Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Mulai


__ADS_3

"Hiks, tunggu saja kalian akan kubalaskan kalian semuanya! ".ucap Chandra yang berteriak sambil mengingat orang yang telah menghacurkan planetnya.


...****************...


Beberapa tahun telah berlalu.


Di pagi hari


"Hyak,yak,yak!".seruan orang yang memukuli pohon.


"Tuan Chandra ayo beristrirahat ini sudah lama sekali untuk berlatih tuan, ayo tuan hentikan dan beristirahatlah tuan".ucap seseorang pria tua berkacamata.


"Tidak paman, mana mungkin aku bisa beristrirahat jika makhluk seperti dirinya masih ada sampai saat ini dan mungkin saja dia akan datang kemari bukan?".Chandra yang berucap sambil memukuli pohon serta keringat bercucuran.


"Hyak".


"Tuan".


"Hhhhh baiklah, kalau begitu saya permisi dahulu tuan, dan makanan serta minuman saya taruh di sini".ucap pria tua itu yang menaruh nampan makanan dekat pilar,sedangkan Chandra hanya melirik sebentar dan melanjutkan tujuannya kembali.


Malam hari pun tiba Chandra masih sibuk dengan latihannya hingga pria tadi pun datang kembali ketempat latihan dan menukar nampan yang berisi air minum dan makanan dengan yang baru serta melihat tuannya yang masih berlatih keras.


"Huft hhh huft".deru nafas Chandra yang lelah berlatih.


Chandra memegang pohon yang ada di hadapannya sambil menetralkan nafasnya.


"Pangeran Chandra ayo beristrirahatlah sebentar itu tidak baik untuk dirimu pangeran".ucap pria tua itu sambil menatap Chandra.

__ADS_1


"Tidak apa paman aku mas-".Chandra yang tak melanjutkan perkataannya karena ia jatuh pingsan ketika berbalik kebelakang.


"Pangeran!".


"Pengawal,bawa pangeran ke ruangannya sekarang juga!".


"Baik tuan!".serentak pengawal.


Mereka pun membawa Chandra ke ruangannya dan menidurkannya di ranjangnya.


"Pangeran bangunlah ku mohon".pinta pria tua tadi.


"Ambilkan air minum dan air hangat serta handuk kecil".titah pria tua tadi.


"Baik!".


Para pengawal dan dayang pun bergegas keluar dari kamar Chandra dan segera mengambil yang di butuhkan.


Sresh


Perasan air dari handuk yang di peras oleh pria tua tadi.


"Tuan ayo sadarlah".pria itu memanggil Chandra sambil menggores kening pangerannya.


Beberapa kali ia memanggil tidak ada sahutan dari Chandra bahkan air hangat tadi sudah tidak menghangat kembali .


"Kalian kembali lah biar aku saja yang menjaga pangeran".titah pria tua itu pada pengawal dan dayang.

__ADS_1


"Ta-tap".


"Tidak ada tapi tapian ayo kembali pada tugas kalian masing-masing".orang itu melirik ke arah pengawal dan dayang.


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dahulu tuan".undur dayang.


"Saya juga tuan".pengawal.


"Hm".


Para pengawal dan dayang sudah meninggalkan ruangan Chandra dan sekarang hanya ada pria tua tadi serta Chandra di kamar Chandra.


Karena malam sudah terlalu larut pria tadi pun tidak bisa menahan kantuknya dan tertidur di sisi ranjang Chandara dengan tangan yang di jadikan alas untuk kepalanya.


πŸƒπŸŒΏπŸŒž


Pagi datang menyinari kamar Chandra yang sedikit redup karena loren yang belum terbuka sepenuhnya.


"Eugh".


Erangan kecil yang keluar dari mulut seseorang karena sinar matahari yang menyinar dan mengganggunya.Karena erangan kecil serta pergerakan kecil membuat orang yang di sebelahnya terbangun.


"Tu-tuan, tuan sudah bangun?".ucap yang riang karena menyadari keadaan tuannya.


"Paman aku di mana?".ucapnya dengan suara serak serta wajah pusatnya.


"Di kamar pangeran,pangeran".pria itu tersenyum lembut.

__ADS_1


"Eugh, di kamar?".pangeran yang mencoba bangkit dari posisinya sambil melihat ke sekelilingnya.


"Pa-pangeran jangan banyak bergerak dahulu, sebentar iya pangeran saya panggilkan tabib terlebih dahulu".pria itu menyuruh Chandra agar tidak banyak bergerak dan menunggunya, karena ia akan memanggil tabib.


__ADS_2