjalan kearah pintu untuk berbicara dengan pelayan dan penjaga.
"Hum".angguknya kecil.
Beberapa menit duduk di kasur Chan datang dan ingin membuka kancing Aei namun dihentikan oleh teguran Kirana.
"Mau apa kau?".tanya Kir melihat Chan.
Raz hanya bagian penonton.
"Mau memandikannya lah apa lagi?".ujar Chan.
Perkataan Chan dan Kir membuat anak itu bingung.
"Tidak,biar aku saja!".ujar Kir berjalan mendekat kearah anak itu dan menggendongnya kearah kamar mandi.
"Nah,ayo mandi".ujar Kir yang menurunkan Aei,dan melepaskan bajunya serta memandikannnya.
30 menit berlalu Kir keluar dengan anak itu dengan balutan pakaian yang cantik.
"Apakah tidak apa-apa?".tanya Chan tiba-tiba.
"Huh?".
"Dia ada luka,jadi apa dia tak apa?".tanya Chan menjelaskan,karena anak itu memiliki luka gores di pipinya.
"Hum,ku rasa begitu aku memandikannya pelan".kata Kir yang mengusap anak perempuan itu.
Semenjak bertemunya mereka bertiga dengan anak itu hubungan mereka sudah merekat dan saling menyayangi.Bahkan gadis itu sudah menganggap Chan,Kir dan Raz keluarganya.Hingga setibanya mereka harus pergi untuk menjelajah dan menemukan tersangka terhadap hancurnya beberapa plenet.
"Hati-hati iya Aei,jaga diri baik-baik jangan nakal,nanti kalau ada apa-apa kirim pesan iya?".ujar Chan pada anak itu.
"Hum,Aei akan jadi anak baik".kata Aei menatap Chan.
"Aaaa,aku tidak bisa meninggalkannya!".Chan yang prustasi melihat wajah Aei.Sedangkan Aei merasa aneh dengan Chan.
"Sudahlah,ayo kita berangkat".ajak Kirana memegang kerah belakang bajunya.
"Aaaa,dia terlalu imut!".Chan yang berteriak melihat Aei.
"Ayo!".Kir yang mengangkat kerah Chan mengakibatkan tubuhnya terangkat.
"Hati-hati Aei".ujar Raz lembut.
"Sampai jumpa,Aei jaga diri iya?".kata Kir yang melambaikan tangan.
"Hati-hati".kata Chan terlihat lesuh.
"Tenang saja kami akan menjaganya".kata raja yang pernah dibantu oleh Chan,Kir dan Raz.
Swushhh...
"Huhuhu,aku tidak bisa meninggalkannya".ujar Chan mengelap air matanya.
"Berhentilah menanggis dia tak apa,lebih baik kita cari pelakunya".kata Kir melihat kearah Chan.
"Baiklah".ujar Chan lesuh.
Beberapa waktu melintasi waktu bertiga mereka akhirnya tiba di sebuah planet yang cukup gersang.
"Huh...,disini terlalu panas".kat Kir mengelap keringat.
"Iya,hingga ku harus mengelap keringat tubuhku berulang kali".kata Raz mengelap keringat di dagunya.
"Hhhh,di sini terlalu panas,bagaimana kondisi Aei jika ikut pasti dia akan kepanasan".kata Chan berjalan lesu.
"Hei!,jangan bawa-bawa dia!,ingat tujuan kita,kau harus fokus!".kata Kir berteriak
"Tapi apa masalahnya!,aku hanya rindu!".kata Chan tak ikut kalah.
"Rindu?!".kata Kir yang keras.
"Iya,aku merindukannya!".kata Chan mengingat anak itu.
"Hhhh,apa lagi yang mereka debatkan itu".kata Raz melihat perkelahian yang terjadi.
"Aku sungguh merindukannya!".kata Chandra.
"Hhhh,baru juga beberapa waktu yang lalu kita meninggalkannya bisa-bisanya dia rindu,jika waktu ini bisa membuatnya rindu,apa kabar jika tak bertemu dengannya kurun waktu lama?".Raz menghela nafas sepasang makhluk hidup yang berkelahi.
"Sudahlah lebih baik kita cari penginapan!".kata Kir meninggalkan Chan,tak ingin menambah beban.
"Hei,mana ada planet seperti ini ada penginapan!".teriak Chandra.
"Hei,itu kota?".kata Raz melihat seperti bangunan kecil yang jauh.
"Ada apa Raz?".tanya Chan melihat tingkah Raz.
"Itu".tunjuk Razky kepada obyek.
"Hah?".Chan yang tak paham maksud Razky.
"Bentar".Kir yang melihat kearah tunjuk Razky,merasa kurang jelas Kir mengeluarkan teropong dan melihat kearah tadi.Di lihatnya kota kecil di planet itu.
"Kenapa kau tersenyum?".tanya Chan melihat Kir tersenyum.
"Ada sebuah kota".kata Kir.
"Benarkah?".kata Chandra.
"Hum".
"Sini biar kulihat".Chan yang merampas teropong dari tangan Kir,membuat Kir kesal.
"Dimana?".tanya Chan yang tak jumpai.
"Ini?".Kir yang mengarahkan arah teropong pada kota.
"Aa...".kata Chan mengganguk.
"Ayo kita kesana".ajak Raz.
"Ayo".kata Kir.
"Itu terlalu jauh".kata Chan mengeluh.
__ADS_1
"Ayo,jangan banyak mengeluh".kata Kir menyeret Chan.